Rabu, 20 Maret 2013

Bye-bye, Multiply!! :')

Aaaaakkkkk....

Multiply.com udah closed!!

Iya sih... memang sudah ada peringatan sejak bulan Agustus tahun 2012 kemarin, kalau Multiply.com akan ditutup atau mungkin istilah kasarnya para pengguna Multiply mau digusur gitu, karena katanya mau dijadikan 'toko online' apa gitu lah. maka itu sejak bulan Agustus kemarin, kita para pemakai blog di multiply berbondong-bondong pindahan, sibuk angkut-angkut barang huhuhu. Lumayan tertolongnya aku itu, hanya karena memang dari dulu punya blog dimana-mana. jadi, biar mati satu, masih ada seribu! :p Hahahaa... nggak sih, blogku nggak sebanyak itu. Cuma memang, selain di Multiply, aku juga punya blog lain. Salah satunya ya blog ini *nunjuk-nunjuk tulisan ini*. Tapi, tetap aja ya... sedih loh pas tahu akhirnya hari ini tiba, blogku di Multiply digusur.. 

Tadi aku iseng coba buka blog lama ku di multiply, yang jujur aja masih sering kutengok-tengok hampir tiap hari..huhuhuh, eh..kok ya nggak bisa dibuka?? Multiply is closed!!

Aaaaakkkk... aku sukses ngejerit! T__T


 
Akhirnya, tibalah hari ini... blog lamaku di multiply suskses dimusnahkan..huhuhuh.. Lenyap, hilang tak berbekas.

Sedih...

Karena aku suka dengan Multiply dan sudah terlanjur cinta banget. Walau aku jarang ngeposting sih :p

Tapi, dari semua blog yang aku punya, blog di multiply adalah blog yang paling aku suka. Karena, simpel!

Nggak kayak blogger yang ribet, dan wordpress yang jauh lebih ribet lagi, plus tumbrl yang juga nggak mau kalah ribetnya, Multiply benar-benar sangat simpel, dan aku suka itu! :))

Bahkan kalau mau upload gambar juga gampang banget! Dan cepat! Nggak kayak blogger ini, yang mau upload satu gambar aja agak ribet dan loading beberapa menit -__-

Trus, HTML nya juga nggak pernah bermasalah, nggak kayak blogger yang HTMLnya ada 'salah' dikit aja jadinya error, jadi nggak bisa terposting. Pokoknya blogger tuh rada ribet lah kalau mau posting tulisan -__-

Cuma Multiply yang paling enak dipakai..huhuhu

Dan lagi, kalau di Multiply, kita punya contact list atau friend list, jadi berasa lah kekerabatannya kayak lagi di facebook atau pun Twitter. Dan kalau ada sesama kerabat di multiply menengok/membaca salah satu postingan kita, bisa terlihat juga 'siapa saja warga multiply yang melihat postingan blog kita', namanya ada tertera di daftarnya. Nggak kayak blogger ini kan yang nggak ketahuan siapa saja yang sudah baca. Lagipula, kalau di multiply aku punya teman, dan pasti ada saja yang baca postinganku.. nggak kayak blogger ini, kalau aku posting di sini nggak ada yang baca hehehehe. Di multiply ada pengunjung, di blogger ini sama sekali nggak ada pengunjung -_- hahahaha

Tapi, ya sudah lah.... ikhlas aja deh..  memang sudah saatnya ucapkan 'bye-bye' pada Blog ku di Multiply yang sudah musnah terhapus, tak tertinggalkan barang satu jejak pun.. :'(

Bye-bye...multiply..

Huhuhu

Nb: Tuh kan... apa kubilang, ribet dan susah ngeposting di blogger. Posting satu tulisan ini aja, lagi-lagi bermasalah dengan kode HTMLnya..haddehhh -__-

Kalau lagi begini jadi kangen sama Multiply yang sumpah enak banget, huhuhu, kalau mau posting tinggal ketik tulisannya, terus klik 'posting' selesai dah. Nggak pakai
loading lama malah, huhuhu...

 

Aaaaakkkkk....

Multiply.com udah closed!!

Iya sih... memang sudah ada peringatan sejak bulan Agustus tahun 2012 kemarin, kalau Multiply.com akan ditutup atau mungkin istilah kasarnya para pengguna Multiply mau digusur gitu, karena katanya mau dijadikan 'toko online' apa gitu lah. maka itu sejak bulan Agustus kemarin, kita para pemakai blog di multiply berbondong-bondong pindahan, sibuk angkut-angkut barang huhuhu. Lumayan tertolongnya aku itu, hanya karena memang dari dulu punya blog dimana-mana. jadi, biar mati satu, masih ada seribu! :p Hahahaa... nggak sih, blogku nggak sebanyak itu. Cuma memang, selain di Multiply, aku juga punya blog lain. Salah satunya ya blog ini *nunjuk-nunjuk tulisan ini*. Tapi, tetap aja ya... sedih loh pas tahu akhirnya hari ini tiba, blogku di Multiply digusur.. 

Tadi aku iseng coba buka blog lama ku di multiply, yang jujur aja masih sering kutengok-tengok hampir tiap hari..huhuhuh, eh..kok ya nggak bisa dibuka?? Multiply is closed!!

Aaaaakkkk... aku sukses ngejerit! T__T


 
Akhirnya, tibalah hari ini... blog lamaku di multiply suskses dimusnahkan..huhuhuh.. Lenyap, hilang tak berbekas.

Sedih...

Karena aku suka dengan Multiply dan sudah terlanjur cinta banget. Walau aku jarang ngeposting sih :p

Tapi, dari semua blog yang aku punya, blog di multiply adalah blog yang paling aku suka. Karena, simpel!

Nggak kayak blogger yang ribet, dan wordpress yang jauh lebih ribet lagi, plus tumbrl yang juga nggak mau kalah ribetnya, Multiply benar-benar sangat simpel, dan aku suka itu! :))

Bahkan kalau mau upload gambar juga gampang banget! Dan cepat! Nggak kayak blogger ini, yang mau upload satu gambar aja agak ribet dan loading beberapa menit -__-

Trus, HTML nya juga nggak pernah bermasalah, nggak kayak blogger yang HTMLnya ada 'salah' dikit aja jadinya error, jadi nggak bisa terposting. Pokoknya blogger tuh rada ribet lah kalau mau posting tulisan -__-

Cuma Multiply yang paling enak dipakai..huhuhu

Dan lagi, kalau di Multiply, kita punya contact list atau friend list, jadi berasa lah kekerabatannya kayak lagi di facebook atau pun Twitter. Dan kalau ada sesama kerabat di multiply menengok/membaca salah satu postingan kita, bisa terlihat juga 'siapa saja warga multiply yang melihat postingan blog kita', namanya ada tertera di daftarnya. Nggak kayak blogger ini kan yang nggak ketahuan siapa saja yang sudah baca. Lagipula, kalau di multiply aku punya teman, dan pasti ada saja yang baca postinganku.. nggak kayak blogger ini, kalau aku posting di sini nggak ada yang baca hehehehe. Di multiply ada pengunjung, di blogger ini sama sekali nggak ada pengunjung -_- hahahaha

Tapi, ya sudah lah.... ikhlas aja deh..  memang sudah saatnya ucapkan 'bye-bye' pada Blog ku di Multiply yang sudah musnah terhapus, tak tertinggalkan barang satu jejak pun.. :'(

Bye-bye...multiply..

Huhuhu

Nb: Tuh kan... apa kubilang, ribet dan susah ngeposting di blogger. Posting satu tulisan ini aja, lagi-lagi bermasalah dengan kode HTMLnya..haddehhh -__-

Kalau lagi begini jadi kangen sama Multiply yang sumpah enak banget, huhuhu, kalau mau posting tinggal ketik tulisannya, terus klik 'posting' selesai dah. Nggak pakai
loading lama malah, huhuhu...

 

Minggu, 17 Maret 2013

Berdiri sendiri tanpa UPLINE? Oh... it's okay for me!! :))

Sebelum tidur nge blog sebentar ah...

Masih seputar Oriflame, dan ini bukannya promosi ya..hehehe, hanya sekadar uneg-uneg aja.

Jadi, seperti yang kubilang, aku dapat UPLINE yang sumpah nggak banget..huhuhu

Kalau ingat tuh sedih rasanya ya..

Iya memang sih LUCU kalau sedih cuma gara-gara hal beginian..

Tapi, jujur aja, aku sedih banget kalau ingat..

Pengen rasanya pindah dan ganti UPLINE lain.. tapi sayang nggak bisa...

Bayangkan, aku join Oriflame tanggal 11 Maret, tapi dari aku pertama join, sampai hari ini, jam ini, detik INI, nggak pernah tuh upline ku ngontak aku. Terakhir aku yang ngontak dia tanggal 12-13 Maret kalau nggak salah, itu pun nggk direspon dengan baik sama dia.

Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku ini BARU di sini, jadi nggak heran kalau banyak nggak tahunya dan pengen nanya-nanya segala macam. Tapi, dia, upline saya itu, sama sekali nggak care dengan saya. SIBUK sendiri, entah sibuk apa -__- *gondok*. Boro-boro secara kesadaran diri atau inisiatif sendiri mau ngajarin atau ngasih tutorial ke aku, akunya yang udah inisiatif nanya-nanya sendiri aja nggak dijawab dan nggak digubris sama dia..huhuhu..

Ahasil aku belajar dan mempelajari sistem di Oriflame ini secara otodidak! Semua-semuanya aku belajar sendiri dibantu mbah google huhu. Mana Starterkit nggak ada kabarnya pula! Nggak nyampe-nyampe ke rumah. Entah bagaimana itu urusannya, aku nggak ngerti.

Alhamdulillah..semingguan ini aku belajar secara otodidak, benar-benar SENDIRI bersama Mbah Google, tanpa seorang UPLINE. Aku juga order barang sendiri, ASLI nggak dibantu sama UPLINE. Pokoknya, kayak nggak punya upline aja deh... serba sendiri.

Kesal, iya. Pengen nangis, iya.

Bukan karena apa ya.. aku hanya kecewa saja.

Pengen rasanya pindah grup, tapi ya nggak bisa kan...

Ya udah lah, pasrah di sini.

Sesaat aku sempat drop beberapa hari, karena merasa nggak disupport oleh UPLINE, sama sekali nggak diajarkan apa-apa, asli aku nggak mudeng awalnya, pengetahuanku tentang MLM di Oriflame NOL BESAR.

Namun, setelah beberapa hari aku sempat drop dan sama sekali nggak ngelakuin apa-apa, aku pun akhirnya coba gugling soal Oriflame, belajar sendiri walau awalnya setengah mati, karena banyak istilah dan rumus-rumus yang membingungkanku hehe.. tapi.. HOREEEE..!! akhirnya aku ngerti juga!! Hahaha

Dengan bangganya, aku bisa ORDER produk Oriflame sendiri..  sudah mulai tahu juga sistemnya bagaimana..hehe

Karena itu lah aku BANGKIT dan kembali semangat! Upline?? Ah, lewat! Nggak butuh UPLINE, apalagi upline yang 'begituan' huh -__-

Lagipula aku kini sudah terTAMPAR, dan paham... ini bisnis sendiri, bukan bisnis UPLINE, dan kita bukan bawahan nya UPLINE. Ini bisnis sendiri, dan BOSnya adalah kita sendiri. Jadi nggak ngaruh dengan UPLINE, mau upline nya orang hebat kayak mana juga, sebenarnya kita sendiri yang menjalankan bisnis ini. Seberapa besar usaha kita, itu lah yang jadi penentu keberhasilan kita. Bukan Upline!

Tapi..kalau gitu, kenapa ada istilah UPLINE dan DOWNLINE??

Nah... itu hanyalah sebuah 'sebutan' saja. Mungkin untuk memudahkan kita saat mendata 'jaringan'. Tapi, bukan berarti downline itu bawahannya Upline! BUKAN!

Upline itu bukan apa-apa. Dia hanya lah orang yang DULUAN join dan mengenal dunia bisnis di Oriflame ini. Sedangkan kita? Kebenaran aja kita baru join belakangan daripada dia.

Nah, upline yang sudah duluan belajar, tentu harus membantu downline nya mempelajari sistem bisnis ini kan? Karena bagaimana pun, antara upline dan downline itu ada ikatan layaknya 'adek-kakak'. Tapi...kalau yah upline nya ogah-ogahan mengajarkan kita... ya memang kenapa?? Kita bisa berdiri sendiri, asal ada kemauan!!

Coba aja liat saya ini, dari hari pertama join, asli nggak ada dibantu sama UPLINE. Dia cuma bantu mendaftarkan, menempatkan saya di posisi jaringannya. Selebihnya?? Saya dilepas gitu aja.... ahahahaha *tertawa kering*

Tapi ya udah lah, saya juga nggak peduli. Saya bisa berdiri sendiri kok walau tanpa upline-upline an kayak 'mereka'. Dan saya sudah buktikan itu dalam waktu seminggu ini! Bahwa saya BISA!

Karena apa? Sekali lagi ya saya bilang, bisnis ini bisnis SENDIRI. Upline itu hanya menemani kita diawal-awal saja karena kita ,masih 'baru'. Pada akhirnya pasti dilepas kalau 'cicit'nya udah bisa jadi 'induk'. Seharusnya sih gitu. Nah, bedanya dengan saya, waktu saya masih baru keluar dari cangkang telur, baru menetas, saya sudah ditinggal..hohohoh. Yah.. tak apa-apa lah ya.. It's not problem for me. Sama sekali tidak. Lihat saja, 'anak ayam' yang baru menetas ini, akan bisa menjadi 'ayam jago' dengan sangat sempurna tanpa perlu mengekori induknya kemana pun!

Pokoknya percaya saja.. suatu hal yang diawali dengan niat baik, dan dijalankan serta dilakukan dengan baik, pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik pula! InsyaAllah! Amiinn..

Sebelum tidur nge blog sebentar ah...

Masih seputar Oriflame, dan ini bukannya promosi ya..hehehe, hanya sekadar uneg-uneg aja.

Jadi, seperti yang kubilang, aku dapat UPLINE yang sumpah nggak banget..huhuhu

Kalau ingat tuh sedih rasanya ya..

Iya memang sih LUCU kalau sedih cuma gara-gara hal beginian..

Tapi, jujur aja, aku sedih banget kalau ingat..

Pengen rasanya pindah dan ganti UPLINE lain.. tapi sayang nggak bisa...

Bayangkan, aku join Oriflame tanggal 11 Maret, tapi dari aku pertama join, sampai hari ini, jam ini, detik INI, nggak pernah tuh upline ku ngontak aku. Terakhir aku yang ngontak dia tanggal 12-13 Maret kalau nggak salah, itu pun nggk direspon dengan baik sama dia.

Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku ini BARU di sini, jadi nggak heran kalau banyak nggak tahunya dan pengen nanya-nanya segala macam. Tapi, dia, upline saya itu, sama sekali nggak care dengan saya. SIBUK sendiri, entah sibuk apa -__- *gondok*. Boro-boro secara kesadaran diri atau inisiatif sendiri mau ngajarin atau ngasih tutorial ke aku, akunya yang udah inisiatif nanya-nanya sendiri aja nggak dijawab dan nggak digubris sama dia..huhuhu..

Ahasil aku belajar dan mempelajari sistem di Oriflame ini secara otodidak! Semua-semuanya aku belajar sendiri dibantu mbah google huhu. Mana Starterkit nggak ada kabarnya pula! Nggak nyampe-nyampe ke rumah. Entah bagaimana itu urusannya, aku nggak ngerti.

Alhamdulillah..semingguan ini aku belajar secara otodidak, benar-benar SENDIRI bersama Mbah Google, tanpa seorang UPLINE. Aku juga order barang sendiri, ASLI nggak dibantu sama UPLINE. Pokoknya, kayak nggak punya upline aja deh... serba sendiri.

Kesal, iya. Pengen nangis, iya.

Bukan karena apa ya.. aku hanya kecewa saja.

Pengen rasanya pindah grup, tapi ya nggak bisa kan...

Ya udah lah, pasrah di sini.

Sesaat aku sempat drop beberapa hari, karena merasa nggak disupport oleh UPLINE, sama sekali nggak diajarkan apa-apa, asli aku nggak mudeng awalnya, pengetahuanku tentang MLM di Oriflame NOL BESAR.

Namun, setelah beberapa hari aku sempat drop dan sama sekali nggak ngelakuin apa-apa, aku pun akhirnya coba gugling soal Oriflame, belajar sendiri walau awalnya setengah mati, karena banyak istilah dan rumus-rumus yang membingungkanku hehe.. tapi.. HOREEEE..!! akhirnya aku ngerti juga!! Hahaha

Dengan bangganya, aku bisa ORDER produk Oriflame sendiri..  sudah mulai tahu juga sistemnya bagaimana..hehe

Karena itu lah aku BANGKIT dan kembali semangat! Upline?? Ah, lewat! Nggak butuh UPLINE, apalagi upline yang 'begituan' huh -__-

Lagipula aku kini sudah terTAMPAR, dan paham... ini bisnis sendiri, bukan bisnis UPLINE, dan kita bukan bawahan nya UPLINE. Ini bisnis sendiri, dan BOSnya adalah kita sendiri. Jadi nggak ngaruh dengan UPLINE, mau upline nya orang hebat kayak mana juga, sebenarnya kita sendiri yang menjalankan bisnis ini. Seberapa besar usaha kita, itu lah yang jadi penentu keberhasilan kita. Bukan Upline!

Tapi..kalau gitu, kenapa ada istilah UPLINE dan DOWNLINE??

Nah... itu hanyalah sebuah 'sebutan' saja. Mungkin untuk memudahkan kita saat mendata 'jaringan'. Tapi, bukan berarti downline itu bawahannya Upline! BUKAN!

Upline itu bukan apa-apa. Dia hanya lah orang yang DULUAN join dan mengenal dunia bisnis di Oriflame ini. Sedangkan kita? Kebenaran aja kita baru join belakangan daripada dia.

Nah, upline yang sudah duluan belajar, tentu harus membantu downline nya mempelajari sistem bisnis ini kan? Karena bagaimana pun, antara upline dan downline itu ada ikatan layaknya 'adek-kakak'. Tapi...kalau yah upline nya ogah-ogahan mengajarkan kita... ya memang kenapa?? Kita bisa berdiri sendiri, asal ada kemauan!!

Coba aja liat saya ini, dari hari pertama join, asli nggak ada dibantu sama UPLINE. Dia cuma bantu mendaftarkan, menempatkan saya di posisi jaringannya. Selebihnya?? Saya dilepas gitu aja.... ahahahaha *tertawa kering*

Tapi ya udah lah, saya juga nggak peduli. Saya bisa berdiri sendiri kok walau tanpa upline-upline an kayak 'mereka'. Dan saya sudah buktikan itu dalam waktu seminggu ini! Bahwa saya BISA!

Karena apa? Sekali lagi ya saya bilang, bisnis ini bisnis SENDIRI. Upline itu hanya menemani kita diawal-awal saja karena kita ,masih 'baru'. Pada akhirnya pasti dilepas kalau 'cicit'nya udah bisa jadi 'induk'. Seharusnya sih gitu. Nah, bedanya dengan saya, waktu saya masih baru keluar dari cangkang telur, baru menetas, saya sudah ditinggal..hohohoh. Yah.. tak apa-apa lah ya.. It's not problem for me. Sama sekali tidak. Lihat saja, 'anak ayam' yang baru menetas ini, akan bisa menjadi 'ayam jago' dengan sangat sempurna tanpa perlu mengekori induknya kemana pun!

Pokoknya percaya saja.. suatu hal yang diawali dengan niat baik, dan dijalankan serta dilakukan dengan baik, pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik pula! InsyaAllah! Amiinn..

Awal-awalku bersama Oriflame.. :)

Huahahahaa... finally saya RESMI jadi consultant di Oriflame! Huihihi..

Sebenarnya, aku yakin banyak orang yang kalau TAHU aku mendaftar dan menjadi consultant di Oriflame, pasti rada mengernyit (sama kayak aku dulu kalau dengar orang join dalam sebuah MLM hehe), dan bahkan bertanya-tanya, apa iya aku bisa??

Karena mereka sangat tahu seperti apa aku orangnya.Jadi,pasti rada-rada bertanya, memangnya bisa ngejalanin bisnis MLM ala oriflame ini??

Semalam saja, waktu Mamaku tahu aku ikutan, sempat rada di pesimisin sama Mama..huhu. Tapi untungnya setelah aku jelasin panjang lebar kenapa aku mau gabung dalam Oriflame, Mama akhirnya manut-manut aja..hehe

Sebenarnya sudah sangat lama aku dihantui oleh Oriflame ini. Karena aku 'kenal' satu orang yang sudah lama join di Oriflame (sejak tahun 2009), namun karena ia konsisten menjalani sistemnya, dan SERIUS, dan berkerja keras, sekarang (2013) dia sudah menerima bonus/gaji 14 juta per bulan. Huhuhu

Siapa sih yang nggak mau JUTA-JUTA? :p Semua juga mau ya kan?? Termasuk aku.. hahaha

Sudah dari lama aku dihantui oleh Oriflame ini, tapi baru dapat pencerahannya bulan Maret 2013 ini hahaha

Dulu aku nyaris 3 kali join di Oriflame. Pertama, sama D'bcn Grup. Waktu tahun 2011 (sekitar bulan November), aku gugling-gugling soal Oriflame di internet, eh entah bagaimana ceritanya pokoknya nyasar ke D'bcn grup. Aku pun coba isi pendaftaran, kemudian setelahya aku dihubungi oleh salah satu consultant Oriflame. Aku ditanya, apa serius ingin gabung? Aku balas nanya-nanya (kisahnya mau pemantapan diri dulu sebelum gabung) hehe. Aku nanya segala macam, dan dijawab dengan sabar oleh Consultantnya.

Aku cerewet nanya segala macam, karena memang waktu itu belum bener-bener MELEK sama oriflame, walau secara garis besar aku ngerti sistemnya gimana. Dan aku waktu itu masih lebih banyak ragunya daripada keinginan untuk gabung, hehe. Bukan! Bukan ragu sama bisnisnya. Jujur aja saat itu aku sudah MANTAP banget sama Oriflame. Aku tahu Oriflame adalah bisnis yang benar-benar bisnis. Bisnis yang benar-benar sangat menjanjikan, tapi dengan CATATAN, kita bisa konsisten dan serius menjalaninya!

Cuma, aku ragunya pada diriku waktu itu. Apa bisa aku jadi Consultan di Oriflame?? Aku gak bakat jualan, aku gak bakat ngeREKRUT orang...huhuhu... yah... aku orangnya cukup pemalu, hihi..bukan tipe orang yang dengan percaya dirinya bisa berkoar-koar menawarkan produk atau pun ngajakin orang untuk gabung dalam bisnis ini.

Akhirnya karena SADAR DIRI dengan kemampuan, aku pun mundur dengan teratur setelah ngePHPin si consultant yang waktu itu jadi sponsorku..hehehe

Untuk beberapa waktu masalah Oriflame sempat terlupakan. Karena aku begitu hectic berat dengan masalah kampus. Iya, waktu itu lagi pusing-pusingnya juga dengan masalah kampus dengan tugas yang super menumpuk, hehe. Itu juga sebenarnya yang menjadi salah satu alasanku kenapa masih ragu join di Oriflame. Dengan tugas-tugas dan praktikum kampus yang selalu sukses bikin aku kocar-kacir sampai bergadangan nggak tidur, rasanya IMPOSSIBLE aku punya waktu ngurusin Oiflame..

Ngurusin KAMPUS aja aku nggak becus, mau ditambah ngurusin ORIFLAME pula?? Hewww... *tarik napas berat*

Menjadi anak farmasi dengan segala laporan yang menunggu deadline, plus jadwal praktikum yang super padat, rasanya nggak ada tempat lagi buat nambah-nambah 'masalah' hahaha. Waktu itu aja aku udah ngerasa tekanan batin, karena merasa nggak punya waktu lagi buat diri sendiri. Hampir seluruh waktu 24 jamku sudah menjadi milik KAMPUS, sisanya?? Buat TIDUR dan tentunya buat menulis!! Hahaha

Jadi, ya udah...nggak ada tuh ceritanya nambah-nambahin kerjaan dengan Oriflame..

Tapi, sebenarnya diam-diam aku masih merasa dihantui dengan keberadaan si Oriflame ini..huhu. Aku masih suka gugling-gugling tentang Oriflame, penasaran pengen pelajarin kayak apa sih sistemnya. Sampai akhirnya pertengahan 2012 aku kembali coba daftar di d'bcn! Hahahaha

Dan sama kayak kasus pertama, salah satu consultant Oriflame di d'bcn menghubungiku, dan...aku nanya-nanya banyak hal (sekali lagi DEMI pemantapan diri), namun berakhir dengan....mundur teratur. wakakakak

Lagi-lagi aku ngePHPin salah satu consultant Oiflame di d'bcn...

Masih dengan alasan yang sama sebenarnya dengan kasus pertama, RAGU pada kemampuan diri sendiri, dan... juga masih merasa waktu 24 jamku udah diambil oleh kampus, dan ngerasa nggak akan bisa memberikan waktu untuk Oriflame. Rasa-rasanya waktu 24 jamku tuh udah nggak bersisa lagi untuk dibagikan pada Oriflame, walau hanya satu jam..hihi (gaya banget ya).

Dan, pada akhir tahun 2012, aku ngobrol dengan kenalanku yang udah join di Oriflame sejak tahun 2009 itu. Asyik-asyik ngomong ini itu, topik kita tahu-tahu ke Oriflame. Aku nanya segala macam ini-itu, dan dia dengan semangatnya yang berapi-api, menjelaskan dan menjawab semua yang aku tanyakan!! Muahahaha
.
Ya, aku bisa merasakan bahwa dia memang punya passion yang sangat besar di Oriflame ini. Terlihat dari bagaimana cara dia bergitu semangat menjelaskan sistemnya. Kelihatan banget lah skillnya.

Tapi, ternyata sejago apapun dia menjelaskan, sejago apapun dia ngerekrut orang, tetap dia belum bisa menarikku keluar dari rasa RAGU pada diriku..hehe

Yah...jadinya kayak kasus satu dan dua, aku kembali mundur teratur...hehe

Dan akhirnya sampai bulan MARET 2013 ini, baru lah aku benar-benar dapat HIDAYAH..huahaha

Hm..sebenarnya awalnya sempat masih ragu juga, tapi aku berusaha ngatasin rasa ragu itu dengan terus melangkah maju..hehe. Jadi, nggak peduli seberapa besar keraguanku itu, aku tetap terus melangkah membelah belantara *??* :P Karena akhirnya aku dapat pencerahan, kenapa aku nggak MENCOBA dulu?? Biasanya nih ya..kalau ada sesuatu hal yang meragukan kita, setelah coba menjalaninya dan terjun langsung, pasti lama-lama keraguan itu akan hilang! Ya kan?? Ya kan?? *pengalaman*

Dan lagi aku ingin matahin semua hal yang menjadi alasanku selama ini. Gak bisa jualan?? Gak bisa ngerekrut?? PATAHkan semua hal itu!! Bagaimana mau tahu bisa atau nggak kalau belum menCOBA ya kan???

Dan lagi, kalaupun aku gagal....

Eh, bukan gagal sih. Karena menurutku, nggak ada yang GAGAL dalam sebuah bisnis. Yang ada hanyalah mereka 'KELUAR' atau 'BERHENTI' sebelum 'BERHASIL'.

Jadi, selama ini kalau ada yang ngaku gagal menjalani Oriflame, dia sebenarnya nggak gagal. Tapi dia 'menyerah' dengan sendirinya, dan memilih 'keluar'. Ya kan??

So, nggak ada yang GAGAL.

Jadi, maksudku... kalau aku nanti memutuskan berhenti, karena mungkin 'cepat menyerah' (semoga nggak ya Allah >_< ), aku pun nggak rugi! Mau rugi apanya?? Ya ampun,, dafar Oiflame itu cuma Rp 49.900!! MURAH!!!

Dan lagi, aku join Oriflame juga bukan karena dipaksa atau direkrut seseorang. Tapi, aku dengan sendirinya yang mengajukan diri..hahaha. Iya, tanpa ada yang prospek, tanpa ada yang ngajakin, tanpa ada yang ngejar-ngejar, aku sendiri yang memasrahkan diri untuk gabung. So, aku nggak akan pernah menyesal apapun yang terjadi nanti. Karena sejak awal memang aku sendiri yang memutuskan, bukan orang lain.

DAN LAGI, aku juga jauuuhhhhh sebelum join Oriflame ini, memang sudah suka sama produk Oriflame. Aku pakai beberapa produknya. Kayak, pure Skin Head&Treat, Oriflame Beauty Reveal kit, Oriflame beauty Whitening Powder four, Very Me Cover Up Concealer, Optimals Seeing is Believing Multi-benefit, dan tiga produk lainnya yang aku lupa apa namanya hehe (ntar kalau udah inget di UPDATE dah).

Nah, banyak kan??? Ada sekitar 7-8 produk.

Aku pikir, daripada aku order ke Consultant lain, dan mereka yang untung, (dan kadang order ke mereka rada ribet juga), mending aku ngelamar jadi consultant kan?? Aku bisa pesan semua produk yang aku suka itu untuk menguntungkan diriku sendiri (karena dapat harga murah hehe dan dapat berbagai hadiah!! ). Dan lagi, kalau aku jadi consultan, ordernya nggak seribet saat aku order ke 'mereka'. Aku di sini tinggal buka website dan langsung pilah-pilih produk yang aku mau, dan tinggal transfer duit dah. Lalu?? Barang pun sampai ke rumah. Hahaha. Gampang kan???

Makanya... jadi kalaupun pada akhirnya aku nggak bisa menjalankan sistemnya dengan baik, aku nggak akan merasa RUGI. Karena aku memang pemakai beberapa produk Oriflame, dan aku dapat bonus juga kalau belanja sebagai consultan, PLUS daftarnya juga MURAH! Cuma Rp 49.900 saja!!..hh.. apanya yang merasa RUGI?? hehehe


Karena itu lah, sekarang aku dengan bangga bilang, aku jadi CONSULTANT di Oriflame loh!! Uhuk... gaya banget yak ngomongnya..hehe

Dan selama aku jadi consultant ini, hal pertama yang aku lakukan ADALAH, belanja buat diriku sendiri! Hehehe. BORONG!!

Ini belanjaanku di hari pertama aku gabung..







Huahahahaa... finally saya RESMI jadi consultant di Oriflame! Huihihi..

Sebenarnya, aku yakin banyak orang yang kalau TAHU aku mendaftar dan menjadi consultant di Oriflame, pasti rada mengernyit (sama kayak aku dulu kalau dengar orang join dalam sebuah MLM hehe), dan bahkan bertanya-tanya, apa iya aku bisa??

Karena mereka sangat tahu seperti apa aku orangnya.Jadi,pasti rada-rada bertanya, memangnya bisa ngejalanin bisnis MLM ala oriflame ini??

Semalam saja, waktu Mamaku tahu aku ikutan, sempat rada di pesimisin sama Mama..huhu. Tapi untungnya setelah aku jelasin panjang lebar kenapa aku mau gabung dalam Oriflame, Mama akhirnya manut-manut aja..hehe

Sebenarnya sudah sangat lama aku dihantui oleh Oriflame ini. Karena aku 'kenal' satu orang yang sudah lama join di Oriflame (sejak tahun 2009), namun karena ia konsisten menjalani sistemnya, dan SERIUS, dan berkerja keras, sekarang (2013) dia sudah menerima bonus/gaji 14 juta per bulan. Huhuhu

Siapa sih yang nggak mau JUTA-JUTA? :p Semua juga mau ya kan?? Termasuk aku.. hahaha

Sudah dari lama aku dihantui oleh Oriflame ini, tapi baru dapat pencerahannya bulan Maret 2013 ini hahaha

Dulu aku nyaris 3 kali join di Oriflame. Pertama, sama D'bcn Grup. Waktu tahun 2011 (sekitar bulan November), aku gugling-gugling soal Oriflame di internet, eh entah bagaimana ceritanya pokoknya nyasar ke D'bcn grup. Aku pun coba isi pendaftaran, kemudian setelahya aku dihubungi oleh salah satu consultant Oriflame. Aku ditanya, apa serius ingin gabung? Aku balas nanya-nanya (kisahnya mau pemantapan diri dulu sebelum gabung) hehe. Aku nanya segala macam, dan dijawab dengan sabar oleh Consultantnya.

Aku cerewet nanya segala macam, karena memang waktu itu belum bener-bener MELEK sama oriflame, walau secara garis besar aku ngerti sistemnya gimana. Dan aku waktu itu masih lebih banyak ragunya daripada keinginan untuk gabung, hehe. Bukan! Bukan ragu sama bisnisnya. Jujur aja saat itu aku sudah MANTAP banget sama Oriflame. Aku tahu Oriflame adalah bisnis yang benar-benar bisnis. Bisnis yang benar-benar sangat menjanjikan, tapi dengan CATATAN, kita bisa konsisten dan serius menjalaninya!

Cuma, aku ragunya pada diriku waktu itu. Apa bisa aku jadi Consultan di Oriflame?? Aku gak bakat jualan, aku gak bakat ngeREKRUT orang...huhuhu... yah... aku orangnya cukup pemalu, hihi..bukan tipe orang yang dengan percaya dirinya bisa berkoar-koar menawarkan produk atau pun ngajakin orang untuk gabung dalam bisnis ini.

Akhirnya karena SADAR DIRI dengan kemampuan, aku pun mundur dengan teratur setelah ngePHPin si consultant yang waktu itu jadi sponsorku..hehehe

Untuk beberapa waktu masalah Oriflame sempat terlupakan. Karena aku begitu hectic berat dengan masalah kampus. Iya, waktu itu lagi pusing-pusingnya juga dengan masalah kampus dengan tugas yang super menumpuk, hehe. Itu juga sebenarnya yang menjadi salah satu alasanku kenapa masih ragu join di Oriflame. Dengan tugas-tugas dan praktikum kampus yang selalu sukses bikin aku kocar-kacir sampai bergadangan nggak tidur, rasanya IMPOSSIBLE aku punya waktu ngurusin Oiflame..

Ngurusin KAMPUS aja aku nggak becus, mau ditambah ngurusin ORIFLAME pula?? Hewww... *tarik napas berat*

Menjadi anak farmasi dengan segala laporan yang menunggu deadline, plus jadwal praktikum yang super padat, rasanya nggak ada tempat lagi buat nambah-nambah 'masalah' hahaha. Waktu itu aja aku udah ngerasa tekanan batin, karena merasa nggak punya waktu lagi buat diri sendiri. Hampir seluruh waktu 24 jamku sudah menjadi milik KAMPUS, sisanya?? Buat TIDUR dan tentunya buat menulis!! Hahaha

Jadi, ya udah...nggak ada tuh ceritanya nambah-nambahin kerjaan dengan Oriflame..

Tapi, sebenarnya diam-diam aku masih merasa dihantui dengan keberadaan si Oriflame ini..huhu. Aku masih suka gugling-gugling tentang Oriflame, penasaran pengen pelajarin kayak apa sih sistemnya. Sampai akhirnya pertengahan 2012 aku kembali coba daftar di d'bcn! Hahahaha

Dan sama kayak kasus pertama, salah satu consultant Oriflame di d'bcn menghubungiku, dan...aku nanya-nanya banyak hal (sekali lagi DEMI pemantapan diri), namun berakhir dengan....mundur teratur. wakakakak

Lagi-lagi aku ngePHPin salah satu consultant Oiflame di d'bcn...

Masih dengan alasan yang sama sebenarnya dengan kasus pertama, RAGU pada kemampuan diri sendiri, dan... juga masih merasa waktu 24 jamku udah diambil oleh kampus, dan ngerasa nggak akan bisa memberikan waktu untuk Oriflame. Rasa-rasanya waktu 24 jamku tuh udah nggak bersisa lagi untuk dibagikan pada Oriflame, walau hanya satu jam..hihi (gaya banget ya).

Dan, pada akhir tahun 2012, aku ngobrol dengan kenalanku yang udah join di Oriflame sejak tahun 2009 itu. Asyik-asyik ngomong ini itu, topik kita tahu-tahu ke Oriflame. Aku nanya segala macam ini-itu, dan dia dengan semangatnya yang berapi-api, menjelaskan dan menjawab semua yang aku tanyakan!! Muahahaha
.
Ya, aku bisa merasakan bahwa dia memang punya passion yang sangat besar di Oriflame ini. Terlihat dari bagaimana cara dia bergitu semangat menjelaskan sistemnya. Kelihatan banget lah skillnya.

Tapi, ternyata sejago apapun dia menjelaskan, sejago apapun dia ngerekrut orang, tetap dia belum bisa menarikku keluar dari rasa RAGU pada diriku..hehe

Yah...jadinya kayak kasus satu dan dua, aku kembali mundur teratur...hehe

Dan akhirnya sampai bulan MARET 2013 ini, baru lah aku benar-benar dapat HIDAYAH..huahaha

Hm..sebenarnya awalnya sempat masih ragu juga, tapi aku berusaha ngatasin rasa ragu itu dengan terus melangkah maju..hehe. Jadi, nggak peduli seberapa besar keraguanku itu, aku tetap terus melangkah membelah belantara *??* :P Karena akhirnya aku dapat pencerahan, kenapa aku nggak MENCOBA dulu?? Biasanya nih ya..kalau ada sesuatu hal yang meragukan kita, setelah coba menjalaninya dan terjun langsung, pasti lama-lama keraguan itu akan hilang! Ya kan?? Ya kan?? *pengalaman*

Dan lagi aku ingin matahin semua hal yang menjadi alasanku selama ini. Gak bisa jualan?? Gak bisa ngerekrut?? PATAHkan semua hal itu!! Bagaimana mau tahu bisa atau nggak kalau belum menCOBA ya kan???

Dan lagi, kalaupun aku gagal....

Eh, bukan gagal sih. Karena menurutku, nggak ada yang GAGAL dalam sebuah bisnis. Yang ada hanyalah mereka 'KELUAR' atau 'BERHENTI' sebelum 'BERHASIL'.

Jadi, selama ini kalau ada yang ngaku gagal menjalani Oriflame, dia sebenarnya nggak gagal. Tapi dia 'menyerah' dengan sendirinya, dan memilih 'keluar'. Ya kan??

So, nggak ada yang GAGAL.

Jadi, maksudku... kalau aku nanti memutuskan berhenti, karena mungkin 'cepat menyerah' (semoga nggak ya Allah >_< ), aku pun nggak rugi! Mau rugi apanya?? Ya ampun,, dafar Oiflame itu cuma Rp 49.900!! MURAH!!!

Dan lagi, aku join Oriflame juga bukan karena dipaksa atau direkrut seseorang. Tapi, aku dengan sendirinya yang mengajukan diri..hahaha. Iya, tanpa ada yang prospek, tanpa ada yang ngajakin, tanpa ada yang ngejar-ngejar, aku sendiri yang memasrahkan diri untuk gabung. So, aku nggak akan pernah menyesal apapun yang terjadi nanti. Karena sejak awal memang aku sendiri yang memutuskan, bukan orang lain.

DAN LAGI, aku juga jauuuhhhhh sebelum join Oriflame ini, memang sudah suka sama produk Oriflame. Aku pakai beberapa produknya. Kayak, pure Skin Head&Treat, Oriflame Beauty Reveal kit, Oriflame beauty Whitening Powder four, Very Me Cover Up Concealer, Optimals Seeing is Believing Multi-benefit, dan tiga produk lainnya yang aku lupa apa namanya hehe (ntar kalau udah inget di UPDATE dah).

Nah, banyak kan??? Ada sekitar 7-8 produk.

Aku pikir, daripada aku order ke Consultant lain, dan mereka yang untung, (dan kadang order ke mereka rada ribet juga), mending aku ngelamar jadi consultant kan?? Aku bisa pesan semua produk yang aku suka itu untuk menguntungkan diriku sendiri (karena dapat harga murah hehe dan dapat berbagai hadiah!! ). Dan lagi, kalau aku jadi consultan, ordernya nggak seribet saat aku order ke 'mereka'. Aku di sini tinggal buka website dan langsung pilah-pilih produk yang aku mau, dan tinggal transfer duit dah. Lalu?? Barang pun sampai ke rumah. Hahaha. Gampang kan???

Makanya... jadi kalaupun pada akhirnya aku nggak bisa menjalankan sistemnya dengan baik, aku nggak akan merasa RUGI. Karena aku memang pemakai beberapa produk Oriflame, dan aku dapat bonus juga kalau belanja sebagai consultan, PLUS daftarnya juga MURAH! Cuma Rp 49.900 saja!!..hh.. apanya yang merasa RUGI?? hehehe


Karena itu lah, sekarang aku dengan bangga bilang, aku jadi CONSULTANT di Oriflame loh!! Uhuk... gaya banget yak ngomongnya..hehe

Dan selama aku jadi consultant ini, hal pertama yang aku lakukan ADALAH, belanja buat diriku sendiri! Hehehe. BORONG!!

Ini belanjaanku di hari pertama aku gabung..







Rabu, 13 Maret 2013

Terkenang.... :)

Hanya berawal dari satu hal kecil, segala hal tentangmu lalu dengan seenaknya berseliweran begitu saja di otakku. And I can't help myself... Saat ada tawa tatkala teringat hal-hal konyol sehubungan denganmu, senyum-senyum kecil saat aku semakin menyadari betapa konyolnya hal itu, dan sedikit sedih...menyadari semua hal itu ternyata masih menjadi bagian kenangan indah dalam memoriku, walau telah begitu lama berlalu, dan tak mungkin terulang lagi.. :')




Aku bukan sedang mengarang atau pun mendongeng...tapi itu benar-benar baru saja aku alamin.

Hanya berawal dari sebuah drama Korea, Winter Sonata. Aku menemukan file bertajuk Winter Sonata di salah satu folder laptopku. Karena iseng nggak ada kerjaan, aku klik deh... iseng nonton episode-episode awal, karena kebenaran juga kan udah lama aku nggak nonton Winter Sonata hihi.. ada rasa kangen-kangen dikit gitu lah..

Dan asyik-asyiknya aku nonton Winter Sonata, baru seputar di episode 1, aku menemukan beberapa adegan yang tahu-tahu menarik memori lama tentang seseorang, yang langsung saja berhasil merenggut aku masuk ke dalam kenangan masa lalu, yang sudah begitu lama.

I know... ini kedengaran 'lebay' or 'cheesy' banget.. :p

Tapi, ini nyata... dan aku sukses berkaca-kaca entah kenapa, dan kadang tertawa-tawa sendiri kalau mengingat betapa dulu aku pernah melakukan hal-hal konyol. Tapi, yah...itu nggak usah aku jabarin di sini lah ya..malu-maluin soalnya :p hahaha

Aku cuma lagi pengen ngebahas, adegan-adegan mana di winter sonata yang sukses menyeret aku ke masa lalu ini.

Tahu adegan ini?



 

:))

Disambung dengan adegan ini..





Kenapa adegan ini sampai bisa aku teringat seseorang, dan akhirnya jadi terkenang masa lalu??

Haaa... ya karena aku pernah ngalamin adegan yang benar-benar bisa dibilang nyaris miriiippppp banget kayak gitu. Dan karena itu aku lakukan dengan someone special di masa itu, jelas aja jadi tertanam di otak selalu kejadian itu..hihihi... *tutup muka* *mendadak jadi malu sendiri pake acara cerita beginian di blog* *tapi udah terlanjur, dan udah niat, ya udah lanjutin aja.. :p*


Dibilang benar-benar mirip sih nggak... Jelas, kalau di drama Korea, adegan itu bakal terkesan sweet ya kan?? Kalau di aku mungkin jatuhnya malah terkesan 'konyol' dan 'malu-maluin' huahahahaha. Tapi, sekali lagi, berhubung dia adalah someone special di masa itu, jelas aja feel di aku jatuhnya 'super berlebihan'. Hahaha. Di dia nya mungkin itu 'biasa' aja, tapi di akunya... aku ingat banget waktu itu salting nya bukannnn maiiiinnnnn! Maluuuu...maluuunya...bukan maiiinnn setengah mati! Salting banget lah pokoknya! Aku sendiri nggak kebayang waktu itu mukaku bagaimana..huhuhuh..


Aku dan dia beda kelas, dan beda angkatan juga waktu SMA. Waktu itu aku kelas 2 SMA, dia kelas 3 SMA, beda satu tingkat yaaa. Jujur aja, aku ada perasaan sama dia sejak kelas 1 SMA *tutup muka lagi*. Hhmm.... bagaimana awalnya kita bisa kenal, dan bagaimana sampai akhirnya aku bisa punya 'feeling' sama dia, itu puaaanjaanggg banget ceritanya. Kita berdua ketemu di ekskul sekolah, yaitu Teater. Aku masuk Teater, dan kebenaran dia juga, dan dia pula yang jadi ketua CLUB teaternya waktu itu..hahaha. Tapi, jangan salah... ceritanya sampai aku bisa punya 'feeling' ke dia itu, bukan kayak lagu-lagu yaaa... 'cinta pada pandangan pertama' hahaha. Sama sekali nggak seperti itu. Aku kenal dia bulan Agustus tahun 2010. Mulai-mulai ada 'feel'nya pas bulan Februari tahun depannya kemudian, hahaha. Iya, jadi setelah kenal cukup lama, baru deh... 'ada yang bersemi' :p


Langsung aja... waktu itu mungkin udah masuk setengah tahun lah aku ada 'feel' ke dia.. tapi aku tetap profesional ya. Perasaan itu nggak aku bawa-bawa ke kegiatan ekskul. Jadi, prinsipku, bagaimana pun bentuk perasaanku pada dia, jangan sampai mengganggu kegiatan ekskul ku.. :p

Entah kenapa, yang awalnya kegiatan ekskul di lakukan hanya sepulang sekolah, tahu-tahu guru pembina kami bikin gagasan baru, bahwa ada latihan 'khusus' tiap hari minggu pagi. Jadi, kami diwajibkan tiap hari Minggu tuh jam 6 pagi sudah ada di sekolah, buat latihan 'khusus' itu. Hihi.. udah kayak pelatihan tentara aja -_-

Seperti biasa aku selalu semangat dong kalau sudah menyangkut kegiatan ekskul ku tercinta ini... because I love Teather so much . Tapi sesemangat apapun aku, ternyata tetap aja TELAT datangnya huahahaha. Aku lupa telatnya karena apa. Yang jelas bukan karena aku, soalnya aku ingat banget aku begitu semangatnya bagun pagi sekali. Kayaknya kendala ada pada Ayahku waktu itu. Ayahku keberatan ngantar aku sepagi buta gitu, jadi lah keberangkatanku molor..huhuhu..nyampe di sekolah jam setengah tujuh. Asumsiku sih biasanya kegiatan juga tentunya molor, karena udah khas Indonesia banget gitu kan, acaranya katanya mulai jam berapa, eh pesertanya datang jam berapa. Jadi, aku pikir...ah masih setengah tujuh pagi kok, malah mungkin belum mulai nih kegiatannya.. *udah pikiran negativ aja hihihi*.

Weitsss...tapi ternyata aku salah, dongggg! Tiba di sekolah, dari balik pintu pagar berjeruji, aku bisa dengar suara derap langkah yang begitu ramai berlari keliling lapangan sekolah. Wah...pikirku 'latihan khususnya udah dimulai nih..'. Duh..

Aku buru-buru mau masuk. Udah telat banget nih aku kayaknya!

Tapi, pas aku coba dorong pintu pagarnya... digembok dooong!! lengkap dengan rantai gede, dan gembok super besar. Lha... ini gimana sih? Bagaimana ceritanya aku bisa masuk kalau gini???

Aku langsung teringat kalau ada pagar juga di samping sekolah. Aku langsung lari ke sana...dan....digembok juga dooonggg!!! Huhuhu..

Aku kemudian sibuk nelpon teman-teman dan SMS sana-sini.. tapi ditelpon nggak diangkat-angkat..huhuhu. Ya wajar sih... karena aku bisa dnegar suara langkah kaki mereka yang lagi lari keliling lapangan, entah sudah berapa putarann.. -_-

Aku pikir mungkin aku pulang aja deh... Iya, pulang aja. Baru aja aku mau balik keluar dari gerbang, eh.. ada suara langkah di lorong terdekat dari pintu pagar. Wah..ada orang nih. Pikirku,pasti mereka ada yang baca SMSku, dan salah satunya memutuskan keluar menghampiriku untuk membukakan pintu pagar..huhuh

Tapi...sosok yang keluar itu..adalah... si dia dooonggg...huhu. dia ketawa lebar melihatku sambil terus melangkah ke pintu pagar.
Rada salting juga, hihi..tapi keburu panik juga karena nggak bisa masuk, jadi saltingnya terlupakan gitu aja.


"Kak, ini bagaimana aku masuknya??" tanyaku.
"Manjat.." jawabnya sambil cengengesan.
"Hahh???" aku pikirnya dia bercanda doang, jadi aku ngedumel. Masa manjat??
Eh dia bilang, "Seriuss.." sambil cengengesan lagi. "Tapi nggak di sini. Ayo, lewat samping.."

Aku pun pergi ke samping sekolah, ke pintu pagar yang satunya lagi. Kupikir, pagar yang ini bakal dibukain pagarnya.

"Nah...manjat.." katanya dari balik jeruji.

Hah?? Manjat?? jeritku sambil menatap frustasi pagar itu. Katanya satpam sekolah belum datang, sementara pak Satpam itu yang pegang kunci. Biasanya satpam tiap hari ke sekolahnya jam setengah 8. Mereka lupa bilang ke pak Satpam kalau hari Minggu sekolah mau dipake jam 6, huhu.

Asumsi guru pembina, itu satpam kan selalu ada di sekolah, jaga. Dan juga biasanya sekolah dibuka kalau shubuh, karena ada yang sholat di Musholla. Tapi, ternyata setelah shubuh, sekolahnya dikunci lagi..huhu. Entah pak Satpamnya pergi kemana. Mungkin ada keperluan sebentar. Jadilah KUDU manjat!

Fyi aja nih ya... pagarnya bukan pagar tembok kayak yang di Winter Sonata itu.. *nunjuk gambar*. Pagarnya pagar terali besi, atau jeruji, yang ujungnya ada runcing-runcingnya...hihi.. Tapi bersyukur juga, karena setidaknya itu lebih gampang daripada pagar tembok. Kebayang dong bagaimana kalau pagar tembok?? Yang ada aku lebih milih pulang...huhuhu...Secara aku sama sekali nggak ada bakat atau pun keahlian memanjat!!

Waktu itu juga aku udah mau nangis saat disuruh manjat. Udah mau pulang, tapi ditahan sama dia dan aku dibujuk agar mau naik.
Duh..dibujuk sama dia?? udah lain nih ceritanya...huhuhuh...
Langsung aja aku mau hahaha. Walau dengan ketakutan yang amat sangattt! Brrrrr...

Pertama tas sekolahku dia ambil (dari sela-sela jeruji), jadi aku bisa naik dengan mudah. Aku dituntun sama dia, "injakkan kakimu di sini.." Nunjuk sebuah lobang (kan pagar terali besi itu ada lobang-lobangnya yang bisa dinjak...karena bentuk jeruji besinya bercorak melengkung-lngkung gitu..jadi banyak injakan yang bisa dijadikan penopang kaki). Tapi, dasarnya aku penakut...takut ketinggian, dan juga nggak pintar manjat..huhuhu... rasanya susaaaahhhh banget. Udah naik setengah pagar, aku sudah ketakutan.. Hampir niat mau turun lagi, tapi dia nya bujuk-bujuk lagi agar aku terus naik. Akhirnya dengan berbekal rasa takut dan agak gemetaran juga (nggak mau lihat ke bawah pokoknya).. aku naik..naik.. tiba di puncak! Satu kakiku dia suruh lewatin batas pagar itu kan...buat masuk dan turun di dalam. Tapi aku nggak berani mindahin satu kakiku itu.. masalahnya pagarnya ada runcing-runcingnya di atas..dan pagarnya juga kan goyang-goyang gitu (walau nggak mungkin roboh hehe), tapi tetap aja aku jadinya takuuuutt!! >.<

Hhhh... aku udah mulai panik dan meracau nggak jelas, pokoknya takut banget...huaaaaa...
Selama beberapa waktu kita berdua tetap dalam posisi yang sama. Dia yang di bawah sibuk kasih instruksi..dan aku yang tetap kukuh dalam posisi terakhirku (di puncak pagar), sama sekali nggak berani gerak untuk mindahin satu kakiku.

Jadi, posisiku itu kan masih di luar pagar, tapi udah di puncak. Nah, aku tinggal melompatin batas pagar itu dengan mindahin satu kakiku ke dalam, lalu ntar disusul lagi dengan kakiku yang satunya. Seharusnya gampang... aku tinggal injak salah satu lobang dengan kaki kanan, trus putar badan, dan pindahin lagi satu kaki... Tapi...memang secara teori gampang! TAPi... prakteknya susaaahhhh! Aku takuuuttt huhuhuhu

Dia nya udah ngulurin kedua tangan, "Nggak apa-apa jangan takut.. Kalau jatuh aku tangkap. Ayo, sini.." huhuhuhu

Harusnya itu kalau di drama korea, jadi adegan yang romantis yakk...wahahaha...tapi akunya lagi takut, mana mikir ke situ..taunya cuma jerit-jerit panik, 'ini gimana ini??? Huaaaa!"

Akhirnya setelah waktu berlalu lama dan tak ada kemajuan, dia pergi ke kelas ambil meja, dia angkut dan taruh di depan pagar. Aku disuruh langsung injakkan kaki/ lompat ke situ aja. Tapi, tetap aku nggak berani!! Lagipula pas aku coba julur kaki, mejanya masih kejauhan, nggak nyampeeeeee!! Huaaaaaa...

Tetap nggak bisa..huhuhu

Akhirnya dia naik ke atas meja, hingga tingginya kini udah hampir sejajar aku. Kalau mau bayangin ya kayak di gambar winter Sonata itu. Tingginya tepat segitu. Nah kebayang kan betapa tingginya pagar itu?? Dia naik meja aja, tingginya masih segitu huhu.

Dia ulurin kedua tangan lagi. "Sini..langsung lompat ke aku aja."

"Nggak bisaaaa..." seruku. Bayangin lompat ke dia, selain malu juga takutnya kita berdua jatuh. Secara dia berdiri di atas meja kan... Nah gimana kalau mejanya jadi goyah pas aku nubruk dia..huhuhu

Akhirnya dengan susah payah, aku coba pegangan di bahu dia yang untungnya terjangkau dengan kedua tanganku. Sambil pegangin bahunya kuat-kuat, aku coba pindahin lagi satu kakiku ke sisi pagar yang lain. Dan..Horeee... kini aku berhasil masukkin kedua kakiku, walau akhirnya posisiku menjadi masih berdiri di puncak pagar, dengan sedikit membungkuk karena pegangan di bahu dia yang agak di bawahku. Aku makin gemetaran dong... karena pagarnya makin goyang-goyang uhuhuhu..

"Huaaa...gimana ini kak??"

"Lompat.." katanya samil ketawa-ketaw geli. Mungkin lucu lihat aku daritadi kayak anak kecil.


Di sini baru lah rasa salting menyerangku huhuhu. Rasa panik hilang... yang ada hanya salting, maluuuu, dan guguppp! Rrrr...

Ini degup jantung nggak tahu deh kedengaran atau nggak. Pokoknya jadi deg-degan...huhuh. Aku disuruh lompat ke dia? duh..udah kayak lagi main film atau sinetron aja nih... Secara banyak adegan begini kan di film atau sinetron..hahaha

Karena aku nggak lompat-lompat juga, dia akhirnya ambil alih pegang kedua lengan (tepatnya sih di bawah ketiak aku) huahaha.


kurang lebih sih kayak gini... walau yang terjadi padaku jelas jatuhnya konyol dan malu-maluin banget, bukan romantis 'sweet' gini..hihih


Wah.. aku langsung mikir.. ini mau digendong?? Huaaa... daripada digendong, bikin tambah malu, mending nekat lompat aja deh..

Akhirnya dengan pejam mata, aku lompat! Hup! Jatuh ke dia....

Huahahahaha...ini benar-benar main sinetron dah kita

wakakakakak



udah persis banget deh kayak gini huhuhuh...

Pas aku buka mata, tepat banget mukanya di dekatku.. aku langsung malingin muka dan langsung lepasin pelukan aku dan pegangan tangannya...

Saltingg..dan maluuuu bangett!!!

Aku langsung lari ke lapangan ninggalin dia huahahaha

Dia nya sempat aku liat ketawa-ketawa saat aku lari ke lapangan..huhu..entah dia ketawa kenapa.

Trus saat tiba di lapangan aku liat yang lain (anggota ekskul) pada baring di lapangan dengan mata terpejam, entah mereka ngapain. Suasana henig bangettt! Kayak lagi meditasi gitu.. tapi posisinya mereka berbaring di lapangan, muka ngadap langit, dan mata terpejam. Pembina ekskul ku, Pak Fahmi, yang sedang berbaring juga di lapangan dengan mata terpejam, tahu-tahu bersuara, "Kamu lari.."

Aku maksudnya.
Aku pun lari...walau nggak tahu harus berapa putaran. Si dia baru masuk lapangan pas aku lari, dan itu sumpah aku nggak tahu mau pasang muka gimana..huahaha... Tapi karena dia tersenyum ke aku akhirnya aku bisa bersikap santai..hehe. Aku nanya, "Kak, ini lari berapa putaran?"

"10." katanya sambil cengengesan.


Aku sempat pasang muka gini... 'whuattt??'

Tapi, baru tiga putaran, tahu-tahu suara pembinaku terdengar lagi, masih dengan posisi seperti tadi. "Cukup. Sekarang gabung dengan yang lain."

Aku bingung harus ngapain, tapi aku ngikut aja deh baring gitu di lapangan hihih. Aku asal milih tempat, eh..kenapa dia juga ikut -_-. Dia baring di sebelahku.. huaaaaaa

Ini orang, pikirku. Nggak tahu apa kalau aku masih salting dan sengaja jauh-jauh dari dia? Soalnya kudu ngeredain jantung yang masih berdebar-debar.... hahaha.

Tapi jujur aja di sisi lain ada rasa senang pas dia baring di sebelahku..hahaha. -_-

Aku masih bingung harus ngapain. Sempat aku pejamkan mata, tapi nggak tahu kenapa aku geli sendiri (karena bingung harus ngapain sih baring dan pejamkan mata gitu hihi, dan masih salting juga karena dia baring di sebelahku). Jadi, aku buka mata lagi dan coba ngeliat ke sekeliling. Eh pas noleh ke dia, dianya lagi ngeliatin aku ternyata (tadi aku kira dia lagi pejamkan mata huhu). Yang tadinya aku udah 'tenang', jadi salting lagiiii. Siapa yang nggak kaget coba, udah dia nya baring di sebelahku, kedapetan lagi ngeliat ke aku juga. Huhuhu.

"Apa?" tanyaku, coba nutupin saltingku.
"Nggak.." dianya kembali senyum cengengesan, lalu mejamin matanya.

Dih..nggak jelas, pikirku. Tapi, akhirnya aku ikut mejamin mata. Dan kali ini meditasi berlangsung dengan sangat khidmat hihih. Aku nya juga bisa ngerasain sih efek dari meditasi ini... Ini semacam yoga gitu kan.. aku jadi merasa tenang, damai. Hilang sudah rasa takut, salting, malu, panik, gugup, dll..semua perasaan lah. Yang ada hanya rasa tenang dalam keheningan...

Yah...begitu lah...

Cerita yang super konyol kan??? Hahaha.

Tapi yah...  berawal dari sini segala ingatan tentang dia yang masih terekam jelas di ingatanku, seakan seperti kaset rusak, kembali terputar ulang dengan sendirinya tanpa aku minta..
Semua kejadian, berawal dari ingatan saat di pintu pagar itu... berlanjut ke peristiwa-peristiwa lain yang pernah aku lalui sehubungan dengannya... Saat ulang tahunnya, saat kami teleponan, saat kami SMS-an... saat pertam kali aku menyadari ada 'feel' ke dia, saat aku secara 'khusus' datang ke acara saat dia terpilih menjadi Duta Putra Kalimantan :)) Dan berbagai hal lainnya...

Yah..sekali kenangan, tetap lah kenangan..

Kadang kita terkenang pada segala hal yang bisa membawa banyak 'rasa' pada kita. Tertawa saat itu konyol, berkaca-kaca saat terharu, dan tertawa saat itu benar-benar hal yang memalukan... Semua itu adalah kenangan, yang pernah terjadi di hidup kita pada masa lalu, yang tak akan terulang lagi, namun masih pantas untuk dikenang...


Hanya berawal dari satu hal kecil, segala hal tentangmu lalu dengan seenaknya berseliweran begitu saja di otakku. And I can't help myself... Saat ada tawa tatkala teringat hal-hal konyol sehubungan denganmu, senyum-senyum kecil saat aku semakin menyadari betapa konyolnya hal itu, dan sedikit sedih...menyadari semua hal itu ternyata masih menjadi bagian kenangan indah dalam memoriku, walau telah begitu lama berlalu, dan tak mungkin terulang lagi.. :')




Aku bukan sedang mengarang atau pun mendongeng...tapi itu benar-benar baru saja aku alamin.

Hanya berawal dari sebuah drama Korea, Winter Sonata. Aku menemukan file bertajuk Winter Sonata di salah satu folder laptopku. Karena iseng nggak ada kerjaan, aku klik deh... iseng nonton episode-episode awal, karena kebenaran juga kan udah lama aku nggak nonton Winter Sonata hihi.. ada rasa kangen-kangen dikit gitu lah..

Dan asyik-asyiknya aku nonton Winter Sonata, baru seputar di episode 1, aku menemukan beberapa adegan yang tahu-tahu menarik memori lama tentang seseorang, yang langsung saja berhasil merenggut aku masuk ke dalam kenangan masa lalu, yang sudah begitu lama.

I know... ini kedengaran 'lebay' or 'cheesy' banget.. :p

Tapi, ini nyata... dan aku sukses berkaca-kaca entah kenapa, dan kadang tertawa-tawa sendiri kalau mengingat betapa dulu aku pernah melakukan hal-hal konyol. Tapi, yah...itu nggak usah aku jabarin di sini lah ya..malu-maluin soalnya :p hahaha

Aku cuma lagi pengen ngebahas, adegan-adegan mana di winter sonata yang sukses menyeret aku ke masa lalu ini.

Tahu adegan ini?



 

:))

Disambung dengan adegan ini..





Kenapa adegan ini sampai bisa aku teringat seseorang, dan akhirnya jadi terkenang masa lalu??

Haaa... ya karena aku pernah ngalamin adegan yang benar-benar bisa dibilang nyaris miriiippppp banget kayak gitu. Dan karena itu aku lakukan dengan someone special di masa itu, jelas aja jadi tertanam di otak selalu kejadian itu..hihihi... *tutup muka* *mendadak jadi malu sendiri pake acara cerita beginian di blog* *tapi udah terlanjur, dan udah niat, ya udah lanjutin aja.. :p*


Dibilang benar-benar mirip sih nggak... Jelas, kalau di drama Korea, adegan itu bakal terkesan sweet ya kan?? Kalau di aku mungkin jatuhnya malah terkesan 'konyol' dan 'malu-maluin' huahahahaha. Tapi, sekali lagi, berhubung dia adalah someone special di masa itu, jelas aja feel di aku jatuhnya 'super berlebihan'. Hahaha. Di dia nya mungkin itu 'biasa' aja, tapi di akunya... aku ingat banget waktu itu salting nya bukannnn maiiiinnnnn! Maluuuu...maluuunya...bukan maiiinnn setengah mati! Salting banget lah pokoknya! Aku sendiri nggak kebayang waktu itu mukaku bagaimana..huhuhuh..


Aku dan dia beda kelas, dan beda angkatan juga waktu SMA. Waktu itu aku kelas 2 SMA, dia kelas 3 SMA, beda satu tingkat yaaa. Jujur aja, aku ada perasaan sama dia sejak kelas 1 SMA *tutup muka lagi*. Hhmm.... bagaimana awalnya kita bisa kenal, dan bagaimana sampai akhirnya aku bisa punya 'feeling' sama dia, itu puaaanjaanggg banget ceritanya. Kita berdua ketemu di ekskul sekolah, yaitu Teater. Aku masuk Teater, dan kebenaran dia juga, dan dia pula yang jadi ketua CLUB teaternya waktu itu..hahaha. Tapi, jangan salah... ceritanya sampai aku bisa punya 'feeling' ke dia itu, bukan kayak lagu-lagu yaaa... 'cinta pada pandangan pertama' hahaha. Sama sekali nggak seperti itu. Aku kenal dia bulan Agustus tahun 2010. Mulai-mulai ada 'feel'nya pas bulan Februari tahun depannya kemudian, hahaha. Iya, jadi setelah kenal cukup lama, baru deh... 'ada yang bersemi' :p


Langsung aja... waktu itu mungkin udah masuk setengah tahun lah aku ada 'feel' ke dia.. tapi aku tetap profesional ya. Perasaan itu nggak aku bawa-bawa ke kegiatan ekskul. Jadi, prinsipku, bagaimana pun bentuk perasaanku pada dia, jangan sampai mengganggu kegiatan ekskul ku.. :p

Entah kenapa, yang awalnya kegiatan ekskul di lakukan hanya sepulang sekolah, tahu-tahu guru pembina kami bikin gagasan baru, bahwa ada latihan 'khusus' tiap hari minggu pagi. Jadi, kami diwajibkan tiap hari Minggu tuh jam 6 pagi sudah ada di sekolah, buat latihan 'khusus' itu. Hihi.. udah kayak pelatihan tentara aja -_-

Seperti biasa aku selalu semangat dong kalau sudah menyangkut kegiatan ekskul ku tercinta ini... because I love Teather so much . Tapi sesemangat apapun aku, ternyata tetap aja TELAT datangnya huahahaha. Aku lupa telatnya karena apa. Yang jelas bukan karena aku, soalnya aku ingat banget aku begitu semangatnya bagun pagi sekali. Kayaknya kendala ada pada Ayahku waktu itu. Ayahku keberatan ngantar aku sepagi buta gitu, jadi lah keberangkatanku molor..huhuhu..nyampe di sekolah jam setengah tujuh. Asumsiku sih biasanya kegiatan juga tentunya molor, karena udah khas Indonesia banget gitu kan, acaranya katanya mulai jam berapa, eh pesertanya datang jam berapa. Jadi, aku pikir...ah masih setengah tujuh pagi kok, malah mungkin belum mulai nih kegiatannya.. *udah pikiran negativ aja hihihi*.

Weitsss...tapi ternyata aku salah, dongggg! Tiba di sekolah, dari balik pintu pagar berjeruji, aku bisa dengar suara derap langkah yang begitu ramai berlari keliling lapangan sekolah. Wah...pikirku 'latihan khususnya udah dimulai nih..'. Duh..

Aku buru-buru mau masuk. Udah telat banget nih aku kayaknya!

Tapi, pas aku coba dorong pintu pagarnya... digembok dooong!! lengkap dengan rantai gede, dan gembok super besar. Lha... ini gimana sih? Bagaimana ceritanya aku bisa masuk kalau gini???

Aku langsung teringat kalau ada pagar juga di samping sekolah. Aku langsung lari ke sana...dan....digembok juga dooonggg!!! Huhuhu..

Aku kemudian sibuk nelpon teman-teman dan SMS sana-sini.. tapi ditelpon nggak diangkat-angkat..huhuhu. Ya wajar sih... karena aku bisa dnegar suara langkah kaki mereka yang lagi lari keliling lapangan, entah sudah berapa putarann.. -_-

Aku pikir mungkin aku pulang aja deh... Iya, pulang aja. Baru aja aku mau balik keluar dari gerbang, eh.. ada suara langkah di lorong terdekat dari pintu pagar. Wah..ada orang nih. Pikirku,pasti mereka ada yang baca SMSku, dan salah satunya memutuskan keluar menghampiriku untuk membukakan pintu pagar..huhuh

Tapi...sosok yang keluar itu..adalah... si dia dooonggg...huhu. dia ketawa lebar melihatku sambil terus melangkah ke pintu pagar.
Rada salting juga, hihi..tapi keburu panik juga karena nggak bisa masuk, jadi saltingnya terlupakan gitu aja.


"Kak, ini bagaimana aku masuknya??" tanyaku.
"Manjat.." jawabnya sambil cengengesan.
"Hahh???" aku pikirnya dia bercanda doang, jadi aku ngedumel. Masa manjat??
Eh dia bilang, "Seriuss.." sambil cengengesan lagi. "Tapi nggak di sini. Ayo, lewat samping.."

Aku pun pergi ke samping sekolah, ke pintu pagar yang satunya lagi. Kupikir, pagar yang ini bakal dibukain pagarnya.

"Nah...manjat.." katanya dari balik jeruji.

Hah?? Manjat?? jeritku sambil menatap frustasi pagar itu. Katanya satpam sekolah belum datang, sementara pak Satpam itu yang pegang kunci. Biasanya satpam tiap hari ke sekolahnya jam setengah 8. Mereka lupa bilang ke pak Satpam kalau hari Minggu sekolah mau dipake jam 6, huhu.

Asumsi guru pembina, itu satpam kan selalu ada di sekolah, jaga. Dan juga biasanya sekolah dibuka kalau shubuh, karena ada yang sholat di Musholla. Tapi, ternyata setelah shubuh, sekolahnya dikunci lagi..huhu. Entah pak Satpamnya pergi kemana. Mungkin ada keperluan sebentar. Jadilah KUDU manjat!

Fyi aja nih ya... pagarnya bukan pagar tembok kayak yang di Winter Sonata itu.. *nunjuk gambar*. Pagarnya pagar terali besi, atau jeruji, yang ujungnya ada runcing-runcingnya...hihi.. Tapi bersyukur juga, karena setidaknya itu lebih gampang daripada pagar tembok. Kebayang dong bagaimana kalau pagar tembok?? Yang ada aku lebih milih pulang...huhuhu...Secara aku sama sekali nggak ada bakat atau pun keahlian memanjat!!

Waktu itu juga aku udah mau nangis saat disuruh manjat. Udah mau pulang, tapi ditahan sama dia dan aku dibujuk agar mau naik.
Duh..dibujuk sama dia?? udah lain nih ceritanya...huhuhuh...
Langsung aja aku mau hahaha. Walau dengan ketakutan yang amat sangattt! Brrrrr...

Pertama tas sekolahku dia ambil (dari sela-sela jeruji), jadi aku bisa naik dengan mudah. Aku dituntun sama dia, "injakkan kakimu di sini.." Nunjuk sebuah lobang (kan pagar terali besi itu ada lobang-lobangnya yang bisa dinjak...karena bentuk jeruji besinya bercorak melengkung-lngkung gitu..jadi banyak injakan yang bisa dijadikan penopang kaki). Tapi, dasarnya aku penakut...takut ketinggian, dan juga nggak pintar manjat..huhuhu... rasanya susaaaahhhh banget. Udah naik setengah pagar, aku sudah ketakutan.. Hampir niat mau turun lagi, tapi dia nya bujuk-bujuk lagi agar aku terus naik. Akhirnya dengan berbekal rasa takut dan agak gemetaran juga (nggak mau lihat ke bawah pokoknya).. aku naik..naik.. tiba di puncak! Satu kakiku dia suruh lewatin batas pagar itu kan...buat masuk dan turun di dalam. Tapi aku nggak berani mindahin satu kakiku itu.. masalahnya pagarnya ada runcing-runcingnya di atas..dan pagarnya juga kan goyang-goyang gitu (walau nggak mungkin roboh hehe), tapi tetap aja aku jadinya takuuuutt!! >.<

Hhhh... aku udah mulai panik dan meracau nggak jelas, pokoknya takut banget...huaaaaa...
Selama beberapa waktu kita berdua tetap dalam posisi yang sama. Dia yang di bawah sibuk kasih instruksi..dan aku yang tetap kukuh dalam posisi terakhirku (di puncak pagar), sama sekali nggak berani gerak untuk mindahin satu kakiku.

Jadi, posisiku itu kan masih di luar pagar, tapi udah di puncak. Nah, aku tinggal melompatin batas pagar itu dengan mindahin satu kakiku ke dalam, lalu ntar disusul lagi dengan kakiku yang satunya. Seharusnya gampang... aku tinggal injak salah satu lobang dengan kaki kanan, trus putar badan, dan pindahin lagi satu kaki... Tapi...memang secara teori gampang! TAPi... prakteknya susaaahhhh! Aku takuuuttt huhuhuhu

Dia nya udah ngulurin kedua tangan, "Nggak apa-apa jangan takut.. Kalau jatuh aku tangkap. Ayo, sini.." huhuhuhu

Harusnya itu kalau di drama korea, jadi adegan yang romantis yakk...wahahaha...tapi akunya lagi takut, mana mikir ke situ..taunya cuma jerit-jerit panik, 'ini gimana ini??? Huaaaa!"

Akhirnya setelah waktu berlalu lama dan tak ada kemajuan, dia pergi ke kelas ambil meja, dia angkut dan taruh di depan pagar. Aku disuruh langsung injakkan kaki/ lompat ke situ aja. Tapi, tetap aku nggak berani!! Lagipula pas aku coba julur kaki, mejanya masih kejauhan, nggak nyampeeeeee!! Huaaaaaa...

Tetap nggak bisa..huhuhu

Akhirnya dia naik ke atas meja, hingga tingginya kini udah hampir sejajar aku. Kalau mau bayangin ya kayak di gambar winter Sonata itu. Tingginya tepat segitu. Nah kebayang kan betapa tingginya pagar itu?? Dia naik meja aja, tingginya masih segitu huhu.

Dia ulurin kedua tangan lagi. "Sini..langsung lompat ke aku aja."

"Nggak bisaaaa..." seruku. Bayangin lompat ke dia, selain malu juga takutnya kita berdua jatuh. Secara dia berdiri di atas meja kan... Nah gimana kalau mejanya jadi goyah pas aku nubruk dia..huhuhu

Akhirnya dengan susah payah, aku coba pegangan di bahu dia yang untungnya terjangkau dengan kedua tanganku. Sambil pegangin bahunya kuat-kuat, aku coba pindahin lagi satu kakiku ke sisi pagar yang lain. Dan..Horeee... kini aku berhasil masukkin kedua kakiku, walau akhirnya posisiku menjadi masih berdiri di puncak pagar, dengan sedikit membungkuk karena pegangan di bahu dia yang agak di bawahku. Aku makin gemetaran dong... karena pagarnya makin goyang-goyang uhuhuhu..

"Huaaa...gimana ini kak??"

"Lompat.." katanya samil ketawa-ketaw geli. Mungkin lucu lihat aku daritadi kayak anak kecil.


Di sini baru lah rasa salting menyerangku huhuhu. Rasa panik hilang... yang ada hanya salting, maluuuu, dan guguppp! Rrrr...

Ini degup jantung nggak tahu deh kedengaran atau nggak. Pokoknya jadi deg-degan...huhuh. Aku disuruh lompat ke dia? duh..udah kayak lagi main film atau sinetron aja nih... Secara banyak adegan begini kan di film atau sinetron..hahaha

Karena aku nggak lompat-lompat juga, dia akhirnya ambil alih pegang kedua lengan (tepatnya sih di bawah ketiak aku) huahaha.


kurang lebih sih kayak gini... walau yang terjadi padaku jelas jatuhnya konyol dan malu-maluin banget, bukan romantis 'sweet' gini..hihih


Wah.. aku langsung mikir.. ini mau digendong?? Huaaa... daripada digendong, bikin tambah malu, mending nekat lompat aja deh..

Akhirnya dengan pejam mata, aku lompat! Hup! Jatuh ke dia....

Huahahahaha...ini benar-benar main sinetron dah kita

wakakakakak



udah persis banget deh kayak gini huhuhuh...

Pas aku buka mata, tepat banget mukanya di dekatku.. aku langsung malingin muka dan langsung lepasin pelukan aku dan pegangan tangannya...

Saltingg..dan maluuuu bangett!!!

Aku langsung lari ke lapangan ninggalin dia huahahaha

Dia nya sempat aku liat ketawa-ketawa saat aku lari ke lapangan..huhu..entah dia ketawa kenapa.

Trus saat tiba di lapangan aku liat yang lain (anggota ekskul) pada baring di lapangan dengan mata terpejam, entah mereka ngapain. Suasana henig bangettt! Kayak lagi meditasi gitu.. tapi posisinya mereka berbaring di lapangan, muka ngadap langit, dan mata terpejam. Pembina ekskul ku, Pak Fahmi, yang sedang berbaring juga di lapangan dengan mata terpejam, tahu-tahu bersuara, "Kamu lari.."

Aku maksudnya.
Aku pun lari...walau nggak tahu harus berapa putaran. Si dia baru masuk lapangan pas aku lari, dan itu sumpah aku nggak tahu mau pasang muka gimana..huahaha... Tapi karena dia tersenyum ke aku akhirnya aku bisa bersikap santai..hehe. Aku nanya, "Kak, ini lari berapa putaran?"

"10." katanya sambil cengengesan.


Aku sempat pasang muka gini... 'whuattt??'

Tapi, baru tiga putaran, tahu-tahu suara pembinaku terdengar lagi, masih dengan posisi seperti tadi. "Cukup. Sekarang gabung dengan yang lain."

Aku bingung harus ngapain, tapi aku ngikut aja deh baring gitu di lapangan hihih. Aku asal milih tempat, eh..kenapa dia juga ikut -_-. Dia baring di sebelahku.. huaaaaaa

Ini orang, pikirku. Nggak tahu apa kalau aku masih salting dan sengaja jauh-jauh dari dia? Soalnya kudu ngeredain jantung yang masih berdebar-debar.... hahaha.

Tapi jujur aja di sisi lain ada rasa senang pas dia baring di sebelahku..hahaha. -_-

Aku masih bingung harus ngapain. Sempat aku pejamkan mata, tapi nggak tahu kenapa aku geli sendiri (karena bingung harus ngapain sih baring dan pejamkan mata gitu hihi, dan masih salting juga karena dia baring di sebelahku). Jadi, aku buka mata lagi dan coba ngeliat ke sekeliling. Eh pas noleh ke dia, dianya lagi ngeliatin aku ternyata (tadi aku kira dia lagi pejamkan mata huhu). Yang tadinya aku udah 'tenang', jadi salting lagiiii. Siapa yang nggak kaget coba, udah dia nya baring di sebelahku, kedapetan lagi ngeliat ke aku juga. Huhuhu.

"Apa?" tanyaku, coba nutupin saltingku.
"Nggak.." dianya kembali senyum cengengesan, lalu mejamin matanya.

Dih..nggak jelas, pikirku. Tapi, akhirnya aku ikut mejamin mata. Dan kali ini meditasi berlangsung dengan sangat khidmat hihih. Aku nya juga bisa ngerasain sih efek dari meditasi ini... Ini semacam yoga gitu kan.. aku jadi merasa tenang, damai. Hilang sudah rasa takut, salting, malu, panik, gugup, dll..semua perasaan lah. Yang ada hanya rasa tenang dalam keheningan...

Yah...begitu lah...

Cerita yang super konyol kan??? Hahaha.

Tapi yah...  berawal dari sini segala ingatan tentang dia yang masih terekam jelas di ingatanku, seakan seperti kaset rusak, kembali terputar ulang dengan sendirinya tanpa aku minta..
Semua kejadian, berawal dari ingatan saat di pintu pagar itu... berlanjut ke peristiwa-peristiwa lain yang pernah aku lalui sehubungan dengannya... Saat ulang tahunnya, saat kami teleponan, saat kami SMS-an... saat pertam kali aku menyadari ada 'feel' ke dia, saat aku secara 'khusus' datang ke acara saat dia terpilih menjadi Duta Putra Kalimantan :)) Dan berbagai hal lainnya...

Yah..sekali kenangan, tetap lah kenangan..

Kadang kita terkenang pada segala hal yang bisa membawa banyak 'rasa' pada kita. Tertawa saat itu konyol, berkaca-kaca saat terharu, dan tertawa saat itu benar-benar hal yang memalukan... Semua itu adalah kenangan, yang pernah terjadi di hidup kita pada masa lalu, yang tak akan terulang lagi, namun masih pantas untuk dikenang...


Senin, 11 Maret 2013

Salah banget kayaknya aku milih 'guru bimbingan'

Yup...yupp...

Saya akhirnya resmi join di Oriflame... *usep keringat*

Ya Allah... mau join aja susah benar yak..

Sebenarnya Join Oriflame itu MUDAH dan MURAH-MERIAH... tapi kenapa bisa jadi RIBET gini yak?? Mungkin karena saya salah memilih 'guru', alias grup dari upline yang ingin saya 'join' ini.

Masih ada hubungannya dengan postingan saya yang sebelumnya, tentang seorang wanita yang sukses berbisnis di Oriflame ini, yang begitu saya kagumi, tapi membuat saya sangat kecewa itu.... kali ini membuat saya semakin sangat-sangat-sangat kecewa...

Yak, dan mungkin ini salah saya juga, karena memutuskan join di grupnya dia, dan dia sebagai UPLINE saya.

Saya kecewa bukan karena saya merasa rugi telah bergabung di grupnya... tapi lebih karena sikapnya dia, yang lagi-lagi di mataku begitu mengecewakan huhuhu

Sebagai downline, saya merasa tidak disupport olehnya. Entah kenapa.

Sebenarnya sudah lama saya ingin join di Oriflame. dulu sempat HAMPIR join tiga kali, tapi tiga kali itu juga saya mundur teratur alias tak jadi mendaftar..hehe. Alasannya? Klise. Karena TIDAK YAKIN bisa menjalani nya...mwihihihi.

Bukannya saya tidak percaya Oriflame. Bukan. Saya yakin kok bisnis ini sangat menjanjikan. Yang saya tidak yakin itu justru terletak pada diri saya sendiri.

Tapi, sekarang saya sudah mantap banget, pokoknya HARUS JOIN.

Dan itu lah, saya memilih join di grup beliau ... *nunjuk orang yang saya ceritakan di atas*

Demi kebaikan bersama, tak usah lah saya sebut namanya..

Dan, sumpah ya ampun.... tak hanya order barang ke dia nya aja yang REMPONG, mau join pun REMPONG. Heran kan???

Kok kayaknya aku nggak dipeduliin banget yak? Huhuhu

Apa karena dia udah levelnya tinggi banget di Oriflame, jadi nya careless dengan orang-orang yang baru mau join di bisnis ini, alias newbie kayak saya?? Entah lah...

Aku menawarkan diri untuk join ke Oriflame tanggal 7 MARET kemarin.

Awal-awalnya sih berjalan lancar ya... dia minta biodata aku dan memberitahu segala prosedur yang harus aku penuhi agar bisa resmi jadi member di oriflame.

Tapi, setelah itu kembali ke yang biasanya, dia nya ngilang tanpa jejak, dan aku menunggu-nunggu kabar darinya. Awalnya kubiarkan dulu satu hari penuh terlewati, yaitu tanggal 8 MARET. Di sini aku sengaja nggak nanya-nanya dia, sambil nunggu, sambil mikir,"ini kok nggak ada kabarnya? Dia nya juga nggak ada nyuruh aku transfer duit, padahal aku udah minta nomor rekeningnya, tapi nggak dibalas. Kan kalau mendaftar kudu bayar toh??"

Sambil nunggu, sambil bingung, sambil mikir...aku makin senewen lama-lama.

Hari pun berganti. Tanggal 9 Maret, pagi, siang, sore...nggak ada kabar juga. Ck... Heran nih orang, sebenarnya niat mendaftarkan aku nggak sih? Ridho nggak sih kalau aku join di grupnya? (Mestinya sih Ridho ya... soalnya nih setahu aku malah orang-orang yang join di Oriflame selalu pada kegirangan gitu dan bersyukur kalau ada yang mau join di grup nya). Nah ini?? Aku nya malah kayak nggak dipeduliin gitu...Kayak dianggurin gitu kesannya -_-

Malam sebelumnya, aku juga diajak join oleh seseorang. Secara 'kegesitan' dan 'kepedulian' sih untuk sementara ini aku lebih prefer ke orang kedua ini. Cuma MASALAHNYA, aku sudah terlanjur bilang ingin join ke yang pertama. Takutnya kalau aku join sama yang kedua, ntar ternyata yang pertama udah mendaftarkan aku, kan bisa berAB urusannya. Aku nya ntar jadi nggak enak. Lagipula aku bukan lah orang yang suka ingkar janji, apalagi melanggar sebuah komitmen. Kalau aku udah IYA, maka harus IYA. Nggak mungkin tahu-tahu berubah haluan tanpa sebab.

Satu hari kembali berlalu, dan kini masuk tanggal 10 MARET.

Pagi...siang..sore...kembali berlalu... huhuhu

Karena gregetan, aku akhirnya malam itu juga kirim message ke orang pertama itu. Nanya, apa dia sudah mendaftarkan aku join di Oriflame. Karena, kalau belum, aku bilang kalau ada orang lain yang juga menawarkan aku join di grupnya.

Dia balas, katanya sudaaah. Dia sudah mendaftarkan aku dan dia juga sudah bayar uang pendaftarannya. Tinggal nunggu nomor membernya keluar saja, katanya.

Nah loh... ternyata sudah didaftarkan. Senang??

Bukannya senang, aku malah makin bingung....hahahaha

Pasalnya, kenapa dia yang bayar uang pendaftarannya?

Dan, kenapa juga dia nggak kabar-kabarin? Minimal kasih tahu kalau aku sudah didaftarkan gitu... jadi kan aku nggak 'bertaya-tanya' gitu.

ck.

Tapi, yah..karena sudah terdaftar jadi member di grupnya...ya sudah lah...

Alhamdulillah...siang tadi nih (tanggal 11 Maret, pkl 13:19),

dia ngasih tahu, "Horeee... nomor konsultannya udah keluaarr. Selamat bergabung ya.. :D"

Rada senang juga sih aku. Kemajuan nih orang, akhirnya ngabar-ngabarin tanpa harus pakai aku terror segala :P

Trus aku tanya, oke...langkah selanjutnya apa?? Mwihihihi..

Ya iyalah ya kan aku harus nanya. Aku ini NEWBIE, butuh bimbingan khusus, karena ASLI aku buta banget dengan sistem di oriflame ini. Oke, secara garis besar sih aku ngerti...karena aku selama ini udah belajar secara otodidak. Tapi, kan tetap ya... AFDOLnya itu aku kudu dibimbing biar makin 'ngeh' dan ngerti dengan jelas sebenarnya medan seperti apakah yang sedang aku hadapin sekarang?

Dia waktu itu lagi sibuk beres-beres rumah katanya, jadi dia bilang nanti akan dia jelaskan, kalau perkerjaan sudah beres. Karena katanya 'penjelasannya puanjaaanggg' hihihi..

Okayy... dalam hati aku bilang 'aku tunggu ya'. Aku bilang ke dia juga gitu, "oke, mbak silahkan bereskan dulu perkejaan rumah tangganya yakk :D"

Eh... sampai malam gini, nggak ada tuh kabar-kabarnya dari dia -_-.

Mana nih yang janjinya mau ngejelasin panjang lebar kalau kerjaan rumah udah selesai??

-_-

Walah...kumat lagi nih orang..

Ya Allah.... rasanya capek ya berurusan sama orang ini.

Bukanya aku bilang dia nggak profesional.. karena barang pesananku sendiri sudah dia kirim (walau molor semolor-molornya sampaisempat bikin aku gondok setengah mati), dan dia juga sesuai janji sudah mendaftarkan aku.. cuma entah kenapa aku nggak 'sreg'' dengan caranya.

Kesannya kita kayak miss komunikasi gitu.

Apa susahnya sih coba, kalau dikit-dikit kasih kabar kek gitu...jadi kita di sini nggak kebingungan huhuhuhu...

Aku ngerasa, dia sebagai UPLINE aku tuh 'kurang mensupport' aku nya.

Entah karena mungkin dia sibuk kali ya? Secara levelnya udah tinggi banget gitu loh di Oriflame, pasti lah mungkin sibuk sana sini ngurusin downline nya yang buanyaaaakk.

Tapi, aku pikir..tetap aja, sesibuk-sibuknya dia, jangan sampai lah miss komunikasi.

Kan aku sebagai member baru, sangat wajar lah kalau butuh pembinaan. Minimal setidaknya dikasih pembelajaran dasar lah...ini langkah pertama aku harus bagaimana dan ngapain?

Bagaimana aku nya mau 'berkerja' coba kalau sama sekali nggak tahu apa-apa gini?

yang ada cuma 'bengong' dengan penuh kebingungan jadinya,,

Karena nggak dikasih info, ya jadi bingung harus memulai dari mana. -_-


Fakta dari oriflame sendiri menyebutkan, 75% dari orang yang hari ini bergabung bersama oriflame, dan tahun depan sudah nggak aktif lagi menjalankan bisnis ini, dikarenakan.. Kenapa? Karena mereka NGGAK dibina, NGGAK diberi informasi yang cukup, NGGAK dikasih pembelajaran dasar, dan NGGAK disupport secara penuh oleh upline-nya.

Nah.. kalau udah gitu..Sayang kan?


Sekarang gini deh, buat apa coba mereka (seorang upline) capek-capek merekrut orang, berkoar sana sini mempromosikan dirinya agar orang-orang mau join bersamanya di grupnya, tapi kemudian mereka anggurkan orang itu, dan akhirnya malah jadi 'lepas gitu aja'? -__-

Mestinya nih ya, seorang upline itu, sesibuk-sibuknya dia, entah itu sibuk merekrut new member, atau sibuk jualan, atau sibuk presentasi, atau sibuk apalah, mestinya ia tetap selalu berusaha untuk bisa keep in touch dengan para new member nya. Minimal kasih info-info dasar kek gitu, biar new member kayak aku ini nggak gigit jari kayak sapi ompong! -_-

Trus, kalau ditanya mbok ya jawab gitu sejelas-jelasnya, jangan malah hilang tanpa jejak. Kalau perlu lagi nih, tanpa ditanya pun mestinya seorang upline itu langsung jelasin semua hal yang perlu kita (sebagai new member) ketahui. Coba, bagaimana seorang new member mau semangat kerja coba, kalau upline nya aja nggak kasih support habis-habisan??


Support seorang upline itu sangat penting sampai at least si new member ini bisa mandiri dan mulai bisa menduplikasi cara kerja upline-nya, untuk kemudian dia praktekkan ke jaringannya sendiri.
Kalau nggak ada support yg berarti dari upline, new member tentu akan mulai merasa males (kayak saya ini sekarang), karena merasa nggak diperhatikan, dan jadinya bisa-bisa ogah meneruskan bisnis ini.. Lalu 'mati' dengan sendirinya.

Huaaaa, sayaaaaaang kaaan???

Huaaaaa.... dan aku juga ogah untuk berhenti sekarang. Semangatku nih masih BERKOBAR walau mulai agak surut. Bukan karena ogah menjalankan bisnisnya...tapi gondok...karena kayaknya saya memilih bergabung di jaringan yang salahhh... Huaaaaaaa!! T__T




Yup...yupp...

Saya akhirnya resmi join di Oriflame... *usep keringat*

Ya Allah... mau join aja susah benar yak..

Sebenarnya Join Oriflame itu MUDAH dan MURAH-MERIAH... tapi kenapa bisa jadi RIBET gini yak?? Mungkin karena saya salah memilih 'guru', alias grup dari upline yang ingin saya 'join' ini.

Masih ada hubungannya dengan postingan saya yang sebelumnya, tentang seorang wanita yang sukses berbisnis di Oriflame ini, yang begitu saya kagumi, tapi membuat saya sangat kecewa itu.... kali ini membuat saya semakin sangat-sangat-sangat kecewa...

Yak, dan mungkin ini salah saya juga, karena memutuskan join di grupnya dia, dan dia sebagai UPLINE saya.

Saya kecewa bukan karena saya merasa rugi telah bergabung di grupnya... tapi lebih karena sikapnya dia, yang lagi-lagi di mataku begitu mengecewakan huhuhu

Sebagai downline, saya merasa tidak disupport olehnya. Entah kenapa.

Sebenarnya sudah lama saya ingin join di Oriflame. dulu sempat HAMPIR join tiga kali, tapi tiga kali itu juga saya mundur teratur alias tak jadi mendaftar..hehe. Alasannya? Klise. Karena TIDAK YAKIN bisa menjalani nya...mwihihihi.

Bukannya saya tidak percaya Oriflame. Bukan. Saya yakin kok bisnis ini sangat menjanjikan. Yang saya tidak yakin itu justru terletak pada diri saya sendiri.

Tapi, sekarang saya sudah mantap banget, pokoknya HARUS JOIN.

Dan itu lah, saya memilih join di grup beliau ... *nunjuk orang yang saya ceritakan di atas*

Demi kebaikan bersama, tak usah lah saya sebut namanya..

Dan, sumpah ya ampun.... tak hanya order barang ke dia nya aja yang REMPONG, mau join pun REMPONG. Heran kan???

Kok kayaknya aku nggak dipeduliin banget yak? Huhuhu

Apa karena dia udah levelnya tinggi banget di Oriflame, jadi nya careless dengan orang-orang yang baru mau join di bisnis ini, alias newbie kayak saya?? Entah lah...

Aku menawarkan diri untuk join ke Oriflame tanggal 7 MARET kemarin.

Awal-awalnya sih berjalan lancar ya... dia minta biodata aku dan memberitahu segala prosedur yang harus aku penuhi agar bisa resmi jadi member di oriflame.

Tapi, setelah itu kembali ke yang biasanya, dia nya ngilang tanpa jejak, dan aku menunggu-nunggu kabar darinya. Awalnya kubiarkan dulu satu hari penuh terlewati, yaitu tanggal 8 MARET. Di sini aku sengaja nggak nanya-nanya dia, sambil nunggu, sambil mikir,"ini kok nggak ada kabarnya? Dia nya juga nggak ada nyuruh aku transfer duit, padahal aku udah minta nomor rekeningnya, tapi nggak dibalas. Kan kalau mendaftar kudu bayar toh??"

Sambil nunggu, sambil bingung, sambil mikir...aku makin senewen lama-lama.

Hari pun berganti. Tanggal 9 Maret, pagi, siang, sore...nggak ada kabar juga. Ck... Heran nih orang, sebenarnya niat mendaftarkan aku nggak sih? Ridho nggak sih kalau aku join di grupnya? (Mestinya sih Ridho ya... soalnya nih setahu aku malah orang-orang yang join di Oriflame selalu pada kegirangan gitu dan bersyukur kalau ada yang mau join di grup nya). Nah ini?? Aku nya malah kayak nggak dipeduliin gitu...Kayak dianggurin gitu kesannya -_-

Malam sebelumnya, aku juga diajak join oleh seseorang. Secara 'kegesitan' dan 'kepedulian' sih untuk sementara ini aku lebih prefer ke orang kedua ini. Cuma MASALAHNYA, aku sudah terlanjur bilang ingin join ke yang pertama. Takutnya kalau aku join sama yang kedua, ntar ternyata yang pertama udah mendaftarkan aku, kan bisa berAB urusannya. Aku nya ntar jadi nggak enak. Lagipula aku bukan lah orang yang suka ingkar janji, apalagi melanggar sebuah komitmen. Kalau aku udah IYA, maka harus IYA. Nggak mungkin tahu-tahu berubah haluan tanpa sebab.

Satu hari kembali berlalu, dan kini masuk tanggal 10 MARET.

Pagi...siang..sore...kembali berlalu... huhuhu

Karena gregetan, aku akhirnya malam itu juga kirim message ke orang pertama itu. Nanya, apa dia sudah mendaftarkan aku join di Oriflame. Karena, kalau belum, aku bilang kalau ada orang lain yang juga menawarkan aku join di grupnya.

Dia balas, katanya sudaaah. Dia sudah mendaftarkan aku dan dia juga sudah bayar uang pendaftarannya. Tinggal nunggu nomor membernya keluar saja, katanya.

Nah loh... ternyata sudah didaftarkan. Senang??

Bukannya senang, aku malah makin bingung....hahahaha

Pasalnya, kenapa dia yang bayar uang pendaftarannya?

Dan, kenapa juga dia nggak kabar-kabarin? Minimal kasih tahu kalau aku sudah didaftarkan gitu... jadi kan aku nggak 'bertaya-tanya' gitu.

ck.

Tapi, yah..karena sudah terdaftar jadi member di grupnya...ya sudah lah...

Alhamdulillah...siang tadi nih (tanggal 11 Maret, pkl 13:19),

dia ngasih tahu, "Horeee... nomor konsultannya udah keluaarr. Selamat bergabung ya.. :D"

Rada senang juga sih aku. Kemajuan nih orang, akhirnya ngabar-ngabarin tanpa harus pakai aku terror segala :P

Trus aku tanya, oke...langkah selanjutnya apa?? Mwihihihi..

Ya iyalah ya kan aku harus nanya. Aku ini NEWBIE, butuh bimbingan khusus, karena ASLI aku buta banget dengan sistem di oriflame ini. Oke, secara garis besar sih aku ngerti...karena aku selama ini udah belajar secara otodidak. Tapi, kan tetap ya... AFDOLnya itu aku kudu dibimbing biar makin 'ngeh' dan ngerti dengan jelas sebenarnya medan seperti apakah yang sedang aku hadapin sekarang?

Dia waktu itu lagi sibuk beres-beres rumah katanya, jadi dia bilang nanti akan dia jelaskan, kalau perkerjaan sudah beres. Karena katanya 'penjelasannya puanjaaanggg' hihihi..

Okayy... dalam hati aku bilang 'aku tunggu ya'. Aku bilang ke dia juga gitu, "oke, mbak silahkan bereskan dulu perkejaan rumah tangganya yakk :D"

Eh... sampai malam gini, nggak ada tuh kabar-kabarnya dari dia -_-.

Mana nih yang janjinya mau ngejelasin panjang lebar kalau kerjaan rumah udah selesai??

-_-

Walah...kumat lagi nih orang..

Ya Allah.... rasanya capek ya berurusan sama orang ini.

Bukanya aku bilang dia nggak profesional.. karena barang pesananku sendiri sudah dia kirim (walau molor semolor-molornya sampaisempat bikin aku gondok setengah mati), dan dia juga sesuai janji sudah mendaftarkan aku.. cuma entah kenapa aku nggak 'sreg'' dengan caranya.

Kesannya kita kayak miss komunikasi gitu.

Apa susahnya sih coba, kalau dikit-dikit kasih kabar kek gitu...jadi kita di sini nggak kebingungan huhuhuhu...

Aku ngerasa, dia sebagai UPLINE aku tuh 'kurang mensupport' aku nya.

Entah karena mungkin dia sibuk kali ya? Secara levelnya udah tinggi banget gitu loh di Oriflame, pasti lah mungkin sibuk sana sini ngurusin downline nya yang buanyaaaakk.

Tapi, aku pikir..tetap aja, sesibuk-sibuknya dia, jangan sampai lah miss komunikasi.

Kan aku sebagai member baru, sangat wajar lah kalau butuh pembinaan. Minimal setidaknya dikasih pembelajaran dasar lah...ini langkah pertama aku harus bagaimana dan ngapain?

Bagaimana aku nya mau 'berkerja' coba kalau sama sekali nggak tahu apa-apa gini?

yang ada cuma 'bengong' dengan penuh kebingungan jadinya,,

Karena nggak dikasih info, ya jadi bingung harus memulai dari mana. -_-


Fakta dari oriflame sendiri menyebutkan, 75% dari orang yang hari ini bergabung bersama oriflame, dan tahun depan sudah nggak aktif lagi menjalankan bisnis ini, dikarenakan.. Kenapa? Karena mereka NGGAK dibina, NGGAK diberi informasi yang cukup, NGGAK dikasih pembelajaran dasar, dan NGGAK disupport secara penuh oleh upline-nya.

Nah.. kalau udah gitu..Sayang kan?


Sekarang gini deh, buat apa coba mereka (seorang upline) capek-capek merekrut orang, berkoar sana sini mempromosikan dirinya agar orang-orang mau join bersamanya di grupnya, tapi kemudian mereka anggurkan orang itu, dan akhirnya malah jadi 'lepas gitu aja'? -__-

Mestinya nih ya, seorang upline itu, sesibuk-sibuknya dia, entah itu sibuk merekrut new member, atau sibuk jualan, atau sibuk presentasi, atau sibuk apalah, mestinya ia tetap selalu berusaha untuk bisa keep in touch dengan para new member nya. Minimal kasih info-info dasar kek gitu, biar new member kayak aku ini nggak gigit jari kayak sapi ompong! -_-

Trus, kalau ditanya mbok ya jawab gitu sejelas-jelasnya, jangan malah hilang tanpa jejak. Kalau perlu lagi nih, tanpa ditanya pun mestinya seorang upline itu langsung jelasin semua hal yang perlu kita (sebagai new member) ketahui. Coba, bagaimana seorang new member mau semangat kerja coba, kalau upline nya aja nggak kasih support habis-habisan??


Support seorang upline itu sangat penting sampai at least si new member ini bisa mandiri dan mulai bisa menduplikasi cara kerja upline-nya, untuk kemudian dia praktekkan ke jaringannya sendiri.
Kalau nggak ada support yg berarti dari upline, new member tentu akan mulai merasa males (kayak saya ini sekarang), karena merasa nggak diperhatikan, dan jadinya bisa-bisa ogah meneruskan bisnis ini.. Lalu 'mati' dengan sendirinya.

Huaaaa, sayaaaaaang kaaan???

Huaaaaa.... dan aku juga ogah untuk berhenti sekarang. Semangatku nih masih BERKOBAR walau mulai agak surut. Bukan karena ogah menjalankan bisnisnya...tapi gondok...karena kayaknya saya memilih bergabung di jaringan yang salahhh... Huaaaaaaa!! T__T




Rabu, 06 Maret 2013

Kecewa pada seorang 'idola'

..tuh..ternyata rasanya begini ya..

Agak 'nyesek'...

Jauh lebih nyesek daripada saat dikecewakan oleh idola yang benar-benar idola.

Jadi...aku punya seorang idola. Bukan selebriti, tapi hanya seorang wanita biasa yang namun sangat kukagumi..

Salah satu orang yang membuatku jadi kenal pada Oriflame.

Aku begitu kagum dan salut sama dia, dan sering membaca blog nya.

Dari cerita-ceritanya, dan bagaimana cara dia berinteraksi dengan teman-teman dunia mayanya (termasuk aku), aku bisa merasakan dia orang yang sangat baik, dan ramah. So friendly pokoknya.

Sampai akhirnya aku tertarik dengan segala product oriflame. Namun, aku hanya ingin membeli product di 'dia' saja, tidak mau di yang lain, entah kenapa. Aku pokoknya cuma mempercayakan 'product oriflame' sama dia, walau banyak teman on line ku yang lain yang juga jualan product oriflame. Tapi, tetap..aku hanya ingin membeli productnya di dia. Tidak mau di yang lain.

Tapi.... aku pesan product ke dia sudah dari awal bulan Februari... via twitter.

Namun apa? Sampai sekarang, detik ini, di awal bulan Maret ini, yang artinya sudah SEBULAN...pemesanan ku nggak fix juga!!

dia cuma bilang 'sip, mbak', 'barangnya udah ada nih tinggal dikirim'. 'ntar saya kirim hari ini' begitu mulu omongnya...tapi mana?? Pemesananku nggak fix juga sampai sekarang. Kayak nggak niat banget jual ke aku..huhuhu

Aku bingung, kenapa ya dia bisa begitu? Molor sebulan gini...

Awalnya aku coba positive thinking.. mungkin dia sibuk.

Tapi ...lama-lama aku kesal juga. Sesibuk-sibuknya dia, masa iya sampai molor sebulan nggak beres-beres juga tuh pesanan??

Bahkan dia nggak pernah contact aku, selalu aku yang ngehubungin dia untuk nanya-nanya 'apa kabar' dengan pesananku...huhuh

Kesal dan sedih rasanya... Bukan karena barangnya, tapi karena kecewanya...

Aku percaya dan mengaguminya... Tapi, melihat dari service nya yang sangat mengecewakan ini....rr.. *speechless*

Kemana dia yang kukagumi? Yang begitu 'gesit' saat ada yang order productnya, yang begitu ramah, cekatan, dan sangat baik hati??

Kenapa aku nggak merasakannya saat aku ingin beli product oriflame di dia?? Kenapa??

Aku pesan barang udah dari 'kapan tau', tapi sampai sekarang nggak ada kabarnya juga tuh barang..

Dia nya juga nggak pernah konfirm ke aku, selalu aku yang malah nanya-nanya ke dia via twitter 'bagaimana kabar pesanan saya?'

Padahal menurutku, sebagai penjual yang baik, harus memuaskan customer, dong. Minimal memberi kabar, kapan barangnya dikirim? Kalau pun belum bisa dikirim, tolong kasih penjelasan yang bisa diterima. Gitu, baru namanya penjual yang OKE

Nb: Sebenarnya aku sudah berusaha positive thinking... tapi... makin kesini aku makin merasa aku sebagai pelanggan kok ya rasanya nggak diperlakukan dengan baik ya?

..tuh..ternyata rasanya begini ya..

Agak 'nyesek'...

Jauh lebih nyesek daripada saat dikecewakan oleh idola yang benar-benar idola.

Jadi...aku punya seorang idola. Bukan selebriti, tapi hanya seorang wanita biasa yang namun sangat kukagumi..

Salah satu orang yang membuatku jadi kenal pada Oriflame.

Aku begitu kagum dan salut sama dia, dan sering membaca blog nya.

Dari cerita-ceritanya, dan bagaimana cara dia berinteraksi dengan teman-teman dunia mayanya (termasuk aku), aku bisa merasakan dia orang yang sangat baik, dan ramah. So friendly pokoknya.

Sampai akhirnya aku tertarik dengan segala product oriflame. Namun, aku hanya ingin membeli product di 'dia' saja, tidak mau di yang lain, entah kenapa. Aku pokoknya cuma mempercayakan 'product oriflame' sama dia, walau banyak teman on line ku yang lain yang juga jualan product oriflame. Tapi, tetap..aku hanya ingin membeli productnya di dia. Tidak mau di yang lain.

Tapi.... aku pesan product ke dia sudah dari awal bulan Februari... via twitter.

Namun apa? Sampai sekarang, detik ini, di awal bulan Maret ini, yang artinya sudah SEBULAN...pemesanan ku nggak fix juga!!

dia cuma bilang 'sip, mbak', 'barangnya udah ada nih tinggal dikirim'. 'ntar saya kirim hari ini' begitu mulu omongnya...tapi mana?? Pemesananku nggak fix juga sampai sekarang. Kayak nggak niat banget jual ke aku..huhuhu

Aku bingung, kenapa ya dia bisa begitu? Molor sebulan gini...

Awalnya aku coba positive thinking.. mungkin dia sibuk.

Tapi ...lama-lama aku kesal juga. Sesibuk-sibuknya dia, masa iya sampai molor sebulan nggak beres-beres juga tuh pesanan??

Bahkan dia nggak pernah contact aku, selalu aku yang ngehubungin dia untuk nanya-nanya 'apa kabar' dengan pesananku...huhuh

Kesal dan sedih rasanya... Bukan karena barangnya, tapi karena kecewanya...

Aku percaya dan mengaguminya... Tapi, melihat dari service nya yang sangat mengecewakan ini....rr.. *speechless*

Kemana dia yang kukagumi? Yang begitu 'gesit' saat ada yang order productnya, yang begitu ramah, cekatan, dan sangat baik hati??

Kenapa aku nggak merasakannya saat aku ingin beli product oriflame di dia?? Kenapa??

Aku pesan barang udah dari 'kapan tau', tapi sampai sekarang nggak ada kabarnya juga tuh barang..

Dia nya juga nggak pernah konfirm ke aku, selalu aku yang malah nanya-nanya ke dia via twitter 'bagaimana kabar pesanan saya?'

Padahal menurutku, sebagai penjual yang baik, harus memuaskan customer, dong. Minimal memberi kabar, kapan barangnya dikirim? Kalau pun belum bisa dikirim, tolong kasih penjelasan yang bisa diterima. Gitu, baru namanya penjual yang OKE

Nb: Sebenarnya aku sudah berusaha positive thinking... tapi... makin kesini aku makin merasa aku sebagai pelanggan kok ya rasanya nggak diperlakukan dengan baik ya?

Sabtu, 02 Maret 2013

"Ini karena Mama..!"

Hahaha..

Sering nggak sih kita ngomong begitu?

Aku sih nggak tahu ya kalau yang lain... tapi aku pribadi sadar banget, kadang tanpa kusadari suka nyeletuk gitu dengan nada kesal...hehehe *meringis*

Maaf, Ma..

Iya, aku sadari..ternyata seringnya aku berkata begitu...

Seperti ini:

"Ini karena Mama..! Coba Mama dulu keras sama aku, pasti aku bisa rajinan dikit dibanding sekarang!!"

Karena aku melihat bagaimana pintarnya sepupuku karena memang dari kecil dididik dengan sangat keras. Kalau nggak belajar, ia dipecut pakai pinggang. Memang sih...terlalu keras , tapi yah...seennggaknya sekarang menghasikan sesuatu yang baik. Anaknya jadi pintar. Hehe.


"Ini karena Mama..! Coba Mama dari kecil keras sama aku, maksa aku atau seret aku untuk belajar masak. Pasti sekarang aku bisa masak.."

Karena aku melihat bagaimana *lagi-lagi* sepupuku benar-benar digembleng Mamanya di dapur. Walau memang dengan paksaan dan sepupuku dulu sampai kadang nangis, yah..seenggaknya sekarang dia jadi lihai masak ya kan? Kalau Mamanya dulu nggak keras sama dia, nggak mungkin dia bisa masak kayak sekarang.

"Ini karena Mama..! Coba Mama rajin ngajarin aku sikat gigi yang benar dari kecil!! Pasti gigiku seenggaknya nggak terlalu banyak berlubang..huhu.."

Karena, aku melihat bagaimana orang tua yang lain dari kecil sudah disiplin ngajarin anaknya untuk sikat gigi. Bahkan iklan saja juga begitu, menunjukkan bahwa orang tua harus berperan menggembleng anaknya dari kecil untuk sikat gigi. Jujur aja yah...aku nggak pernah 'benar-benar' diajarin sikat gigi. Sama sekali nggak pernah. Bahkan diterapkan secara disiplin juga nggak pernah. Nggak heran kan, waktu kecil aku sikat giginya nggak teratur *namanya juga anak-anak*, sering absen hehe.. Dan juga nggak tahu cara menyikat gigi yang benar. Asal sikat aja. Aku juga nggak pernah diajarkan untuk menyikat gigi sebelum tidur, beneran, sumpah ..

Aku baru tahu cara sikat gigi yang benar itu waktu kelas 1 SMA, dan itu juga hasil googling di internet *waktu itu baru melek sama yang namanya internet*. Dan malah waktu baru kuliah lah aku tahu kalau yang benar adalah 'menyikat gigi setelah sarapan' dan 'menyikat gigi sebelum tidur'. Itu pun tahu dari dokter gigiku yang sekarang. Dan aku malah juga baru tahu kalau 'baik' untuk ke doker gigi 6 bulan sekali..huhuh. Orang tuaku sama sekali nggak pernah 'nganjurin aku periksa gigi'. Jangankan 6 bulan sekali,seumur-umur juga nggak pernah, kecuali saat aku akhirnya sudah terlanjur sakit gigi, baru deh dibawa ke dokter untuk dieksekusi..huhu.

Jadi, gimana yah... kadang  aku
suka terlontar, "Ini karena Mama..! Coba Mama dulu begini sama aku, atau maksa begitu sama aku,dll..etc.."

Orang tuaku kurang disiplin dan terlalu memanjakan juga. Jadi lah aku anak yang malas, hehehe...

Kadang terpikir kan... memang sih aku beruntung karena nggak pernah 'terlalu dikerasin' orang tuaku... misalnya dipecut pakai ikat pinggang kalau nggak belajar, diseret ke dapur, atau apapun itu... Seharusnya aku bersyukur ya... Mamaku tergolong lembut dan cukup memanjakan anaknya..

Tapi, kadang aku berpikir orang tuaku salah juga. Mestinya, harus sedikit 'keras' dan 'disiplin' kan... karena siapa lagi yang mengajari anaknya kalau bukan mereka, para orang tua. Mungkin anak-anak memang bakal 'nangis' dan 'benci' orang tuanya terkadang.. tapi percaya deh, saat dewasa sang anak akan berterima kasih waktu kecil diperlakukan seperti itu. *kenyataan!!*

Nggak kayak aku yang masa kecilnya bahagia dengan dimanja, namun setelah dewasa ini kadang-kadang sering menyesali sikap orang tua ku...hehehe

Tapi, aku tahu aku juga salah. Nggak seharusnya ya aku menyalahkan orang tuaku.. Yah, tapi bagaimana dong?? Perkataan seperti, "Ini karena Mama..Coba mama dulu blablabla" kadang keluar sendiri saat aku lagi kesal..hehehe.

Namun, kalau aku lagi 'normal' kayak sekarang gini sih... aku sadar diri kalau aku nggak boleh menyalahkan orang tua seperti itu. Lagipula yang berlalu biar lah berlalu. Toh, nggak akan bisa kembali ke waktu lalu kan?? hehe.. Jadi, kalau sekarang aku terlahir 'malas', nggak bisa masak, dan juga udah pakai gigi palsu tiga biji hehehe, yah.... yang paling baik adalah kita 'sadar diri' dan mencoba bangkit. Nggak ada gunanya terus mengeluhkan apa yang telah terjadi dan menyesalinya. Yang penting sekarang mencoba menjadi lebih baik dan lakukan yang terbaik .

Nggak bisa masak?? Yuk... belajar!! Nggak ada kata terlambat buat orang-orang yang ingin belajar apalagi untuk tujuan yang baik!

'Terbiasa malas??' Bisa dirubah! Sifat apa sih yang nggak bisa dirubah?? Asal dengan niat yang baik,ikhlas, dan juga bertawakkal... pasti bisa!!!

Sudah terlanjur cabut gigi?? Maka sisa gigi yang masih ada, rawat lah dengan sebaik mungkin!! Hehehe...

Dan yang paling penting lagi dari semuanya adalah, selalu berdoa, bertawakkal, dan belajar bersyukur, agar semua yang telah kita jalani insyaAllah ke depannya membawa sesuatu 'yang baik' untuk kita.

Intinya sih hal yang bisa kupetik, yaitu 'selalu bertawakkal dan bersyukur' .

Dan...kelak...insyaAllah kalau aku punya anak nanti, aku akan berusaha untuk belajar 'bersikap keras' sama anakku tapi tetap dalam batas kewajaran hehe. Keras, tapi nggak main pecut atau pukulan. Pokoknya aku nggak ingin main kekerasan dengan fisik, tapi lebih ke mental dan disiplin...  Karena aku sekarang sudah yakin memang itu lah yang terbaik untuk seoraang anak. Sebenci apapun anak pada perlakukan keras orang tuanya, tapi selama itu untuk kebaikan, kelak ia akan menyadari bahwa itu memang untuk kebaikannya dan ia akan berterima kasih. Dan aku ingin nanti anak2ku seperti itu..yang walaupun waktu kecilnya mungkin akan ada rasa benci padaku, tapi saat ia dewasa ia akan berterimakasih padaku.. Bukannya menyalahkanku 'kayak apa yang kadang kurasakan sekarang'

Hihi..

Pokoknya, bagaimana pun nanti anakku akan 'benci' padaku, aku akan tetap keras sama dia, dan juga memperhatikan sedetail mungkin kesehatannya, termasuk gigi. Akan ku bawa anakku ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali! Huh... *dendam ceritanya *


Duh...apa-apaan ini dah ngomongin anak segala?? Hahahaa...

Tapi, memang begitu...kadang kita sebagai seorang anak, pernah merasa 'jengkel' saat terlalu sering diperintah atau digembleng orang tua kita, menganggap mereka egois karena tidak mengerti kesukaan kita. Tapi, bagi beberapa anak, kadang ada yang sedewasa ini (nunjuk diri sendiri) akhirnya terkadang menyesal karena memiliki orang tua yang terlalu memanjakannya. Pasti sering terlintas di pikiran 'kenapa sih dulu aku nggak dipaksa aja supaya mau begini?? Kan kalau iya, mungkin sekarang aku sudah jadi begitu..nggak begini.."

Iya, jadinya malah terkesan menyalah-nyalahkan orang tua kan?? huhuhu.

Udahan ah, sebelum postingan ini semakin melantur kemana-mana..!


Hahaha..

Sering nggak sih kita ngomong begitu?

Aku sih nggak tahu ya kalau yang lain... tapi aku pribadi sadar banget, kadang tanpa kusadari suka nyeletuk gitu dengan nada kesal...hehehe *meringis*

Maaf, Ma..

Iya, aku sadari..ternyata seringnya aku berkata begitu...

Seperti ini:

"Ini karena Mama..! Coba Mama dulu keras sama aku, pasti aku bisa rajinan dikit dibanding sekarang!!"

Karena aku melihat bagaimana pintarnya sepupuku karena memang dari kecil dididik dengan sangat keras. Kalau nggak belajar, ia dipecut pakai pinggang. Memang sih...terlalu keras , tapi yah...seennggaknya sekarang menghasikan sesuatu yang baik. Anaknya jadi pintar. Hehe.


"Ini karena Mama..! Coba Mama dari kecil keras sama aku, maksa aku atau seret aku untuk belajar masak. Pasti sekarang aku bisa masak.."

Karena aku melihat bagaimana *lagi-lagi* sepupuku benar-benar digembleng Mamanya di dapur. Walau memang dengan paksaan dan sepupuku dulu sampai kadang nangis, yah..seenggaknya sekarang dia jadi lihai masak ya kan? Kalau Mamanya dulu nggak keras sama dia, nggak mungkin dia bisa masak kayak sekarang.

"Ini karena Mama..! Coba Mama rajin ngajarin aku sikat gigi yang benar dari kecil!! Pasti gigiku seenggaknya nggak terlalu banyak berlubang..huhu.."

Karena, aku melihat bagaimana orang tua yang lain dari kecil sudah disiplin ngajarin anaknya untuk sikat gigi. Bahkan iklan saja juga begitu, menunjukkan bahwa orang tua harus berperan menggembleng anaknya dari kecil untuk sikat gigi. Jujur aja yah...aku nggak pernah 'benar-benar' diajarin sikat gigi. Sama sekali nggak pernah. Bahkan diterapkan secara disiplin juga nggak pernah. Nggak heran kan, waktu kecil aku sikat giginya nggak teratur *namanya juga anak-anak*, sering absen hehe.. Dan juga nggak tahu cara menyikat gigi yang benar. Asal sikat aja. Aku juga nggak pernah diajarkan untuk menyikat gigi sebelum tidur, beneran, sumpah ..

Aku baru tahu cara sikat gigi yang benar itu waktu kelas 1 SMA, dan itu juga hasil googling di internet *waktu itu baru melek sama yang namanya internet*. Dan malah waktu baru kuliah lah aku tahu kalau yang benar adalah 'menyikat gigi setelah sarapan' dan 'menyikat gigi sebelum tidur'. Itu pun tahu dari dokter gigiku yang sekarang. Dan aku malah juga baru tahu kalau 'baik' untuk ke doker gigi 6 bulan sekali..huhuh. Orang tuaku sama sekali nggak pernah 'nganjurin aku periksa gigi'. Jangankan 6 bulan sekali,seumur-umur juga nggak pernah, kecuali saat aku akhirnya sudah terlanjur sakit gigi, baru deh dibawa ke dokter untuk dieksekusi..huhu.

Jadi, gimana yah... kadang  aku
suka terlontar, "Ini karena Mama..! Coba Mama dulu begini sama aku, atau maksa begitu sama aku,dll..etc.."

Orang tuaku kurang disiplin dan terlalu memanjakan juga. Jadi lah aku anak yang malas, hehehe...

Kadang terpikir kan... memang sih aku beruntung karena nggak pernah 'terlalu dikerasin' orang tuaku... misalnya dipecut pakai ikat pinggang kalau nggak belajar, diseret ke dapur, atau apapun itu... Seharusnya aku bersyukur ya... Mamaku tergolong lembut dan cukup memanjakan anaknya..

Tapi, kadang aku berpikir orang tuaku salah juga. Mestinya, harus sedikit 'keras' dan 'disiplin' kan... karena siapa lagi yang mengajari anaknya kalau bukan mereka, para orang tua. Mungkin anak-anak memang bakal 'nangis' dan 'benci' orang tuanya terkadang.. tapi percaya deh, saat dewasa sang anak akan berterima kasih waktu kecil diperlakukan seperti itu. *kenyataan!!*

Nggak kayak aku yang masa kecilnya bahagia dengan dimanja, namun setelah dewasa ini kadang-kadang sering menyesali sikap orang tua ku...hehehe

Tapi, aku tahu aku juga salah. Nggak seharusnya ya aku menyalahkan orang tuaku.. Yah, tapi bagaimana dong?? Perkataan seperti, "Ini karena Mama..Coba mama dulu blablabla" kadang keluar sendiri saat aku lagi kesal..hehehe.

Namun, kalau aku lagi 'normal' kayak sekarang gini sih... aku sadar diri kalau aku nggak boleh menyalahkan orang tua seperti itu. Lagipula yang berlalu biar lah berlalu. Toh, nggak akan bisa kembali ke waktu lalu kan?? hehe.. Jadi, kalau sekarang aku terlahir 'malas', nggak bisa masak, dan juga udah pakai gigi palsu tiga biji hehehe, yah.... yang paling baik adalah kita 'sadar diri' dan mencoba bangkit. Nggak ada gunanya terus mengeluhkan apa yang telah terjadi dan menyesalinya. Yang penting sekarang mencoba menjadi lebih baik dan lakukan yang terbaik .

Nggak bisa masak?? Yuk... belajar!! Nggak ada kata terlambat buat orang-orang yang ingin belajar apalagi untuk tujuan yang baik!

'Terbiasa malas??' Bisa dirubah! Sifat apa sih yang nggak bisa dirubah?? Asal dengan niat yang baik,ikhlas, dan juga bertawakkal... pasti bisa!!!

Sudah terlanjur cabut gigi?? Maka sisa gigi yang masih ada, rawat lah dengan sebaik mungkin!! Hehehe...

Dan yang paling penting lagi dari semuanya adalah, selalu berdoa, bertawakkal, dan belajar bersyukur, agar semua yang telah kita jalani insyaAllah ke depannya membawa sesuatu 'yang baik' untuk kita.

Intinya sih hal yang bisa kupetik, yaitu 'selalu bertawakkal dan bersyukur' .

Dan...kelak...insyaAllah kalau aku punya anak nanti, aku akan berusaha untuk belajar 'bersikap keras' sama anakku tapi tetap dalam batas kewajaran hehe. Keras, tapi nggak main pecut atau pukulan. Pokoknya aku nggak ingin main kekerasan dengan fisik, tapi lebih ke mental dan disiplin...  Karena aku sekarang sudah yakin memang itu lah yang terbaik untuk seoraang anak. Sebenci apapun anak pada perlakukan keras orang tuanya, tapi selama itu untuk kebaikan, kelak ia akan menyadari bahwa itu memang untuk kebaikannya dan ia akan berterima kasih. Dan aku ingin nanti anak2ku seperti itu..yang walaupun waktu kecilnya mungkin akan ada rasa benci padaku, tapi saat ia dewasa ia akan berterimakasih padaku.. Bukannya menyalahkanku 'kayak apa yang kadang kurasakan sekarang'

Hihi..

Pokoknya, bagaimana pun nanti anakku akan 'benci' padaku, aku akan tetap keras sama dia, dan juga memperhatikan sedetail mungkin kesehatannya, termasuk gigi. Akan ku bawa anakku ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali! Huh... *dendam ceritanya *


Duh...apa-apaan ini dah ngomongin anak segala?? Hahahaa...

Tapi, memang begitu...kadang kita sebagai seorang anak, pernah merasa 'jengkel' saat terlalu sering diperintah atau digembleng orang tua kita, menganggap mereka egois karena tidak mengerti kesukaan kita. Tapi, bagi beberapa anak, kadang ada yang sedewasa ini (nunjuk diri sendiri) akhirnya terkadang menyesal karena memiliki orang tua yang terlalu memanjakannya. Pasti sering terlintas di pikiran 'kenapa sih dulu aku nggak dipaksa aja supaya mau begini?? Kan kalau iya, mungkin sekarang aku sudah jadi begitu..nggak begini.."

Iya, jadinya malah terkesan menyalah-nyalahkan orang tua kan?? huhuhu.

Udahan ah, sebelum postingan ini semakin melantur kemana-mana..!


 
Miss's WORLD! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template