Tampilkan postingan dengan label aboutme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aboutme. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Oktober 2013

Aku ingin...

Dulunya klise.

Saat TK, ingin menjadi dokter, dan kelak menikah dengan lelaki yang tampan dan kayanya bagai pangeran dari negeri dongeng.

Saat SD, ingin menjadi dokter ataupun orang yang berguna bagi nusa dan bangsa, dan teteup ingin kelak dipersunting oleh lelaki yang tampan dan kayanya menyamai pangeran dari negeri dongeng.

Saat SMP, ingin masuk SMA Favorit, dan saat kuliah ingin ambil jurusan kedokteran atau psikis, karena demi adek lelaki saya yang butuh bimbingan terapi pengobatan serius. Tak lupa, tentunya ingin menjadi penulis novel. Masih mengharap dipersunting oleh lelaki yang tampan dan kayanya menyerupai pangeran dari negeri dongeng.

Saat SMA, ingin lulus, bagaimanapun nilainya, tak peduli. Yang penting lulus saja dulu. Dan nggak muluk-muluk, ingin langsung menikah begitu lulus SMA dengan pria baik-baik bertanggung jawab yang bisa menerima apa adanya. Menjadi penulis novel tetap menjadi satu impian besar. :)

Saat kuliah, ingin menemukan jati diri, siapa saya sebenarnya, dan sebenarnya apa tujuan hidup saja.

Sekarang, saat ini, tak mempunyai keinginan apa-apa lagi..

Hanya menyisakan tiga impian. Ingin menjadi penulis novel. Ingin tetap sehat, minimal hingga saya bisa membahagiakan kedua orang tua saya, terutama ibu saya.

Hanya hal-hal itu yang sedang saya kejar sekarang. Menjadi penulis, selalu sehat, minimal hingga saya sudah bisa membahagiakan dan membanggakan orang tua, terutama ibu.



Dulunya klise.

Saat TK, ingin menjadi dokter, dan kelak menikah dengan lelaki yang tampan dan kayanya bagai pangeran dari negeri dongeng.

Saat SD, ingin menjadi dokter ataupun orang yang berguna bagi nusa dan bangsa, dan teteup ingin kelak dipersunting oleh lelaki yang tampan dan kayanya menyamai pangeran dari negeri dongeng.

Saat SMP, ingin masuk SMA Favorit, dan saat kuliah ingin ambil jurusan kedokteran atau psikis, karena demi adek lelaki saya yang butuh bimbingan terapi pengobatan serius. Tak lupa, tentunya ingin menjadi penulis novel. Masih mengharap dipersunting oleh lelaki yang tampan dan kayanya menyerupai pangeran dari negeri dongeng.

Saat SMA, ingin lulus, bagaimanapun nilainya, tak peduli. Yang penting lulus saja dulu. Dan nggak muluk-muluk, ingin langsung menikah begitu lulus SMA dengan pria baik-baik bertanggung jawab yang bisa menerima apa adanya. Menjadi penulis novel tetap menjadi satu impian besar. :)

Saat kuliah, ingin menemukan jati diri, siapa saya sebenarnya, dan sebenarnya apa tujuan hidup saja.

Sekarang, saat ini, tak mempunyai keinginan apa-apa lagi..

Hanya menyisakan tiga impian. Ingin menjadi penulis novel. Ingin tetap sehat, minimal hingga saya bisa membahagiakan kedua orang tua saya, terutama ibu saya.

Hanya hal-hal itu yang sedang saya kejar sekarang. Menjadi penulis, selalu sehat, minimal hingga saya sudah bisa membahagiakan dan membanggakan orang tua, terutama ibu.



Rabu, 25 September 2013

Postingan Random di Kala Pilek Mendera..

Iya. Itu tulisan dalam sebuah notes, dan juga tissue yang bertebaran dimana-mana *ngelirik segulung tissue yang sudah habis*

Lagi pilek.. T__T

Ini ngetiknya juga sambil gosok-gosok hidung pake tissue... perihhh... dari semalaman digosok terus, bagaimana kagak?? -__-

Kalau notes itu, itu aku lagi latihan bahasa inggris :p

Gara-gara semalam ada beberapa akun yang ngebahas soal BACA buku bahasa inggris, termasuk kak @benzbara_ , aku pun jadi mikir... iya juga ya.. bagaimana kita mau bisa pintar bahasa inggris, dan memperkaya perbendaharaan kosakata kita, kalau malas membaca??

Aku tuh termasuk dari salah satu orang yang nggak bisa bahasa inggris. Tapi aku suka bahasa inggris. Aneh kan?? Hahahaha :P

Iya, aku suka bahasa inggris. Tapi aku nggak bisa, dan nggak pintar bahasa inggris. Karena itu walaupun mau, aku tetap ogah baca buku bahasa inggris. Alasannya bukan karena nggak suka, tapi karena aku yakin.. dua tahun juga nggak bakal kelar tuh bacanya (--"), sedangkan masih banyak buku lain yang antri untuk dibaca. Seringkali aku mencoba untuk mulai membaca buku bahasa inggris, tapi dua 2-3 halaman pertama aku udah mulai malas, bosan, dan langsung tutup buku.

Masalahnya, sudah 1 jam berlalu, aku masih stuck di halaman pertama -__-

Yang ada, aku bukan fokus pada ceritanya, malah fokus bolak-balik buka kamus dan ggole translate cuma untuk mengartikan kata demi kata yang aku nggak mudeng. Ya, bosan kan jadinya?? Ngerti ceritanya kagak, puyeng iya.. Padahal aku itu baca buku pengennya supaya otak fresh, bukannya malah jadi tambah stress :p hahahha -_-

Aku bukannya nggak punya kemauan untuk membaca buku bahasa inggris. Mau! Malah sering nyoba untuk baca. Tapi, ya gitu... stuck sampai 2-3 halaman pertama :/

Tapi, kata-kata kak Bara di twitternya semalam tuh sukses bikin aku terpacu lagi. Lupa sih, dia ngomong apa aja.. yang jelas aku jadi pengen bisa namatin setidaknya SATU aja dulu deh, buku/novel bahasa inggris..huhuh. Aku suka heran, kenapa aku suka nggak ngerti novel bahasa inggris (kalimat yang digunakannya kebanyakan di luar kosakataku). Padahal gini-gini, aku termasuk yang ngerti banyak kosakata bahasa inggris loh. Walaupun aku bego bahasa inggris, tapi kalau disuruh nonton film dengan subtittle inggris, aku bisa ngerti. Aku bisa menerjemahkan, tanpa harus buka kamus atau ngintip google translate. Aku udah namatin lumayan banyak film/drama dengan sub inggris. Mulai dari film-film india, drama korea, drama jepang, drama taiwan, reality show, dan bahkan anime-anime seperti Itazura Na kiss, sailor moon, dll

Tapi, anehnya..kemampuanku itu nggak berlaku untuk novel bahasa inggris. Mungkin karena mereka menggunakan kata-kata yang belum pernah aku dengar. Dan kadang, walaupun kata itu aku pernah dengar, tetap saja aku nggak ngerti. You know.. bahasa inggris itu kan selalu punya arti bermacam-macam, apalagi kalau digabungkan dengan kata-kata lainnya, artinya bisa berubah lagi. Ckckckck.. *pijat kepala*

Dulu aku pernah dekat sama cowok asing, orang Iran. Karena dia nggak bisa bahasa Indonesia, dan aku nggak bisa bahasa Iran, jadilah kita komunikasi pakai bahasa inggris. Dia bahasa inggrisnya jago banget. Sedangkan aku nggak. Jadi, kalau aku ngomong tuh main hajar bleh aja! Hahaha. Nggak merhatiin lagi grammar dll-nya. Tapi, dia nggak ambil pusing tuh. Malah enjoy aja ngobrolnya. Dan kita malah nyambung kalau ngobrol walau pakai bahasa planet! Hahahaha

Tapi.... aku kalau ngobrol dia pakai text . Karena kalau pakai mulut.. asli.. aku cuma ketawa ngakak ajaaa. Masalahnya aku nggak ngerti dia ngomong apa, dan aku juga nggak bisa ngomong.

Aku memang bermasalah banget dalam hal listening and speaking huhuhu . Nilai aku waktu sekolah, sumpah..ancur-ancuran. Yang menolongku paling nilai writing and reading, itupun pas-pasan..hahaha

Maka itu semalam setelah terpacu oleh tweet-tweet kak Bara, aku langsung mulai belajar bahasa inggris walau masih angin-anginan. Btw.. tulisanku jelek ya! Hahahaha. Nggak usah heran, aku sendiri aja dari dulu dah heran, kok kenapa tulisanku jelek banget... (--")

Sampai-sampai kakak-kakak sepupuku suka pada bilang, "Ih.katanya penulis..tapi tulisannya kok jelek."

Bzzzzzttt... -_-

Yeee, biarin.. Kan penulis nggak ada hubungannya sama tulisan bagus atau tidak.

Pernah juga aku dengan frustasi nanya, "Kenapa ya tulisanku bisa jelek?"

Kata kakak sepupuku, "Kalau mau tulisan cantik, harus rajin nulis."

Ya ampun.. aku tuh rajin nulis bangetttt!! Dulu..

Iya, dulu, dari TK, sampai kelas 3 SMP, ya ampun sumpaahh aku tuh rajin banget menulis. Mungkin sudah ada kali berjuta lembar. Aku dulu suka bikin novel di buku (buku apa itu namanya, yang untuk tugas akuntasi/pembukuan itu). Bayangin aja.. aku nulis tuh berapa banyak?? Ckckckck...

Jadi kalau alasannya tulisanku jelek karena jarang nulis mah itu salah banget!! -__-

Yah...memang hanya misteri Tuhan kenapa tulisanku jelek.. nggak apa-apa deh. Yang penting kan, bisa dibaca :p Berarti nggak jelek-jelek amat.

*ambil tissue* *ngelap hidung yang udah meler kesana-kemari*

hiks... pedihhh hidungku... T_T
Iya. Itu tulisan dalam sebuah notes, dan juga tissue yang bertebaran dimana-mana *ngelirik segulung tissue yang sudah habis*

Lagi pilek.. T__T

Ini ngetiknya juga sambil gosok-gosok hidung pake tissue... perihhh... dari semalaman digosok terus, bagaimana kagak?? -__-

Kalau notes itu, itu aku lagi latihan bahasa inggris :p

Gara-gara semalam ada beberapa akun yang ngebahas soal BACA buku bahasa inggris, termasuk kak @benzbara_ , aku pun jadi mikir... iya juga ya.. bagaimana kita mau bisa pintar bahasa inggris, dan memperkaya perbendaharaan kosakata kita, kalau malas membaca??

Aku tuh termasuk dari salah satu orang yang nggak bisa bahasa inggris. Tapi aku suka bahasa inggris. Aneh kan?? Hahahaha :P

Iya, aku suka bahasa inggris. Tapi aku nggak bisa, dan nggak pintar bahasa inggris. Karena itu walaupun mau, aku tetap ogah baca buku bahasa inggris. Alasannya bukan karena nggak suka, tapi karena aku yakin.. dua tahun juga nggak bakal kelar tuh bacanya (--"), sedangkan masih banyak buku lain yang antri untuk dibaca. Seringkali aku mencoba untuk mulai membaca buku bahasa inggris, tapi dua 2-3 halaman pertama aku udah mulai malas, bosan, dan langsung tutup buku.

Masalahnya, sudah 1 jam berlalu, aku masih stuck di halaman pertama -__-

Yang ada, aku bukan fokus pada ceritanya, malah fokus bolak-balik buka kamus dan ggole translate cuma untuk mengartikan kata demi kata yang aku nggak mudeng. Ya, bosan kan jadinya?? Ngerti ceritanya kagak, puyeng iya.. Padahal aku itu baca buku pengennya supaya otak fresh, bukannya malah jadi tambah stress :p hahahha -_-

Aku bukannya nggak punya kemauan untuk membaca buku bahasa inggris. Mau! Malah sering nyoba untuk baca. Tapi, ya gitu... stuck sampai 2-3 halaman pertama :/

Tapi, kata-kata kak Bara di twitternya semalam tuh sukses bikin aku terpacu lagi. Lupa sih, dia ngomong apa aja.. yang jelas aku jadi pengen bisa namatin setidaknya SATU aja dulu deh, buku/novel bahasa inggris..huhuh. Aku suka heran, kenapa aku suka nggak ngerti novel bahasa inggris (kalimat yang digunakannya kebanyakan di luar kosakataku). Padahal gini-gini, aku termasuk yang ngerti banyak kosakata bahasa inggris loh. Walaupun aku bego bahasa inggris, tapi kalau disuruh nonton film dengan subtittle inggris, aku bisa ngerti. Aku bisa menerjemahkan, tanpa harus buka kamus atau ngintip google translate. Aku udah namatin lumayan banyak film/drama dengan sub inggris. Mulai dari film-film india, drama korea, drama jepang, drama taiwan, reality show, dan bahkan anime-anime seperti Itazura Na kiss, sailor moon, dll

Tapi, anehnya..kemampuanku itu nggak berlaku untuk novel bahasa inggris. Mungkin karena mereka menggunakan kata-kata yang belum pernah aku dengar. Dan kadang, walaupun kata itu aku pernah dengar, tetap saja aku nggak ngerti. You know.. bahasa inggris itu kan selalu punya arti bermacam-macam, apalagi kalau digabungkan dengan kata-kata lainnya, artinya bisa berubah lagi. Ckckckck.. *pijat kepala*

Dulu aku pernah dekat sama cowok asing, orang Iran. Karena dia nggak bisa bahasa Indonesia, dan aku nggak bisa bahasa Iran, jadilah kita komunikasi pakai bahasa inggris. Dia bahasa inggrisnya jago banget. Sedangkan aku nggak. Jadi, kalau aku ngomong tuh main hajar bleh aja! Hahaha. Nggak merhatiin lagi grammar dll-nya. Tapi, dia nggak ambil pusing tuh. Malah enjoy aja ngobrolnya. Dan kita malah nyambung kalau ngobrol walau pakai bahasa planet! Hahahaha

Tapi.... aku kalau ngobrol dia pakai text . Karena kalau pakai mulut.. asli.. aku cuma ketawa ngakak ajaaa. Masalahnya aku nggak ngerti dia ngomong apa, dan aku juga nggak bisa ngomong.

Aku memang bermasalah banget dalam hal listening and speaking huhuhu . Nilai aku waktu sekolah, sumpah..ancur-ancuran. Yang menolongku paling nilai writing and reading, itupun pas-pasan..hahaha

Maka itu semalam setelah terpacu oleh tweet-tweet kak Bara, aku langsung mulai belajar bahasa inggris walau masih angin-anginan. Btw.. tulisanku jelek ya! Hahahaha. Nggak usah heran, aku sendiri aja dari dulu dah heran, kok kenapa tulisanku jelek banget... (--")

Sampai-sampai kakak-kakak sepupuku suka pada bilang, "Ih.katanya penulis..tapi tulisannya kok jelek."

Bzzzzzttt... -_-

Yeee, biarin.. Kan penulis nggak ada hubungannya sama tulisan bagus atau tidak.

Pernah juga aku dengan frustasi nanya, "Kenapa ya tulisanku bisa jelek?"

Kata kakak sepupuku, "Kalau mau tulisan cantik, harus rajin nulis."

Ya ampun.. aku tuh rajin nulis bangetttt!! Dulu..

Iya, dulu, dari TK, sampai kelas 3 SMP, ya ampun sumpaahh aku tuh rajin banget menulis. Mungkin sudah ada kali berjuta lembar. Aku dulu suka bikin novel di buku (buku apa itu namanya, yang untuk tugas akuntasi/pembukuan itu). Bayangin aja.. aku nulis tuh berapa banyak?? Ckckckck...

Jadi kalau alasannya tulisanku jelek karena jarang nulis mah itu salah banget!! -__-

Yah...memang hanya misteri Tuhan kenapa tulisanku jelek.. nggak apa-apa deh. Yang penting kan, bisa dibaca :p Berarti nggak jelek-jelek amat.

*ambil tissue* *ngelap hidung yang udah meler kesana-kemari*

hiks... pedihhh hidungku... T_T

Minggu, 18 Agustus 2013

Aku Memang bukan Untukmu...

Dahulu kau mencintaiku..
 Dahulu kau menginginkanku..
 Meskipun takkan pernah ada jawabku..
Tak berniat kau tinggalkan aku..

 Sekarang kau pergi menjauh
 Sekarang kau tinggalkan aku 
Disaat ku mulai mengharapkanmu 
Dan ku mohon maafkan aku

Aku menyesal t'lah membuatmu menangis 
Dan biarkan memilih yang lain
 Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu 
Pasti itu terbaik untukmu

Janganlah lagi kau mengingatku kembali 
Aku bukanlah untukmu 
Meski ku memohon dan meminta hatimu 
Jangan pernah tinggalkan dirinya..


Malam ini kegalauanku mungkin disponsori oleh lagu ini.

Mungkin banyak yang mengira aku hanya sekadar galau... tapi sebenarnya tidak Aku benar-benar galau karena lagu ini.

Awalnya lagu ini terputar dengan secara tidak sengaja saat aku hendak memutar playlist kumpulan lagu Bollywood di laptop. Ternyata ada terselip lagu ini. Aku sempat tersentak saat alunan nada lagu ini mulai terdengar, tapi tak kuasa menghentikannya. Karena aku terlalu fokus pada apa yang terjadi setahun an yang lalu, pada sosok yang mungkin telah melupakanku dan menghapusku dalam ingatannya... maybe.

Aku benar-benar tak bisa menghentikan ini semua. Bait demi bait dari lagu ini, justru semakin membawaku ke arus masa lalu dan mengikatku sesaat di sana. Mungkin itu lah yang membuatku jadi rada mewek. Rasanya ini bukan perasaan cinta, tapi aku juga nggak tahu apa. Yang jelas ada rasa penyesalan yang masih tersisa, yang tetap selalu membayangiku kalau mengingatnya.

Ia pernah mencintaiku. Sangat.
Ia pernah menyayangiku. Tulus.
Ia selalu ada untukku. Kapanpun di waktu luangnya.
Ia menerimaku apa adanya. Bahkan termasuk kenyataan bahwa aku tak bisa mencintainya,

Ia yang terbaik. Dari semua lelaki yang mungkin pernah aku kenal dan cukup berarti.

Ia lelaki sederhana. Nggak neko-neko, dan nggak pernah menyombongkan diri. Perkerjaannya hanyalah di warnet. Ia tak kuliah. Tapi ia cerdas. Aku terpikat dalam segala kesederhanaannya, walau hanya sebatas itu. Hanya terpikat. Tak lebih.

Ia mendengarkanku. Selalu. 
Terkadang kala jahilnya datang, ia menggodaku, dan hanya aku. Ia bersikap seperti itu hanya padaku. Ia tak pernah dekat dengan perempuan, karena tak pandai bertutur. 

Saat aku berbohong, dan mengakuinya, ia tak marah. Ia tersenyum dan berkata lembut, "it's okay."
 Saat itu aku bertanya, "Apa kau masih mencintaiku? Padahal aku sudah pernah membohongimu."
"Ya, perasaanku tidak berubah hanya karena hal seperti itu. Dan aku tahu kau punya alasan saat melakukannya. Aku justru senang karena kau mulai terbuka padaku. just to know, I love you just the way you are.."

Menyentuhku. Kata-katanya sangat menyentuhku saat itu. Aku nyaris menitikkan airmata, bukan hanya karena terharu, tapi juga sedih.. karena aku masih saja tetap tak bisa mencintainya.

Kedekatan kami masih terus berlangsung, walau tak ada status pacaran, karena aku tak kunjung mengiyakan. Tapi ia tak pernah bosan menyelipkan kata-kata so sweet seperti I love you, di tiap sela obrolan kami..

Kadangkala ia menyempatkan menelponku. Dan aku sering merajuk kalau ia tanpa sadar cerita tentang seorang perempuan dengan nada memuji. Kalau sudah begitu, ia selalu tertawa dan menggodaku dengan sangat puas, karena dari nada suaraku dan reaksiku sangat terlihat jelas kalau aku cemburu. Terhitung dari hari itu, ia akhirnya menjadikan itu kelemahanku, dan selalu dengan sengaja melakukannya hanya untuk membuatku kesal...hm.. or jealous

"Kau sangat lucu saat cemburu. It's sweet, and  I love it!!" ia tertawa dengan sangat puas, dan lega *?*

Di akhir tahun 2012, sekitar bulan Agustus, aku mengenal seorang lelaki.. dan yeah, aku mencintainya. Ehm, entahlah.. aku masih bingung mengartikan apa itu cinta, dan seperti apa sebenarnya. Tapi, yang jelas, aku punya perasaan khusus. Laki-laki ini bisa membuatku deg-degan, bahkan walau hanya sekadar ngobrol via text. Laki-laki ini, bisa membuatku bersemu merah, atau bahkan melonjak-lonjak girang, hanya dengan sedikit perkataan dan perlakuannya yang menurutku sweet and nice.Laki-laki ini, bahkan bisa membuatku lupa segalanya. Seakan cukup ada dia saja, aku merasa tak membutuhkan yang lain di dunia untuk sementara waktu. Dia sangat mencuriku. Mencuriku dari dunia, membuatku seakan harus menciptakan dunia sendiri yang ada hanya dia dan aku. Aku selalu suka mendengar ceritanya, dan selalu ingin mendengar segala tentangnya. Keluarganya, perkerjaannya, kegiatannya, dan bahkan masa lalunya (walau itu menyakitkanku). Sehari saja tak melihatnya, aku gelisah, dan sangat merindukannya. Hingga aku berpikir, cukup dengan tahu dia ada saja, aku akan sangat puas dan lega. Jadi, aku sering memohon agar semesta berkonspirasi untuk memberikanku tanda bahwa dia hidup. Jantugnya masih berdetak.

Semua itu hal yang tak pernah kurasakan saat bersama si 'aku bukan untukmu'. Membuatku semakin yakin dan mantap, bahwa aku memang bukan untuknya, dan dia bukan untukku. Aku mulai menjaga jarak, kemudian menghindar, memperkecil jaringan contact kami, menutup hampir semua akses agar ia tak lagi sering-sering menghubungiku.

Berkali-kali ia mengirimkan pesan, "Hi, how are you?"
"Kenapa kau tidak pernah membalas atau menghubungiku? Kau ada masalah? Atau sakit?"
"Are u angry with me?"
"Hai.. please, jangan membuatku cemas. Kau baik-baik saja kan?"
"Apa kabar? Sedang apa? Aku harap kau baik-baik saja. Jangan membuatku takut."

Dan pesan-pesan serupa lainnya yang membuatku miris, dan juga ingin menangis. Kenapa ia malah mencemaskanku padahal aku sudah sangat jahat padanya? :(

Aku ingat, aku sempat memberikan pesan padanya yang mungkin terdengar cukup dingin, "Maaf, bukannya tak mau membalas pesanmu, hanya saja tidak ada pulsa. Dan lagi aku sedang sibuk, karena mau ujian praktikum dan laporan menumpuk. Aku tidak akan sempat mengurusi hal-hal sepele seperti ini. Jadi, maaf."

"Dan mungkin untuk sementara waktu aku tidak bisa merespon segala contact darimu. Maafkan. Tapi aku akan menyempatkan diri menghubungimu kalau ada waktu luang."

Dan sejak itu aku benar-benar menutup hampir semua akses yang ia bisa jangkau. Sejak itu tak pernah lagi terdengar kabarnya. Dan ia sepertinya menuruti permintaanku, dan mungkin saj ia menangkap usiran halus dariku.. :( Karena dia sangat memahamiku selama ini, jadi aku yakin ia bisa menangkapnya dengan baik/// :(

Dalam beberapa kesempatan, kadang aku membuka profil Facebooknya... dan... sangat persis dengan yang tidak kuharapkan. Bunyi-bunyi statusnya.. menyakitkan.. pilu.. menyedihkan.. :'(

 Aneh, biasanya aku selalu il feel sama lelaki yang suka galau di socmed. Menurutku cengeng, dan seakan tak punya tujuan hidup. Tapi kali ini, justru aku merasa sangat bersalah. Dapat dari info terpercaya, ia bahkan sempat mabuk saat ada undangan pesta pernikahan temannya. Dia tak pernah minum padahal, (pernah, tapi duluuu beberapa kali doang saat SMA, dan beralasan), sekarang tahu-tahu mabuk berat. Padahal ia pernah berjanji padaku, tak akan mau minum lagi sepelik apapun masalah hidup yang ia hadapin... 

Saat itu lah mataku benar-benar terbuka, betapa ia yang terbaik dari segala lelaki yang pernah aku kenal. Tak pernah complain atas segala sikapku, menerimaku dan keluargaku apa adanya, selalu mau mendengar keluhanku,memujiku bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya tak pantas dipuji, ....dan masih banyak lagi. Di mataku ia tak ada cacatnya.. Ia yang terbaik... :'(

Sedikitpun tak pernah melakukan hal yang mengecewakanku. Tak pernah menyakitiku. Membuatku menangisdengan secara sengaja pun tidak.. Ia selalu melakukan yang terbaik. Menghindari hal-hal yang tak kusuka.. Dan yang terpenting buat ia adalah aku senang dan tertawa. Ia akan melakukan apapun, termasuk rela mendengarkan omelan dan keluh kesahku, padahal ia punya masalah tersendiri dan tentunya juga mau didengarkan. 

Aku pernah akhir tahun kemarin mencoba untuk memperbaiki hal-hal yag telah kurusak. Aku menelponnya, tak diangkat. YMnya juga sudah tak pernah ON lagi. Akhirnya aku hubungin lewat facebook, yang untungnya masih berteman. Aku tanya kabarnya, dan menanyakan kenapa YMnya tak pernah ON lagi. Kenapa tak pernah menghubungiku lagi? Namun jawabannya, "Maaf. Aku sibuk. Tak sempat..banyak kerjaan."

Dingin.

Sudah cukup lama aku bersua dengannya, jadi aku sangat tahu ada yang berbeda dari kalimatnya. Ia benar-benar sangat dingin padaku, dan tentunya... marah..

Sejak itu aku tak pernah lagi coba menghubunginya, walau facebooknya kadang berseliweran di berandaku. Aku itu sangat sadar diri, bagaimanapun aku yang memang salah dan sangat jahat.. jadi tak pantas untuk menginginkannya kembali menjadi yang dulu, yang selalu ada buatku, yang mencintaiku, menyayangiku...dsb..

Lama-lama aku lihat ia mulai dekat dengan seorang gadis. Gadis yang sepertinya sudah lama menyukainya (sejak SMP kalau tidak salah), tapi bertepuk sebelah tangan, karena ia tidak menyukai gadis itu. Ia pernah menceritakan tentang gadis itu padaku dulu, lengkap dari A-Z, dan alasan-alasan kenapa tidak menyukainya. Kalau aku tak salah ingat sih.. gadis itu pernah 'berbohong' atau sejenisnya, dan ia tak suka kebohongan. (Walau untuk kasusku ia sepertinya memberikan dispensasi).

Kalau aku lihat dari interaksi mereka di facebook, ia sepertinya mencoba memberikan kesempatan pada waktu untuk mengenal gadis itu lebih dalam dan lebih dekat. Itu yang kutangkap. Terlihat jelas juga gadis itu sangat senang (tentu saja, ia sudah lama bertepuk sebelah tangan).

Jadi, setelah semua itu... aku semakin sadar dan mantap... aku tak layak untuk memintanya menjadikan kami sperti yang dulu lagi. Semua telah berubah, dan itu berawal dikarenakan sikapku. 
  
Benar-benar persis, seperti "Aku bukan Untukmu" kan? :'(
 Tak salah aku sangat galau saat mendengar lagu ini... tiap bait katanya sangat begitu tepat menusukku. Benar-benar mengingatkanku pada perasaan luka itu.

Sebenarnya aku masih belum mencintainya seperti arti mencintai sebenarnya. Hanya saja, ada perasaan menyesal telah menyia-nyiakan laki-laki sebaik dia, yang mungkin tak akan bisa kutemukan untuk dalam jangka waktu yang tak bisa kupastikan..

Tapi yah, mungkin inilah yang namanya bukan jodoh. Ini sudah pertanda, ia memang bukan untukku, dan aku bukan untuk dia.. Dia lebih layak mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dariku, yang tentunya sangat mencintainya. Dan aku? Aku yakin.. Tuhan telah menciptakan seseorang untukku yang entah terlahir di belahan dunia mana.. :')

  
 

Aku menyesal t'lah membuatmu menangis  
Dan biarkan memilih yang lain
 Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu 
Pasti itu terbaik untukmu..

Meski ku memohon dan meminta hatimu 
Jangan pernah tinggalkan dirinya 
Untuk diriku..

Dahulu kau mencintaiku..
 Dahulu kau menginginkanku..
 Meskipun takkan pernah ada jawabku..
Tak berniat kau tinggalkan aku..

 Sekarang kau pergi menjauh
 Sekarang kau tinggalkan aku 
Disaat ku mulai mengharapkanmu 
Dan ku mohon maafkan aku

Aku menyesal t'lah membuatmu menangis 
Dan biarkan memilih yang lain
 Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu 
Pasti itu terbaik untukmu

Janganlah lagi kau mengingatku kembali 
Aku bukanlah untukmu 
Meski ku memohon dan meminta hatimu 
Jangan pernah tinggalkan dirinya..


Malam ini kegalauanku mungkin disponsori oleh lagu ini.

Mungkin banyak yang mengira aku hanya sekadar galau... tapi sebenarnya tidak Aku benar-benar galau karena lagu ini.

Awalnya lagu ini terputar dengan secara tidak sengaja saat aku hendak memutar playlist kumpulan lagu Bollywood di laptop. Ternyata ada terselip lagu ini. Aku sempat tersentak saat alunan nada lagu ini mulai terdengar, tapi tak kuasa menghentikannya. Karena aku terlalu fokus pada apa yang terjadi setahun an yang lalu, pada sosok yang mungkin telah melupakanku dan menghapusku dalam ingatannya... maybe.

Aku benar-benar tak bisa menghentikan ini semua. Bait demi bait dari lagu ini, justru semakin membawaku ke arus masa lalu dan mengikatku sesaat di sana. Mungkin itu lah yang membuatku jadi rada mewek. Rasanya ini bukan perasaan cinta, tapi aku juga nggak tahu apa. Yang jelas ada rasa penyesalan yang masih tersisa, yang tetap selalu membayangiku kalau mengingatnya.

Ia pernah mencintaiku. Sangat.
Ia pernah menyayangiku. Tulus.
Ia selalu ada untukku. Kapanpun di waktu luangnya.
Ia menerimaku apa adanya. Bahkan termasuk kenyataan bahwa aku tak bisa mencintainya,

Ia yang terbaik. Dari semua lelaki yang mungkin pernah aku kenal dan cukup berarti.

Ia lelaki sederhana. Nggak neko-neko, dan nggak pernah menyombongkan diri. Perkerjaannya hanyalah di warnet. Ia tak kuliah. Tapi ia cerdas. Aku terpikat dalam segala kesederhanaannya, walau hanya sebatas itu. Hanya terpikat. Tak lebih.

Ia mendengarkanku. Selalu. 
Terkadang kala jahilnya datang, ia menggodaku, dan hanya aku. Ia bersikap seperti itu hanya padaku. Ia tak pernah dekat dengan perempuan, karena tak pandai bertutur. 

Saat aku berbohong, dan mengakuinya, ia tak marah. Ia tersenyum dan berkata lembut, "it's okay."
 Saat itu aku bertanya, "Apa kau masih mencintaiku? Padahal aku sudah pernah membohongimu."
"Ya, perasaanku tidak berubah hanya karena hal seperti itu. Dan aku tahu kau punya alasan saat melakukannya. Aku justru senang karena kau mulai terbuka padaku. just to know, I love you just the way you are.."

Menyentuhku. Kata-katanya sangat menyentuhku saat itu. Aku nyaris menitikkan airmata, bukan hanya karena terharu, tapi juga sedih.. karena aku masih saja tetap tak bisa mencintainya.

Kedekatan kami masih terus berlangsung, walau tak ada status pacaran, karena aku tak kunjung mengiyakan. Tapi ia tak pernah bosan menyelipkan kata-kata so sweet seperti I love you, di tiap sela obrolan kami..

Kadangkala ia menyempatkan menelponku. Dan aku sering merajuk kalau ia tanpa sadar cerita tentang seorang perempuan dengan nada memuji. Kalau sudah begitu, ia selalu tertawa dan menggodaku dengan sangat puas, karena dari nada suaraku dan reaksiku sangat terlihat jelas kalau aku cemburu. Terhitung dari hari itu, ia akhirnya menjadikan itu kelemahanku, dan selalu dengan sengaja melakukannya hanya untuk membuatku kesal...hm.. or jealous

"Kau sangat lucu saat cemburu. It's sweet, and  I love it!!" ia tertawa dengan sangat puas, dan lega *?*

Di akhir tahun 2012, sekitar bulan Agustus, aku mengenal seorang lelaki.. dan yeah, aku mencintainya. Ehm, entahlah.. aku masih bingung mengartikan apa itu cinta, dan seperti apa sebenarnya. Tapi, yang jelas, aku punya perasaan khusus. Laki-laki ini bisa membuatku deg-degan, bahkan walau hanya sekadar ngobrol via text. Laki-laki ini, bisa membuatku bersemu merah, atau bahkan melonjak-lonjak girang, hanya dengan sedikit perkataan dan perlakuannya yang menurutku sweet and nice.Laki-laki ini, bahkan bisa membuatku lupa segalanya. Seakan cukup ada dia saja, aku merasa tak membutuhkan yang lain di dunia untuk sementara waktu. Dia sangat mencuriku. Mencuriku dari dunia, membuatku seakan harus menciptakan dunia sendiri yang ada hanya dia dan aku. Aku selalu suka mendengar ceritanya, dan selalu ingin mendengar segala tentangnya. Keluarganya, perkerjaannya, kegiatannya, dan bahkan masa lalunya (walau itu menyakitkanku). Sehari saja tak melihatnya, aku gelisah, dan sangat merindukannya. Hingga aku berpikir, cukup dengan tahu dia ada saja, aku akan sangat puas dan lega. Jadi, aku sering memohon agar semesta berkonspirasi untuk memberikanku tanda bahwa dia hidup. Jantugnya masih berdetak.

Semua itu hal yang tak pernah kurasakan saat bersama si 'aku bukan untukmu'. Membuatku semakin yakin dan mantap, bahwa aku memang bukan untuknya, dan dia bukan untukku. Aku mulai menjaga jarak, kemudian menghindar, memperkecil jaringan contact kami, menutup hampir semua akses agar ia tak lagi sering-sering menghubungiku.

Berkali-kali ia mengirimkan pesan, "Hi, how are you?"
"Kenapa kau tidak pernah membalas atau menghubungiku? Kau ada masalah? Atau sakit?"
"Are u angry with me?"
"Hai.. please, jangan membuatku cemas. Kau baik-baik saja kan?"
"Apa kabar? Sedang apa? Aku harap kau baik-baik saja. Jangan membuatku takut."

Dan pesan-pesan serupa lainnya yang membuatku miris, dan juga ingin menangis. Kenapa ia malah mencemaskanku padahal aku sudah sangat jahat padanya? :(

Aku ingat, aku sempat memberikan pesan padanya yang mungkin terdengar cukup dingin, "Maaf, bukannya tak mau membalas pesanmu, hanya saja tidak ada pulsa. Dan lagi aku sedang sibuk, karena mau ujian praktikum dan laporan menumpuk. Aku tidak akan sempat mengurusi hal-hal sepele seperti ini. Jadi, maaf."

"Dan mungkin untuk sementara waktu aku tidak bisa merespon segala contact darimu. Maafkan. Tapi aku akan menyempatkan diri menghubungimu kalau ada waktu luang."

Dan sejak itu aku benar-benar menutup hampir semua akses yang ia bisa jangkau. Sejak itu tak pernah lagi terdengar kabarnya. Dan ia sepertinya menuruti permintaanku, dan mungkin saj ia menangkap usiran halus dariku.. :( Karena dia sangat memahamiku selama ini, jadi aku yakin ia bisa menangkapnya dengan baik/// :(

Dalam beberapa kesempatan, kadang aku membuka profil Facebooknya... dan... sangat persis dengan yang tidak kuharapkan. Bunyi-bunyi statusnya.. menyakitkan.. pilu.. menyedihkan.. :'(

 Aneh, biasanya aku selalu il feel sama lelaki yang suka galau di socmed. Menurutku cengeng, dan seakan tak punya tujuan hidup. Tapi kali ini, justru aku merasa sangat bersalah. Dapat dari info terpercaya, ia bahkan sempat mabuk saat ada undangan pesta pernikahan temannya. Dia tak pernah minum padahal, (pernah, tapi duluuu beberapa kali doang saat SMA, dan beralasan), sekarang tahu-tahu mabuk berat. Padahal ia pernah berjanji padaku, tak akan mau minum lagi sepelik apapun masalah hidup yang ia hadapin... 

Saat itu lah mataku benar-benar terbuka, betapa ia yang terbaik dari segala lelaki yang pernah aku kenal. Tak pernah complain atas segala sikapku, menerimaku dan keluargaku apa adanya, selalu mau mendengar keluhanku,memujiku bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya tak pantas dipuji, ....dan masih banyak lagi. Di mataku ia tak ada cacatnya.. Ia yang terbaik... :'(

Sedikitpun tak pernah melakukan hal yang mengecewakanku. Tak pernah menyakitiku. Membuatku menangisdengan secara sengaja pun tidak.. Ia selalu melakukan yang terbaik. Menghindari hal-hal yang tak kusuka.. Dan yang terpenting buat ia adalah aku senang dan tertawa. Ia akan melakukan apapun, termasuk rela mendengarkan omelan dan keluh kesahku, padahal ia punya masalah tersendiri dan tentunya juga mau didengarkan. 

Aku pernah akhir tahun kemarin mencoba untuk memperbaiki hal-hal yag telah kurusak. Aku menelponnya, tak diangkat. YMnya juga sudah tak pernah ON lagi. Akhirnya aku hubungin lewat facebook, yang untungnya masih berteman. Aku tanya kabarnya, dan menanyakan kenapa YMnya tak pernah ON lagi. Kenapa tak pernah menghubungiku lagi? Namun jawabannya, "Maaf. Aku sibuk. Tak sempat..banyak kerjaan."

Dingin.

Sudah cukup lama aku bersua dengannya, jadi aku sangat tahu ada yang berbeda dari kalimatnya. Ia benar-benar sangat dingin padaku, dan tentunya... marah..

Sejak itu aku tak pernah lagi coba menghubunginya, walau facebooknya kadang berseliweran di berandaku. Aku itu sangat sadar diri, bagaimanapun aku yang memang salah dan sangat jahat.. jadi tak pantas untuk menginginkannya kembali menjadi yang dulu, yang selalu ada buatku, yang mencintaiku, menyayangiku...dsb..

Lama-lama aku lihat ia mulai dekat dengan seorang gadis. Gadis yang sepertinya sudah lama menyukainya (sejak SMP kalau tidak salah), tapi bertepuk sebelah tangan, karena ia tidak menyukai gadis itu. Ia pernah menceritakan tentang gadis itu padaku dulu, lengkap dari A-Z, dan alasan-alasan kenapa tidak menyukainya. Kalau aku tak salah ingat sih.. gadis itu pernah 'berbohong' atau sejenisnya, dan ia tak suka kebohongan. (Walau untuk kasusku ia sepertinya memberikan dispensasi).

Kalau aku lihat dari interaksi mereka di facebook, ia sepertinya mencoba memberikan kesempatan pada waktu untuk mengenal gadis itu lebih dalam dan lebih dekat. Itu yang kutangkap. Terlihat jelas juga gadis itu sangat senang (tentu saja, ia sudah lama bertepuk sebelah tangan).

Jadi, setelah semua itu... aku semakin sadar dan mantap... aku tak layak untuk memintanya menjadikan kami sperti yang dulu lagi. Semua telah berubah, dan itu berawal dikarenakan sikapku. 
  
Benar-benar persis, seperti "Aku bukan Untukmu" kan? :'(
 Tak salah aku sangat galau saat mendengar lagu ini... tiap bait katanya sangat begitu tepat menusukku. Benar-benar mengingatkanku pada perasaan luka itu.

Sebenarnya aku masih belum mencintainya seperti arti mencintai sebenarnya. Hanya saja, ada perasaan menyesal telah menyia-nyiakan laki-laki sebaik dia, yang mungkin tak akan bisa kutemukan untuk dalam jangka waktu yang tak bisa kupastikan..

Tapi yah, mungkin inilah yang namanya bukan jodoh. Ini sudah pertanda, ia memang bukan untukku, dan aku bukan untuk dia.. Dia lebih layak mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dariku, yang tentunya sangat mencintainya. Dan aku? Aku yakin.. Tuhan telah menciptakan seseorang untukku yang entah terlahir di belahan dunia mana.. :')

  
 

Aku menyesal t'lah membuatmu menangis  
Dan biarkan memilih yang lain
 Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu 
Pasti itu terbaik untukmu..

Meski ku memohon dan meminta hatimu 
Jangan pernah tinggalkan dirinya 
Untuk diriku..

Jumat, 16 Agustus 2013

Please, Stay Away..

Benar-benar nggak ngerti dengan diriku sendiri.

Mungkin memang benar kalau ada yang bilang Libra itu egois. 

Aku orangnya egois loh. Termasuk dalam percintaan.

Saat mencintai seseorang, aku pun tentunya ingin balas dicintai. Minimal, setidaknya orang itu menghargai perasaanku, dengan cara tidak menjauhiku walau dia tahu bentuk perasaan seperti apa yang aku punya untuknya.

Tapi, kebalikan... saat ada yang mencintaiku, aku selalu berbalik menjauhinya dengan cenderung bersikap dingin..

Aku juga sebenarnya tak pernah mau melakukan hal itu. Sering kali aku menyesalinya. But, I can't help myself...  Itu terjadi begitu saja di luar kendali. Berapa kali aku mewanti diriku untuk tetap beritikad baik dengan siapapun itu yang mencintaiku. Aku harus menghargai mereka. Tapi... yah, begitu lah.

Semalam terjadi lagi.

Belakangan ini memang ada beberapa orang di sekitar rumah yang cenderung mendekatiku. Salah satunya dia. Dia di sini adalah, dia yang akan menjadi issue utama di postingan ini. Pertama kali mengenalnya saat tengah malam aku keluar rumah, untuk cari makanan, minimal indomie. Iya, waktu itu aku kena kasus kelaparan tengah malam, dan ternyata stok indomie di rumah udah habis. Mengingat waktu itu sudah jam 11-an malam kalau nggak salah, aku nekat saja cari makan keluar. Tapi ya nggak nemuin apa-apa... (ya iya lahhh --")

Aku mampir ke warung 24 jam yang tidak jauh dari rumah. Bukan warung sih, tapi itu semacam warnet, cuma ada jual makanan juga. Aku lihat di sana ada satu lemari berisi indomie dan telur. Kupikir bisa dibeli per bungkus, ternyata nggak.. harus makan di sana. Mana mahal lagi --". Makan Indomie goreng pakai nasi aja 8000, brooo! 

Ngapain makan di situ, kemahalan... Dengan niat 'ah besok aja deh beli indomie. Laparnya ditahan aja, dibawa tidur. Atau nggak bikin nasi goreng kepepet aja', aku keluar dari warung itu. Lha, ada cowok yang daritadi nongkrong di atas motor di parkiran, ternyata ngelihatin interaksiku dengan si pemilik warnet. Aku sadar sih daritadi diperhatikan oleh dia, tapi ya namanya aja aku, nggak pernah ambil pusing. Nggak kenal gini. 

Dia senyum nyapa aku, pas aku lewat. Ya aku balas senyum aja. Trus dia nunjuk ke arah lurus sambil bilang, "Di sana ada yang jual indomi. Warungnya buka 24 jam."

Aku mengangguk, sambil senyum kikuk. "Oh iya, makasih.." Dalam hati sih, udah nggak ada niat mau beli sama sekali. Udah mau pulang, mau bobok aja. Eh dia nya berdiri dari motor, dan nawarin mengantarakan aku.

 "Yuk.."

Walau bengong, nggak tahu kenapa nih kaki nurut aja ngikutin langkah dia. Haddeh (--" ).

Dia senyum lagi. "Nggak apa-apa ya jalan kaki aja, nggak pakai motor."

"Iya, nggak apa-apa, kok." Aku senyum aja, dengan banyak pemikiran di kepala. Aku masih bingung, sebenarnya kenapa juga tadi aku mau-mau aja digiring sama dia...hhhh...

Kita akhirnya jalan dampingan, dan ngobrol. Tepatnya sih, dia nanya, aku jawab. Orangnya ramah sih, baik, lembut... Banyak nanya juga -.-

Singkat kata, begitu dah sampai warung yg dimaksud, aku beli deh 20 bungkus Indomie. Niatnya sih setelah itu mau ngucapin makasih, terus pamit pulang. Eh, dianya malah bantu ngebawain tas belanjaku -.- Mau nolak halus gimana juga udah nggak bisa. Ya udah... kita pulang. Maksudnya, aku pulang ke rumah, dia ngantarin sambil bawa belanjaanku. Sepanjang jalan ya ngobrol lagi. Dia tanya-tanya, aku jawab..

Sejak itu, tiap aku keluar rumah jam segitu pastiii ada dia nyamperin ,hiks.. Akunya yang awalnya senang karena dia baik, ramah, dlll jadinya risih... karena semakin ke sini makin kelihatan pedekate nya. Dan aku secara otomatis menjaga jarak (kebiasaan). Mulai yang kalau ketemu dia buru-buru pamit dengan berbagai alasan, pokoknya terkesan menghindar. Nggak enak sih iya.. tapi mau gimana....

Aku nggak suka sama dia, nggak ada perasaan apa-apa..

Maunya sih tetap berteman... tapi gimana, kalau aku makin baik, yang ada kayak ngasih harapan. Dia mikirnya, aku ngasih kesempatan buat dia mengenalkan dirinya ke aku lebih jauh. Kalau saja tadinya dia bersikap 'biasa' aja ke aku, aku pastinya bakal senang hati bersikap biasa aja ke dia. Tapi ini? Apa kah KEBETULAN setiap aku belanja di warung langgananku, dia nongol? Iya, kalau dia juga belanja di warung itu sih bisa aja kebetulan. Lha ini nggak, dia sama sekali nggak belanja apa-apa, cuma ngajak aku ngobrol 'ramah', .... tetap saja rasanya 'aneh' -_- dan aku nggak suka. Karena itu sudah jelas berarti dia memang sengaja hanya mau mau bertemu aku dan ngobrol..

Intinya sih, aku nggak terlalu suka kalau dideketin sampai segitunya. Kesannya kayak diteror tau nggak, dimana-mana ketemu dia. Jadi nggak bebas aja rasanya mau kemana-mana. Memang, dia nggak pernah melakukan hal aneh. Malah dia itu baik. Tapi aku nggak nyaman dengan kondisi seperti itu.

Puncaknya kemarin, seperti biasa saat aku pulang ke rumah, dia nya 'kebetulan' ada di dekat rumah ku, langsung nyamperin. Aku buru-buru pamit, "duluan." Dan langsung masuk ke rumah. Jahat? Mungkin... tapi aku nggak bermaksud buruk juga.

Dan tadi, saat aku ke Alfamart untuk beli sabun dan perlengkapan lainnya, lagi-lagi pas pulang di jalan ada dia. Untungnya lagi bersebrangan, dia di ujung, aku diujung. Saat dia manggil-manggil namaku, aku terus aja jalan kayak orang budeg dan muka datar. Jahat?

Hmm... apapun itu pandangannya, yang jelas aku nggak pernah maksud buruk. Sorry.

Dan lagi, aku sudah memperingatinya kan dari awal... please, stay away from me.. keep your distance, karena aku bagaimanapun nggak akan pernah tertarik untuk menjalin hubungan lebih dari sekadar teman.


Benar-benar nggak ngerti dengan diriku sendiri.

Mungkin memang benar kalau ada yang bilang Libra itu egois. 

Aku orangnya egois loh. Termasuk dalam percintaan.

Saat mencintai seseorang, aku pun tentunya ingin balas dicintai. Minimal, setidaknya orang itu menghargai perasaanku, dengan cara tidak menjauhiku walau dia tahu bentuk perasaan seperti apa yang aku punya untuknya.

Tapi, kebalikan... saat ada yang mencintaiku, aku selalu berbalik menjauhinya dengan cenderung bersikap dingin..

Aku juga sebenarnya tak pernah mau melakukan hal itu. Sering kali aku menyesalinya. But, I can't help myself...  Itu terjadi begitu saja di luar kendali. Berapa kali aku mewanti diriku untuk tetap beritikad baik dengan siapapun itu yang mencintaiku. Aku harus menghargai mereka. Tapi... yah, begitu lah.

Semalam terjadi lagi.

Belakangan ini memang ada beberapa orang di sekitar rumah yang cenderung mendekatiku. Salah satunya dia. Dia di sini adalah, dia yang akan menjadi issue utama di postingan ini. Pertama kali mengenalnya saat tengah malam aku keluar rumah, untuk cari makanan, minimal indomie. Iya, waktu itu aku kena kasus kelaparan tengah malam, dan ternyata stok indomie di rumah udah habis. Mengingat waktu itu sudah jam 11-an malam kalau nggak salah, aku nekat saja cari makan keluar. Tapi ya nggak nemuin apa-apa... (ya iya lahhh --")

Aku mampir ke warung 24 jam yang tidak jauh dari rumah. Bukan warung sih, tapi itu semacam warnet, cuma ada jual makanan juga. Aku lihat di sana ada satu lemari berisi indomie dan telur. Kupikir bisa dibeli per bungkus, ternyata nggak.. harus makan di sana. Mana mahal lagi --". Makan Indomie goreng pakai nasi aja 8000, brooo! 

Ngapain makan di situ, kemahalan... Dengan niat 'ah besok aja deh beli indomie. Laparnya ditahan aja, dibawa tidur. Atau nggak bikin nasi goreng kepepet aja', aku keluar dari warung itu. Lha, ada cowok yang daritadi nongkrong di atas motor di parkiran, ternyata ngelihatin interaksiku dengan si pemilik warnet. Aku sadar sih daritadi diperhatikan oleh dia, tapi ya namanya aja aku, nggak pernah ambil pusing. Nggak kenal gini. 

Dia senyum nyapa aku, pas aku lewat. Ya aku balas senyum aja. Trus dia nunjuk ke arah lurus sambil bilang, "Di sana ada yang jual indomi. Warungnya buka 24 jam."

Aku mengangguk, sambil senyum kikuk. "Oh iya, makasih.." Dalam hati sih, udah nggak ada niat mau beli sama sekali. Udah mau pulang, mau bobok aja. Eh dia nya berdiri dari motor, dan nawarin mengantarakan aku.

 "Yuk.."

Walau bengong, nggak tahu kenapa nih kaki nurut aja ngikutin langkah dia. Haddeh (--" ).

Dia senyum lagi. "Nggak apa-apa ya jalan kaki aja, nggak pakai motor."

"Iya, nggak apa-apa, kok." Aku senyum aja, dengan banyak pemikiran di kepala. Aku masih bingung, sebenarnya kenapa juga tadi aku mau-mau aja digiring sama dia...hhhh...

Kita akhirnya jalan dampingan, dan ngobrol. Tepatnya sih, dia nanya, aku jawab. Orangnya ramah sih, baik, lembut... Banyak nanya juga -.-

Singkat kata, begitu dah sampai warung yg dimaksud, aku beli deh 20 bungkus Indomie. Niatnya sih setelah itu mau ngucapin makasih, terus pamit pulang. Eh, dianya malah bantu ngebawain tas belanjaku -.- Mau nolak halus gimana juga udah nggak bisa. Ya udah... kita pulang. Maksudnya, aku pulang ke rumah, dia ngantarin sambil bawa belanjaanku. Sepanjang jalan ya ngobrol lagi. Dia tanya-tanya, aku jawab..

Sejak itu, tiap aku keluar rumah jam segitu pastiii ada dia nyamperin ,hiks.. Akunya yang awalnya senang karena dia baik, ramah, dlll jadinya risih... karena semakin ke sini makin kelihatan pedekate nya. Dan aku secara otomatis menjaga jarak (kebiasaan). Mulai yang kalau ketemu dia buru-buru pamit dengan berbagai alasan, pokoknya terkesan menghindar. Nggak enak sih iya.. tapi mau gimana....

Aku nggak suka sama dia, nggak ada perasaan apa-apa..

Maunya sih tetap berteman... tapi gimana, kalau aku makin baik, yang ada kayak ngasih harapan. Dia mikirnya, aku ngasih kesempatan buat dia mengenalkan dirinya ke aku lebih jauh. Kalau saja tadinya dia bersikap 'biasa' aja ke aku, aku pastinya bakal senang hati bersikap biasa aja ke dia. Tapi ini? Apa kah KEBETULAN setiap aku belanja di warung langgananku, dia nongol? Iya, kalau dia juga belanja di warung itu sih bisa aja kebetulan. Lha ini nggak, dia sama sekali nggak belanja apa-apa, cuma ngajak aku ngobrol 'ramah', .... tetap saja rasanya 'aneh' -_- dan aku nggak suka. Karena itu sudah jelas berarti dia memang sengaja hanya mau mau bertemu aku dan ngobrol..

Intinya sih, aku nggak terlalu suka kalau dideketin sampai segitunya. Kesannya kayak diteror tau nggak, dimana-mana ketemu dia. Jadi nggak bebas aja rasanya mau kemana-mana. Memang, dia nggak pernah melakukan hal aneh. Malah dia itu baik. Tapi aku nggak nyaman dengan kondisi seperti itu.

Puncaknya kemarin, seperti biasa saat aku pulang ke rumah, dia nya 'kebetulan' ada di dekat rumah ku, langsung nyamperin. Aku buru-buru pamit, "duluan." Dan langsung masuk ke rumah. Jahat? Mungkin... tapi aku nggak bermaksud buruk juga.

Dan tadi, saat aku ke Alfamart untuk beli sabun dan perlengkapan lainnya, lagi-lagi pas pulang di jalan ada dia. Untungnya lagi bersebrangan, dia di ujung, aku diujung. Saat dia manggil-manggil namaku, aku terus aja jalan kayak orang budeg dan muka datar. Jahat?

Hmm... apapun itu pandangannya, yang jelas aku nggak pernah maksud buruk. Sorry.

Dan lagi, aku sudah memperingatinya kan dari awal... please, stay away from me.. keep your distance, karena aku bagaimanapun nggak akan pernah tertarik untuk menjalin hubungan lebih dari sekadar teman.


Selasa, 16 April 2013

Aakk... dokter gigi again, and again!!!

Halooo... ini saya di sini yang baru selesai galau akibat dokter gigiiii T__T

Biasa lahhh.. maklumin aja.

Pokoknya aku sekarang kalau kalian lihat galau, bukan karena patah hati pastinya, tapi PASTI karena dokter gigi huhuhuh.


Haduhh bingung dah... aku nggak tahu harus pergi kemana lagi, nggak tahu harus ke dokter gigi yang mana lagiiii...yang bisa cocok sama aku dan bikin aku gak galauuu huhuhhu T_T

Ada yang mau rekomendasikan dokter gigi yang baik hati walau gigi pasiennya penyakitan dan super parah?? Kalau ada dokter gigi yang kayak gitu aku mauuu dehhh.

Kenapa? Apa bermasalah lagi sama dokter gigi yang sekarang?

Ngg... nggak sih sebenarnya. Cuman... rada nggak nyaman juga, plus sebaik-baiknya nih dokter, aku tetap saja galau nyatanya!


Memang sih senang karena gigi nggak dicabut, tapi duhh... ke dokter yang ini kok gigi selalu sakit yak?? Padahal seumur-umur kalau aku tambal gigi, nggak pernah tuh sakit, paling ngilu-ngilu dikit. Lha ini... sekali periksa pasti ada sakitnya, mana sakitnya pake maknyusss pula huhuhu T__T

Dokternya sih baik (untungnya), aku suka kok. Tapi ada beberapa hal juga yang aku nggak sreg, yang bikin perasaan rada nggak enak, tapi aku nggak tahu apa...

Yang jelas, salah satu yang aku nggak suka adalah perawatnya banyak, ada dua. Laki-laki dan perempuan. Trus ada 3-4 paramedis yang selalu standby di dalam ruangan, nggak tahu ngapain. Mungkin itu anak-anak kedokteran gigi yang lagi praktik atau apalah... soalnya setiap aku diutak-atik giginya, itu 3-4 orang termasuk dua perawatnya ngelilingin kursi astronot sambil memperhatikan lekat-lekat si dokter gigi ngelakuin apa aja ke gigiku..huhu. Kesal kan... Ya sapa yang nggak kesal, dipelototin banyak orang, pas lagi mangap dan giginya diutak-atik... :/

Iya kalau satu orang nggak apa-apa, lha ini 4-5 orang. Mana berisik lagi. Nggak berisik sih.. merekanya sih bisik-bisik doang 'psst..psst...' gitu. Tapi tetap aja bikin sebel. Berasa sedang digosipin -__-

Kadang pake cekikikan pula.

Ya udahlah biarkan mereka berkembang... maklumin aja kalau saya nya sensi, :p

Trus.... ya... apakah gigiku udah beres diobatin??

BELUM sodara-sodaraaa...

Saya harus kembali  DUA HARI lagi T__T

Ya Allah.. kapan beresnya dah... seumur-umur aku kalau tambal gigi biasanya dua kali pertemuan doang :/

Bukannya apa.. lama-lama tekor ini. Habisnya satu kali berobat kelur Rp 100.000. Ini sudah dua kali pertemuan, dah keluar dua ratus! Tapi belum ada perbaikan berarti dari gigi saya T__T

Kata dokternya gigiku masih sakit, jadi harus diobatin lagi.

Ya iya sih.. memang masih sakit.

Pertemuan pertama kan diobati, nah pertemuan kedua ini ternyata perawatan syarafnya, entah diapain... Dan itu sakitnya minta ampunnn pake gila bangetttt!! T__T

Ini adalah sakit yang paling menyakitkan seumur-umur aku berurusan sama dokter gigiii!! T__T *nangis*

Sampai detik ini aja aku masih terbayang-bayang sakitnya tadii..

Memang, sakitnya cuma pas sebagian syarafku dibuang sajaaa. Tapi ya Allah... sakitnya minta ampunnnnn T__T

Aku sampai nangisss... air mata bercucuran...

Pas dibor nggak sakit, cuma pas syarafnya diutak-atik (diambil dan dibuang kayaknya), ya Allah....

Sakitnya cuma sebentar, tapi itu jujur aja bikin aku trauma. Karena bahkan sampai sekarang rasa sakit saat itu selalu terbayang di benakku, dan itu bikin aku ada rasa takut seniri...

Iyaa... ini pertama kalinya aku NANGIS saat ke dokter gigi. Karena memang ini yang paling sakit dan sakitnya ampun-ampunan GILAA!

Dan disuruh kembali hari Jum'at?? Hanya bisa berharap sakit itu tak terulang lagi...huhuhuhuhu Dan semoga ini gigi cepat sehatttt.

Oh ya, ini hari Selasa kan? Loh, bukannya waktu tuh disuruh balik hari jum'at atau Sabtu?

Iyaa... aku baru datang hari ini, pasalnya aku salah 'dengar' atau salah 'ingat'. Dipikiranku disuruh datang hari Sabtu atau hari Minggu :/

Karena hari Minggu itu ada praktik, jadi Sabtu dipake sibuk belajar dan nulis laporan. Dan hari Minggunya ternyata praktik sampai jam 8 malam!!Hhhh... jadinya nggak bisa ke dokter. Hari Senin juga nggak bisa. Pas aku datang tadi, tuh dokter langsung nanya dengan nada (mungkin) kecewa atau marah, "Janjinya sama saya datang kapan?"

Aku hanya nyengir minta maaf dan bilang, "iya, dok.. maaf, ada praktikum..."


Halooo... ini saya di sini yang baru selesai galau akibat dokter gigiiii T__T

Biasa lahhh.. maklumin aja.

Pokoknya aku sekarang kalau kalian lihat galau, bukan karena patah hati pastinya, tapi PASTI karena dokter gigi huhuhuh.


Haduhh bingung dah... aku nggak tahu harus pergi kemana lagi, nggak tahu harus ke dokter gigi yang mana lagiiii...yang bisa cocok sama aku dan bikin aku gak galauuu huhuhhu T_T

Ada yang mau rekomendasikan dokter gigi yang baik hati walau gigi pasiennya penyakitan dan super parah?? Kalau ada dokter gigi yang kayak gitu aku mauuu dehhh.

Kenapa? Apa bermasalah lagi sama dokter gigi yang sekarang?

Ngg... nggak sih sebenarnya. Cuman... rada nggak nyaman juga, plus sebaik-baiknya nih dokter, aku tetap saja galau nyatanya!


Memang sih senang karena gigi nggak dicabut, tapi duhh... ke dokter yang ini kok gigi selalu sakit yak?? Padahal seumur-umur kalau aku tambal gigi, nggak pernah tuh sakit, paling ngilu-ngilu dikit. Lha ini... sekali periksa pasti ada sakitnya, mana sakitnya pake maknyusss pula huhuhu T__T

Dokternya sih baik (untungnya), aku suka kok. Tapi ada beberapa hal juga yang aku nggak sreg, yang bikin perasaan rada nggak enak, tapi aku nggak tahu apa...

Yang jelas, salah satu yang aku nggak suka adalah perawatnya banyak, ada dua. Laki-laki dan perempuan. Trus ada 3-4 paramedis yang selalu standby di dalam ruangan, nggak tahu ngapain. Mungkin itu anak-anak kedokteran gigi yang lagi praktik atau apalah... soalnya setiap aku diutak-atik giginya, itu 3-4 orang termasuk dua perawatnya ngelilingin kursi astronot sambil memperhatikan lekat-lekat si dokter gigi ngelakuin apa aja ke gigiku..huhu. Kesal kan... Ya sapa yang nggak kesal, dipelototin banyak orang, pas lagi mangap dan giginya diutak-atik... :/

Iya kalau satu orang nggak apa-apa, lha ini 4-5 orang. Mana berisik lagi. Nggak berisik sih.. merekanya sih bisik-bisik doang 'psst..psst...' gitu. Tapi tetap aja bikin sebel. Berasa sedang digosipin -__-

Kadang pake cekikikan pula.

Ya udahlah biarkan mereka berkembang... maklumin aja kalau saya nya sensi, :p

Trus.... ya... apakah gigiku udah beres diobatin??

BELUM sodara-sodaraaa...

Saya harus kembali  DUA HARI lagi T__T

Ya Allah.. kapan beresnya dah... seumur-umur aku kalau tambal gigi biasanya dua kali pertemuan doang :/

Bukannya apa.. lama-lama tekor ini. Habisnya satu kali berobat kelur Rp 100.000. Ini sudah dua kali pertemuan, dah keluar dua ratus! Tapi belum ada perbaikan berarti dari gigi saya T__T

Kata dokternya gigiku masih sakit, jadi harus diobatin lagi.

Ya iya sih.. memang masih sakit.

Pertemuan pertama kan diobati, nah pertemuan kedua ini ternyata perawatan syarafnya, entah diapain... Dan itu sakitnya minta ampunnn pake gila bangetttt!! T__T

Ini adalah sakit yang paling menyakitkan seumur-umur aku berurusan sama dokter gigiii!! T__T *nangis*

Sampai detik ini aja aku masih terbayang-bayang sakitnya tadii..

Memang, sakitnya cuma pas sebagian syarafku dibuang sajaaa. Tapi ya Allah... sakitnya minta ampunnnnn T__T

Aku sampai nangisss... air mata bercucuran...

Pas dibor nggak sakit, cuma pas syarafnya diutak-atik (diambil dan dibuang kayaknya), ya Allah....

Sakitnya cuma sebentar, tapi itu jujur aja bikin aku trauma. Karena bahkan sampai sekarang rasa sakit saat itu selalu terbayang di benakku, dan itu bikin aku ada rasa takut seniri...

Iyaa... ini pertama kalinya aku NANGIS saat ke dokter gigi. Karena memang ini yang paling sakit dan sakitnya ampun-ampunan GILAA!

Dan disuruh kembali hari Jum'at?? Hanya bisa berharap sakit itu tak terulang lagi...huhuhuhuhu Dan semoga ini gigi cepat sehatttt.

Oh ya, ini hari Selasa kan? Loh, bukannya waktu tuh disuruh balik hari jum'at atau Sabtu?

Iyaa... aku baru datang hari ini, pasalnya aku salah 'dengar' atau salah 'ingat'. Dipikiranku disuruh datang hari Sabtu atau hari Minggu :/

Karena hari Minggu itu ada praktik, jadi Sabtu dipake sibuk belajar dan nulis laporan. Dan hari Minggunya ternyata praktik sampai jam 8 malam!!Hhhh... jadinya nggak bisa ke dokter. Hari Senin juga nggak bisa. Pas aku datang tadi, tuh dokter langsung nanya dengan nada (mungkin) kecewa atau marah, "Janjinya sama saya datang kapan?"

Aku hanya nyengir minta maaf dan bilang, "iya, dok.. maaf, ada praktikum..."


Rabu, 10 April 2013

Dokter gigi, again!!!

Kemarin aku ke dokter gigi,...

Rencananya mau ngeposting begitu habis pulang dari dokter gigi..

Tapi ternyata... pulang-pulang aku sukses galau segalau-galaunya.

Jangankan mau buka blog, buka Twitter aja rasanya enggan dan malas-malasan..

Perasaanku itu udah persis banget kayak, "Hidup segan mati pun tak mau."

Galau malam ini beda banget deh dengan galau sebelum2nya. Masalahnya ini menyangkut gigi juga kan T_T, salah satu bagian tubuh yang mesti dijaga sepanjang hidup masih bisa menjaganya...

You know, aku punya masalah gigi karena bawaan lahir. Udahnya bawaan lahir, ditambah fktor-faktor buruk juga..

Bawaan lahir tuh, maksudnya gigiku memang terlahir dengan email tipis sehingga kalau perawatan gigi kurang baik ya bisa jadi gigi mudah keropos. 

Namanya juga aku nggak tahu kalau punya kelainan gigi, jadi selama ini aku gak ekstrem-ekstrem banget ngerawatnya. Masih sama kayak orang-orang lah, sikat gigi dua kali doang, trus jarang minum air putih (senangnya teh)..dan berbagai sifat buruk lainnya. 

Tahun lalu aku ke dokter gigi, aku disuruh minum obat penguat tulang gigi (karena gigiku termasuk tulang yg mudah rapuh), dan disuruh sikat gigi 3 kali, kalau perlu tiap habis akan! Buseett...  -_- Menurutku itu susah.. pasalnya kalau lagi di luar rumah, masa iya bawa sikat gigi kemana-mana, misalnya pas lagi makan di warung atau dimana gitu. Makanya jarang kulakukan. Aku cuma sikat gigi biasa aja, dua kali sehari.  Yah itu lah ya.. bandel.. jadinya nambah lagi deh gigi berlubang yang mesti ditambal tahun ini T__T

Aku pergi ke dokter gigi yang tahun lalu karena jujur aja aku sangat suka dan merasa nyaman dengan pelayanannya. Pokoknya nggak mau ke dokter gigi yang lain! Terlebih dokter giginya kupikir harusnya udah tahu struktur gigiku karena aku kan tahun lalu juga check up nya ke dia.  Berbekal sebotol aqua, tissue, dan tentunya katalog Oriflame (hihi), aku sama dua sahabtku pergi ke sana dengan jantung yang dag dig dug DER! Ya,... cuma aku sih yang gemetaran, mereka mah kagak -__- secara di sini yang mau dieksekusi giginya kan aku, bukan mereka huhu

Sebenarnya awalnya ermi menyarankanku untuk ke dokter gigi nya dia. Iya, jadi beberapa minggu yang lalu ermi pun sakit gigi, lebih parah dari aku giginya hehe. Dia sampai bengkak dan nangis sepanjang hari karena kesakitan. Kalau aku, selain yang kesakitan pada waktu itu, selain itu gak ada sakit yang berarti, apalagi sampai bengkak, untungnya sih..huhu.  ermi kemudian ke dokter gigi, dan dua giginya dicabut (dua geraham bawah kanan), karena memang sudah tak tertolong lagi, tinggal akar doang, mahkota giginya udah gak ada. Sebenarnya ada satu gigi lagi yang mesti dicabut, satu geraham yang sebelah kiri bawah, tapi ermi nggak mau. selain katanya lagi bokek (di dokter nya dia, cabut satu gigi Rp 75.000), belum lagi biaya pas ngobatin giginya yang sakit, katanya juga, "ntar aku makan gimana kalau semua geraham habis dicabut.." hehe.

Aku ngerti maksud ermi baik, menawarkan dokter giginya. Tapi aku karena merasa sudah suka banget sama dokter gigiku yang tahun lalu itu, so, aku menolak.  Karena tahu sendiri, aku tuh rewel banget sama persyaratan mengenai dokter gigi seperti apakah yang boleh merawat gigiku..huhu.

Pergilah kami semalam ke dokter gigi itu... Pergi jam 8 malam, kudu antri pula, karena ternyata sudah banyak pasien datang. Selama nunggu aku udah kayak orang gila sendirian stress sana-sini hehe, sampai dua sahabtku tertawa melihat ekspresiku 'yang mungkin aneh'. Berkali-kali mereka memberi semangat. Sambil nunggu, kita baca-baca katalog Oriflame hehe, 

Sampai...tiba lah giliranku, saat itu jam setengah 10. Makin DAG DIG DUG DER! >.<

Masuk, langsung ditanya, "Apa keluhanmu?"

Mungkin aku nya udah pasang muka mewek plus melas (aku nggak tahu), dokternya bilang, "Loh..kok nangis? Jangan nangis dulu..belum diapa-apain kok.." (padahal aku nggak nangis kok, takut sih iya :/)
Aku disuruh duduk di kursi astronot yang mengerikan itu..huhu

Kemudian gigiku diperiksa, ditanya, mana yang sakit? Aku kasih tahu, "Gigi atas.."

Dia lihat itu gigi, kemudian diobati.. (obatinya itu di bor plus ditambal sementara). Gak ada rasa sakit sih pas dibor dan diobati.

selesai. Dokternya nulis resep obat yg harus aku beli, obat untuk infeksi katanya. selama pengobatan, dia sempat nanya-nanya yg terkesan 'mentitath' atau 'menjudge', "kenapa giginya bisa begini? Malas sikat gigi ya?"

Nah.. INI! Ini yang selalu jadi alasanku nggak suka beberapa dokter gigi. Omongan dan cara mereka menegur itu, tidak mengenakkan. Ndanya juga tidak enak didengar. terkesan menyalahkan. Aku nggak suka dokter gigi yang menyalah-nyalahkan pasiennya. Dan aku merasa rajin sikat gigi kok. Tapi kenapa gigi bisa cepat brmasalah? Ya mana aku tahu -__-. Justru itu lah aku butuh dirawat dokter gigi dan diberi saransaran kan? Bukan malah ditanya-tanya dengan nada menuduh dan menyalahkan. Mending klau habis begitu, dia ngasih saran-saran. Nyatanya, nggak sama sekali.  Cuma bilang harus sikat gigi. Ya iya, aku juga tanpa dikasih tahu udah tahu kalau harus sikat gigi..huhu. Yang aku butuhin itu kata-kata yang menenangkan, plus saran-saran supaya gigi selalu sehat.

Di sini aku langsung kecewa banget... Dokter yang aku suka, dokter yang dkukagumi, dokter yang benar-benar kupikir telah membuatku nyaman, dokter yang sangat kupercaya... sukses menghancurkan imagenya di mata dan kepalaku.

Aku hanya diam setelah itu. Diam karena kecewa. Sempat aku bertanya-taya padanya, sekaligus ngetest ingin melihat bagaimana cara dia menjawab pertanyaanku. Aku tanya, "saya sudah sikat gigi 2 kali sehari. Aku juga sudah berhenti makan yang manis-manis. Tapi kenapa gigiku masih saja bermasalah?" (sebenarnya aku tahu, gigiku itu bawaan lahir. Emailnya tipis, jadi memang butuh perawatan extra, kalau tidak akan mudah keropos).

Jawabannya, "Hm... kenapa ya? Ya berarti cara nyikatnya nggak bersih. Ganti sikat dengan medium saja."

-__-

Ya udah lah.. aku udah kecewa banget pokoknya.  Dan sukses galau segalaunya saat dia bilang, "Nanti minum obat infeksi ini. Trus kembali seminggu lagi. Cabut giginya."

"Hah???" aku kaget. "Cabut gigi?" Masalahnya dia nggak pernah bilang mau cabut gigi pas tadi gigiku diobatin. Harusnya dia sebelum memutuskan setidaknya memberitahuku dulu, kalau gigiku harus dicabut. Masa tahu-tahu nyuruh kembali untuk cabut gigi -__-. Aku sudah bilang aku trauma ke dokter gigi justru karena cabut gigi. Aku udah ada tiga gigi yang dicabut, masa iya kudu cabut lagi?? -__-

Aku keluar ruangan dengan muka yang diam, sampai temanku bertaya, "kenapa? Dicabut giginya?"

Aku geleng kepala. Sepanjang perjalanan pulang aku banyak diamnya, asli galau gara-gara si dokter gigi T__T

Aku cerita ke temanku tentang betapa aku kecewa dan udah nggak suka lagi sama dokter yang ini. Aku kecewa karena menurutku dia sudah berubah. Dulu dia nggak seperti itu.. Bed banget. Dulu, di mataku dia sosok dokter yang lembut dan keibuan, serta cukup perhatian dengan keadaan gigiku... bukan tukang menjudge dan nyalah-nyalahin nggak guna gitu. Kenapa nggak guna? Ya krarena menurutku, gigi pasien sudah sakit dan bermasalah, disalah-salahin juga percuma kan?? Yang ada tuh dokter harusnya menenangkan pasiennya dan bantu mengobati plus memberi saran bagaimana cara merawat gigi. Struktur gigi tiap pasien itu beda-beda, dan perawatannya juga beda loh..

Aku teringat sama dokternya ermi. Ermi cerita betapa baik dan lembutnya dokternya itu. Akhirnya aku minta dia antar aku ke dokter gigi itu.

"Memang nggak apa-apa ganti dokter kalau sudah berobat ke dokter gigi yang lain?"

Aku bilang, "Ah..tak apa, deh. Coba aja dulu konsultasi."

Tadi, sekitar jam 8 malam (karena nunggu hujan reda), kita berempat, aku, Ermi, dan dua sahabatku yang lain, kak Iren dan Rina, akhirnya pergi ke dokter gigi lagi. Aku duduk gelisah di ruang antri, masalahnya suara bor dari dalam ruangan tuh terdengar sampi keluar dan aku rada penakut dengar suara alat-alat dokter gigi itu. huhuhu. Gigi jadi cenat cenut dengarnya :/

Nunggunya nggak terlalu lama, habis satu pasien keluar, aku langsung dipanggil. Dag dig dug berhadapan sama dokter baru. Dokternya laki-laki tua, sudah haji. Suaranya lembut.

"Kenapa giginya?"

Aku bilang gigiku nggak tahu kenapa. Aku pengen periksa saja semuanya, kalau ada yang bermasalah tolong diobati, gitu kataku hehe.

Dokternya suruh duduk di kursi astronot, dan dia sambil bergurau, "Tinggimu berapa? Tinggi sekali."

"172." Padahal 174 ;p hehe

"Wah..tinggi sekali. Jadi pramugari saja."

Duh.. mana ada pramugari yang giginya penyakitan, dok..T__T

Dia periksa gigiku, dan langsung tahu kalau ada gigi berlubang yang sudah diobati. Dia tanya, "Ini diobati di dokter mana?"

Aku nyengir, agak takut dan nggak enak hati karena sebelum ke sini aku sudah berobat ke dokter yang lain. "Dokter di sana.." sambil nunjuk ke arah yang kira-kira dimana letak dokter gigi itu.

dia ketawa. "Trus, kok nggak kembali ke sana lagi?" tanyanya bingung, tapi tetap mengutak-atik gigiku. Aku diam saja, selalin karena disuruh mangap juga aku bingung mau jawab apa. Dalam hati bilang, "nggak suka sama dokterya." 

Dia sempat sentuh gigiku dengan kapas... dan...MAKNYUSSS rasa sakitnyaaaaa, gustiiiiii T__T

Sadissssss...sakitnya huhu. Dia kaget aku kesakitan, tapi dia menenagkan dan kemudian mengobati gigiku. Dokternya lembt banget dan terkesan menyayangi, sama sekali tak ada tuh yang marah-marah, "kenapa gigimu begini begitu??". Dia lembut banget seperti bapak sendiri deh..

Selesai diobatin dia bilang tiga hari lagi kembali. Dia kasih obat untuk kuminum, supaya gigi nggak sakit. Aku langsung jatuh hati sama dokternya, karena benar-benar dia lembut banget dan sama sekali nggak ada ngomong macam-macam. Dia juga humoris orangnya, jadi kita nggak terlalu tegang. Cuma kali ini aku nggak mau terlalu berekspektasi tinggi deh...takit ntar jadi kecewa banget :(

Yah..sejauh ini baik lah. Hanya saja ya itu... pas disentuh pake kapas tadi ...buseeettt sakitnya mak nyuss bangettt T_T. Sementara di dokter yang sebelumnya nggak terasa sakit, padhal sama-sama diobati. Duh, nggak tahu deh... bingung T__T

Semoga aja memilih dokter gigi yang ini adalah keputusan yag tepat... hiks...

Tapi keluar dari ruangan wajahku sumringah banget..kata temanku hehehe. Ya memang sih, senyumku lebar banget..walau tadi sempat sakit pas disentuh pake kapas, tapi lepas dari itu nggak sakit sama sekali dan juga dokternya membuatku nyaman banget. 

Kata kak iren, "Ekspresimu berbeda dengan ekspresimu pas keluar dari dokter gigi yang kemarin. Kemarin mukamu kayak orang sengsara yang lagi patah hati. Kayak mayat hidup." Hahahahha... siaauuulll!! XD


Kemarin aku ke dokter gigi,...

Rencananya mau ngeposting begitu habis pulang dari dokter gigi..

Tapi ternyata... pulang-pulang aku sukses galau segalau-galaunya.

Jangankan mau buka blog, buka Twitter aja rasanya enggan dan malas-malasan..

Perasaanku itu udah persis banget kayak, "Hidup segan mati pun tak mau."

Galau malam ini beda banget deh dengan galau sebelum2nya. Masalahnya ini menyangkut gigi juga kan T_T, salah satu bagian tubuh yang mesti dijaga sepanjang hidup masih bisa menjaganya...

You know, aku punya masalah gigi karena bawaan lahir. Udahnya bawaan lahir, ditambah fktor-faktor buruk juga..

Bawaan lahir tuh, maksudnya gigiku memang terlahir dengan email tipis sehingga kalau perawatan gigi kurang baik ya bisa jadi gigi mudah keropos. 

Namanya juga aku nggak tahu kalau punya kelainan gigi, jadi selama ini aku gak ekstrem-ekstrem banget ngerawatnya. Masih sama kayak orang-orang lah, sikat gigi dua kali doang, trus jarang minum air putih (senangnya teh)..dan berbagai sifat buruk lainnya. 

Tahun lalu aku ke dokter gigi, aku disuruh minum obat penguat tulang gigi (karena gigiku termasuk tulang yg mudah rapuh), dan disuruh sikat gigi 3 kali, kalau perlu tiap habis akan! Buseett...  -_- Menurutku itu susah.. pasalnya kalau lagi di luar rumah, masa iya bawa sikat gigi kemana-mana, misalnya pas lagi makan di warung atau dimana gitu. Makanya jarang kulakukan. Aku cuma sikat gigi biasa aja, dua kali sehari.  Yah itu lah ya.. bandel.. jadinya nambah lagi deh gigi berlubang yang mesti ditambal tahun ini T__T

Aku pergi ke dokter gigi yang tahun lalu karena jujur aja aku sangat suka dan merasa nyaman dengan pelayanannya. Pokoknya nggak mau ke dokter gigi yang lain! Terlebih dokter giginya kupikir harusnya udah tahu struktur gigiku karena aku kan tahun lalu juga check up nya ke dia.  Berbekal sebotol aqua, tissue, dan tentunya katalog Oriflame (hihi), aku sama dua sahabtku pergi ke sana dengan jantung yang dag dig dug DER! Ya,... cuma aku sih yang gemetaran, mereka mah kagak -__- secara di sini yang mau dieksekusi giginya kan aku, bukan mereka huhu

Sebenarnya awalnya ermi menyarankanku untuk ke dokter gigi nya dia. Iya, jadi beberapa minggu yang lalu ermi pun sakit gigi, lebih parah dari aku giginya hehe. Dia sampai bengkak dan nangis sepanjang hari karena kesakitan. Kalau aku, selain yang kesakitan pada waktu itu, selain itu gak ada sakit yang berarti, apalagi sampai bengkak, untungnya sih..huhu.  ermi kemudian ke dokter gigi, dan dua giginya dicabut (dua geraham bawah kanan), karena memang sudah tak tertolong lagi, tinggal akar doang, mahkota giginya udah gak ada. Sebenarnya ada satu gigi lagi yang mesti dicabut, satu geraham yang sebelah kiri bawah, tapi ermi nggak mau. selain katanya lagi bokek (di dokter nya dia, cabut satu gigi Rp 75.000), belum lagi biaya pas ngobatin giginya yang sakit, katanya juga, "ntar aku makan gimana kalau semua geraham habis dicabut.." hehe.

Aku ngerti maksud ermi baik, menawarkan dokter giginya. Tapi aku karena merasa sudah suka banget sama dokter gigiku yang tahun lalu itu, so, aku menolak.  Karena tahu sendiri, aku tuh rewel banget sama persyaratan mengenai dokter gigi seperti apakah yang boleh merawat gigiku..huhu.

Pergilah kami semalam ke dokter gigi itu... Pergi jam 8 malam, kudu antri pula, karena ternyata sudah banyak pasien datang. Selama nunggu aku udah kayak orang gila sendirian stress sana-sini hehe, sampai dua sahabtku tertawa melihat ekspresiku 'yang mungkin aneh'. Berkali-kali mereka memberi semangat. Sambil nunggu, kita baca-baca katalog Oriflame hehe, 

Sampai...tiba lah giliranku, saat itu jam setengah 10. Makin DAG DIG DUG DER! >.<

Masuk, langsung ditanya, "Apa keluhanmu?"

Mungkin aku nya udah pasang muka mewek plus melas (aku nggak tahu), dokternya bilang, "Loh..kok nangis? Jangan nangis dulu..belum diapa-apain kok.." (padahal aku nggak nangis kok, takut sih iya :/)
Aku disuruh duduk di kursi astronot yang mengerikan itu..huhu

Kemudian gigiku diperiksa, ditanya, mana yang sakit? Aku kasih tahu, "Gigi atas.."

Dia lihat itu gigi, kemudian diobati.. (obatinya itu di bor plus ditambal sementara). Gak ada rasa sakit sih pas dibor dan diobati.

selesai. Dokternya nulis resep obat yg harus aku beli, obat untuk infeksi katanya. selama pengobatan, dia sempat nanya-nanya yg terkesan 'mentitath' atau 'menjudge', "kenapa giginya bisa begini? Malas sikat gigi ya?"

Nah.. INI! Ini yang selalu jadi alasanku nggak suka beberapa dokter gigi. Omongan dan cara mereka menegur itu, tidak mengenakkan. Ndanya juga tidak enak didengar. terkesan menyalahkan. Aku nggak suka dokter gigi yang menyalah-nyalahkan pasiennya. Dan aku merasa rajin sikat gigi kok. Tapi kenapa gigi bisa cepat brmasalah? Ya mana aku tahu -__-. Justru itu lah aku butuh dirawat dokter gigi dan diberi saransaran kan? Bukan malah ditanya-tanya dengan nada menuduh dan menyalahkan. Mending klau habis begitu, dia ngasih saran-saran. Nyatanya, nggak sama sekali.  Cuma bilang harus sikat gigi. Ya iya, aku juga tanpa dikasih tahu udah tahu kalau harus sikat gigi..huhu. Yang aku butuhin itu kata-kata yang menenangkan, plus saran-saran supaya gigi selalu sehat.

Di sini aku langsung kecewa banget... Dokter yang aku suka, dokter yang dkukagumi, dokter yang benar-benar kupikir telah membuatku nyaman, dokter yang sangat kupercaya... sukses menghancurkan imagenya di mata dan kepalaku.

Aku hanya diam setelah itu. Diam karena kecewa. Sempat aku bertanya-taya padanya, sekaligus ngetest ingin melihat bagaimana cara dia menjawab pertanyaanku. Aku tanya, "saya sudah sikat gigi 2 kali sehari. Aku juga sudah berhenti makan yang manis-manis. Tapi kenapa gigiku masih saja bermasalah?" (sebenarnya aku tahu, gigiku itu bawaan lahir. Emailnya tipis, jadi memang butuh perawatan extra, kalau tidak akan mudah keropos).

Jawabannya, "Hm... kenapa ya? Ya berarti cara nyikatnya nggak bersih. Ganti sikat dengan medium saja."

-__-

Ya udah lah.. aku udah kecewa banget pokoknya.  Dan sukses galau segalaunya saat dia bilang, "Nanti minum obat infeksi ini. Trus kembali seminggu lagi. Cabut giginya."

"Hah???" aku kaget. "Cabut gigi?" Masalahnya dia nggak pernah bilang mau cabut gigi pas tadi gigiku diobatin. Harusnya dia sebelum memutuskan setidaknya memberitahuku dulu, kalau gigiku harus dicabut. Masa tahu-tahu nyuruh kembali untuk cabut gigi -__-. Aku sudah bilang aku trauma ke dokter gigi justru karena cabut gigi. Aku udah ada tiga gigi yang dicabut, masa iya kudu cabut lagi?? -__-

Aku keluar ruangan dengan muka yang diam, sampai temanku bertaya, "kenapa? Dicabut giginya?"

Aku geleng kepala. Sepanjang perjalanan pulang aku banyak diamnya, asli galau gara-gara si dokter gigi T__T

Aku cerita ke temanku tentang betapa aku kecewa dan udah nggak suka lagi sama dokter yang ini. Aku kecewa karena menurutku dia sudah berubah. Dulu dia nggak seperti itu.. Bed banget. Dulu, di mataku dia sosok dokter yang lembut dan keibuan, serta cukup perhatian dengan keadaan gigiku... bukan tukang menjudge dan nyalah-nyalahin nggak guna gitu. Kenapa nggak guna? Ya krarena menurutku, gigi pasien sudah sakit dan bermasalah, disalah-salahin juga percuma kan?? Yang ada tuh dokter harusnya menenangkan pasiennya dan bantu mengobati plus memberi saran bagaimana cara merawat gigi. Struktur gigi tiap pasien itu beda-beda, dan perawatannya juga beda loh..

Aku teringat sama dokternya ermi. Ermi cerita betapa baik dan lembutnya dokternya itu. Akhirnya aku minta dia antar aku ke dokter gigi itu.

"Memang nggak apa-apa ganti dokter kalau sudah berobat ke dokter gigi yang lain?"

Aku bilang, "Ah..tak apa, deh. Coba aja dulu konsultasi."

Tadi, sekitar jam 8 malam (karena nunggu hujan reda), kita berempat, aku, Ermi, dan dua sahabatku yang lain, kak Iren dan Rina, akhirnya pergi ke dokter gigi lagi. Aku duduk gelisah di ruang antri, masalahnya suara bor dari dalam ruangan tuh terdengar sampi keluar dan aku rada penakut dengar suara alat-alat dokter gigi itu. huhuhu. Gigi jadi cenat cenut dengarnya :/

Nunggunya nggak terlalu lama, habis satu pasien keluar, aku langsung dipanggil. Dag dig dug berhadapan sama dokter baru. Dokternya laki-laki tua, sudah haji. Suaranya lembut.

"Kenapa giginya?"

Aku bilang gigiku nggak tahu kenapa. Aku pengen periksa saja semuanya, kalau ada yang bermasalah tolong diobati, gitu kataku hehe.

Dokternya suruh duduk di kursi astronot, dan dia sambil bergurau, "Tinggimu berapa? Tinggi sekali."

"172." Padahal 174 ;p hehe

"Wah..tinggi sekali. Jadi pramugari saja."

Duh.. mana ada pramugari yang giginya penyakitan, dok..T__T

Dia periksa gigiku, dan langsung tahu kalau ada gigi berlubang yang sudah diobati. Dia tanya, "Ini diobati di dokter mana?"

Aku nyengir, agak takut dan nggak enak hati karena sebelum ke sini aku sudah berobat ke dokter yang lain. "Dokter di sana.." sambil nunjuk ke arah yang kira-kira dimana letak dokter gigi itu.

dia ketawa. "Trus, kok nggak kembali ke sana lagi?" tanyanya bingung, tapi tetap mengutak-atik gigiku. Aku diam saja, selalin karena disuruh mangap juga aku bingung mau jawab apa. Dalam hati bilang, "nggak suka sama dokterya." 

Dia sempat sentuh gigiku dengan kapas... dan...MAKNYUSSS rasa sakitnyaaaaa, gustiiiiii T__T

Sadissssss...sakitnya huhu. Dia kaget aku kesakitan, tapi dia menenagkan dan kemudian mengobati gigiku. Dokternya lembt banget dan terkesan menyayangi, sama sekali tak ada tuh yang marah-marah, "kenapa gigimu begini begitu??". Dia lembut banget seperti bapak sendiri deh..

Selesai diobatin dia bilang tiga hari lagi kembali. Dia kasih obat untuk kuminum, supaya gigi nggak sakit. Aku langsung jatuh hati sama dokternya, karena benar-benar dia lembut banget dan sama sekali nggak ada ngomong macam-macam. Dia juga humoris orangnya, jadi kita nggak terlalu tegang. Cuma kali ini aku nggak mau terlalu berekspektasi tinggi deh...takit ntar jadi kecewa banget :(

Yah..sejauh ini baik lah. Hanya saja ya itu... pas disentuh pake kapas tadi ...buseeettt sakitnya mak nyuss bangettt T_T. Sementara di dokter yang sebelumnya nggak terasa sakit, padhal sama-sama diobati. Duh, nggak tahu deh... bingung T__T

Semoga aja memilih dokter gigi yang ini adalah keputusan yag tepat... hiks...

Tapi keluar dari ruangan wajahku sumringah banget..kata temanku hehehe. Ya memang sih, senyumku lebar banget..walau tadi sempat sakit pas disentuh pake kapas, tapi lepas dari itu nggak sakit sama sekali dan juga dokternya membuatku nyaman banget. 

Kata kak iren, "Ekspresimu berbeda dengan ekspresimu pas keluar dari dokter gigi yang kemarin. Kemarin mukamu kayak orang sengsara yang lagi patah hati. Kayak mayat hidup." Hahahahha... siaauuulll!! XD


Minggu, 17 Maret 2013

Berdiri sendiri tanpa UPLINE? Oh... it's okay for me!! :))

Sebelum tidur nge blog sebentar ah...

Masih seputar Oriflame, dan ini bukannya promosi ya..hehehe, hanya sekadar uneg-uneg aja.

Jadi, seperti yang kubilang, aku dapat UPLINE yang sumpah nggak banget..huhuhu

Kalau ingat tuh sedih rasanya ya..

Iya memang sih LUCU kalau sedih cuma gara-gara hal beginian..

Tapi, jujur aja, aku sedih banget kalau ingat..

Pengen rasanya pindah dan ganti UPLINE lain.. tapi sayang nggak bisa...

Bayangkan, aku join Oriflame tanggal 11 Maret, tapi dari aku pertama join, sampai hari ini, jam ini, detik INI, nggak pernah tuh upline ku ngontak aku. Terakhir aku yang ngontak dia tanggal 12-13 Maret kalau nggak salah, itu pun nggk direspon dengan baik sama dia.

Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku ini BARU di sini, jadi nggak heran kalau banyak nggak tahunya dan pengen nanya-nanya segala macam. Tapi, dia, upline saya itu, sama sekali nggak care dengan saya. SIBUK sendiri, entah sibuk apa -__- *gondok*. Boro-boro secara kesadaran diri atau inisiatif sendiri mau ngajarin atau ngasih tutorial ke aku, akunya yang udah inisiatif nanya-nanya sendiri aja nggak dijawab dan nggak digubris sama dia..huhuhu..

Ahasil aku belajar dan mempelajari sistem di Oriflame ini secara otodidak! Semua-semuanya aku belajar sendiri dibantu mbah google huhu. Mana Starterkit nggak ada kabarnya pula! Nggak nyampe-nyampe ke rumah. Entah bagaimana itu urusannya, aku nggak ngerti.

Alhamdulillah..semingguan ini aku belajar secara otodidak, benar-benar SENDIRI bersama Mbah Google, tanpa seorang UPLINE. Aku juga order barang sendiri, ASLI nggak dibantu sama UPLINE. Pokoknya, kayak nggak punya upline aja deh... serba sendiri.

Kesal, iya. Pengen nangis, iya.

Bukan karena apa ya.. aku hanya kecewa saja.

Pengen rasanya pindah grup, tapi ya nggak bisa kan...

Ya udah lah, pasrah di sini.

Sesaat aku sempat drop beberapa hari, karena merasa nggak disupport oleh UPLINE, sama sekali nggak diajarkan apa-apa, asli aku nggak mudeng awalnya, pengetahuanku tentang MLM di Oriflame NOL BESAR.

Namun, setelah beberapa hari aku sempat drop dan sama sekali nggak ngelakuin apa-apa, aku pun akhirnya coba gugling soal Oriflame, belajar sendiri walau awalnya setengah mati, karena banyak istilah dan rumus-rumus yang membingungkanku hehe.. tapi.. HOREEEE..!! akhirnya aku ngerti juga!! Hahaha

Dengan bangganya, aku bisa ORDER produk Oriflame sendiri..  sudah mulai tahu juga sistemnya bagaimana..hehe

Karena itu lah aku BANGKIT dan kembali semangat! Upline?? Ah, lewat! Nggak butuh UPLINE, apalagi upline yang 'begituan' huh -__-

Lagipula aku kini sudah terTAMPAR, dan paham... ini bisnis sendiri, bukan bisnis UPLINE, dan kita bukan bawahan nya UPLINE. Ini bisnis sendiri, dan BOSnya adalah kita sendiri. Jadi nggak ngaruh dengan UPLINE, mau upline nya orang hebat kayak mana juga, sebenarnya kita sendiri yang menjalankan bisnis ini. Seberapa besar usaha kita, itu lah yang jadi penentu keberhasilan kita. Bukan Upline!

Tapi..kalau gitu, kenapa ada istilah UPLINE dan DOWNLINE??

Nah... itu hanyalah sebuah 'sebutan' saja. Mungkin untuk memudahkan kita saat mendata 'jaringan'. Tapi, bukan berarti downline itu bawahannya Upline! BUKAN!

Upline itu bukan apa-apa. Dia hanya lah orang yang DULUAN join dan mengenal dunia bisnis di Oriflame ini. Sedangkan kita? Kebenaran aja kita baru join belakangan daripada dia.

Nah, upline yang sudah duluan belajar, tentu harus membantu downline nya mempelajari sistem bisnis ini kan? Karena bagaimana pun, antara upline dan downline itu ada ikatan layaknya 'adek-kakak'. Tapi...kalau yah upline nya ogah-ogahan mengajarkan kita... ya memang kenapa?? Kita bisa berdiri sendiri, asal ada kemauan!!

Coba aja liat saya ini, dari hari pertama join, asli nggak ada dibantu sama UPLINE. Dia cuma bantu mendaftarkan, menempatkan saya di posisi jaringannya. Selebihnya?? Saya dilepas gitu aja.... ahahahaha *tertawa kering*

Tapi ya udah lah, saya juga nggak peduli. Saya bisa berdiri sendiri kok walau tanpa upline-upline an kayak 'mereka'. Dan saya sudah buktikan itu dalam waktu seminggu ini! Bahwa saya BISA!

Karena apa? Sekali lagi ya saya bilang, bisnis ini bisnis SENDIRI. Upline itu hanya menemani kita diawal-awal saja karena kita ,masih 'baru'. Pada akhirnya pasti dilepas kalau 'cicit'nya udah bisa jadi 'induk'. Seharusnya sih gitu. Nah, bedanya dengan saya, waktu saya masih baru keluar dari cangkang telur, baru menetas, saya sudah ditinggal..hohohoh. Yah.. tak apa-apa lah ya.. It's not problem for me. Sama sekali tidak. Lihat saja, 'anak ayam' yang baru menetas ini, akan bisa menjadi 'ayam jago' dengan sangat sempurna tanpa perlu mengekori induknya kemana pun!

Pokoknya percaya saja.. suatu hal yang diawali dengan niat baik, dan dijalankan serta dilakukan dengan baik, pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik pula! InsyaAllah! Amiinn..

Sebelum tidur nge blog sebentar ah...

Masih seputar Oriflame, dan ini bukannya promosi ya..hehehe, hanya sekadar uneg-uneg aja.

Jadi, seperti yang kubilang, aku dapat UPLINE yang sumpah nggak banget..huhuhu

Kalau ingat tuh sedih rasanya ya..

Iya memang sih LUCU kalau sedih cuma gara-gara hal beginian..

Tapi, jujur aja, aku sedih banget kalau ingat..

Pengen rasanya pindah dan ganti UPLINE lain.. tapi sayang nggak bisa...

Bayangkan, aku join Oriflame tanggal 11 Maret, tapi dari aku pertama join, sampai hari ini, jam ini, detik INI, nggak pernah tuh upline ku ngontak aku. Terakhir aku yang ngontak dia tanggal 12-13 Maret kalau nggak salah, itu pun nggk direspon dengan baik sama dia.

Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku ini BARU di sini, jadi nggak heran kalau banyak nggak tahunya dan pengen nanya-nanya segala macam. Tapi, dia, upline saya itu, sama sekali nggak care dengan saya. SIBUK sendiri, entah sibuk apa -__- *gondok*. Boro-boro secara kesadaran diri atau inisiatif sendiri mau ngajarin atau ngasih tutorial ke aku, akunya yang udah inisiatif nanya-nanya sendiri aja nggak dijawab dan nggak digubris sama dia..huhuhu..

Ahasil aku belajar dan mempelajari sistem di Oriflame ini secara otodidak! Semua-semuanya aku belajar sendiri dibantu mbah google huhu. Mana Starterkit nggak ada kabarnya pula! Nggak nyampe-nyampe ke rumah. Entah bagaimana itu urusannya, aku nggak ngerti.

Alhamdulillah..semingguan ini aku belajar secara otodidak, benar-benar SENDIRI bersama Mbah Google, tanpa seorang UPLINE. Aku juga order barang sendiri, ASLI nggak dibantu sama UPLINE. Pokoknya, kayak nggak punya upline aja deh... serba sendiri.

Kesal, iya. Pengen nangis, iya.

Bukan karena apa ya.. aku hanya kecewa saja.

Pengen rasanya pindah grup, tapi ya nggak bisa kan...

Ya udah lah, pasrah di sini.

Sesaat aku sempat drop beberapa hari, karena merasa nggak disupport oleh UPLINE, sama sekali nggak diajarkan apa-apa, asli aku nggak mudeng awalnya, pengetahuanku tentang MLM di Oriflame NOL BESAR.

Namun, setelah beberapa hari aku sempat drop dan sama sekali nggak ngelakuin apa-apa, aku pun akhirnya coba gugling soal Oriflame, belajar sendiri walau awalnya setengah mati, karena banyak istilah dan rumus-rumus yang membingungkanku hehe.. tapi.. HOREEEE..!! akhirnya aku ngerti juga!! Hahaha

Dengan bangganya, aku bisa ORDER produk Oriflame sendiri..  sudah mulai tahu juga sistemnya bagaimana..hehe

Karena itu lah aku BANGKIT dan kembali semangat! Upline?? Ah, lewat! Nggak butuh UPLINE, apalagi upline yang 'begituan' huh -__-

Lagipula aku kini sudah terTAMPAR, dan paham... ini bisnis sendiri, bukan bisnis UPLINE, dan kita bukan bawahan nya UPLINE. Ini bisnis sendiri, dan BOSnya adalah kita sendiri. Jadi nggak ngaruh dengan UPLINE, mau upline nya orang hebat kayak mana juga, sebenarnya kita sendiri yang menjalankan bisnis ini. Seberapa besar usaha kita, itu lah yang jadi penentu keberhasilan kita. Bukan Upline!

Tapi..kalau gitu, kenapa ada istilah UPLINE dan DOWNLINE??

Nah... itu hanyalah sebuah 'sebutan' saja. Mungkin untuk memudahkan kita saat mendata 'jaringan'. Tapi, bukan berarti downline itu bawahannya Upline! BUKAN!

Upline itu bukan apa-apa. Dia hanya lah orang yang DULUAN join dan mengenal dunia bisnis di Oriflame ini. Sedangkan kita? Kebenaran aja kita baru join belakangan daripada dia.

Nah, upline yang sudah duluan belajar, tentu harus membantu downline nya mempelajari sistem bisnis ini kan? Karena bagaimana pun, antara upline dan downline itu ada ikatan layaknya 'adek-kakak'. Tapi...kalau yah upline nya ogah-ogahan mengajarkan kita... ya memang kenapa?? Kita bisa berdiri sendiri, asal ada kemauan!!

Coba aja liat saya ini, dari hari pertama join, asli nggak ada dibantu sama UPLINE. Dia cuma bantu mendaftarkan, menempatkan saya di posisi jaringannya. Selebihnya?? Saya dilepas gitu aja.... ahahahaha *tertawa kering*

Tapi ya udah lah, saya juga nggak peduli. Saya bisa berdiri sendiri kok walau tanpa upline-upline an kayak 'mereka'. Dan saya sudah buktikan itu dalam waktu seminggu ini! Bahwa saya BISA!

Karena apa? Sekali lagi ya saya bilang, bisnis ini bisnis SENDIRI. Upline itu hanya menemani kita diawal-awal saja karena kita ,masih 'baru'. Pada akhirnya pasti dilepas kalau 'cicit'nya udah bisa jadi 'induk'. Seharusnya sih gitu. Nah, bedanya dengan saya, waktu saya masih baru keluar dari cangkang telur, baru menetas, saya sudah ditinggal..hohohoh. Yah.. tak apa-apa lah ya.. It's not problem for me. Sama sekali tidak. Lihat saja, 'anak ayam' yang baru menetas ini, akan bisa menjadi 'ayam jago' dengan sangat sempurna tanpa perlu mengekori induknya kemana pun!

Pokoknya percaya saja.. suatu hal yang diawali dengan niat baik, dan dijalankan serta dilakukan dengan baik, pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik pula! InsyaAllah! Amiinn..

Awal-awalku bersama Oriflame.. :)

Huahahahaa... finally saya RESMI jadi consultant di Oriflame! Huihihi..

Sebenarnya, aku yakin banyak orang yang kalau TAHU aku mendaftar dan menjadi consultant di Oriflame, pasti rada mengernyit (sama kayak aku dulu kalau dengar orang join dalam sebuah MLM hehe), dan bahkan bertanya-tanya, apa iya aku bisa??

Karena mereka sangat tahu seperti apa aku orangnya.Jadi,pasti rada-rada bertanya, memangnya bisa ngejalanin bisnis MLM ala oriflame ini??

Semalam saja, waktu Mamaku tahu aku ikutan, sempat rada di pesimisin sama Mama..huhu. Tapi untungnya setelah aku jelasin panjang lebar kenapa aku mau gabung dalam Oriflame, Mama akhirnya manut-manut aja..hehe

Sebenarnya sudah sangat lama aku dihantui oleh Oriflame ini. Karena aku 'kenal' satu orang yang sudah lama join di Oriflame (sejak tahun 2009), namun karena ia konsisten menjalani sistemnya, dan SERIUS, dan berkerja keras, sekarang (2013) dia sudah menerima bonus/gaji 14 juta per bulan. Huhuhu

Siapa sih yang nggak mau JUTA-JUTA? :p Semua juga mau ya kan?? Termasuk aku.. hahaha

Sudah dari lama aku dihantui oleh Oriflame ini, tapi baru dapat pencerahannya bulan Maret 2013 ini hahaha

Dulu aku nyaris 3 kali join di Oriflame. Pertama, sama D'bcn Grup. Waktu tahun 2011 (sekitar bulan November), aku gugling-gugling soal Oriflame di internet, eh entah bagaimana ceritanya pokoknya nyasar ke D'bcn grup. Aku pun coba isi pendaftaran, kemudian setelahya aku dihubungi oleh salah satu consultant Oriflame. Aku ditanya, apa serius ingin gabung? Aku balas nanya-nanya (kisahnya mau pemantapan diri dulu sebelum gabung) hehe. Aku nanya segala macam, dan dijawab dengan sabar oleh Consultantnya.

Aku cerewet nanya segala macam, karena memang waktu itu belum bener-bener MELEK sama oriflame, walau secara garis besar aku ngerti sistemnya gimana. Dan aku waktu itu masih lebih banyak ragunya daripada keinginan untuk gabung, hehe. Bukan! Bukan ragu sama bisnisnya. Jujur aja saat itu aku sudah MANTAP banget sama Oriflame. Aku tahu Oriflame adalah bisnis yang benar-benar bisnis. Bisnis yang benar-benar sangat menjanjikan, tapi dengan CATATAN, kita bisa konsisten dan serius menjalaninya!

Cuma, aku ragunya pada diriku waktu itu. Apa bisa aku jadi Consultan di Oriflame?? Aku gak bakat jualan, aku gak bakat ngeREKRUT orang...huhuhu... yah... aku orangnya cukup pemalu, hihi..bukan tipe orang yang dengan percaya dirinya bisa berkoar-koar menawarkan produk atau pun ngajakin orang untuk gabung dalam bisnis ini.

Akhirnya karena SADAR DIRI dengan kemampuan, aku pun mundur dengan teratur setelah ngePHPin si consultant yang waktu itu jadi sponsorku..hehehe

Untuk beberapa waktu masalah Oriflame sempat terlupakan. Karena aku begitu hectic berat dengan masalah kampus. Iya, waktu itu lagi pusing-pusingnya juga dengan masalah kampus dengan tugas yang super menumpuk, hehe. Itu juga sebenarnya yang menjadi salah satu alasanku kenapa masih ragu join di Oriflame. Dengan tugas-tugas dan praktikum kampus yang selalu sukses bikin aku kocar-kacir sampai bergadangan nggak tidur, rasanya IMPOSSIBLE aku punya waktu ngurusin Oiflame..

Ngurusin KAMPUS aja aku nggak becus, mau ditambah ngurusin ORIFLAME pula?? Hewww... *tarik napas berat*

Menjadi anak farmasi dengan segala laporan yang menunggu deadline, plus jadwal praktikum yang super padat, rasanya nggak ada tempat lagi buat nambah-nambah 'masalah' hahaha. Waktu itu aja aku udah ngerasa tekanan batin, karena merasa nggak punya waktu lagi buat diri sendiri. Hampir seluruh waktu 24 jamku sudah menjadi milik KAMPUS, sisanya?? Buat TIDUR dan tentunya buat menulis!! Hahaha

Jadi, ya udah...nggak ada tuh ceritanya nambah-nambahin kerjaan dengan Oriflame..

Tapi, sebenarnya diam-diam aku masih merasa dihantui dengan keberadaan si Oriflame ini..huhu. Aku masih suka gugling-gugling tentang Oriflame, penasaran pengen pelajarin kayak apa sih sistemnya. Sampai akhirnya pertengahan 2012 aku kembali coba daftar di d'bcn! Hahahaha

Dan sama kayak kasus pertama, salah satu consultant Oriflame di d'bcn menghubungiku, dan...aku nanya-nanya banyak hal (sekali lagi DEMI pemantapan diri), namun berakhir dengan....mundur teratur. wakakakak

Lagi-lagi aku ngePHPin salah satu consultant Oiflame di d'bcn...

Masih dengan alasan yang sama sebenarnya dengan kasus pertama, RAGU pada kemampuan diri sendiri, dan... juga masih merasa waktu 24 jamku udah diambil oleh kampus, dan ngerasa nggak akan bisa memberikan waktu untuk Oriflame. Rasa-rasanya waktu 24 jamku tuh udah nggak bersisa lagi untuk dibagikan pada Oriflame, walau hanya satu jam..hihi (gaya banget ya).

Dan, pada akhir tahun 2012, aku ngobrol dengan kenalanku yang udah join di Oriflame sejak tahun 2009 itu. Asyik-asyik ngomong ini itu, topik kita tahu-tahu ke Oriflame. Aku nanya segala macam ini-itu, dan dia dengan semangatnya yang berapi-api, menjelaskan dan menjawab semua yang aku tanyakan!! Muahahaha
.
Ya, aku bisa merasakan bahwa dia memang punya passion yang sangat besar di Oriflame ini. Terlihat dari bagaimana cara dia bergitu semangat menjelaskan sistemnya. Kelihatan banget lah skillnya.

Tapi, ternyata sejago apapun dia menjelaskan, sejago apapun dia ngerekrut orang, tetap dia belum bisa menarikku keluar dari rasa RAGU pada diriku..hehe

Yah...jadinya kayak kasus satu dan dua, aku kembali mundur teratur...hehe

Dan akhirnya sampai bulan MARET 2013 ini, baru lah aku benar-benar dapat HIDAYAH..huahaha

Hm..sebenarnya awalnya sempat masih ragu juga, tapi aku berusaha ngatasin rasa ragu itu dengan terus melangkah maju..hehe. Jadi, nggak peduli seberapa besar keraguanku itu, aku tetap terus melangkah membelah belantara *??* :P Karena akhirnya aku dapat pencerahan, kenapa aku nggak MENCOBA dulu?? Biasanya nih ya..kalau ada sesuatu hal yang meragukan kita, setelah coba menjalaninya dan terjun langsung, pasti lama-lama keraguan itu akan hilang! Ya kan?? Ya kan?? *pengalaman*

Dan lagi aku ingin matahin semua hal yang menjadi alasanku selama ini. Gak bisa jualan?? Gak bisa ngerekrut?? PATAHkan semua hal itu!! Bagaimana mau tahu bisa atau nggak kalau belum menCOBA ya kan???

Dan lagi, kalaupun aku gagal....

Eh, bukan gagal sih. Karena menurutku, nggak ada yang GAGAL dalam sebuah bisnis. Yang ada hanyalah mereka 'KELUAR' atau 'BERHENTI' sebelum 'BERHASIL'.

Jadi, selama ini kalau ada yang ngaku gagal menjalani Oriflame, dia sebenarnya nggak gagal. Tapi dia 'menyerah' dengan sendirinya, dan memilih 'keluar'. Ya kan??

So, nggak ada yang GAGAL.

Jadi, maksudku... kalau aku nanti memutuskan berhenti, karena mungkin 'cepat menyerah' (semoga nggak ya Allah >_< ), aku pun nggak rugi! Mau rugi apanya?? Ya ampun,, dafar Oiflame itu cuma Rp 49.900!! MURAH!!!

Dan lagi, aku join Oriflame juga bukan karena dipaksa atau direkrut seseorang. Tapi, aku dengan sendirinya yang mengajukan diri..hahaha. Iya, tanpa ada yang prospek, tanpa ada yang ngajakin, tanpa ada yang ngejar-ngejar, aku sendiri yang memasrahkan diri untuk gabung. So, aku nggak akan pernah menyesal apapun yang terjadi nanti. Karena sejak awal memang aku sendiri yang memutuskan, bukan orang lain.

DAN LAGI, aku juga jauuuhhhhh sebelum join Oriflame ini, memang sudah suka sama produk Oriflame. Aku pakai beberapa produknya. Kayak, pure Skin Head&Treat, Oriflame Beauty Reveal kit, Oriflame beauty Whitening Powder four, Very Me Cover Up Concealer, Optimals Seeing is Believing Multi-benefit, dan tiga produk lainnya yang aku lupa apa namanya hehe (ntar kalau udah inget di UPDATE dah).

Nah, banyak kan??? Ada sekitar 7-8 produk.

Aku pikir, daripada aku order ke Consultant lain, dan mereka yang untung, (dan kadang order ke mereka rada ribet juga), mending aku ngelamar jadi consultant kan?? Aku bisa pesan semua produk yang aku suka itu untuk menguntungkan diriku sendiri (karena dapat harga murah hehe dan dapat berbagai hadiah!! ). Dan lagi, kalau aku jadi consultan, ordernya nggak seribet saat aku order ke 'mereka'. Aku di sini tinggal buka website dan langsung pilah-pilih produk yang aku mau, dan tinggal transfer duit dah. Lalu?? Barang pun sampai ke rumah. Hahaha. Gampang kan???

Makanya... jadi kalaupun pada akhirnya aku nggak bisa menjalankan sistemnya dengan baik, aku nggak akan merasa RUGI. Karena aku memang pemakai beberapa produk Oriflame, dan aku dapat bonus juga kalau belanja sebagai consultan, PLUS daftarnya juga MURAH! Cuma Rp 49.900 saja!!..hh.. apanya yang merasa RUGI?? hehehe


Karena itu lah, sekarang aku dengan bangga bilang, aku jadi CONSULTANT di Oriflame loh!! Uhuk... gaya banget yak ngomongnya..hehe

Dan selama aku jadi consultant ini, hal pertama yang aku lakukan ADALAH, belanja buat diriku sendiri! Hehehe. BORONG!!

Ini belanjaanku di hari pertama aku gabung..







Huahahahaa... finally saya RESMI jadi consultant di Oriflame! Huihihi..

Sebenarnya, aku yakin banyak orang yang kalau TAHU aku mendaftar dan menjadi consultant di Oriflame, pasti rada mengernyit (sama kayak aku dulu kalau dengar orang join dalam sebuah MLM hehe), dan bahkan bertanya-tanya, apa iya aku bisa??

Karena mereka sangat tahu seperti apa aku orangnya.Jadi,pasti rada-rada bertanya, memangnya bisa ngejalanin bisnis MLM ala oriflame ini??

Semalam saja, waktu Mamaku tahu aku ikutan, sempat rada di pesimisin sama Mama..huhu. Tapi untungnya setelah aku jelasin panjang lebar kenapa aku mau gabung dalam Oriflame, Mama akhirnya manut-manut aja..hehe

Sebenarnya sudah sangat lama aku dihantui oleh Oriflame ini. Karena aku 'kenal' satu orang yang sudah lama join di Oriflame (sejak tahun 2009), namun karena ia konsisten menjalani sistemnya, dan SERIUS, dan berkerja keras, sekarang (2013) dia sudah menerima bonus/gaji 14 juta per bulan. Huhuhu

Siapa sih yang nggak mau JUTA-JUTA? :p Semua juga mau ya kan?? Termasuk aku.. hahaha

Sudah dari lama aku dihantui oleh Oriflame ini, tapi baru dapat pencerahannya bulan Maret 2013 ini hahaha

Dulu aku nyaris 3 kali join di Oriflame. Pertama, sama D'bcn Grup. Waktu tahun 2011 (sekitar bulan November), aku gugling-gugling soal Oriflame di internet, eh entah bagaimana ceritanya pokoknya nyasar ke D'bcn grup. Aku pun coba isi pendaftaran, kemudian setelahya aku dihubungi oleh salah satu consultant Oriflame. Aku ditanya, apa serius ingin gabung? Aku balas nanya-nanya (kisahnya mau pemantapan diri dulu sebelum gabung) hehe. Aku nanya segala macam, dan dijawab dengan sabar oleh Consultantnya.

Aku cerewet nanya segala macam, karena memang waktu itu belum bener-bener MELEK sama oriflame, walau secara garis besar aku ngerti sistemnya gimana. Dan aku waktu itu masih lebih banyak ragunya daripada keinginan untuk gabung, hehe. Bukan! Bukan ragu sama bisnisnya. Jujur aja saat itu aku sudah MANTAP banget sama Oriflame. Aku tahu Oriflame adalah bisnis yang benar-benar bisnis. Bisnis yang benar-benar sangat menjanjikan, tapi dengan CATATAN, kita bisa konsisten dan serius menjalaninya!

Cuma, aku ragunya pada diriku waktu itu. Apa bisa aku jadi Consultan di Oriflame?? Aku gak bakat jualan, aku gak bakat ngeREKRUT orang...huhuhu... yah... aku orangnya cukup pemalu, hihi..bukan tipe orang yang dengan percaya dirinya bisa berkoar-koar menawarkan produk atau pun ngajakin orang untuk gabung dalam bisnis ini.

Akhirnya karena SADAR DIRI dengan kemampuan, aku pun mundur dengan teratur setelah ngePHPin si consultant yang waktu itu jadi sponsorku..hehehe

Untuk beberapa waktu masalah Oriflame sempat terlupakan. Karena aku begitu hectic berat dengan masalah kampus. Iya, waktu itu lagi pusing-pusingnya juga dengan masalah kampus dengan tugas yang super menumpuk, hehe. Itu juga sebenarnya yang menjadi salah satu alasanku kenapa masih ragu join di Oriflame. Dengan tugas-tugas dan praktikum kampus yang selalu sukses bikin aku kocar-kacir sampai bergadangan nggak tidur, rasanya IMPOSSIBLE aku punya waktu ngurusin Oiflame..

Ngurusin KAMPUS aja aku nggak becus, mau ditambah ngurusin ORIFLAME pula?? Hewww... *tarik napas berat*

Menjadi anak farmasi dengan segala laporan yang menunggu deadline, plus jadwal praktikum yang super padat, rasanya nggak ada tempat lagi buat nambah-nambah 'masalah' hahaha. Waktu itu aja aku udah ngerasa tekanan batin, karena merasa nggak punya waktu lagi buat diri sendiri. Hampir seluruh waktu 24 jamku sudah menjadi milik KAMPUS, sisanya?? Buat TIDUR dan tentunya buat menulis!! Hahaha

Jadi, ya udah...nggak ada tuh ceritanya nambah-nambahin kerjaan dengan Oriflame..

Tapi, sebenarnya diam-diam aku masih merasa dihantui dengan keberadaan si Oriflame ini..huhu. Aku masih suka gugling-gugling tentang Oriflame, penasaran pengen pelajarin kayak apa sih sistemnya. Sampai akhirnya pertengahan 2012 aku kembali coba daftar di d'bcn! Hahahaha

Dan sama kayak kasus pertama, salah satu consultant Oriflame di d'bcn menghubungiku, dan...aku nanya-nanya banyak hal (sekali lagi DEMI pemantapan diri), namun berakhir dengan....mundur teratur. wakakakak

Lagi-lagi aku ngePHPin salah satu consultant Oiflame di d'bcn...

Masih dengan alasan yang sama sebenarnya dengan kasus pertama, RAGU pada kemampuan diri sendiri, dan... juga masih merasa waktu 24 jamku udah diambil oleh kampus, dan ngerasa nggak akan bisa memberikan waktu untuk Oriflame. Rasa-rasanya waktu 24 jamku tuh udah nggak bersisa lagi untuk dibagikan pada Oriflame, walau hanya satu jam..hihi (gaya banget ya).

Dan, pada akhir tahun 2012, aku ngobrol dengan kenalanku yang udah join di Oriflame sejak tahun 2009 itu. Asyik-asyik ngomong ini itu, topik kita tahu-tahu ke Oriflame. Aku nanya segala macam ini-itu, dan dia dengan semangatnya yang berapi-api, menjelaskan dan menjawab semua yang aku tanyakan!! Muahahaha
.
Ya, aku bisa merasakan bahwa dia memang punya passion yang sangat besar di Oriflame ini. Terlihat dari bagaimana cara dia bergitu semangat menjelaskan sistemnya. Kelihatan banget lah skillnya.

Tapi, ternyata sejago apapun dia menjelaskan, sejago apapun dia ngerekrut orang, tetap dia belum bisa menarikku keluar dari rasa RAGU pada diriku..hehe

Yah...jadinya kayak kasus satu dan dua, aku kembali mundur teratur...hehe

Dan akhirnya sampai bulan MARET 2013 ini, baru lah aku benar-benar dapat HIDAYAH..huahaha

Hm..sebenarnya awalnya sempat masih ragu juga, tapi aku berusaha ngatasin rasa ragu itu dengan terus melangkah maju..hehe. Jadi, nggak peduli seberapa besar keraguanku itu, aku tetap terus melangkah membelah belantara *??* :P Karena akhirnya aku dapat pencerahan, kenapa aku nggak MENCOBA dulu?? Biasanya nih ya..kalau ada sesuatu hal yang meragukan kita, setelah coba menjalaninya dan terjun langsung, pasti lama-lama keraguan itu akan hilang! Ya kan?? Ya kan?? *pengalaman*

Dan lagi aku ingin matahin semua hal yang menjadi alasanku selama ini. Gak bisa jualan?? Gak bisa ngerekrut?? PATAHkan semua hal itu!! Bagaimana mau tahu bisa atau nggak kalau belum menCOBA ya kan???

Dan lagi, kalaupun aku gagal....

Eh, bukan gagal sih. Karena menurutku, nggak ada yang GAGAL dalam sebuah bisnis. Yang ada hanyalah mereka 'KELUAR' atau 'BERHENTI' sebelum 'BERHASIL'.

Jadi, selama ini kalau ada yang ngaku gagal menjalani Oriflame, dia sebenarnya nggak gagal. Tapi dia 'menyerah' dengan sendirinya, dan memilih 'keluar'. Ya kan??

So, nggak ada yang GAGAL.

Jadi, maksudku... kalau aku nanti memutuskan berhenti, karena mungkin 'cepat menyerah' (semoga nggak ya Allah >_< ), aku pun nggak rugi! Mau rugi apanya?? Ya ampun,, dafar Oiflame itu cuma Rp 49.900!! MURAH!!!

Dan lagi, aku join Oriflame juga bukan karena dipaksa atau direkrut seseorang. Tapi, aku dengan sendirinya yang mengajukan diri..hahaha. Iya, tanpa ada yang prospek, tanpa ada yang ngajakin, tanpa ada yang ngejar-ngejar, aku sendiri yang memasrahkan diri untuk gabung. So, aku nggak akan pernah menyesal apapun yang terjadi nanti. Karena sejak awal memang aku sendiri yang memutuskan, bukan orang lain.

DAN LAGI, aku juga jauuuhhhhh sebelum join Oriflame ini, memang sudah suka sama produk Oriflame. Aku pakai beberapa produknya. Kayak, pure Skin Head&Treat, Oriflame Beauty Reveal kit, Oriflame beauty Whitening Powder four, Very Me Cover Up Concealer, Optimals Seeing is Believing Multi-benefit, dan tiga produk lainnya yang aku lupa apa namanya hehe (ntar kalau udah inget di UPDATE dah).

Nah, banyak kan??? Ada sekitar 7-8 produk.

Aku pikir, daripada aku order ke Consultant lain, dan mereka yang untung, (dan kadang order ke mereka rada ribet juga), mending aku ngelamar jadi consultant kan?? Aku bisa pesan semua produk yang aku suka itu untuk menguntungkan diriku sendiri (karena dapat harga murah hehe dan dapat berbagai hadiah!! ). Dan lagi, kalau aku jadi consultan, ordernya nggak seribet saat aku order ke 'mereka'. Aku di sini tinggal buka website dan langsung pilah-pilih produk yang aku mau, dan tinggal transfer duit dah. Lalu?? Barang pun sampai ke rumah. Hahaha. Gampang kan???

Makanya... jadi kalaupun pada akhirnya aku nggak bisa menjalankan sistemnya dengan baik, aku nggak akan merasa RUGI. Karena aku memang pemakai beberapa produk Oriflame, dan aku dapat bonus juga kalau belanja sebagai consultan, PLUS daftarnya juga MURAH! Cuma Rp 49.900 saja!!..hh.. apanya yang merasa RUGI?? hehehe


Karena itu lah, sekarang aku dengan bangga bilang, aku jadi CONSULTANT di Oriflame loh!! Uhuk... gaya banget yak ngomongnya..hehe

Dan selama aku jadi consultant ini, hal pertama yang aku lakukan ADALAH, belanja buat diriku sendiri! Hehehe. BORONG!!

Ini belanjaanku di hari pertama aku gabung..







Rabu, 13 Maret 2013

Terkenang.... :)

Hanya berawal dari satu hal kecil, segala hal tentangmu lalu dengan seenaknya berseliweran begitu saja di otakku. And I can't help myself... Saat ada tawa tatkala teringat hal-hal konyol sehubungan denganmu, senyum-senyum kecil saat aku semakin menyadari betapa konyolnya hal itu, dan sedikit sedih...menyadari semua hal itu ternyata masih menjadi bagian kenangan indah dalam memoriku, walau telah begitu lama berlalu, dan tak mungkin terulang lagi.. :')




Aku bukan sedang mengarang atau pun mendongeng...tapi itu benar-benar baru saja aku alamin.

Hanya berawal dari sebuah drama Korea, Winter Sonata. Aku menemukan file bertajuk Winter Sonata di salah satu folder laptopku. Karena iseng nggak ada kerjaan, aku klik deh... iseng nonton episode-episode awal, karena kebenaran juga kan udah lama aku nggak nonton Winter Sonata hihi.. ada rasa kangen-kangen dikit gitu lah..

Dan asyik-asyiknya aku nonton Winter Sonata, baru seputar di episode 1, aku menemukan beberapa adegan yang tahu-tahu menarik memori lama tentang seseorang, yang langsung saja berhasil merenggut aku masuk ke dalam kenangan masa lalu, yang sudah begitu lama.

I know... ini kedengaran 'lebay' or 'cheesy' banget.. :p

Tapi, ini nyata... dan aku sukses berkaca-kaca entah kenapa, dan kadang tertawa-tawa sendiri kalau mengingat betapa dulu aku pernah melakukan hal-hal konyol. Tapi, yah...itu nggak usah aku jabarin di sini lah ya..malu-maluin soalnya :p hahaha

Aku cuma lagi pengen ngebahas, adegan-adegan mana di winter sonata yang sukses menyeret aku ke masa lalu ini.

Tahu adegan ini?



 

:))

Disambung dengan adegan ini..





Kenapa adegan ini sampai bisa aku teringat seseorang, dan akhirnya jadi terkenang masa lalu??

Haaa... ya karena aku pernah ngalamin adegan yang benar-benar bisa dibilang nyaris miriiippppp banget kayak gitu. Dan karena itu aku lakukan dengan someone special di masa itu, jelas aja jadi tertanam di otak selalu kejadian itu..hihihi... *tutup muka* *mendadak jadi malu sendiri pake acara cerita beginian di blog* *tapi udah terlanjur, dan udah niat, ya udah lanjutin aja.. :p*


Dibilang benar-benar mirip sih nggak... Jelas, kalau di drama Korea, adegan itu bakal terkesan sweet ya kan?? Kalau di aku mungkin jatuhnya malah terkesan 'konyol' dan 'malu-maluin' huahahahaha. Tapi, sekali lagi, berhubung dia adalah someone special di masa itu, jelas aja feel di aku jatuhnya 'super berlebihan'. Hahaha. Di dia nya mungkin itu 'biasa' aja, tapi di akunya... aku ingat banget waktu itu salting nya bukannnn maiiiinnnnn! Maluuuu...maluuunya...bukan maiiinnn setengah mati! Salting banget lah pokoknya! Aku sendiri nggak kebayang waktu itu mukaku bagaimana..huhuhuh..


Aku dan dia beda kelas, dan beda angkatan juga waktu SMA. Waktu itu aku kelas 2 SMA, dia kelas 3 SMA, beda satu tingkat yaaa. Jujur aja, aku ada perasaan sama dia sejak kelas 1 SMA *tutup muka lagi*. Hhmm.... bagaimana awalnya kita bisa kenal, dan bagaimana sampai akhirnya aku bisa punya 'feeling' sama dia, itu puaaanjaanggg banget ceritanya. Kita berdua ketemu di ekskul sekolah, yaitu Teater. Aku masuk Teater, dan kebenaran dia juga, dan dia pula yang jadi ketua CLUB teaternya waktu itu..hahaha. Tapi, jangan salah... ceritanya sampai aku bisa punya 'feeling' ke dia itu, bukan kayak lagu-lagu yaaa... 'cinta pada pandangan pertama' hahaha. Sama sekali nggak seperti itu. Aku kenal dia bulan Agustus tahun 2010. Mulai-mulai ada 'feel'nya pas bulan Februari tahun depannya kemudian, hahaha. Iya, jadi setelah kenal cukup lama, baru deh... 'ada yang bersemi' :p


Langsung aja... waktu itu mungkin udah masuk setengah tahun lah aku ada 'feel' ke dia.. tapi aku tetap profesional ya. Perasaan itu nggak aku bawa-bawa ke kegiatan ekskul. Jadi, prinsipku, bagaimana pun bentuk perasaanku pada dia, jangan sampai mengganggu kegiatan ekskul ku.. :p

Entah kenapa, yang awalnya kegiatan ekskul di lakukan hanya sepulang sekolah, tahu-tahu guru pembina kami bikin gagasan baru, bahwa ada latihan 'khusus' tiap hari minggu pagi. Jadi, kami diwajibkan tiap hari Minggu tuh jam 6 pagi sudah ada di sekolah, buat latihan 'khusus' itu. Hihi.. udah kayak pelatihan tentara aja -_-

Seperti biasa aku selalu semangat dong kalau sudah menyangkut kegiatan ekskul ku tercinta ini... because I love Teather so much . Tapi sesemangat apapun aku, ternyata tetap aja TELAT datangnya huahahaha. Aku lupa telatnya karena apa. Yang jelas bukan karena aku, soalnya aku ingat banget aku begitu semangatnya bagun pagi sekali. Kayaknya kendala ada pada Ayahku waktu itu. Ayahku keberatan ngantar aku sepagi buta gitu, jadi lah keberangkatanku molor..huhuhu..nyampe di sekolah jam setengah tujuh. Asumsiku sih biasanya kegiatan juga tentunya molor, karena udah khas Indonesia banget gitu kan, acaranya katanya mulai jam berapa, eh pesertanya datang jam berapa. Jadi, aku pikir...ah masih setengah tujuh pagi kok, malah mungkin belum mulai nih kegiatannya.. *udah pikiran negativ aja hihihi*.

Weitsss...tapi ternyata aku salah, dongggg! Tiba di sekolah, dari balik pintu pagar berjeruji, aku bisa dengar suara derap langkah yang begitu ramai berlari keliling lapangan sekolah. Wah...pikirku 'latihan khususnya udah dimulai nih..'. Duh..

Aku buru-buru mau masuk. Udah telat banget nih aku kayaknya!

Tapi, pas aku coba dorong pintu pagarnya... digembok dooong!! lengkap dengan rantai gede, dan gembok super besar. Lha... ini gimana sih? Bagaimana ceritanya aku bisa masuk kalau gini???

Aku langsung teringat kalau ada pagar juga di samping sekolah. Aku langsung lari ke sana...dan....digembok juga dooonggg!!! Huhuhu..

Aku kemudian sibuk nelpon teman-teman dan SMS sana-sini.. tapi ditelpon nggak diangkat-angkat..huhuhu. Ya wajar sih... karena aku bisa dnegar suara langkah kaki mereka yang lagi lari keliling lapangan, entah sudah berapa putarann.. -_-

Aku pikir mungkin aku pulang aja deh... Iya, pulang aja. Baru aja aku mau balik keluar dari gerbang, eh.. ada suara langkah di lorong terdekat dari pintu pagar. Wah..ada orang nih. Pikirku,pasti mereka ada yang baca SMSku, dan salah satunya memutuskan keluar menghampiriku untuk membukakan pintu pagar..huhuh

Tapi...sosok yang keluar itu..adalah... si dia dooonggg...huhu. dia ketawa lebar melihatku sambil terus melangkah ke pintu pagar.
Rada salting juga, hihi..tapi keburu panik juga karena nggak bisa masuk, jadi saltingnya terlupakan gitu aja.


"Kak, ini bagaimana aku masuknya??" tanyaku.
"Manjat.." jawabnya sambil cengengesan.
"Hahh???" aku pikirnya dia bercanda doang, jadi aku ngedumel. Masa manjat??
Eh dia bilang, "Seriuss.." sambil cengengesan lagi. "Tapi nggak di sini. Ayo, lewat samping.."

Aku pun pergi ke samping sekolah, ke pintu pagar yang satunya lagi. Kupikir, pagar yang ini bakal dibukain pagarnya.

"Nah...manjat.." katanya dari balik jeruji.

Hah?? Manjat?? jeritku sambil menatap frustasi pagar itu. Katanya satpam sekolah belum datang, sementara pak Satpam itu yang pegang kunci. Biasanya satpam tiap hari ke sekolahnya jam setengah 8. Mereka lupa bilang ke pak Satpam kalau hari Minggu sekolah mau dipake jam 6, huhu.

Asumsi guru pembina, itu satpam kan selalu ada di sekolah, jaga. Dan juga biasanya sekolah dibuka kalau shubuh, karena ada yang sholat di Musholla. Tapi, ternyata setelah shubuh, sekolahnya dikunci lagi..huhu. Entah pak Satpamnya pergi kemana. Mungkin ada keperluan sebentar. Jadilah KUDU manjat!

Fyi aja nih ya... pagarnya bukan pagar tembok kayak yang di Winter Sonata itu.. *nunjuk gambar*. Pagarnya pagar terali besi, atau jeruji, yang ujungnya ada runcing-runcingnya...hihi.. Tapi bersyukur juga, karena setidaknya itu lebih gampang daripada pagar tembok. Kebayang dong bagaimana kalau pagar tembok?? Yang ada aku lebih milih pulang...huhuhu...Secara aku sama sekali nggak ada bakat atau pun keahlian memanjat!!

Waktu itu juga aku udah mau nangis saat disuruh manjat. Udah mau pulang, tapi ditahan sama dia dan aku dibujuk agar mau naik.
Duh..dibujuk sama dia?? udah lain nih ceritanya...huhuhuh...
Langsung aja aku mau hahaha. Walau dengan ketakutan yang amat sangattt! Brrrrr...

Pertama tas sekolahku dia ambil (dari sela-sela jeruji), jadi aku bisa naik dengan mudah. Aku dituntun sama dia, "injakkan kakimu di sini.." Nunjuk sebuah lobang (kan pagar terali besi itu ada lobang-lobangnya yang bisa dinjak...karena bentuk jeruji besinya bercorak melengkung-lngkung gitu..jadi banyak injakan yang bisa dijadikan penopang kaki). Tapi, dasarnya aku penakut...takut ketinggian, dan juga nggak pintar manjat..huhuhu... rasanya susaaaahhhh banget. Udah naik setengah pagar, aku sudah ketakutan.. Hampir niat mau turun lagi, tapi dia nya bujuk-bujuk lagi agar aku terus naik. Akhirnya dengan berbekal rasa takut dan agak gemetaran juga (nggak mau lihat ke bawah pokoknya).. aku naik..naik.. tiba di puncak! Satu kakiku dia suruh lewatin batas pagar itu kan...buat masuk dan turun di dalam. Tapi aku nggak berani mindahin satu kakiku itu.. masalahnya pagarnya ada runcing-runcingnya di atas..dan pagarnya juga kan goyang-goyang gitu (walau nggak mungkin roboh hehe), tapi tetap aja aku jadinya takuuuutt!! >.<

Hhhh... aku udah mulai panik dan meracau nggak jelas, pokoknya takut banget...huaaaaa...
Selama beberapa waktu kita berdua tetap dalam posisi yang sama. Dia yang di bawah sibuk kasih instruksi..dan aku yang tetap kukuh dalam posisi terakhirku (di puncak pagar), sama sekali nggak berani gerak untuk mindahin satu kakiku.

Jadi, posisiku itu kan masih di luar pagar, tapi udah di puncak. Nah, aku tinggal melompatin batas pagar itu dengan mindahin satu kakiku ke dalam, lalu ntar disusul lagi dengan kakiku yang satunya. Seharusnya gampang... aku tinggal injak salah satu lobang dengan kaki kanan, trus putar badan, dan pindahin lagi satu kaki... Tapi...memang secara teori gampang! TAPi... prakteknya susaaahhhh! Aku takuuuttt huhuhuhu

Dia nya udah ngulurin kedua tangan, "Nggak apa-apa jangan takut.. Kalau jatuh aku tangkap. Ayo, sini.." huhuhuhu

Harusnya itu kalau di drama korea, jadi adegan yang romantis yakk...wahahaha...tapi akunya lagi takut, mana mikir ke situ..taunya cuma jerit-jerit panik, 'ini gimana ini??? Huaaaa!"

Akhirnya setelah waktu berlalu lama dan tak ada kemajuan, dia pergi ke kelas ambil meja, dia angkut dan taruh di depan pagar. Aku disuruh langsung injakkan kaki/ lompat ke situ aja. Tapi, tetap aku nggak berani!! Lagipula pas aku coba julur kaki, mejanya masih kejauhan, nggak nyampeeeeee!! Huaaaaaa...

Tetap nggak bisa..huhuhu

Akhirnya dia naik ke atas meja, hingga tingginya kini udah hampir sejajar aku. Kalau mau bayangin ya kayak di gambar winter Sonata itu. Tingginya tepat segitu. Nah kebayang kan betapa tingginya pagar itu?? Dia naik meja aja, tingginya masih segitu huhu.

Dia ulurin kedua tangan lagi. "Sini..langsung lompat ke aku aja."

"Nggak bisaaaa..." seruku. Bayangin lompat ke dia, selain malu juga takutnya kita berdua jatuh. Secara dia berdiri di atas meja kan... Nah gimana kalau mejanya jadi goyah pas aku nubruk dia..huhuhu

Akhirnya dengan susah payah, aku coba pegangan di bahu dia yang untungnya terjangkau dengan kedua tanganku. Sambil pegangin bahunya kuat-kuat, aku coba pindahin lagi satu kakiku ke sisi pagar yang lain. Dan..Horeee... kini aku berhasil masukkin kedua kakiku, walau akhirnya posisiku menjadi masih berdiri di puncak pagar, dengan sedikit membungkuk karena pegangan di bahu dia yang agak di bawahku. Aku makin gemetaran dong... karena pagarnya makin goyang-goyang uhuhuhu..

"Huaaa...gimana ini kak??"

"Lompat.." katanya samil ketawa-ketaw geli. Mungkin lucu lihat aku daritadi kayak anak kecil.


Di sini baru lah rasa salting menyerangku huhuhu. Rasa panik hilang... yang ada hanya salting, maluuuu, dan guguppp! Rrrr...

Ini degup jantung nggak tahu deh kedengaran atau nggak. Pokoknya jadi deg-degan...huhuh. Aku disuruh lompat ke dia? duh..udah kayak lagi main film atau sinetron aja nih... Secara banyak adegan begini kan di film atau sinetron..hahaha

Karena aku nggak lompat-lompat juga, dia akhirnya ambil alih pegang kedua lengan (tepatnya sih di bawah ketiak aku) huahaha.


kurang lebih sih kayak gini... walau yang terjadi padaku jelas jatuhnya konyol dan malu-maluin banget, bukan romantis 'sweet' gini..hihih


Wah.. aku langsung mikir.. ini mau digendong?? Huaaa... daripada digendong, bikin tambah malu, mending nekat lompat aja deh..

Akhirnya dengan pejam mata, aku lompat! Hup! Jatuh ke dia....

Huahahahaha...ini benar-benar main sinetron dah kita

wakakakakak



udah persis banget deh kayak gini huhuhuh...

Pas aku buka mata, tepat banget mukanya di dekatku.. aku langsung malingin muka dan langsung lepasin pelukan aku dan pegangan tangannya...

Saltingg..dan maluuuu bangett!!!

Aku langsung lari ke lapangan ninggalin dia huahahaha

Dia nya sempat aku liat ketawa-ketawa saat aku lari ke lapangan..huhu..entah dia ketawa kenapa.

Trus saat tiba di lapangan aku liat yang lain (anggota ekskul) pada baring di lapangan dengan mata terpejam, entah mereka ngapain. Suasana henig bangettt! Kayak lagi meditasi gitu.. tapi posisinya mereka berbaring di lapangan, muka ngadap langit, dan mata terpejam. Pembina ekskul ku, Pak Fahmi, yang sedang berbaring juga di lapangan dengan mata terpejam, tahu-tahu bersuara, "Kamu lari.."

Aku maksudnya.
Aku pun lari...walau nggak tahu harus berapa putaran. Si dia baru masuk lapangan pas aku lari, dan itu sumpah aku nggak tahu mau pasang muka gimana..huahaha... Tapi karena dia tersenyum ke aku akhirnya aku bisa bersikap santai..hehe. Aku nanya, "Kak, ini lari berapa putaran?"

"10." katanya sambil cengengesan.


Aku sempat pasang muka gini... 'whuattt??'

Tapi, baru tiga putaran, tahu-tahu suara pembinaku terdengar lagi, masih dengan posisi seperti tadi. "Cukup. Sekarang gabung dengan yang lain."

Aku bingung harus ngapain, tapi aku ngikut aja deh baring gitu di lapangan hihih. Aku asal milih tempat, eh..kenapa dia juga ikut -_-. Dia baring di sebelahku.. huaaaaaa

Ini orang, pikirku. Nggak tahu apa kalau aku masih salting dan sengaja jauh-jauh dari dia? Soalnya kudu ngeredain jantung yang masih berdebar-debar.... hahaha.

Tapi jujur aja di sisi lain ada rasa senang pas dia baring di sebelahku..hahaha. -_-

Aku masih bingung harus ngapain. Sempat aku pejamkan mata, tapi nggak tahu kenapa aku geli sendiri (karena bingung harus ngapain sih baring dan pejamkan mata gitu hihi, dan masih salting juga karena dia baring di sebelahku). Jadi, aku buka mata lagi dan coba ngeliat ke sekeliling. Eh pas noleh ke dia, dianya lagi ngeliatin aku ternyata (tadi aku kira dia lagi pejamkan mata huhu). Yang tadinya aku udah 'tenang', jadi salting lagiiii. Siapa yang nggak kaget coba, udah dia nya baring di sebelahku, kedapetan lagi ngeliat ke aku juga. Huhuhu.

"Apa?" tanyaku, coba nutupin saltingku.
"Nggak.." dianya kembali senyum cengengesan, lalu mejamin matanya.

Dih..nggak jelas, pikirku. Tapi, akhirnya aku ikut mejamin mata. Dan kali ini meditasi berlangsung dengan sangat khidmat hihih. Aku nya juga bisa ngerasain sih efek dari meditasi ini... Ini semacam yoga gitu kan.. aku jadi merasa tenang, damai. Hilang sudah rasa takut, salting, malu, panik, gugup, dll..semua perasaan lah. Yang ada hanya rasa tenang dalam keheningan...

Yah...begitu lah...

Cerita yang super konyol kan??? Hahaha.

Tapi yah...  berawal dari sini segala ingatan tentang dia yang masih terekam jelas di ingatanku, seakan seperti kaset rusak, kembali terputar ulang dengan sendirinya tanpa aku minta..
Semua kejadian, berawal dari ingatan saat di pintu pagar itu... berlanjut ke peristiwa-peristiwa lain yang pernah aku lalui sehubungan dengannya... Saat ulang tahunnya, saat kami teleponan, saat kami SMS-an... saat pertam kali aku menyadari ada 'feel' ke dia, saat aku secara 'khusus' datang ke acara saat dia terpilih menjadi Duta Putra Kalimantan :)) Dan berbagai hal lainnya...

Yah..sekali kenangan, tetap lah kenangan..

Kadang kita terkenang pada segala hal yang bisa membawa banyak 'rasa' pada kita. Tertawa saat itu konyol, berkaca-kaca saat terharu, dan tertawa saat itu benar-benar hal yang memalukan... Semua itu adalah kenangan, yang pernah terjadi di hidup kita pada masa lalu, yang tak akan terulang lagi, namun masih pantas untuk dikenang...


Hanya berawal dari satu hal kecil, segala hal tentangmu lalu dengan seenaknya berseliweran begitu saja di otakku. And I can't help myself... Saat ada tawa tatkala teringat hal-hal konyol sehubungan denganmu, senyum-senyum kecil saat aku semakin menyadari betapa konyolnya hal itu, dan sedikit sedih...menyadari semua hal itu ternyata masih menjadi bagian kenangan indah dalam memoriku, walau telah begitu lama berlalu, dan tak mungkin terulang lagi.. :')




Aku bukan sedang mengarang atau pun mendongeng...tapi itu benar-benar baru saja aku alamin.

Hanya berawal dari sebuah drama Korea, Winter Sonata. Aku menemukan file bertajuk Winter Sonata di salah satu folder laptopku. Karena iseng nggak ada kerjaan, aku klik deh... iseng nonton episode-episode awal, karena kebenaran juga kan udah lama aku nggak nonton Winter Sonata hihi.. ada rasa kangen-kangen dikit gitu lah..

Dan asyik-asyiknya aku nonton Winter Sonata, baru seputar di episode 1, aku menemukan beberapa adegan yang tahu-tahu menarik memori lama tentang seseorang, yang langsung saja berhasil merenggut aku masuk ke dalam kenangan masa lalu, yang sudah begitu lama.

I know... ini kedengaran 'lebay' or 'cheesy' banget.. :p

Tapi, ini nyata... dan aku sukses berkaca-kaca entah kenapa, dan kadang tertawa-tawa sendiri kalau mengingat betapa dulu aku pernah melakukan hal-hal konyol. Tapi, yah...itu nggak usah aku jabarin di sini lah ya..malu-maluin soalnya :p hahaha

Aku cuma lagi pengen ngebahas, adegan-adegan mana di winter sonata yang sukses menyeret aku ke masa lalu ini.

Tahu adegan ini?



 

:))

Disambung dengan adegan ini..





Kenapa adegan ini sampai bisa aku teringat seseorang, dan akhirnya jadi terkenang masa lalu??

Haaa... ya karena aku pernah ngalamin adegan yang benar-benar bisa dibilang nyaris miriiippppp banget kayak gitu. Dan karena itu aku lakukan dengan someone special di masa itu, jelas aja jadi tertanam di otak selalu kejadian itu..hihihi... *tutup muka* *mendadak jadi malu sendiri pake acara cerita beginian di blog* *tapi udah terlanjur, dan udah niat, ya udah lanjutin aja.. :p*


Dibilang benar-benar mirip sih nggak... Jelas, kalau di drama Korea, adegan itu bakal terkesan sweet ya kan?? Kalau di aku mungkin jatuhnya malah terkesan 'konyol' dan 'malu-maluin' huahahahaha. Tapi, sekali lagi, berhubung dia adalah someone special di masa itu, jelas aja feel di aku jatuhnya 'super berlebihan'. Hahaha. Di dia nya mungkin itu 'biasa' aja, tapi di akunya... aku ingat banget waktu itu salting nya bukannnn maiiiinnnnn! Maluuuu...maluuunya...bukan maiiinnn setengah mati! Salting banget lah pokoknya! Aku sendiri nggak kebayang waktu itu mukaku bagaimana..huhuhuh..


Aku dan dia beda kelas, dan beda angkatan juga waktu SMA. Waktu itu aku kelas 2 SMA, dia kelas 3 SMA, beda satu tingkat yaaa. Jujur aja, aku ada perasaan sama dia sejak kelas 1 SMA *tutup muka lagi*. Hhmm.... bagaimana awalnya kita bisa kenal, dan bagaimana sampai akhirnya aku bisa punya 'feeling' sama dia, itu puaaanjaanggg banget ceritanya. Kita berdua ketemu di ekskul sekolah, yaitu Teater. Aku masuk Teater, dan kebenaran dia juga, dan dia pula yang jadi ketua CLUB teaternya waktu itu..hahaha. Tapi, jangan salah... ceritanya sampai aku bisa punya 'feeling' ke dia itu, bukan kayak lagu-lagu yaaa... 'cinta pada pandangan pertama' hahaha. Sama sekali nggak seperti itu. Aku kenal dia bulan Agustus tahun 2010. Mulai-mulai ada 'feel'nya pas bulan Februari tahun depannya kemudian, hahaha. Iya, jadi setelah kenal cukup lama, baru deh... 'ada yang bersemi' :p


Langsung aja... waktu itu mungkin udah masuk setengah tahun lah aku ada 'feel' ke dia.. tapi aku tetap profesional ya. Perasaan itu nggak aku bawa-bawa ke kegiatan ekskul. Jadi, prinsipku, bagaimana pun bentuk perasaanku pada dia, jangan sampai mengganggu kegiatan ekskul ku.. :p

Entah kenapa, yang awalnya kegiatan ekskul di lakukan hanya sepulang sekolah, tahu-tahu guru pembina kami bikin gagasan baru, bahwa ada latihan 'khusus' tiap hari minggu pagi. Jadi, kami diwajibkan tiap hari Minggu tuh jam 6 pagi sudah ada di sekolah, buat latihan 'khusus' itu. Hihi.. udah kayak pelatihan tentara aja -_-

Seperti biasa aku selalu semangat dong kalau sudah menyangkut kegiatan ekskul ku tercinta ini... because I love Teather so much . Tapi sesemangat apapun aku, ternyata tetap aja TELAT datangnya huahahaha. Aku lupa telatnya karena apa. Yang jelas bukan karena aku, soalnya aku ingat banget aku begitu semangatnya bagun pagi sekali. Kayaknya kendala ada pada Ayahku waktu itu. Ayahku keberatan ngantar aku sepagi buta gitu, jadi lah keberangkatanku molor..huhuhu..nyampe di sekolah jam setengah tujuh. Asumsiku sih biasanya kegiatan juga tentunya molor, karena udah khas Indonesia banget gitu kan, acaranya katanya mulai jam berapa, eh pesertanya datang jam berapa. Jadi, aku pikir...ah masih setengah tujuh pagi kok, malah mungkin belum mulai nih kegiatannya.. *udah pikiran negativ aja hihihi*.

Weitsss...tapi ternyata aku salah, dongggg! Tiba di sekolah, dari balik pintu pagar berjeruji, aku bisa dengar suara derap langkah yang begitu ramai berlari keliling lapangan sekolah. Wah...pikirku 'latihan khususnya udah dimulai nih..'. Duh..

Aku buru-buru mau masuk. Udah telat banget nih aku kayaknya!

Tapi, pas aku coba dorong pintu pagarnya... digembok dooong!! lengkap dengan rantai gede, dan gembok super besar. Lha... ini gimana sih? Bagaimana ceritanya aku bisa masuk kalau gini???

Aku langsung teringat kalau ada pagar juga di samping sekolah. Aku langsung lari ke sana...dan....digembok juga dooonggg!!! Huhuhu..

Aku kemudian sibuk nelpon teman-teman dan SMS sana-sini.. tapi ditelpon nggak diangkat-angkat..huhuhu. Ya wajar sih... karena aku bisa dnegar suara langkah kaki mereka yang lagi lari keliling lapangan, entah sudah berapa putarann.. -_-

Aku pikir mungkin aku pulang aja deh... Iya, pulang aja. Baru aja aku mau balik keluar dari gerbang, eh.. ada suara langkah di lorong terdekat dari pintu pagar. Wah..ada orang nih. Pikirku,pasti mereka ada yang baca SMSku, dan salah satunya memutuskan keluar menghampiriku untuk membukakan pintu pagar..huhuh

Tapi...sosok yang keluar itu..adalah... si dia dooonggg...huhu. dia ketawa lebar melihatku sambil terus melangkah ke pintu pagar.
Rada salting juga, hihi..tapi keburu panik juga karena nggak bisa masuk, jadi saltingnya terlupakan gitu aja.


"Kak, ini bagaimana aku masuknya??" tanyaku.
"Manjat.." jawabnya sambil cengengesan.
"Hahh???" aku pikirnya dia bercanda doang, jadi aku ngedumel. Masa manjat??
Eh dia bilang, "Seriuss.." sambil cengengesan lagi. "Tapi nggak di sini. Ayo, lewat samping.."

Aku pun pergi ke samping sekolah, ke pintu pagar yang satunya lagi. Kupikir, pagar yang ini bakal dibukain pagarnya.

"Nah...manjat.." katanya dari balik jeruji.

Hah?? Manjat?? jeritku sambil menatap frustasi pagar itu. Katanya satpam sekolah belum datang, sementara pak Satpam itu yang pegang kunci. Biasanya satpam tiap hari ke sekolahnya jam setengah 8. Mereka lupa bilang ke pak Satpam kalau hari Minggu sekolah mau dipake jam 6, huhu.

Asumsi guru pembina, itu satpam kan selalu ada di sekolah, jaga. Dan juga biasanya sekolah dibuka kalau shubuh, karena ada yang sholat di Musholla. Tapi, ternyata setelah shubuh, sekolahnya dikunci lagi..huhu. Entah pak Satpamnya pergi kemana. Mungkin ada keperluan sebentar. Jadilah KUDU manjat!

Fyi aja nih ya... pagarnya bukan pagar tembok kayak yang di Winter Sonata itu.. *nunjuk gambar*. Pagarnya pagar terali besi, atau jeruji, yang ujungnya ada runcing-runcingnya...hihi.. Tapi bersyukur juga, karena setidaknya itu lebih gampang daripada pagar tembok. Kebayang dong bagaimana kalau pagar tembok?? Yang ada aku lebih milih pulang...huhuhu...Secara aku sama sekali nggak ada bakat atau pun keahlian memanjat!!

Waktu itu juga aku udah mau nangis saat disuruh manjat. Udah mau pulang, tapi ditahan sama dia dan aku dibujuk agar mau naik.
Duh..dibujuk sama dia?? udah lain nih ceritanya...huhuhuh...
Langsung aja aku mau hahaha. Walau dengan ketakutan yang amat sangattt! Brrrrr...

Pertama tas sekolahku dia ambil (dari sela-sela jeruji), jadi aku bisa naik dengan mudah. Aku dituntun sama dia, "injakkan kakimu di sini.." Nunjuk sebuah lobang (kan pagar terali besi itu ada lobang-lobangnya yang bisa dinjak...karena bentuk jeruji besinya bercorak melengkung-lngkung gitu..jadi banyak injakan yang bisa dijadikan penopang kaki). Tapi, dasarnya aku penakut...takut ketinggian, dan juga nggak pintar manjat..huhuhu... rasanya susaaaahhhh banget. Udah naik setengah pagar, aku sudah ketakutan.. Hampir niat mau turun lagi, tapi dia nya bujuk-bujuk lagi agar aku terus naik. Akhirnya dengan berbekal rasa takut dan agak gemetaran juga (nggak mau lihat ke bawah pokoknya).. aku naik..naik.. tiba di puncak! Satu kakiku dia suruh lewatin batas pagar itu kan...buat masuk dan turun di dalam. Tapi aku nggak berani mindahin satu kakiku itu.. masalahnya pagarnya ada runcing-runcingnya di atas..dan pagarnya juga kan goyang-goyang gitu (walau nggak mungkin roboh hehe), tapi tetap aja aku jadinya takuuuutt!! >.<

Hhhh... aku udah mulai panik dan meracau nggak jelas, pokoknya takut banget...huaaaaa...
Selama beberapa waktu kita berdua tetap dalam posisi yang sama. Dia yang di bawah sibuk kasih instruksi..dan aku yang tetap kukuh dalam posisi terakhirku (di puncak pagar), sama sekali nggak berani gerak untuk mindahin satu kakiku.

Jadi, posisiku itu kan masih di luar pagar, tapi udah di puncak. Nah, aku tinggal melompatin batas pagar itu dengan mindahin satu kakiku ke dalam, lalu ntar disusul lagi dengan kakiku yang satunya. Seharusnya gampang... aku tinggal injak salah satu lobang dengan kaki kanan, trus putar badan, dan pindahin lagi satu kaki... Tapi...memang secara teori gampang! TAPi... prakteknya susaaahhhh! Aku takuuuttt huhuhuhu

Dia nya udah ngulurin kedua tangan, "Nggak apa-apa jangan takut.. Kalau jatuh aku tangkap. Ayo, sini.." huhuhuhu

Harusnya itu kalau di drama korea, jadi adegan yang romantis yakk...wahahaha...tapi akunya lagi takut, mana mikir ke situ..taunya cuma jerit-jerit panik, 'ini gimana ini??? Huaaaa!"

Akhirnya setelah waktu berlalu lama dan tak ada kemajuan, dia pergi ke kelas ambil meja, dia angkut dan taruh di depan pagar. Aku disuruh langsung injakkan kaki/ lompat ke situ aja. Tapi, tetap aku nggak berani!! Lagipula pas aku coba julur kaki, mejanya masih kejauhan, nggak nyampeeeeee!! Huaaaaaa...

Tetap nggak bisa..huhuhu

Akhirnya dia naik ke atas meja, hingga tingginya kini udah hampir sejajar aku. Kalau mau bayangin ya kayak di gambar winter Sonata itu. Tingginya tepat segitu. Nah kebayang kan betapa tingginya pagar itu?? Dia naik meja aja, tingginya masih segitu huhu.

Dia ulurin kedua tangan lagi. "Sini..langsung lompat ke aku aja."

"Nggak bisaaaa..." seruku. Bayangin lompat ke dia, selain malu juga takutnya kita berdua jatuh. Secara dia berdiri di atas meja kan... Nah gimana kalau mejanya jadi goyah pas aku nubruk dia..huhuhu

Akhirnya dengan susah payah, aku coba pegangan di bahu dia yang untungnya terjangkau dengan kedua tanganku. Sambil pegangin bahunya kuat-kuat, aku coba pindahin lagi satu kakiku ke sisi pagar yang lain. Dan..Horeee... kini aku berhasil masukkin kedua kakiku, walau akhirnya posisiku menjadi masih berdiri di puncak pagar, dengan sedikit membungkuk karena pegangan di bahu dia yang agak di bawahku. Aku makin gemetaran dong... karena pagarnya makin goyang-goyang uhuhuhu..

"Huaaa...gimana ini kak??"

"Lompat.." katanya samil ketawa-ketaw geli. Mungkin lucu lihat aku daritadi kayak anak kecil.


Di sini baru lah rasa salting menyerangku huhuhu. Rasa panik hilang... yang ada hanya salting, maluuuu, dan guguppp! Rrrr...

Ini degup jantung nggak tahu deh kedengaran atau nggak. Pokoknya jadi deg-degan...huhuh. Aku disuruh lompat ke dia? duh..udah kayak lagi main film atau sinetron aja nih... Secara banyak adegan begini kan di film atau sinetron..hahaha

Karena aku nggak lompat-lompat juga, dia akhirnya ambil alih pegang kedua lengan (tepatnya sih di bawah ketiak aku) huahaha.


kurang lebih sih kayak gini... walau yang terjadi padaku jelas jatuhnya konyol dan malu-maluin banget, bukan romantis 'sweet' gini..hihih


Wah.. aku langsung mikir.. ini mau digendong?? Huaaa... daripada digendong, bikin tambah malu, mending nekat lompat aja deh..

Akhirnya dengan pejam mata, aku lompat! Hup! Jatuh ke dia....

Huahahahaha...ini benar-benar main sinetron dah kita

wakakakakak



udah persis banget deh kayak gini huhuhuh...

Pas aku buka mata, tepat banget mukanya di dekatku.. aku langsung malingin muka dan langsung lepasin pelukan aku dan pegangan tangannya...

Saltingg..dan maluuuu bangett!!!

Aku langsung lari ke lapangan ninggalin dia huahahaha

Dia nya sempat aku liat ketawa-ketawa saat aku lari ke lapangan..huhu..entah dia ketawa kenapa.

Trus saat tiba di lapangan aku liat yang lain (anggota ekskul) pada baring di lapangan dengan mata terpejam, entah mereka ngapain. Suasana henig bangettt! Kayak lagi meditasi gitu.. tapi posisinya mereka berbaring di lapangan, muka ngadap langit, dan mata terpejam. Pembina ekskul ku, Pak Fahmi, yang sedang berbaring juga di lapangan dengan mata terpejam, tahu-tahu bersuara, "Kamu lari.."

Aku maksudnya.
Aku pun lari...walau nggak tahu harus berapa putaran. Si dia baru masuk lapangan pas aku lari, dan itu sumpah aku nggak tahu mau pasang muka gimana..huahaha... Tapi karena dia tersenyum ke aku akhirnya aku bisa bersikap santai..hehe. Aku nanya, "Kak, ini lari berapa putaran?"

"10." katanya sambil cengengesan.


Aku sempat pasang muka gini... 'whuattt??'

Tapi, baru tiga putaran, tahu-tahu suara pembinaku terdengar lagi, masih dengan posisi seperti tadi. "Cukup. Sekarang gabung dengan yang lain."

Aku bingung harus ngapain, tapi aku ngikut aja deh baring gitu di lapangan hihih. Aku asal milih tempat, eh..kenapa dia juga ikut -_-. Dia baring di sebelahku.. huaaaaaa

Ini orang, pikirku. Nggak tahu apa kalau aku masih salting dan sengaja jauh-jauh dari dia? Soalnya kudu ngeredain jantung yang masih berdebar-debar.... hahaha.

Tapi jujur aja di sisi lain ada rasa senang pas dia baring di sebelahku..hahaha. -_-

Aku masih bingung harus ngapain. Sempat aku pejamkan mata, tapi nggak tahu kenapa aku geli sendiri (karena bingung harus ngapain sih baring dan pejamkan mata gitu hihi, dan masih salting juga karena dia baring di sebelahku). Jadi, aku buka mata lagi dan coba ngeliat ke sekeliling. Eh pas noleh ke dia, dianya lagi ngeliatin aku ternyata (tadi aku kira dia lagi pejamkan mata huhu). Yang tadinya aku udah 'tenang', jadi salting lagiiii. Siapa yang nggak kaget coba, udah dia nya baring di sebelahku, kedapetan lagi ngeliat ke aku juga. Huhuhu.

"Apa?" tanyaku, coba nutupin saltingku.
"Nggak.." dianya kembali senyum cengengesan, lalu mejamin matanya.

Dih..nggak jelas, pikirku. Tapi, akhirnya aku ikut mejamin mata. Dan kali ini meditasi berlangsung dengan sangat khidmat hihih. Aku nya juga bisa ngerasain sih efek dari meditasi ini... Ini semacam yoga gitu kan.. aku jadi merasa tenang, damai. Hilang sudah rasa takut, salting, malu, panik, gugup, dll..semua perasaan lah. Yang ada hanya rasa tenang dalam keheningan...

Yah...begitu lah...

Cerita yang super konyol kan??? Hahaha.

Tapi yah...  berawal dari sini segala ingatan tentang dia yang masih terekam jelas di ingatanku, seakan seperti kaset rusak, kembali terputar ulang dengan sendirinya tanpa aku minta..
Semua kejadian, berawal dari ingatan saat di pintu pagar itu... berlanjut ke peristiwa-peristiwa lain yang pernah aku lalui sehubungan dengannya... Saat ulang tahunnya, saat kami teleponan, saat kami SMS-an... saat pertam kali aku menyadari ada 'feel' ke dia, saat aku secara 'khusus' datang ke acara saat dia terpilih menjadi Duta Putra Kalimantan :)) Dan berbagai hal lainnya...

Yah..sekali kenangan, tetap lah kenangan..

Kadang kita terkenang pada segala hal yang bisa membawa banyak 'rasa' pada kita. Tertawa saat itu konyol, berkaca-kaca saat terharu, dan tertawa saat itu benar-benar hal yang memalukan... Semua itu adalah kenangan, yang pernah terjadi di hidup kita pada masa lalu, yang tak akan terulang lagi, namun masih pantas untuk dikenang...


 
Miss's WORLD! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template