Sabtu, 02 Maret 2013

Kalau aku 'jualan'.... :D

Hahaha... nggak tahu kenapa tahu-tahu teringat dengan waktu aku dulu pernah 'coba jualan' waktu SD... Tepatnya kelas 3 SD. Jualannya jualan permen! Hihihi

Mungkin gara-gara udah lama kepikiran pengen join 'oriflame', selain karena memang tertarik dengan segala productnya, juga pengen 'nyoba' aja. Cuman, mikir 'jualannya' ini loh yang masih bikin aku belum mantep untuk 'join' hihi.

Iya, aku tahu, join Oriflame nggak mesti 'jualan'. Cuma, aku pengennya join oriflame itu ya jualan. Nggak ada alasan sih, aku pengen 'nyoba' aja sesuatu yang baru..hihi. Soalnya dengar-dengar cerita orang kayaknya seruuu gitu, lebih-lebih dengan berbagai 'hadiah' yang diperoleh benar-benar menggiurkan. Tapi tentu saja kan pengen 'sukses' di Oriflame juga mesti jago 'ngerekrut' dan 'nawarin product' toh?? tetap saja kembali ke judul awal. Yaitu 'Jualan' hihi.

Masalahnya... aku kayaknya nggak ada bakat jualan hehe. Nggak pernah bisa jualan. Bukan karena malu atau nggak PD sih.. tapi entah kenapa ya, selalu 'gagal jualan', mungkin karena dasarnya nggak ada bakat -_-.

Dan aku jadi inget, dulu waktu kelas 3 SD aku pernah 'coba' jualan permen. Bukan karena lagi butuh uang atau apa, cuma iseng aja belajar jualan hehehe. Dan aku jualan permen gitu di kelas. Tapi, tau nggak, yang ada aku malah bagi-bagi gratis ke teman-teman huhuhuhuh. Habisnya, sulit menolak wajah memelas mereka yang pada mintain permen gratis. Dasar aku orangnya nggak bisa bilang NGGAK, ya aku kasih deh huhuhu...

Jelas aja dalam siste penjualan, aku ini namanya sudah RUGI BESAR!!

Benar-benar rugi besar!!

Ya iyalah.. wong dari semua dagangan, cuma 10% aja yang dijual (dapat bayaran). Sisanya yang 90%?? Suskses dibagi-bagi GRATIS kayak bagi sembko...! wkwkwkwk

Kacau!!

Ini sepanjang perjalanan pulang ke rumah (pulangnya jalan kaki), aku mulai cemas sendiri. Mamaku pasti nagih nih uang hasil penjualan. Mana permennya terjual HABIS pula! Huhuhu... pasti dikira habis karena LARIS terjual. Aku mulai mutar otak, menghitung kira-kira berapa hasil penjualan yang seharusnya aku dapat kalau misalnya semua permen itu diBAYAR. Untungnya aku pinter Matematika, suka berhitung, jadi dengan cepat aku dapat hasilnya 'sekian-sekian'.

Begitu sampai di rumah, Mama belum pulang kerja nih ceritanya, aku pun bergegas bongkar tas sekolahku. Aku kebiasaan suka nyimpan sisa uang jajan di kantong depan tas sekolahku, dan syukur lah ternyata simpanan uangku banyak juga. Aku hitung, dan ternyata PAS banget dengan uang yang harus kusetor ke Mama. PAS banget jumlahnya!!

Dengan was-was aku menanti Mama pulang kerja, dan benar saja...Mama langsung nanya-nanya, bagaimana jualannya? Ada nggak sisa permennya?

Aku langsung tunjukkin bungkus permennya yang kosong melompong, dan mata Mama langsung berbinar-binar. Ya iyalaaahh... Mama pasti mikirnya 'wahhh...habis! Berarti anakku berhasil jual semuanya, dan LARIS manisss...'

Padahal Mama nggak tau aja kejadian sebenarnya...

Lalu Mama nanya, "Mana uangnya?"

Aku kasih deh uang 'simpananku', dan Mama mulai menghitung, kemudian tersenyum puas.

"Nah, ini uangnya, Nak, belikan lagi permen, untuk dijual lagi. Jadi, uangnya diputer gitu.." Mama menjelaskan sistem penjualan, yang segera aku bantah dengan gelengan kepala kuat-kuat.

"Jualan lagi?? Nggak mau!!"

"Loh kenapa? Malu?"

"Nggakk..." aku meringis, bingung menjawab. "Nggak malu kok... ngg... cuma...cuma males aja. Nggak suka jualan.." aku langsung lari pergi main hihihi...

Iya, waktu itu aku kapok jualan! Memang iya, Mama pikirnya jualanku LARIS dan UNTUNG, padahal sebaliknya, aku TEKOR huhuhuhu, karena harus ngasih uang simpananku ke Mama dengan ngaku-ngaku itu uang hasi jualan. Dih...nggak-nggak lagi deh aku mau jualan kalau caranya gitu. Nggak kebayang kan kalau kejadian yang sama terulang lagi, besok-besok aku dapat uag darimana? Wong, uang simpananku sudah terkuras gitu...

----

Lain cerita lagi waktu aku kelas 6 SD,,..

Ya, aku kembali berjualan. Hihi

Tapi kali ini karena kemauan sendiri, bukan karena paksaan Mama. Malah justru kali ini Mama lah yang aku peras habis-habisan hingga TEKOR hihihihi

Memangnya...apakah yang aku jual??

Tralalala.... aku jualan Majalah buatan sendiri!! Muihihihi *ngikik*

Aku nggak tahu kenapa waktu itu bisa kepikiran bikin Majalah sendiri dan dijual.

Seingatku sih berawal dari hobi menulisku. Ya, aku hobi menulis cerita. Aku selalu punya buku tulis khusus untuk cerpen-cerpenku, jadi buku tulis itu kuberi judul 'Kumpulan Cerpen'. Teman-teman pada suka baca, hingga buku tulisku itu digilir kesana-kemari hingga biasanya kembali ke tanganku dengan keadaan 'kucel parah' hahaha.

Senewen juga sih... cuman tau-tau TRING, terbersitlah ide di kepalaku. Bagaimana kalau aku bikin aja majalah yang memuat cerpen-cerpenku, lalu kujual??

Akhirnya aku langsung ajak sahabatku untuk kerja sama, maksudnya sih kalau-kalau dia tertarik mau ikutan ya silahkan ikut gitu. Tapi, kalau nggak tertarik, ya aku nggak maksa, biar aku saja yang buat sendiri. Namun, ternyata dia tertarik!! Akhirnya aku bawa lah dia ke kantor Mamaku. Untuk apa?? Untuk mengetik! Muahahaha

Rumahku jauuuuhhhh banget dari SD-ku. Makanya, kantor Mamaku lah yang jadi 'kantor' kami, karena jaraknya terjangkau. Jadi, kantor Mamaku itu kalau dari SDku lumayan dekat, 15 menit jalan nyampe.

Sebenarnya untuk ukuran anak SD kayak kita itu lumayan jauh dan melelahkan yaaaa... tapi saking semangatnya dengan 'proyek' yang kami rencanakan, rasa capek itu tak terasa ! Hahaha

Tapi, sebelumnya sih aku sudah minta izin Mamaku lewat telepon umum (pake koin), kalau aku mau 'numpang ngetik' di kantornya bersama temanku. Eh..ngomong-ngomong sekarang telepon koin itu masih ada nggak sih?? (penasaran)

Kembali ke story ... Mamaku pun mengizinkan walau agak senewen hehehe

Singkat cerita di kantor Mamaku, kebetulan jam segitu (jam kami pulang sekolah), kantor Mamaku juga sudah 'pulang' dan 'tutup'. Karena itu kami bebas makai komputer di ruangan Mamaku hehe. Ngetik-ngetik-ngetik-ngetik..... satu Majalah iu terdiri dari...kalau nggak salah 15-20 halaman (pakai kertas HVS). Dan karena aku mau buat 5 Majalah (satu untuk dimiliki sendiri, 4 untuk dijual), jadi totalnya ya kira-kira 100 halaman.

Mamaku pun senewen karena yang dipakai kan kertas milik kantor, dan tinta print juga milik kantor hehehe. Apalagi Majalahku Full Colour!! Hihihi. Jadi yah gitu lah... aku 'meras' Mamaku. Meras 'kertas' dan 'tinta print' kantornya hehehe

Walaupun sambil ngedumel, tapi Mamaku tetap bantuin aku ngeprint dan ngejilid.

Akhirnya sampai sore lah kami di kantor, dan jadilah 5 jilid Majalah..hihih..

Untungnya waktu itu hari Sabtu.

Seninnya, aku langsung promosi Majalah itu..dan AJAIB...! LARIS!!

Di luar perkiraanku. Awalnya aku pesimis gitu kalau ada yang mau beli. Masalahnya harganya MAHAL! 3500 rupiah. Waktu itu uang segitu termasuk MAHAL. Majalah BOBO saja waktu itu 5000 rupiah. Hehe

Karena harganya mahal itu, aku sempat berpikir, mana mungkin ada yang mau beli. Malah awalnya aku cuma mikir 'ada yang mau baca aja udah bagus' hihi. Nggak nyangka malah mereka SUKA! Malah nih entah bagaimana ceritanya, yang awalnya aku cuma berencana jualan di kelas, dan cuma untuk teman-teman sekelasku saja, eh....tak tahu bagaimana ceritanya, 'kabar tentang Majalahku' beredar cepat ke seluruh kelas angkatanku (kelas 6)! Sampai-sampai nih, anak kelas unggulan (yang isinya anak-anak pintar dan teladan, yang bahkan tidak pernah bergaul dengan kelas 'reguler' kayak kami :p) tahu tentang Majalah itu dan datang ke kelas ku untuk 'melihat dan membaca'. Sebagian dari mereka pun mulai order. Terpaksa aku cetak lagi (baca: NgePRINT di kantor Mama) hehehe...

Malah aku jadi rada kewalahan, karena mereka habis beli majalah, hari itu juga nodong Majalah Edisi ke II !! Aku pun SYOK! Hiahaha..mana mungkin aku bisa 'nerbitin' edisi ke II dalam waktu singkat. Masalahnya aku belu menyusun 'daftar isinya'.

Aku memang menerapkan sistem 'cerita bersambung' di majalahku. Dan memang itu tujuannya agar orang-orang pada tertarik membeli edisi selanjutnya hehe. Nggak nyangka, teoriku berhasill... mereka langsung nagih edisi ke II karena udah penasaran dengan lanjutannya..! Hihihi, aku sih senang..tapi kepayahan juga.

Oh ya, selain cerita bersambung, di majalahku itu juga ada gosip-gosip selebritis, dan juga hal-hal lainnya, kayak 'ilmu pengetahuan' atau 'info-info' menarik lainnya yang jelas saja aku contek dari Ensiklopedia dan buku-buku lain yang aku punya ;p Hahahaha. Namanya juga anak-anak, nggak ngerti apa-apa.

Dan dari semua pelangganku itu, mereka juga punya ketertarikan yang berbeda-beda. Ada yang beli majalah karena tertarik dengan cerpennya, ada juga yang tertarik dengan ilmu pengetahuannya (yang biasanya ini adalah golongan anak 'pintar').

Karena banyak yak order, jadinya aku buka PO. So, aku hanya akan mencetak sebanyak jumlah yang mesan saja. Jadi,kalau yang pesan 10 orang, aku bikinnya juga 10 jilid saja..hehe

Karena makin seringnya aku 'memeras' Mamaku, Mama pun mulai serius ngehadapin hal ini. Dia menghitung-hitung untung dan rugi yang aku peroleh. Dan ternyata setelah dihitung-hitung, Mama menyarankanku untuk jual majalahnya 4000. Naik 500 dari harga awal. Sempat ada beberapa teman protes tapi...yah...harganya naik segitu. 4000 rupiah!

Mamaku sempat ngegodain aku, "wah...harusnya itu uangnya dikasih ke kantor Mama. Kan ngetik dan ngeprintnya di kantor.." Hehehehe

Tapi untung uangnya nggak diambil beneran, hehehe. Jadi, uangnya itu milikku sepenuhnya. Hihi...untung amat ya?? Nggak keluar modal (karena pakai alat kantor), uangnya pun jadi milikku seutuhnya hihihi.

Sayang, nggak lama tau-tau aku berhenti buat majalah secara nggak sengaja, karena waktu itu sudah mulai EBTANAS. Sering ada try out dan bmbel di sekolah sampai sore banget, jadi nggak pernah sempat ngetik. Awalnya sempat ditagih-tagih sama langganan, tapi mungkin karena aku belum juga 'cetak' lagi, ...akhirnya lama-lama mereka lupa dan juga karena sudah sibuk ujian. Yah..akhirnya terhenti sampai di situ lah jualanku..hehe. Selesai ujian, dan lulus, sudah nggak pernah ketemu teman SD lagi, lalu mulai masuk dunia baru. Yaitu...dunia SMP!!

Tapi, untuk jualan lagi?? Hmm... lingkungan nggak mendukung. I mean, suasana dan teman-temannya udah beda. Jadi, yah... aku nggak bikin majalah lagi. Nggak ada yang baca soalnya :p Hahaha



Hahaha... nggak tahu kenapa tahu-tahu teringat dengan waktu aku dulu pernah 'coba jualan' waktu SD... Tepatnya kelas 3 SD. Jualannya jualan permen! Hihihi

Mungkin gara-gara udah lama kepikiran pengen join 'oriflame', selain karena memang tertarik dengan segala productnya, juga pengen 'nyoba' aja. Cuman, mikir 'jualannya' ini loh yang masih bikin aku belum mantep untuk 'join' hihi.

Iya, aku tahu, join Oriflame nggak mesti 'jualan'. Cuma, aku pengennya join oriflame itu ya jualan. Nggak ada alasan sih, aku pengen 'nyoba' aja sesuatu yang baru..hihi. Soalnya dengar-dengar cerita orang kayaknya seruuu gitu, lebih-lebih dengan berbagai 'hadiah' yang diperoleh benar-benar menggiurkan. Tapi tentu saja kan pengen 'sukses' di Oriflame juga mesti jago 'ngerekrut' dan 'nawarin product' toh?? tetap saja kembali ke judul awal. Yaitu 'Jualan' hihi.

Masalahnya... aku kayaknya nggak ada bakat jualan hehe. Nggak pernah bisa jualan. Bukan karena malu atau nggak PD sih.. tapi entah kenapa ya, selalu 'gagal jualan', mungkin karena dasarnya nggak ada bakat -_-.

Dan aku jadi inget, dulu waktu kelas 3 SD aku pernah 'coba' jualan permen. Bukan karena lagi butuh uang atau apa, cuma iseng aja belajar jualan hehehe. Dan aku jualan permen gitu di kelas. Tapi, tau nggak, yang ada aku malah bagi-bagi gratis ke teman-teman huhuhuhuh. Habisnya, sulit menolak wajah memelas mereka yang pada mintain permen gratis. Dasar aku orangnya nggak bisa bilang NGGAK, ya aku kasih deh huhuhu...

Jelas aja dalam siste penjualan, aku ini namanya sudah RUGI BESAR!!

Benar-benar rugi besar!!

Ya iyalah.. wong dari semua dagangan, cuma 10% aja yang dijual (dapat bayaran). Sisanya yang 90%?? Suskses dibagi-bagi GRATIS kayak bagi sembko...! wkwkwkwk

Kacau!!

Ini sepanjang perjalanan pulang ke rumah (pulangnya jalan kaki), aku mulai cemas sendiri. Mamaku pasti nagih nih uang hasil penjualan. Mana permennya terjual HABIS pula! Huhuhu... pasti dikira habis karena LARIS terjual. Aku mulai mutar otak, menghitung kira-kira berapa hasil penjualan yang seharusnya aku dapat kalau misalnya semua permen itu diBAYAR. Untungnya aku pinter Matematika, suka berhitung, jadi dengan cepat aku dapat hasilnya 'sekian-sekian'.

Begitu sampai di rumah, Mama belum pulang kerja nih ceritanya, aku pun bergegas bongkar tas sekolahku. Aku kebiasaan suka nyimpan sisa uang jajan di kantong depan tas sekolahku, dan syukur lah ternyata simpanan uangku banyak juga. Aku hitung, dan ternyata PAS banget dengan uang yang harus kusetor ke Mama. PAS banget jumlahnya!!

Dengan was-was aku menanti Mama pulang kerja, dan benar saja...Mama langsung nanya-nanya, bagaimana jualannya? Ada nggak sisa permennya?

Aku langsung tunjukkin bungkus permennya yang kosong melompong, dan mata Mama langsung berbinar-binar. Ya iyalaaahh... Mama pasti mikirnya 'wahhh...habis! Berarti anakku berhasil jual semuanya, dan LARIS manisss...'

Padahal Mama nggak tau aja kejadian sebenarnya...

Lalu Mama nanya, "Mana uangnya?"

Aku kasih deh uang 'simpananku', dan Mama mulai menghitung, kemudian tersenyum puas.

"Nah, ini uangnya, Nak, belikan lagi permen, untuk dijual lagi. Jadi, uangnya diputer gitu.." Mama menjelaskan sistem penjualan, yang segera aku bantah dengan gelengan kepala kuat-kuat.

"Jualan lagi?? Nggak mau!!"

"Loh kenapa? Malu?"

"Nggakk..." aku meringis, bingung menjawab. "Nggak malu kok... ngg... cuma...cuma males aja. Nggak suka jualan.." aku langsung lari pergi main hihihi...

Iya, waktu itu aku kapok jualan! Memang iya, Mama pikirnya jualanku LARIS dan UNTUNG, padahal sebaliknya, aku TEKOR huhuhuhu, karena harus ngasih uang simpananku ke Mama dengan ngaku-ngaku itu uang hasi jualan. Dih...nggak-nggak lagi deh aku mau jualan kalau caranya gitu. Nggak kebayang kan kalau kejadian yang sama terulang lagi, besok-besok aku dapat uag darimana? Wong, uang simpananku sudah terkuras gitu...

----

Lain cerita lagi waktu aku kelas 6 SD,,..

Ya, aku kembali berjualan. Hihi

Tapi kali ini karena kemauan sendiri, bukan karena paksaan Mama. Malah justru kali ini Mama lah yang aku peras habis-habisan hingga TEKOR hihihihi

Memangnya...apakah yang aku jual??

Tralalala.... aku jualan Majalah buatan sendiri!! Muihihihi *ngikik*

Aku nggak tahu kenapa waktu itu bisa kepikiran bikin Majalah sendiri dan dijual.

Seingatku sih berawal dari hobi menulisku. Ya, aku hobi menulis cerita. Aku selalu punya buku tulis khusus untuk cerpen-cerpenku, jadi buku tulis itu kuberi judul 'Kumpulan Cerpen'. Teman-teman pada suka baca, hingga buku tulisku itu digilir kesana-kemari hingga biasanya kembali ke tanganku dengan keadaan 'kucel parah' hahaha.

Senewen juga sih... cuman tau-tau TRING, terbersitlah ide di kepalaku. Bagaimana kalau aku bikin aja majalah yang memuat cerpen-cerpenku, lalu kujual??

Akhirnya aku langsung ajak sahabatku untuk kerja sama, maksudnya sih kalau-kalau dia tertarik mau ikutan ya silahkan ikut gitu. Tapi, kalau nggak tertarik, ya aku nggak maksa, biar aku saja yang buat sendiri. Namun, ternyata dia tertarik!! Akhirnya aku bawa lah dia ke kantor Mamaku. Untuk apa?? Untuk mengetik! Muahahaha

Rumahku jauuuuhhhh banget dari SD-ku. Makanya, kantor Mamaku lah yang jadi 'kantor' kami, karena jaraknya terjangkau. Jadi, kantor Mamaku itu kalau dari SDku lumayan dekat, 15 menit jalan nyampe.

Sebenarnya untuk ukuran anak SD kayak kita itu lumayan jauh dan melelahkan yaaaa... tapi saking semangatnya dengan 'proyek' yang kami rencanakan, rasa capek itu tak terasa ! Hahaha

Tapi, sebelumnya sih aku sudah minta izin Mamaku lewat telepon umum (pake koin), kalau aku mau 'numpang ngetik' di kantornya bersama temanku. Eh..ngomong-ngomong sekarang telepon koin itu masih ada nggak sih?? (penasaran)

Kembali ke story ... Mamaku pun mengizinkan walau agak senewen hehehe

Singkat cerita di kantor Mamaku, kebetulan jam segitu (jam kami pulang sekolah), kantor Mamaku juga sudah 'pulang' dan 'tutup'. Karena itu kami bebas makai komputer di ruangan Mamaku hehe. Ngetik-ngetik-ngetik-ngetik..... satu Majalah iu terdiri dari...kalau nggak salah 15-20 halaman (pakai kertas HVS). Dan karena aku mau buat 5 Majalah (satu untuk dimiliki sendiri, 4 untuk dijual), jadi totalnya ya kira-kira 100 halaman.

Mamaku pun senewen karena yang dipakai kan kertas milik kantor, dan tinta print juga milik kantor hehehe. Apalagi Majalahku Full Colour!! Hihihi. Jadi yah gitu lah... aku 'meras' Mamaku. Meras 'kertas' dan 'tinta print' kantornya hehehe

Walaupun sambil ngedumel, tapi Mamaku tetap bantuin aku ngeprint dan ngejilid.

Akhirnya sampai sore lah kami di kantor, dan jadilah 5 jilid Majalah..hihih..

Untungnya waktu itu hari Sabtu.

Seninnya, aku langsung promosi Majalah itu..dan AJAIB...! LARIS!!

Di luar perkiraanku. Awalnya aku pesimis gitu kalau ada yang mau beli. Masalahnya harganya MAHAL! 3500 rupiah. Waktu itu uang segitu termasuk MAHAL. Majalah BOBO saja waktu itu 5000 rupiah. Hehe

Karena harganya mahal itu, aku sempat berpikir, mana mungkin ada yang mau beli. Malah awalnya aku cuma mikir 'ada yang mau baca aja udah bagus' hihi. Nggak nyangka malah mereka SUKA! Malah nih entah bagaimana ceritanya, yang awalnya aku cuma berencana jualan di kelas, dan cuma untuk teman-teman sekelasku saja, eh....tak tahu bagaimana ceritanya, 'kabar tentang Majalahku' beredar cepat ke seluruh kelas angkatanku (kelas 6)! Sampai-sampai nih, anak kelas unggulan (yang isinya anak-anak pintar dan teladan, yang bahkan tidak pernah bergaul dengan kelas 'reguler' kayak kami :p) tahu tentang Majalah itu dan datang ke kelas ku untuk 'melihat dan membaca'. Sebagian dari mereka pun mulai order. Terpaksa aku cetak lagi (baca: NgePRINT di kantor Mama) hehehe...

Malah aku jadi rada kewalahan, karena mereka habis beli majalah, hari itu juga nodong Majalah Edisi ke II !! Aku pun SYOK! Hiahaha..mana mungkin aku bisa 'nerbitin' edisi ke II dalam waktu singkat. Masalahnya aku belu menyusun 'daftar isinya'.

Aku memang menerapkan sistem 'cerita bersambung' di majalahku. Dan memang itu tujuannya agar orang-orang pada tertarik membeli edisi selanjutnya hehe. Nggak nyangka, teoriku berhasill... mereka langsung nagih edisi ke II karena udah penasaran dengan lanjutannya..! Hihihi, aku sih senang..tapi kepayahan juga.

Oh ya, selain cerita bersambung, di majalahku itu juga ada gosip-gosip selebritis, dan juga hal-hal lainnya, kayak 'ilmu pengetahuan' atau 'info-info' menarik lainnya yang jelas saja aku contek dari Ensiklopedia dan buku-buku lain yang aku punya ;p Hahahaha. Namanya juga anak-anak, nggak ngerti apa-apa.

Dan dari semua pelangganku itu, mereka juga punya ketertarikan yang berbeda-beda. Ada yang beli majalah karena tertarik dengan cerpennya, ada juga yang tertarik dengan ilmu pengetahuannya (yang biasanya ini adalah golongan anak 'pintar').

Karena banyak yak order, jadinya aku buka PO. So, aku hanya akan mencetak sebanyak jumlah yang mesan saja. Jadi,kalau yang pesan 10 orang, aku bikinnya juga 10 jilid saja..hehe

Karena makin seringnya aku 'memeras' Mamaku, Mama pun mulai serius ngehadapin hal ini. Dia menghitung-hitung untung dan rugi yang aku peroleh. Dan ternyata setelah dihitung-hitung, Mama menyarankanku untuk jual majalahnya 4000. Naik 500 dari harga awal. Sempat ada beberapa teman protes tapi...yah...harganya naik segitu. 4000 rupiah!

Mamaku sempat ngegodain aku, "wah...harusnya itu uangnya dikasih ke kantor Mama. Kan ngetik dan ngeprintnya di kantor.." Hehehehe

Tapi untung uangnya nggak diambil beneran, hehehe. Jadi, uangnya itu milikku sepenuhnya. Hihi...untung amat ya?? Nggak keluar modal (karena pakai alat kantor), uangnya pun jadi milikku seutuhnya hihihi.

Sayang, nggak lama tau-tau aku berhenti buat majalah secara nggak sengaja, karena waktu itu sudah mulai EBTANAS. Sering ada try out dan bmbel di sekolah sampai sore banget, jadi nggak pernah sempat ngetik. Awalnya sempat ditagih-tagih sama langganan, tapi mungkin karena aku belum juga 'cetak' lagi, ...akhirnya lama-lama mereka lupa dan juga karena sudah sibuk ujian. Yah..akhirnya terhenti sampai di situ lah jualanku..hehe. Selesai ujian, dan lulus, sudah nggak pernah ketemu teman SD lagi, lalu mulai masuk dunia baru. Yaitu...dunia SMP!!

Tapi, untuk jualan lagi?? Hmm... lingkungan nggak mendukung. I mean, suasana dan teman-temannya udah beda. Jadi, yah... aku nggak bikin majalah lagi. Nggak ada yang baca soalnya :p Hahaha



Jumat, 01 Maret 2013

Ngemil ala Aku.. :)

Wkwkwkwk...

Masih ingat BurYam yang aku beli di alfamart beberapa waktu lalu??

Kalau kalian membayangkan bakal makan burYam berasa makann BurYam, maka jangan bayangkan..hihihihi

Sama sekali gak kayak burYamm!!! >_<

Well, sebenarnya aku dah tahu sih kalau rasanya nggak bakal sama kayak BurYam versi aslinya hihihi.. secara aku ini kan memang suka makan super Bubur Instan dari dulu, jadi dah bisa perkirakan lah bentuknya bakal gimana...

Jauuuhhh.... jauuhhh banget dari burYam asli hihihi

Jadi, kalau kalian pengen makan Bubur Ayam, maka beli lah bubur ayam asli di tukang bubur, jangan beli bubur instan ini..hahaha

Namanya aja burYam, tapi ayamnya mah nggak adaaa... *gondok*

Gambarnya menipuuu!!! wkwkwkwkwk

Tapi aku pribadi sih memang beli burYam ini bukan karea ngarep bakal bener-bener berasa makan burYam. Tapi, lebin untuk sekada camilan saja

Aku ini orangnya suka makan. Bukan makan dalam versi sebenarnya hihihi (kayak makanan berat gitu). Justru kalau makan berat aku kayaknya nggak banyak, dan lambungku juga nggak kuat nampung banyak kayaknya hihi.. Jadi baru makan sedikit aja udah kenyang.

Cuma, aku kecenderungan suka ngemil. Mulutku rasanya pengen selalu ngunyah entah kenapa. Dan berasa lapar, tapi nggak laparr...haha bingung kan??

Jadi, gini, misalnya nih aku sudah makan 'berat' kayak nasi goreng misalnya, tapi pasti habis itu sejam-an kemudian mulutku pengen aja ngunyah makanan, tapi bukan makanan berat, tapi juga bukan makanan ringan. Bingung kan? Aku pernah ngakalin dengan makan chiki-chiki, mulutnya sih puas ngunyahnya, tapi tetap saja masih berasa kurang dan jadi pengen terus ngunyah, karena rasanya masih lapar gitu. Tapi, aku nggak mau yang berat karena juga 'kenyang' hahaha.

Nahhh...makin bingung kan?? Hihihi..aku juga bingung. Udah kenyang, tapi kok ya masih aja pengen ngunyah kayak orang 'lapar'.

Karena makan makanan kecil nggak mempan, dan juga nggak kuat makan makanan besar, jadilah sebagai camilan aku milihnya kayak Bubur, dan indomie, atau bahkan sekadar bikin telur ceplok atau telur dadar buat camilan. Itu makanan yang paling pasm tidak 'berat', tapi juga tidak 'ringan' . Malah pernah nih aku ngemil ayam KFC. Jadi, dicamilin aja tuh ayam, nggak buat dimakan pakai nasi...hihi..

Aneh kan?? Camilan aku kok ya, telur, bubur, KFC gitu...wkwkwk

Kadang juga indomie, atau nggak sosis yang dibeli di supermarket, itu lohh sosis yang diiklankan oleh SMASH dan Shinta-Jojo. Aku sih beli sosis bukan karena terpengaruh ikannya...tapi lebih karena sosisnya itu enak, tinggal langsung dimakan. Cocok buat mulutku yang suka ngunyah.

Makanya, kadang suka juga tuh sediain satu toples sosis siap makan. Jadi, kalau mulai pengen ngunyah sesuatu, makan sosis deh..

Begitu juga super bubur ini. Aku suka makannya sebagai camilan hehe. Yahhh...walau rasanya jelas kalahhh jauuhhh dengan bubur ayam asli (ya iyalaahhh), tapi enak kok!! Enak banget! Aku doyan. Cuma dibandingkan BurYam instan, aku lebih suka yang super bubur soalnya selain enak juga ada kerupuknya. Dan aku suka kerupuknya!! Kalau yang burYam nggak ada kerupuknya...cih...

Kalau nggak ada makan sama sekali, biasanya MILO deh yang diincer. Sekadar di'gadoin', atau cuma diminum hehehehe

Nah, sekarang ini mulut pengen ngunyah lagi kannn... Ya udah, yuk bongkar-bongkar nyari sesuatu yang bisa dimakan hihihi

Wkwkwkwk...

Masih ingat BurYam yang aku beli di alfamart beberapa waktu lalu??

Kalau kalian membayangkan bakal makan burYam berasa makann BurYam, maka jangan bayangkan..hihihihi

Sama sekali gak kayak burYamm!!! >_<

Well, sebenarnya aku dah tahu sih kalau rasanya nggak bakal sama kayak BurYam versi aslinya hihihi.. secara aku ini kan memang suka makan super Bubur Instan dari dulu, jadi dah bisa perkirakan lah bentuknya bakal gimana...

Jauuuhhh.... jauuhhh banget dari burYam asli hihihi

Jadi, kalau kalian pengen makan Bubur Ayam, maka beli lah bubur ayam asli di tukang bubur, jangan beli bubur instan ini..hahaha

Namanya aja burYam, tapi ayamnya mah nggak adaaa... *gondok*

Gambarnya menipuuu!!! wkwkwkwkwk

Tapi aku pribadi sih memang beli burYam ini bukan karea ngarep bakal bener-bener berasa makan burYam. Tapi, lebin untuk sekada camilan saja

Aku ini orangnya suka makan. Bukan makan dalam versi sebenarnya hihihi (kayak makanan berat gitu). Justru kalau makan berat aku kayaknya nggak banyak, dan lambungku juga nggak kuat nampung banyak kayaknya hihi.. Jadi baru makan sedikit aja udah kenyang.

Cuma, aku kecenderungan suka ngemil. Mulutku rasanya pengen selalu ngunyah entah kenapa. Dan berasa lapar, tapi nggak laparr...haha bingung kan??

Jadi, gini, misalnya nih aku sudah makan 'berat' kayak nasi goreng misalnya, tapi pasti habis itu sejam-an kemudian mulutku pengen aja ngunyah makanan, tapi bukan makanan berat, tapi juga bukan makanan ringan. Bingung kan? Aku pernah ngakalin dengan makan chiki-chiki, mulutnya sih puas ngunyahnya, tapi tetap saja masih berasa kurang dan jadi pengen terus ngunyah, karena rasanya masih lapar gitu. Tapi, aku nggak mau yang berat karena juga 'kenyang' hahaha.

Nahhh...makin bingung kan?? Hihihi..aku juga bingung. Udah kenyang, tapi kok ya masih aja pengen ngunyah kayak orang 'lapar'.

Karena makan makanan kecil nggak mempan, dan juga nggak kuat makan makanan besar, jadilah sebagai camilan aku milihnya kayak Bubur, dan indomie, atau bahkan sekadar bikin telur ceplok atau telur dadar buat camilan. Itu makanan yang paling pasm tidak 'berat', tapi juga tidak 'ringan' . Malah pernah nih aku ngemil ayam KFC. Jadi, dicamilin aja tuh ayam, nggak buat dimakan pakai nasi...hihi..

Aneh kan?? Camilan aku kok ya, telur, bubur, KFC gitu...wkwkwk

Kadang juga indomie, atau nggak sosis yang dibeli di supermarket, itu lohh sosis yang diiklankan oleh SMASH dan Shinta-Jojo. Aku sih beli sosis bukan karena terpengaruh ikannya...tapi lebih karena sosisnya itu enak, tinggal langsung dimakan. Cocok buat mulutku yang suka ngunyah.

Makanya, kadang suka juga tuh sediain satu toples sosis siap makan. Jadi, kalau mulai pengen ngunyah sesuatu, makan sosis deh..

Begitu juga super bubur ini. Aku suka makannya sebagai camilan hehe. Yahhh...walau rasanya jelas kalahhh jauuhhh dengan bubur ayam asli (ya iyalaahhh), tapi enak kok!! Enak banget! Aku doyan. Cuma dibandingkan BurYam instan, aku lebih suka yang super bubur soalnya selain enak juga ada kerupuknya. Dan aku suka kerupuknya!! Kalau yang burYam nggak ada kerupuknya...cih...

Kalau nggak ada makan sama sekali, biasanya MILO deh yang diincer. Sekadar di'gadoin', atau cuma diminum hehehehe

Nah, sekarang ini mulut pengen ngunyah lagi kannn... Ya udah, yuk bongkar-bongkar nyari sesuatu yang bisa dimakan hihihi

Rabu, 27 Februari 2013

Jangan...

Entah ya...

Aku paling nggak suka dengan orang yang mengatakan, "aku sudah terlalu jauh dari Tuhan." atau "Bukan Tuhan yang jauh dariku, tapi aku lah yang jauh darinya.." atau kalimat-kalimat sejenisnya.

Karena aku ngerasa kalimat itu jadi kedengaran kalau yang ngomong tuh sadar dirinya 'buruk' tapi seakan-akan dia menyerah untuk bangkit atau keluar dari keterpurukannya.

Aku paling benci dengan orang yang merasa 'mungkin' dirinya sudah tak beriman, atau bahkan tak pantas bersama Tuhan..

Padahal dia menyadari 'kekurangan' yang ada pada dirinya. Lalu, kenapa dia nggak mencoba 'menutupi kekurangan' itu dengan bangkit dan menunjukkan bahwa ia bisa lebih baik lagi?

Aku juga dulu sering berpikir seperti itu, dan aku pun benci pada diriku sendiri, ketika aku berpikir, "Kayaknya aku nggak mungkin deh berhijab sekarang, karena aku masih begini, begitu..dll",

Sebenarnya aku ingin menampar diriku sendiri saat bisikan setan itu datang padaku. Yah...aku menganggap itu bisikan setan!

Karena apa? Tak seharusnya kita berpikir panjang hanya untuk 'mendekat pada Tuhan' kan? Tak seharusnya ada banyak alasan untuk menunda-nunda semuanya.. Saat ingin berhijab, beribadah,..lakukanlah.

Dan lakukan hal-hal terbaik yang bisa kita lakukan.. seperti beribadah, membaca kitab, berbakti pda orang tua, berprilaku yang baik, dan tak lupa pada 'RUKUN IMAN'..dll...tanpa harus sibuk memikirkan "aku ini udah terlalu banyak keburukan dalam diriku, nggak pantas aku pakai jilbab, sholat..dll etc..." HILANGKAN deh pikiran-pikiran kayak gitu.

Itu hanyalah pikiran orang-orang yang terbisikkan oleh setan!

Kalau memang, selama masih bisa kita lakukan, lakukan lah. Kita lakukan yang terbaik agar bisa dekat pada Tuhan kita. Mulai dari yang terdekat dalam hidup kita, dan bisa kita lakukan.

Jadi, jangan lagi katakan, "Kita telah berada di tempat yang jauh dari Tuhan..." Jangan!


Kalau kita sudah sadar diri, ya maka bangkit lah, dan mendekatkan diri. Sesederhana itu..

Entah ya...

Aku paling nggak suka dengan orang yang mengatakan, "aku sudah terlalu jauh dari Tuhan." atau "Bukan Tuhan yang jauh dariku, tapi aku lah yang jauh darinya.." atau kalimat-kalimat sejenisnya.

Karena aku ngerasa kalimat itu jadi kedengaran kalau yang ngomong tuh sadar dirinya 'buruk' tapi seakan-akan dia menyerah untuk bangkit atau keluar dari keterpurukannya.

Aku paling benci dengan orang yang merasa 'mungkin' dirinya sudah tak beriman, atau bahkan tak pantas bersama Tuhan..

Padahal dia menyadari 'kekurangan' yang ada pada dirinya. Lalu, kenapa dia nggak mencoba 'menutupi kekurangan' itu dengan bangkit dan menunjukkan bahwa ia bisa lebih baik lagi?

Aku juga dulu sering berpikir seperti itu, dan aku pun benci pada diriku sendiri, ketika aku berpikir, "Kayaknya aku nggak mungkin deh berhijab sekarang, karena aku masih begini, begitu..dll",

Sebenarnya aku ingin menampar diriku sendiri saat bisikan setan itu datang padaku. Yah...aku menganggap itu bisikan setan!

Karena apa? Tak seharusnya kita berpikir panjang hanya untuk 'mendekat pada Tuhan' kan? Tak seharusnya ada banyak alasan untuk menunda-nunda semuanya.. Saat ingin berhijab, beribadah,..lakukanlah.

Dan lakukan hal-hal terbaik yang bisa kita lakukan.. seperti beribadah, membaca kitab, berbakti pda orang tua, berprilaku yang baik, dan tak lupa pada 'RUKUN IMAN'..dll...tanpa harus sibuk memikirkan "aku ini udah terlalu banyak keburukan dalam diriku, nggak pantas aku pakai jilbab, sholat..dll etc..." HILANGKAN deh pikiran-pikiran kayak gitu.

Itu hanyalah pikiran orang-orang yang terbisikkan oleh setan!

Kalau memang, selama masih bisa kita lakukan, lakukan lah. Kita lakukan yang terbaik agar bisa dekat pada Tuhan kita. Mulai dari yang terdekat dalam hidup kita, dan bisa kita lakukan.

Jadi, jangan lagi katakan, "Kita telah berada di tempat yang jauh dari Tuhan..." Jangan!


Kalau kita sudah sadar diri, ya maka bangkit lah, dan mendekatkan diri. Sesederhana itu..

Selasa, 26 Februari 2013

STOP untuk membanggakan 'pengetahuanmu'

Wahai para orang-orang yang mengaku seorang fangirling boyband-boyband Korea.

Oke, aku nggak tahu kenapa selalu nggak suka dengan orang-orang yang merasa paling tahu, paling benar, banyak bacot pula...

Apalagi kalau sudah terlalu sok tau alias sotoy banget...

Aku memang bukan fangirling, dan malah udah bisa dibilang pensiun dari dunia perkorea-an dan perjepangan *?*..halaah

Tapi, aku masih suka kok sama SHINee, SuJu, dan segala apapun itu yang berhubungan dengan Korea.

Lalu, kenapa gitu kalau aku nggak lagi EXCITED dengan berita-berita tentang mereka?

Memangnya aneh?

Nggak masalah kan??

Toh, suka bukan berarti harus cari tahu apapun tentang mereka, kayak misalnya gosip Changmin dengan Victoria, dll itu.

Aku sendiri nggak tahu kenapa udah gak excited. Aku ngerasa itu bukan suatu hal yang penting, dan mungkin juga karena aku udah di dunia perKPOP-an ini udah lama, dari bertahun-tahun yang lalu. Aku udah puas banget, gila-gilaan, heboh-hebohan, ngikutin segala berita tentang mereka.

Dan mungkin sekarang aku udah masuk tahap jenuh, alias puas..karena aku sudah melewati fase 'norak' itu. Sekarang aku udah ngerasa kegiatan-kegiatan kayak gitu nggak penting banget. Tapi, walau gitu, aku masih suka kok..dan itu nggak mengurangi rasa cintaku pada SHINee dan SuJu.

Hanya saja, aku kadang sebal dengan para pencinta K-POP baru yang super norak dan super ababil.

Mereka sering sekan-akan saingan 'ilmu' seolah-olah BANGGA gitu kalau mereka lebih tahu dari yang tahu.

Misalnya gini, aku ngomong, "aku prefer Kyu dengan Yoona daripada Kyu dengan Vic..."

Trus, ada ajaaaa yang nyamber, "Ih..Vic kan udah sama Nickhun tauuu..udah klop merekaa.."

-__-

Aku juga tahuuu kaliii.

Kalau amu kuperjelas nih yaahh, "I'm a BIG FAN of Victoria, Nickhun, and KHUNTORIA."

Rrrrr...

Oke sebenarnya itu biasa aja. Sekarang kalau aku ingat-ingat...yah itu biasa aja. Malah akunya yang lebay karena dongkol sendiri..hehe.

Tapi, emang biasanya saat kejadiannya aku langsung dongkol entah kenapa..huhuhu (emosiku memang masih labil).

Tapi, biasanya sejam dua jam kemudian, setelah aku renungkan dan telaah dengan baik, aku pun bertanya-tanya 'kenapa aku harus dongkol coba? Itu kan hal biasa dan sebenarnya sama sekali nggak menjengkelkan...'

Oke...deh.. aku minta maaf, dan menyesal.

But, I can't help myself saat itu.

Aku merasa bahwa para K-POP baru itu sok lebih tahu cuma gara-gara aku memberikan pernyataan yang berbeda dengan mereka. Semisalnya mereka senang dengan pasangan Seokyu, dan aku menyatakan suka pasangan Kyuna, kayaknya mereka mati-matian ingin memperlihatkan bahwa SeoKyu lah fakta yang benar-benar real.

I mean, semua orang punya hak beropini, woyy..!!

Aku punya hak memilih pasangan Kyuna, sama kayak mereka yang punya hak memilih seoKyu couple.

Dan nggak hanya itu kekesalanku.

Kalau aku nggak tahu apa-apa tentang berita-berita boyband baru, mereka mulai mengguruiku dengan kata-kata dan nada yang menyebalkan.

Hei... aku sama sekali nggak peduli dengan gosip-gosip artis itu. Changmin mau pacaran sama Vic kek, apa kek.. I don't care more.. Nggak usah mengguruiku seakan-akan aku ini fangirl kasihan yang nggak tahu apa-apa. Kalau aku mau, aku bisa cari tahu sendiri!! Hanya saja aku memang nggak mau tahuuuu.

Dan mereka selalu mandang aku aneh saat aku nggak tahu lagi apa-apa tentang berita terbaru SHINee, padahal mengaku suka dan ngefans sama mereka.

Ya ya yaaa... aku memang SUKA SHINee! Lalu kenapa?? Memangnya dengan suka SHINee, aku musti ngikutin dan nyari tahu berita tentang mereka gitu???

Jujur aja nih yaa, aku udah gak pernah UPDATE tentang SHINee, atau apapun itu yang berhubungan dengan KOREA. Bukan karena nggak tahu, tapi MEMANG nggak mau nyari tahu.

Jadi, udah deh... please yah kalau aku tahu-tahu ngomong 'hh.. pengen deh Yoona dengan Kyu.." jangan nimpalin APAPUN! Kayak 'ihh...Yoona tuh sama Hae tauuu. Emang gak pernah dengar ya beritanya?" "Ih..Kyu tuh sama seohyun tahu..mereka real.." "Ihh...Yoona tuh lebih deketnya sama blabla tauuu".. JANGAN!

Karena aku benci diguruin seakan-akan aku orang bego. Huh!

Aku tuh tahuu! Tapi yah terserah aku dong mau ngomong apa juga. Pendapat ku dan pendapat kalian nggak mesti sama kan?

Dan lagi nih.. aku nggak update soal Korea juga bukan karena aku nggak Update atau nggak gaul. Tapi karena memang udah nggak lagi tertarik nyari tahu. Nonton drama Korea aja yang terakhir To the Beatiful You kok.

So, berhenti yah kalian para K-POP baru dan labil, berhenti sok-sok lebih tahu.

Bukannya aku sombong atau ngerasa bangga ya... tapi aku harus bilang ini, aku sudah kenal K-POP lama. Dulu juga aku sama kok kayak kalian (yang baru kenal dunia K-POP ini). Jejeritan nggak jelas, dan so excited. Saking udah lamanya aku di dunia KPOP ini, nggak heran seiring dengan bertambahnya usia, makin ke sini aku makin sadar, masih banyak hal penting lainnya dibandingkan sibuk mantauin perKOREA-an, atau perKPOP-an. Intinya, aku dah memasuki tahap yang jenuh akibat udah puas bertahun-tahun mendalami dunia ini.

Kalau aku mau, aku bisa kali nyari tahu sendiri berita-berita Korea terbaru. -__-

Ingat, pencinta K-POP itu bukan ajang kompetisi! Dan semua orang punya hak masing-masing mengapresiasikan kesukaannya dengan cara yang berbeda.

I LOVE SHINee, and I LOVE TAEMIN SO MUCH. Tapi, nggak berarti aku harus HEBOH, bahkan JEJERITAN sekalipun ntar ada SWC di Indonesia kan??

*sigh*
Wahai para orang-orang yang mengaku seorang fangirling boyband-boyband Korea.

Oke, aku nggak tahu kenapa selalu nggak suka dengan orang-orang yang merasa paling tahu, paling benar, banyak bacot pula...

Apalagi kalau sudah terlalu sok tau alias sotoy banget...

Aku memang bukan fangirling, dan malah udah bisa dibilang pensiun dari dunia perkorea-an dan perjepangan *?*..halaah

Tapi, aku masih suka kok sama SHINee, SuJu, dan segala apapun itu yang berhubungan dengan Korea.

Lalu, kenapa gitu kalau aku nggak lagi EXCITED dengan berita-berita tentang mereka?

Memangnya aneh?

Nggak masalah kan??

Toh, suka bukan berarti harus cari tahu apapun tentang mereka, kayak misalnya gosip Changmin dengan Victoria, dll itu.

Aku sendiri nggak tahu kenapa udah gak excited. Aku ngerasa itu bukan suatu hal yang penting, dan mungkin juga karena aku udah di dunia perKPOP-an ini udah lama, dari bertahun-tahun yang lalu. Aku udah puas banget, gila-gilaan, heboh-hebohan, ngikutin segala berita tentang mereka.

Dan mungkin sekarang aku udah masuk tahap jenuh, alias puas..karena aku sudah melewati fase 'norak' itu. Sekarang aku udah ngerasa kegiatan-kegiatan kayak gitu nggak penting banget. Tapi, walau gitu, aku masih suka kok..dan itu nggak mengurangi rasa cintaku pada SHINee dan SuJu.

Hanya saja, aku kadang sebal dengan para pencinta K-POP baru yang super norak dan super ababil.

Mereka sering sekan-akan saingan 'ilmu' seolah-olah BANGGA gitu kalau mereka lebih tahu dari yang tahu.

Misalnya gini, aku ngomong, "aku prefer Kyu dengan Yoona daripada Kyu dengan Vic..."

Trus, ada ajaaaa yang nyamber, "Ih..Vic kan udah sama Nickhun tauuu..udah klop merekaa.."

-__-

Aku juga tahuuu kaliii.

Kalau amu kuperjelas nih yaahh, "I'm a BIG FAN of Victoria, Nickhun, and KHUNTORIA."

Rrrrr...

Oke sebenarnya itu biasa aja. Sekarang kalau aku ingat-ingat...yah itu biasa aja. Malah akunya yang lebay karena dongkol sendiri..hehe.

Tapi, emang biasanya saat kejadiannya aku langsung dongkol entah kenapa..huhuhu (emosiku memang masih labil).

Tapi, biasanya sejam dua jam kemudian, setelah aku renungkan dan telaah dengan baik, aku pun bertanya-tanya 'kenapa aku harus dongkol coba? Itu kan hal biasa dan sebenarnya sama sekali nggak menjengkelkan...'

Oke...deh.. aku minta maaf, dan menyesal.

But, I can't help myself saat itu.

Aku merasa bahwa para K-POP baru itu sok lebih tahu cuma gara-gara aku memberikan pernyataan yang berbeda dengan mereka. Semisalnya mereka senang dengan pasangan Seokyu, dan aku menyatakan suka pasangan Kyuna, kayaknya mereka mati-matian ingin memperlihatkan bahwa SeoKyu lah fakta yang benar-benar real.

I mean, semua orang punya hak beropini, woyy..!!

Aku punya hak memilih pasangan Kyuna, sama kayak mereka yang punya hak memilih seoKyu couple.

Dan nggak hanya itu kekesalanku.

Kalau aku nggak tahu apa-apa tentang berita-berita boyband baru, mereka mulai mengguruiku dengan kata-kata dan nada yang menyebalkan.

Hei... aku sama sekali nggak peduli dengan gosip-gosip artis itu. Changmin mau pacaran sama Vic kek, apa kek.. I don't care more.. Nggak usah mengguruiku seakan-akan aku ini fangirl kasihan yang nggak tahu apa-apa. Kalau aku mau, aku bisa cari tahu sendiri!! Hanya saja aku memang nggak mau tahuuuu.

Dan mereka selalu mandang aku aneh saat aku nggak tahu lagi apa-apa tentang berita terbaru SHINee, padahal mengaku suka dan ngefans sama mereka.

Ya ya yaaa... aku memang SUKA SHINee! Lalu kenapa?? Memangnya dengan suka SHINee, aku musti ngikutin dan nyari tahu berita tentang mereka gitu???

Jujur aja nih yaa, aku udah gak pernah UPDATE tentang SHINee, atau apapun itu yang berhubungan dengan KOREA. Bukan karena nggak tahu, tapi MEMANG nggak mau nyari tahu.

Jadi, udah deh... please yah kalau aku tahu-tahu ngomong 'hh.. pengen deh Yoona dengan Kyu.." jangan nimpalin APAPUN! Kayak 'ihh...Yoona tuh sama Hae tauuu. Emang gak pernah dengar ya beritanya?" "Ih..Kyu tuh sama seohyun tahu..mereka real.." "Ihh...Yoona tuh lebih deketnya sama blabla tauuu".. JANGAN!

Karena aku benci diguruin seakan-akan aku orang bego. Huh!

Aku tuh tahuu! Tapi yah terserah aku dong mau ngomong apa juga. Pendapat ku dan pendapat kalian nggak mesti sama kan?

Dan lagi nih.. aku nggak update soal Korea juga bukan karena aku nggak Update atau nggak gaul. Tapi karena memang udah nggak lagi tertarik nyari tahu. Nonton drama Korea aja yang terakhir To the Beatiful You kok.

So, berhenti yah kalian para K-POP baru dan labil, berhenti sok-sok lebih tahu.

Bukannya aku sombong atau ngerasa bangga ya... tapi aku harus bilang ini, aku sudah kenal K-POP lama. Dulu juga aku sama kok kayak kalian (yang baru kenal dunia K-POP ini). Jejeritan nggak jelas, dan so excited. Saking udah lamanya aku di dunia KPOP ini, nggak heran seiring dengan bertambahnya usia, makin ke sini aku makin sadar, masih banyak hal penting lainnya dibandingkan sibuk mantauin perKOREA-an, atau perKPOP-an. Intinya, aku dah memasuki tahap yang jenuh akibat udah puas bertahun-tahun mendalami dunia ini.

Kalau aku mau, aku bisa kali nyari tahu sendiri berita-berita Korea terbaru. -__-

Ingat, pencinta K-POP itu bukan ajang kompetisi! Dan semua orang punya hak masing-masing mengapresiasikan kesukaannya dengan cara yang berbeda.

I LOVE SHINee, and I LOVE TAEMIN SO MUCH. Tapi, nggak berarti aku harus HEBOH, bahkan JEJERITAN sekalipun ntar ada SWC di Indonesia kan??

*sigh*

Tak lagi Sama, Tak juga Berbeda.. :)



            Langkahku terseret perlahan, menyusuri lorong yang kini tengah aku lalui. Mataku menelusuri dinding yang aku lewati, dan banyaknya jendela yang membatasi ruaangan dengan tempatku berada. Aku terus melangkah, dan semakin pelan, dan melambat. Mataku kini terpancang lurus ke depan, ke wajahmu, ke matamu yang balas menutupku lurus. Kedua tanganku yang sedari tadi memegang kedua tali ranselku, semakin erat mengencang. Semakin lambat langkahku, semakin lambat pula langkahmu. Namun, kita sama-sama terus berjalan, hingga bertemu di satu titik. Langkahku terhenti secara otomatis saat kau berdiri hanya selangkah dari hadapanku. Mata kita bersinggungan sesaat, namun….yah…hanya sesaat. Karena sedetiknya, kau melanjutkan langkahu dengan wajah menatap lurus ke depan, dan tak pernah lagi menoleh padaku yang hanya menolehkan kepala, mengikuti punggungmu yang kini semakin menjauh di belakangku.
            Aku menghela napas, dan menahannya sesaat. Dengan berat hati aku melangkahkan kaki kembali. Saat aku masuk ke kelas, aku memilih duduk menyendiri di bangku yang terletak di sudut. Kutopang dagu sambil menatap sekeliling, lalu akhirnya tertuju pada langit.
            Langit…langit…biru… Indah… damai…
            Namun, kenapa hatiku tak terasa hangat?
       Suara bel sekolah menyadarkanku untuk segera menurunkan tanganku yang masih di dagu, dan membenarkan posisi dudukku. Saat itu lah, lagi, mataku bersinggungan dengan matamu. Kau sedang melangkah masuk ke kelas, mengayunkan sebuah buku di tangan kananmu. Kutebak, kau dari perpustakaan.
         Aku tersenyum, walau kau hanya menatapku tanpa ekspresi, dan kini sibuk dengan ransel dan bukumu di salah satu meja kelas. Kau tahu kenapa aku tersenyum? Karena, walau tak lagi sama, namun kau tak berbeda. Kau masih sosok yang aku tahu, senang membaca buku di perpustakaan sebelum bel masuk berbunyi.


            Langkahku terseret perlahan, menyusuri lorong yang kini tengah aku lalui. Mataku menelusuri dinding yang aku lewati, dan banyaknya jendela yang membatasi ruaangan dengan tempatku berada. Aku terus melangkah, dan semakin pelan, dan melambat. Mataku kini terpancang lurus ke depan, ke wajahmu, ke matamu yang balas menutupku lurus. Kedua tanganku yang sedari tadi memegang kedua tali ranselku, semakin erat mengencang. Semakin lambat langkahku, semakin lambat pula langkahmu. Namun, kita sama-sama terus berjalan, hingga bertemu di satu titik. Langkahku terhenti secara otomatis saat kau berdiri hanya selangkah dari hadapanku. Mata kita bersinggungan sesaat, namun….yah…hanya sesaat. Karena sedetiknya, kau melanjutkan langkahu dengan wajah menatap lurus ke depan, dan tak pernah lagi menoleh padaku yang hanya menolehkan kepala, mengikuti punggungmu yang kini semakin menjauh di belakangku.
            Aku menghela napas, dan menahannya sesaat. Dengan berat hati aku melangkahkan kaki kembali. Saat aku masuk ke kelas, aku memilih duduk menyendiri di bangku yang terletak di sudut. Kutopang dagu sambil menatap sekeliling, lalu akhirnya tertuju pada langit.
            Langit…langit…biru… Indah… damai…
            Namun, kenapa hatiku tak terasa hangat?
       Suara bel sekolah menyadarkanku untuk segera menurunkan tanganku yang masih di dagu, dan membenarkan posisi dudukku. Saat itu lah, lagi, mataku bersinggungan dengan matamu. Kau sedang melangkah masuk ke kelas, mengayunkan sebuah buku di tangan kananmu. Kutebak, kau dari perpustakaan.
         Aku tersenyum, walau kau hanya menatapku tanpa ekspresi, dan kini sibuk dengan ransel dan bukumu di salah satu meja kelas. Kau tahu kenapa aku tersenyum? Karena, walau tak lagi sama, namun kau tak berbeda. Kau masih sosok yang aku tahu, senang membaca buku di perpustakaan sebelum bel masuk berbunyi.

Minggu, 24 Februari 2013

Euphoria of 'beli pulsa via ATM' dan 'BURYAM' :p

Heittt....

Saya baru tahu kalau bisa beli pulsa via ATM hihihihihi

Plissss dehhh...selama ini kemana aja lo??

Ya ya ya, mungkin sebagian orang akan menyerukan kalimat itu saat membaca postingan ini..heuheuheu..

Nggak usah jauh-jauh dah... malah ada seorang follower twitterku yang bilang aku 'jadul' gegara baru tahu soal ginian...hihihihi

Sialaaann..!
Hahaha..

Jadi nyesal dah update twit tentang kedodolanku
'baru tahu kalau beli pulsa bisa via ATM', jadi dibully sama follower ye kannn? (-_-!)

Berawal dari sifat 'malasku' hihihi...

Mungkin kalau nggak punya sifat buruk yang satu ini, mungkin sampai sekarang aku nggak bakal pernah tahu...dan bakal jadi makhluk 'jadul' selamanya :p

Jadi, nih seperti biasa...aku orangnya hobby menjelajahi internet dan download-download video..

Tapi...tapi... Quota kartu Hallo-ku dah nggak sanggup dipake download, maklum akhir bulan. Super lemotttttt! 1 video bisa baru kelar 2x24 jam kaliii..!

Sedangkan kartu 3 ku udah habis quotanya, kudu isi ulang.

Nah.... ngg.... sebenarnya ini bukan karena malas juga sih, cuma tempat jual pulsa langgananku yang dekat rumah kalau hari Minnu nggak buka, soalnya mereka kan keluarga Chinese , jadi mungkin ke gereja.

Dan... tempat jual pulsa lain...aku nggak tahu dimana, rata-rata jauh dari rumah dan...yah... ngomong-ngomong soal 'malas', aku tuh malas jalan ke tempat yang jauh cuma untuk ngeliat-liat dimana kira-kira ada tukang jual pulsa. Mana sudah malam pula, jam 7 lewat.

Sebenarnya.... ada sih satu konter pulsa lagi di dekat rumah.. Yah lumayan dekat lah. Cuma, aku nggak suka beli pulsa di sana, karena nggak sreg dengan yang jaga pulsanya. Semuanya jutek, apalagi yang perempuan. Dih, nggak ada senyumnya sama sekali :/

Padahal nih ya, menurutku dia cantik loh...sayang aja nggak pernah senyum. Dan menurutku nih, alangkah baiknya kalau pedagang atau penjual tuh melayani customer nya dengan ramah dan penuh senyum.

Ingat nggak pepatah yang mengatakan 'banyak senyum banyak rezeki'?? Nah, itu benar loh!! Nih, buktinya, gara-gara dia nggak pernah senyum, jadi kehilangan pelanggan kayak saya ini yang jadi ogah beli pulsa di sana :/

Bisa jadi kemungkinan kan yang berpikiran kayak saya ada berpuluhan orang lain lagi. Nah...kalau benar gimana tuh? Rezekinya yang mestinya di tangan puluhan orang itu ikut lenyap toh...terbang jadi ke konter pulsa yang lain, yang lebih ramah :p

Eh...ini kenapa jadi ngomongin orang yah?

Duh...maaf... kebablasan huhuhu... >_< Habisnya kesal jga sih..

Jadi, karena konter langgananku tutup, dan nggak ada konter pulsa lain lagi yang di dekat rumah, sedangkan aku malas jalan yang jauh-jauh, dan juga ogah beli pulsa di konter yang aku ceritakan di atas tadi... So, aku awalnya berencana ingin beli online di Internet. Walau nggak pernah beli pulsa online, tapi aku yakin pasti ada deh jasa pulsa online.

Dan....benar kan?? Bertebaran dimana-mana..

Cuma, jujur aja masih agak ragu gitu mau beli online... Akhirnya, aku cuma baca-baca saja di google tentang pulsa online..eh tahu-tahu aku dapat pengetahuan baru dari Om google, kalau bahwa beli pulsa juga bisa via ATM..!

What whit whet whot?? Kenapa saya baru tahu sekarang ya?? Huhuhu

Akhirnya dengan semangat 45 aku pergi ke ATM yang kebenaran dekat banget dari rumah, sekalian juga aku ingin ambil uang karena uang cash ku di dompet sudah habis tinggal recehan.

Sebelum ngambil uang... aku beli pulsa dulu. Dan ternyata caranya gampang banget dan nggak ribet!! Hihihihi

Oke, aku jabarin aja ya caranya... kali-kali aja ada yang kayak aku, baru tahu soal 'ginian' trus pengen coba juga beli pulsa via ATM..

CARANYA:

1. Seperti biasa, masukkan kartu ATM ke mesinnya
2. Pilih bahasa
3. Masukkan password
4. Pilih option pembayaran/pembelian
5. Pilih option pembelian voucher
6. Pilih kartu yang ingin kamu isikan pulsa. Kalau aku kan kartu 3, jadi aku pilih kartu '3prabayar'
7. Pilih nominal pulsa yang ingin kamu beli
8. Masukkan no.hape kamu

Nah, selesai dahhhh!! Bersamaan dengan keluarnya cetak resi nya.. Huhuhuhu

Nih...bukti cetak resi aku beli pulsa :p haha

Gampang kan??

Dan pulsa itu langsung masuk ke nomormu tanpa perlu lagi masukkin kode atau apa kayak beli voucher di konter :)). Pokoknya tinggal pakai dah tuh pulsa, terserah mau buat SMS kek, nelpon kek, atau kayak saya buat internet hihihi..

Duh..ini cerita apaan sih? Norak banget ya cuma gara-gara beli pulsa via ATM hahaha

Biarin dahhh... namanya juga berbagi cerita

Lalu pas jalan menuju pulang, aku mampir ke alfamart, dan mulai belanja-belanji...

Dasar emang perempuan yahhh... -_- Yang tadi awalnya di rumah aku sudah planning
CUMA mau beli BAYGON semprot, pembalut, dan minyak tawon.... Eh pas sudah di alfamartnya, entah bagaimana tahu-tahu keranjang sudah dipenuhi oleh rinso, sikat gigi, sikat closet (cuma karena warnanya PINK, tapi juga kebetulan sikat yang lama patah tangkainya), dan blueband, BIMOLI, tepung, dan berbagai bumbu masak (ada kali 6 bungkus), dan tissue dua pak (cuma gegara warnanya PINK), dan...telur 20 biji.

Oke...sebenarnya nggak masalah sih...walau di luar rencana, tapi barang-barang itu memang penting juga.

CUMAN, bagaimana dengan ini?? Ultra MILK 6 kotak ukuran sedang, susu Bear Brand 4 kaleng, BUBUR Instan 7 bungkus, Indomie 20 bungkus, 6 chiki-chiki kentang goreng, dan 4 botol teh pucuk??

-_-!

Sudahlah....nggak usah dipikir...huhuhuhuhu...

Kubawa sekeranjang penuh itu  ke kasir. Wih..antriannya lumayaaannn....

Sabar ngantri, dan saat tiba giliranku, eh seorang ibu-ibu langsung ambil tempat dan bayar di kasir. -__-;

Ya memang sih belanjaannya cuma SEBUAH botol minuman (entah apa, nggak merhatiin). Cuma yah tetap saja dongkol aku nya. Aku paling nggak suka dengan orang yang nggak tahu tata tertib.

Padahal nih ya...aku tadinya dah niat mau nyuruh ibu itu duluan karena aku kasihan, dia belanja cuma satu, tapi harus nungguin aku yang belanjanya seabrek. Cuma, sebelum aku persilahkan, dianya udah nyerobot aja. Hih. Walau pun niat awalku memang ingin dia yang duluan, tetap saja kan ya aku dongkol karena dia nggak permisi. Itu sama aja nyerobot mah! Mana lebih-lebih tampangnya cuek gitu, nggak tahu-tahu. Selesai bayar langsung melenggang gitu aja. Huh.

Pas mata kami tabrakan, aku langsung natap datar dia, dan mungkin dingin.

Huhu...

Bukannya aku marah atau apa ya...tapi itu spontan ekspresi yang kutunjukkan bahwa aku tak suka dengannya.

Dalam hati sih nggak marah, tapi dia layak aku gituin huhuh...

Lalu ketika aku taruh belanjaan di kasir, eh ada satu bapak tua lagi yang berdiri di sebelahku. Entah dia mau nyerobot atau bagaimana, tapi aku lebih kepikiran tentang kasian kalau dia nunggu aku lama-lama, karena belanjanya cuma dua botol minuman kecil. Baru saja aku mau persilahkan, eh dia dah taruh barangnya dan minta ke petugas kasir agar dia duluan.

Kali ini aku sih nggak dongkol, aku diemin aja. Tapi mungkin karena merasa nggak enak, dia ngomong, "Maaf ya nak.."

Aku langsung senyum. "Nggak apa-apa kok, Pak.."

:))

Nah... ini aku tulus langsung tersenyum lebar. Aku senang dengan bapak ini walau sebenarnya aku nggak ngarep diucapin permintaan maaf. Karena saat lihat bapak renta ini, aku sudah ikhlas dan memang niat agar dia saja duluan yang dilayani. Jadi, rasa dongkol ataupun marah, sama sekali nggak terbersit dalam diriku. Nggak nyangka Bapaknya sampai minta maaf..

Tapi, itu artinya bapaknya tetap menghormatiku walau aku jauh lebih muda dari dia (mestinya sih jadi cucunya). Dan harusnya orang Indonesia tuh gitu yaaaa... tahu tata tertib dan tata krama.

Sebenarnya kita (tepatnya aku) nggak pernah marah cuma karena hal sepele gini, dan aku bakal ngikhlasin kok kalau antrianku diserobot, asal alasannya bisa kuterima. Tapi, mbok ya mukanya jangan jutek dan tak acuh gitu (lirik ibu yng tadi). Itu yang bikin kita (yang antriannya diserobot) jadi dongkol sebenarnya... :p

Habisnya, sudah nyerobot eh sikapnya tak mau tahu menahu gitu. Kesal kan jadinyaaa..

Singkat kata...pulang-pulang aku langsung tepar di tempat tidur..hihihihi

Habisnya tas belanjaanku totalnya ada 6 lohhh! Gimana nggak kepayahan dan teler coba bawanya?



Sikat kloset yang langsung kuambil tanpa mikir lagi, karena warnanya PINK hahaha :p

Lebih jelas lagi, ini nih bentuknya hihihi



Terus, ini nih... yang LAGI LAGI berhasil bikin aku ambil dari rak dan memindahkannya ke keranjang, wkwkwk
YUP!
Karena PINK nya itu lohhh...minta banget diculik dari rak >.<



Nah kalo ini...yah memang sih warnanya nggak PINK... tapi aku suka. Karena dia gepeng tapi besar, enak dimasukkin ke tas atau dompet.
Dulu, kalau ke Gramedia, aku suka sekalian beli tissue ini hehe
Soalnya enak sih dibawa kemana-mana :))
Jadi..yang tissue PINK tadi untuk di rumah, yang ini untuk di tas yang siap dibawa kemana saja
Hehe



Ham...hemmm....ini dia nih salah satu malapetaka yang benar-benar di luar rencana...wkwkwk..

BUBUR Instan!!

Tadinya sih cuma lewatin raknya hehe

Entah kenapa ini mata ngeliat bungkusnya...wihh... "BURYAM"

Langsung dah teringat dengan percakapan dengan kak Andra paginya, ngebahas soal sarapan bubur ayam hihi

Aku kan jadi ngeces gitu -_-

Jadi pas liat judul bungkusnya bubur ayam, langsung aja ini mata jadi buta banget dah, gelap mata!!
Ambil 5 bungkus sekaligus PLUS  bungkus Super Bubur rasa lain, dan masuk keranjang dah

Aku tahu sih, bubur instan ini pasti beda lah rasanya dengan bubur ayam asli..hihi

Seenak-enaknya bubur instan, JAUUHHHH lebih enak lagi bubur ayam yang asli :))

But, namanya juga GELAP MATA yak...dah nggak mikir, membabi buta aja gitu masukkin semua bungkus bubur itu ke keranjang...pffftt

Ini bentuk lebih jelasnya.. :p



Telur 20 butir :p haha

Oh yaaa!!!

Terus, tahu nggak??

Setelah aku bongkar tas untuk kufoto-foto beberpanya :p, aku baru sadar.... BAYGON, dan minyak TAWONnya LUPA DIBELI!! Hayyyaaahhh..... -_-! Sumpah nggak ingat sama sekali malah. Ingatnya baru di rumah. ck!

Padahal nih, dua benda itu yang aku planning, eh...yang terealisasikan malah barang-barang yang nggak direncanakan awalnya ....zzz... -_-

Pasrah deh...pasrah!

Huhuhu..


Nah...mari kita bobo dulu... Jadi, besok bisa bangun pagi dan sarapan BUBUR AYAM INSTANT Hahahahaa

Heittt....

Saya baru tahu kalau bisa beli pulsa via ATM hihihihihi

Plissss dehhh...selama ini kemana aja lo??

Ya ya ya, mungkin sebagian orang akan menyerukan kalimat itu saat membaca postingan ini..heuheuheu..

Nggak usah jauh-jauh dah... malah ada seorang follower twitterku yang bilang aku 'jadul' gegara baru tahu soal ginian...hihihihi

Sialaaann..!
Hahaha..

Jadi nyesal dah update twit tentang kedodolanku
'baru tahu kalau beli pulsa bisa via ATM', jadi dibully sama follower ye kannn? (-_-!)

Berawal dari sifat 'malasku' hihihi...

Mungkin kalau nggak punya sifat buruk yang satu ini, mungkin sampai sekarang aku nggak bakal pernah tahu...dan bakal jadi makhluk 'jadul' selamanya :p

Jadi, nih seperti biasa...aku orangnya hobby menjelajahi internet dan download-download video..

Tapi...tapi... Quota kartu Hallo-ku dah nggak sanggup dipake download, maklum akhir bulan. Super lemotttttt! 1 video bisa baru kelar 2x24 jam kaliii..!

Sedangkan kartu 3 ku udah habis quotanya, kudu isi ulang.

Nah.... ngg.... sebenarnya ini bukan karena malas juga sih, cuma tempat jual pulsa langgananku yang dekat rumah kalau hari Minnu nggak buka, soalnya mereka kan keluarga Chinese , jadi mungkin ke gereja.

Dan... tempat jual pulsa lain...aku nggak tahu dimana, rata-rata jauh dari rumah dan...yah... ngomong-ngomong soal 'malas', aku tuh malas jalan ke tempat yang jauh cuma untuk ngeliat-liat dimana kira-kira ada tukang jual pulsa. Mana sudah malam pula, jam 7 lewat.

Sebenarnya.... ada sih satu konter pulsa lagi di dekat rumah.. Yah lumayan dekat lah. Cuma, aku nggak suka beli pulsa di sana, karena nggak sreg dengan yang jaga pulsanya. Semuanya jutek, apalagi yang perempuan. Dih, nggak ada senyumnya sama sekali :/

Padahal nih ya, menurutku dia cantik loh...sayang aja nggak pernah senyum. Dan menurutku nih, alangkah baiknya kalau pedagang atau penjual tuh melayani customer nya dengan ramah dan penuh senyum.

Ingat nggak pepatah yang mengatakan 'banyak senyum banyak rezeki'?? Nah, itu benar loh!! Nih, buktinya, gara-gara dia nggak pernah senyum, jadi kehilangan pelanggan kayak saya ini yang jadi ogah beli pulsa di sana :/

Bisa jadi kemungkinan kan yang berpikiran kayak saya ada berpuluhan orang lain lagi. Nah...kalau benar gimana tuh? Rezekinya yang mestinya di tangan puluhan orang itu ikut lenyap toh...terbang jadi ke konter pulsa yang lain, yang lebih ramah :p

Eh...ini kenapa jadi ngomongin orang yah?

Duh...maaf... kebablasan huhuhu... >_< Habisnya kesal jga sih..

Jadi, karena konter langgananku tutup, dan nggak ada konter pulsa lain lagi yang di dekat rumah, sedangkan aku malas jalan yang jauh-jauh, dan juga ogah beli pulsa di konter yang aku ceritakan di atas tadi... So, aku awalnya berencana ingin beli online di Internet. Walau nggak pernah beli pulsa online, tapi aku yakin pasti ada deh jasa pulsa online.

Dan....benar kan?? Bertebaran dimana-mana..

Cuma, jujur aja masih agak ragu gitu mau beli online... Akhirnya, aku cuma baca-baca saja di google tentang pulsa online..eh tahu-tahu aku dapat pengetahuan baru dari Om google, kalau bahwa beli pulsa juga bisa via ATM..!

What whit whet whot?? Kenapa saya baru tahu sekarang ya?? Huhuhu

Akhirnya dengan semangat 45 aku pergi ke ATM yang kebenaran dekat banget dari rumah, sekalian juga aku ingin ambil uang karena uang cash ku di dompet sudah habis tinggal recehan.

Sebelum ngambil uang... aku beli pulsa dulu. Dan ternyata caranya gampang banget dan nggak ribet!! Hihihihi

Oke, aku jabarin aja ya caranya... kali-kali aja ada yang kayak aku, baru tahu soal 'ginian' trus pengen coba juga beli pulsa via ATM..

CARANYA:

1. Seperti biasa, masukkan kartu ATM ke mesinnya
2. Pilih bahasa
3. Masukkan password
4. Pilih option pembayaran/pembelian
5. Pilih option pembelian voucher
6. Pilih kartu yang ingin kamu isikan pulsa. Kalau aku kan kartu 3, jadi aku pilih kartu '3prabayar'
7. Pilih nominal pulsa yang ingin kamu beli
8. Masukkan no.hape kamu

Nah, selesai dahhhh!! Bersamaan dengan keluarnya cetak resi nya.. Huhuhuhu

Nih...bukti cetak resi aku beli pulsa :p haha

Gampang kan??

Dan pulsa itu langsung masuk ke nomormu tanpa perlu lagi masukkin kode atau apa kayak beli voucher di konter :)). Pokoknya tinggal pakai dah tuh pulsa, terserah mau buat SMS kek, nelpon kek, atau kayak saya buat internet hihihi..

Duh..ini cerita apaan sih? Norak banget ya cuma gara-gara beli pulsa via ATM hahaha

Biarin dahhh... namanya juga berbagi cerita

Lalu pas jalan menuju pulang, aku mampir ke alfamart, dan mulai belanja-belanji...

Dasar emang perempuan yahhh... -_- Yang tadi awalnya di rumah aku sudah planning
CUMA mau beli BAYGON semprot, pembalut, dan minyak tawon.... Eh pas sudah di alfamartnya, entah bagaimana tahu-tahu keranjang sudah dipenuhi oleh rinso, sikat gigi, sikat closet (cuma karena warnanya PINK, tapi juga kebetulan sikat yang lama patah tangkainya), dan blueband, BIMOLI, tepung, dan berbagai bumbu masak (ada kali 6 bungkus), dan tissue dua pak (cuma gegara warnanya PINK), dan...telur 20 biji.

Oke...sebenarnya nggak masalah sih...walau di luar rencana, tapi barang-barang itu memang penting juga.

CUMAN, bagaimana dengan ini?? Ultra MILK 6 kotak ukuran sedang, susu Bear Brand 4 kaleng, BUBUR Instan 7 bungkus, Indomie 20 bungkus, 6 chiki-chiki kentang goreng, dan 4 botol teh pucuk??

-_-!

Sudahlah....nggak usah dipikir...huhuhuhuhu...

Kubawa sekeranjang penuh itu  ke kasir. Wih..antriannya lumayaaannn....

Sabar ngantri, dan saat tiba giliranku, eh seorang ibu-ibu langsung ambil tempat dan bayar di kasir. -__-;

Ya memang sih belanjaannya cuma SEBUAH botol minuman (entah apa, nggak merhatiin). Cuma yah tetap saja dongkol aku nya. Aku paling nggak suka dengan orang yang nggak tahu tata tertib.

Padahal nih ya...aku tadinya dah niat mau nyuruh ibu itu duluan karena aku kasihan, dia belanja cuma satu, tapi harus nungguin aku yang belanjanya seabrek. Cuma, sebelum aku persilahkan, dianya udah nyerobot aja. Hih. Walau pun niat awalku memang ingin dia yang duluan, tetap saja kan ya aku dongkol karena dia nggak permisi. Itu sama aja nyerobot mah! Mana lebih-lebih tampangnya cuek gitu, nggak tahu-tahu. Selesai bayar langsung melenggang gitu aja. Huh.

Pas mata kami tabrakan, aku langsung natap datar dia, dan mungkin dingin.

Huhu...

Bukannya aku marah atau apa ya...tapi itu spontan ekspresi yang kutunjukkan bahwa aku tak suka dengannya.

Dalam hati sih nggak marah, tapi dia layak aku gituin huhuh...

Lalu ketika aku taruh belanjaan di kasir, eh ada satu bapak tua lagi yang berdiri di sebelahku. Entah dia mau nyerobot atau bagaimana, tapi aku lebih kepikiran tentang kasian kalau dia nunggu aku lama-lama, karena belanjanya cuma dua botol minuman kecil. Baru saja aku mau persilahkan, eh dia dah taruh barangnya dan minta ke petugas kasir agar dia duluan.

Kali ini aku sih nggak dongkol, aku diemin aja. Tapi mungkin karena merasa nggak enak, dia ngomong, "Maaf ya nak.."

Aku langsung senyum. "Nggak apa-apa kok, Pak.."

:))

Nah... ini aku tulus langsung tersenyum lebar. Aku senang dengan bapak ini walau sebenarnya aku nggak ngarep diucapin permintaan maaf. Karena saat lihat bapak renta ini, aku sudah ikhlas dan memang niat agar dia saja duluan yang dilayani. Jadi, rasa dongkol ataupun marah, sama sekali nggak terbersit dalam diriku. Nggak nyangka Bapaknya sampai minta maaf..

Tapi, itu artinya bapaknya tetap menghormatiku walau aku jauh lebih muda dari dia (mestinya sih jadi cucunya). Dan harusnya orang Indonesia tuh gitu yaaaa... tahu tata tertib dan tata krama.

Sebenarnya kita (tepatnya aku) nggak pernah marah cuma karena hal sepele gini, dan aku bakal ngikhlasin kok kalau antrianku diserobot, asal alasannya bisa kuterima. Tapi, mbok ya mukanya jangan jutek dan tak acuh gitu (lirik ibu yng tadi). Itu yang bikin kita (yang antriannya diserobot) jadi dongkol sebenarnya... :p

Habisnya, sudah nyerobot eh sikapnya tak mau tahu menahu gitu. Kesal kan jadinyaaa..

Singkat kata...pulang-pulang aku langsung tepar di tempat tidur..hihihihi

Habisnya tas belanjaanku totalnya ada 6 lohhh! Gimana nggak kepayahan dan teler coba bawanya?



Sikat kloset yang langsung kuambil tanpa mikir lagi, karena warnanya PINK hahaha :p

Lebih jelas lagi, ini nih bentuknya hihihi



Terus, ini nih... yang LAGI LAGI berhasil bikin aku ambil dari rak dan memindahkannya ke keranjang, wkwkwk
YUP!
Karena PINK nya itu lohhh...minta banget diculik dari rak >.<



Nah kalo ini...yah memang sih warnanya nggak PINK... tapi aku suka. Karena dia gepeng tapi besar, enak dimasukkin ke tas atau dompet.
Dulu, kalau ke Gramedia, aku suka sekalian beli tissue ini hehe
Soalnya enak sih dibawa kemana-mana :))
Jadi..yang tissue PINK tadi untuk di rumah, yang ini untuk di tas yang siap dibawa kemana saja
Hehe



Ham...hemmm....ini dia nih salah satu malapetaka yang benar-benar di luar rencana...wkwkwk..

BUBUR Instan!!

Tadinya sih cuma lewatin raknya hehe

Entah kenapa ini mata ngeliat bungkusnya...wihh... "BURYAM"

Langsung dah teringat dengan percakapan dengan kak Andra paginya, ngebahas soal sarapan bubur ayam hihi

Aku kan jadi ngeces gitu -_-

Jadi pas liat judul bungkusnya bubur ayam, langsung aja ini mata jadi buta banget dah, gelap mata!!
Ambil 5 bungkus sekaligus PLUS  bungkus Super Bubur rasa lain, dan masuk keranjang dah

Aku tahu sih, bubur instan ini pasti beda lah rasanya dengan bubur ayam asli..hihi

Seenak-enaknya bubur instan, JAUUHHHH lebih enak lagi bubur ayam yang asli :))

But, namanya juga GELAP MATA yak...dah nggak mikir, membabi buta aja gitu masukkin semua bungkus bubur itu ke keranjang...pffftt

Ini bentuk lebih jelasnya.. :p



Telur 20 butir :p haha

Oh yaaa!!!

Terus, tahu nggak??

Setelah aku bongkar tas untuk kufoto-foto beberpanya :p, aku baru sadar.... BAYGON, dan minyak TAWONnya LUPA DIBELI!! Hayyyaaahhh..... -_-! Sumpah nggak ingat sama sekali malah. Ingatnya baru di rumah. ck!

Padahal nih, dua benda itu yang aku planning, eh...yang terealisasikan malah barang-barang yang nggak direncanakan awalnya ....zzz... -_-

Pasrah deh...pasrah!

Huhuhu..


Nah...mari kita bobo dulu... Jadi, besok bisa bangun pagi dan sarapan BUBUR AYAM INSTANT Hahahahaa

Kau mengakhirinya, tanpa memulai?

   
                “Kamu dimana?”
                “Udah dekat, kok.”
                “Iya, dimana?”
                “Sekitar 15 km lagi dari rumahmu.”
 
                Kututup telepon tanpa ada firasat sedikit pun, dan melanjutkan memilah-milah pakaian yang bertebaran di atas tempat tidur. Blazer merah maroon? Maxi drezz warna pink? Kaos cantik warna putih? Aaahh… pusing!!! Malam ini pokoknya aku ingin tampil beda! HARUS! Karena ini malam istimewa, malam minggu yang berbeda dari malam minggu sebelumnya yang pernah kulalui. Dan ini yang paling kunantikan, sejak Ryan, gebetanku, akhirnya mengjakku pergi di malam minggu ini. Klise, memang. Kita sudah sangat dekat, dan aku tahu kita sama-sama mengirim signal. Sudah begitu lama aku bersabar menunggu Ryan mengakhiri signal itu, dan ... here we go… malam minggu! Malam minggu pertama kami!!

                Sekali lagi, klise! Aku tahu apa yang akan Ryan katakan malam ini padaku. Semua signal yang ia berikan selama ini sebenarnya sudah menjadi suatu kejelasan untukku. Mungkin, aku hanya menunggu peresmiannya malam ini.. Hihi. Aku senang sekali, dan sangat tidak sabar menantikannya. 
 
               Aku menyambar maxi dress warna pink-ku, dan mengenakannya dengan cepat. Kemudian, kulirik arloji. Semestinya, sekarang dia sudah tiba. Semestinya, sih..
 
                Aku segera  mendial nomornya. Tidak diangkat. Berkali-kali kuredial, tidak diangkat juga. Aku mulai kesal dan sangat kecewa, namun aku berusaha mengurungkan rasa kesalku. Ingin coba sekali lagi untuk menghubungi nomornya, namun ponselku sudah berbunyi duluan, dan nomornya terpampang di layar. Ah, akhirnya dia menelpon balik.
 
                “Halo, Ryan, kamu dimana? Kok belum nyampe juga?”tanyaku cepat, berusaha menahan diri agar tidak mengeluarkan nada yang begitu tinggi dan kata-kata yang ketus, walau kekesalanku sudah lumayan memuncak.

                “Oh, maaf mbak.. saya bukan Ryan..” suara lelaki tua yang menyahut.
---
Ryan Prayuda bin Suroyo
LAHIR: 1 Februari 1992
WAFAT: 23 Februari 2013
 
                Aku menatap kosong tulisan itu.
 
                Masih terngiang jelas di ingatan saat bapak-bapak itu menceritakan, motormu bertabrakan dengan sebuah mobil saat akan berbelok ke jalan menuju rumahku.
 
               Ryan… kenapa yang seharusnya menjadi yang pertama buat kita, juga jadi yang terakhir? Bahkan, kita belum memulainya.. Kamu sudah mengakhirinya.
   
                “Kamu dimana?”
                “Udah dekat, kok.”
                “Iya, dimana?”
                “Sekitar 15 km lagi dari rumahmu.”
 
                Kututup telepon tanpa ada firasat sedikit pun, dan melanjutkan memilah-milah pakaian yang bertebaran di atas tempat tidur. Blazer merah maroon? Maxi drezz warna pink? Kaos cantik warna putih? Aaahh… pusing!!! Malam ini pokoknya aku ingin tampil beda! HARUS! Karena ini malam istimewa, malam minggu yang berbeda dari malam minggu sebelumnya yang pernah kulalui. Dan ini yang paling kunantikan, sejak Ryan, gebetanku, akhirnya mengjakku pergi di malam minggu ini. Klise, memang. Kita sudah sangat dekat, dan aku tahu kita sama-sama mengirim signal. Sudah begitu lama aku bersabar menunggu Ryan mengakhiri signal itu, dan ... here we go… malam minggu! Malam minggu pertama kami!!

                Sekali lagi, klise! Aku tahu apa yang akan Ryan katakan malam ini padaku. Semua signal yang ia berikan selama ini sebenarnya sudah menjadi suatu kejelasan untukku. Mungkin, aku hanya menunggu peresmiannya malam ini.. Hihi. Aku senang sekali, dan sangat tidak sabar menantikannya. 
 
               Aku menyambar maxi dress warna pink-ku, dan mengenakannya dengan cepat. Kemudian, kulirik arloji. Semestinya, sekarang dia sudah tiba. Semestinya, sih..
 
                Aku segera  mendial nomornya. Tidak diangkat. Berkali-kali kuredial, tidak diangkat juga. Aku mulai kesal dan sangat kecewa, namun aku berusaha mengurungkan rasa kesalku. Ingin coba sekali lagi untuk menghubungi nomornya, namun ponselku sudah berbunyi duluan, dan nomornya terpampang di layar. Ah, akhirnya dia menelpon balik.
 
                “Halo, Ryan, kamu dimana? Kok belum nyampe juga?”tanyaku cepat, berusaha menahan diri agar tidak mengeluarkan nada yang begitu tinggi dan kata-kata yang ketus, walau kekesalanku sudah lumayan memuncak.

                “Oh, maaf mbak.. saya bukan Ryan..” suara lelaki tua yang menyahut.
---
Ryan Prayuda bin Suroyo
LAHIR: 1 Februari 1992
WAFAT: 23 Februari 2013
 
                Aku menatap kosong tulisan itu.
 
                Masih terngiang jelas di ingatan saat bapak-bapak itu menceritakan, motormu bertabrakan dengan sebuah mobil saat akan berbelok ke jalan menuju rumahku.
 
               Ryan… kenapa yang seharusnya menjadi yang pertama buat kita, juga jadi yang terakhir? Bahkan, kita belum memulainya.. Kamu sudah mengakhirinya.
 
Miss's WORLD! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template