Sabtu, 25 Agustus 2012

Kenapa harus ada 'jarak'?

Kenapa aku harus menyayangi orang yang hidup begitu jauh dariku?

 

Kenapa harus ada jarak tercipta di antara kita?

 

Aku benci jarak, saat ini.


 

Karena jarak membuatku tak bisa menjangkau sosoknya dengan tanganku, tidak bisa melihat sosoknya dengan mataku, dan bahkan tak bisa mencium aromanya.

 

Aku hanya bisa memastikan ia baik-baik saja dari sebuah jejaringan social…bernama twitter.

 

Hanya dari untaian kata-katanya aku bisa memastikan apakah ia sedang baik-baik saja, atau sebaliknya, sedang tidak baik-baik saja.

 

Tapi, siapa pun jelas tahu, Twitter adalah tempat dimana orang bisa menyembunyikan sesuatu, dan juga menunjukkan sesuatu. Tidak ada yang bisa memastikan bahwa apa yang ada di twiiter itu adalah info akurat dan terpercaya.

 

Twitter itu bagai sebuah panggung drama, dimana sebenarnya ada banyak peran di balik layarnya. Seperti sebuah panggung drama, selalu ada kesulitan dan kehebohan di balik layarnya, tanpa ada yang tahu, karena saat pertunjukkan itu diperlihatkan di depan penonton, yang terlihat hanya keindahannya yang memukau. Kita sebagai penonton tidak tahu bahwa ada banyak kesusahan di balik sosok indah memukau itu.

 

Itu yang aku takutkan.

 

Aku takut dia yang kusayang selalu mengenakan topeng…

 

Aku takut apa yang ia perlihatkan bukanlah seperti apa ada dirinya saat itu…

 

Aku takut ia membahanakan tawanya lewat tulisan, padahal nyatanya ia sedang terpuruk di balik tulisan itu…

 

Aku takut ia bercanda ria dengan temannya lewat tulisan, namun nyatanya ia sedang terpaku sendirian dalam kesepian dan kesedihan…

 

Di saat seperti ini, aku membenci jarak.

 

Kenapa aku harus menyayangi orang yang di antara dia dan aku tercipta jarak yang panjang dan sangat jauh.

 

Jarak yang panjang ini, membuatku tak bisa bergerak bebas, membuatku tak bisa melakukan apa-apa untuknya.

 

Bagaimana kalau ia sedang menangis? Aku tak akan tahu.

 

Memang, kalaupun ia ada di dekatku, aku mungkin tak akan bisa berbuat apa-apa saat ia sedang mengeluarkan air mata. Aku mungkin tak akan bisa menghapus rasa sedihnya. Aku pun tak akan mungkin bisa menghapus air matanya walau pun ia seandainya ada di dekatku.

 

Karena….aku tidak punya kemampuan untuk itu. Aku bukan orang yang diciptakan untuk membuatnya bahagia atau pun menghilangkan rasa sedihnya.

 

Aku bukan orang yang diciptakan untuk menghapus air matanya.

 

Aku hanya diciptakan untuk menyayanginya. Cuma itu saja yang aku miliki.

 

Tapi, setidaknya kalau tidak ada jarak, aku bisa duduk di sisinya walau pun aku tak akan bisa melakukan apa-apa untuk menghentikan semua kesedihan yang ia rasakan. Setidaknya ia tidak sendiri. Karena aku ingin menemaninya walau hanya bisa duduk diam di sebelahnya.

 

Memang, kadang menyakitkan kalau kita tidak melakukan apa-apa untuk orang yang kita sayang. Rasanya sangat menyakitkan saat jarak membuat kita jadi memiliki keterbatasan untuk melakukan apapun.

 

Aku selalu saja mengatakan, ‘aku tidak ingin apa-apa dari orang yang aku sayang. Aku tidak mengharapkan ia balas menyayangiku. Yang aku ingin hanya, ia tersenyum. Tidak pernah kehilangan senyum..’

 

Tapi nyatanya? Aku tidak akan pernah bisa menciptakan senyuman di bibirnya. Karena, aku tidak diciptakan memiliki kemampuan itu. Dan aku juga bukan orang yang ia harapkan untuk membuatnya tersenyum. Ada orang lain yang bisa melakukan itu…namun aku tidak tahu ada di ujung belahan dunia manakah dia? Seandainya aku tahu, aku ingin sekali datang menemuinya dan meminta ia mengembalikan senyuman orang yang aku sayang. Karena hanya dia lah satu-satunya yang punya kemampuan untuk melakukan itu. Bukan aku.

 

Jarak…

 

Jarak kita jauh, kamu di ujung Negara sana dan aku di ujung Negara sini.

 

Yah…mungkin ini tidak pernah menjadi masalah buatmu. Namun ini menjadi masalah buat ku, saat aku tidak bisa melakukan apa-apa untukmu…

Kenapa aku harus menyayangi orang yang hidup begitu jauh dariku?

 

Kenapa harus ada jarak tercipta di antara kita?

 

Aku benci jarak, saat ini.


 

Karena jarak membuatku tak bisa menjangkau sosoknya dengan tanganku, tidak bisa melihat sosoknya dengan mataku, dan bahkan tak bisa mencium aromanya.

 

Aku hanya bisa memastikan ia baik-baik saja dari sebuah jejaringan social…bernama twitter.

 

Hanya dari untaian kata-katanya aku bisa memastikan apakah ia sedang baik-baik saja, atau sebaliknya, sedang tidak baik-baik saja.

 

Tapi, siapa pun jelas tahu, Twitter adalah tempat dimana orang bisa menyembunyikan sesuatu, dan juga menunjukkan sesuatu. Tidak ada yang bisa memastikan bahwa apa yang ada di twiiter itu adalah info akurat dan terpercaya.

 

Twitter itu bagai sebuah panggung drama, dimana sebenarnya ada banyak peran di balik layarnya. Seperti sebuah panggung drama, selalu ada kesulitan dan kehebohan di balik layarnya, tanpa ada yang tahu, karena saat pertunjukkan itu diperlihatkan di depan penonton, yang terlihat hanya keindahannya yang memukau. Kita sebagai penonton tidak tahu bahwa ada banyak kesusahan di balik sosok indah memukau itu.

 

Itu yang aku takutkan.

 

Aku takut dia yang kusayang selalu mengenakan topeng…

 

Aku takut apa yang ia perlihatkan bukanlah seperti apa ada dirinya saat itu…

 

Aku takut ia membahanakan tawanya lewat tulisan, padahal nyatanya ia sedang terpuruk di balik tulisan itu…

 

Aku takut ia bercanda ria dengan temannya lewat tulisan, namun nyatanya ia sedang terpaku sendirian dalam kesepian dan kesedihan…

 

Di saat seperti ini, aku membenci jarak.

 

Kenapa aku harus menyayangi orang yang di antara dia dan aku tercipta jarak yang panjang dan sangat jauh.

 

Jarak yang panjang ini, membuatku tak bisa bergerak bebas, membuatku tak bisa melakukan apa-apa untuknya.

 

Bagaimana kalau ia sedang menangis? Aku tak akan tahu.

 

Memang, kalaupun ia ada di dekatku, aku mungkin tak akan bisa berbuat apa-apa saat ia sedang mengeluarkan air mata. Aku mungkin tak akan bisa menghapus rasa sedihnya. Aku pun tak akan mungkin bisa menghapus air matanya walau pun ia seandainya ada di dekatku.

 

Karena….aku tidak punya kemampuan untuk itu. Aku bukan orang yang diciptakan untuk membuatnya bahagia atau pun menghilangkan rasa sedihnya.

 

Aku bukan orang yang diciptakan untuk menghapus air matanya.

 

Aku hanya diciptakan untuk menyayanginya. Cuma itu saja yang aku miliki.

 

Tapi, setidaknya kalau tidak ada jarak, aku bisa duduk di sisinya walau pun aku tak akan bisa melakukan apa-apa untuk menghentikan semua kesedihan yang ia rasakan. Setidaknya ia tidak sendiri. Karena aku ingin menemaninya walau hanya bisa duduk diam di sebelahnya.

 

Memang, kadang menyakitkan kalau kita tidak melakukan apa-apa untuk orang yang kita sayang. Rasanya sangat menyakitkan saat jarak membuat kita jadi memiliki keterbatasan untuk melakukan apapun.

 

Aku selalu saja mengatakan, ‘aku tidak ingin apa-apa dari orang yang aku sayang. Aku tidak mengharapkan ia balas menyayangiku. Yang aku ingin hanya, ia tersenyum. Tidak pernah kehilangan senyum..’

 

Tapi nyatanya? Aku tidak akan pernah bisa menciptakan senyuman di bibirnya. Karena, aku tidak diciptakan memiliki kemampuan itu. Dan aku juga bukan orang yang ia harapkan untuk membuatnya tersenyum. Ada orang lain yang bisa melakukan itu…namun aku tidak tahu ada di ujung belahan dunia manakah dia? Seandainya aku tahu, aku ingin sekali datang menemuinya dan meminta ia mengembalikan senyuman orang yang aku sayang. Karena hanya dia lah satu-satunya yang punya kemampuan untuk melakukan itu. Bukan aku.

 

Jarak…

 

Jarak kita jauh, kamu di ujung Negara sana dan aku di ujung Negara sini.

 

Yah…mungkin ini tidak pernah menjadi masalah buatmu. Namun ini menjadi masalah buat ku, saat aku tidak bisa melakukan apa-apa untukmu…

Minggu, 19 Agustus 2012

Menyayangi = mempersiapkan diri untuk luka

Dia itu aneh.

Tapi dia itu membuat penasaran.

Aku sudah berpikir setiap saat, memikirkan.....apa sih yang dilakukan lelaki ini hingga bisa membuat hatiku menaruh perhatian lebih padanya?

Setiap malam saat akan menutup mata, aku selalu teringat padanya.

Dan hingga malam ini...aku pun masih memikirkan tentangnya. Dan jawaban apa yg kuperoleh untuk semua pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dirinya?

Nothing..

Dia tak melakukan apa-apa padaku.

Hanya aku lah seorang yang bersedia membuka hati untuknya, walau kalau ditanya alasan dibalik itu, sungguh aku tidak tahu.

Aku sendiri bingung, kenapa kita menyukai seseorang selalu tanpa kita ketahu alasannya? Lalu, kenapa kita HARUS tidak menyukai seseorang dengan alasan?

Padahal, aku selalu meyakini bahwa setiap rasa yang ada di dunia ini,selalu memiliki alasan tersendiri

Karena kita tidak mungkin melakukan atau merasakan sesuatu tanpa alasan.

Tapi...yah...begitu lah...

Aku tetap tak menemukan alasan, kenapa hatiku saat ini memilih dia?

Dia hanya lah lelaki biasa, dan aku pun tak mengenalnya dengan baik. Karena aku hanya bisa bersua dengannya lewat Twitter, bukan dunia nyata.

Twitter itu tempat dimana orang bisa menjadi siapa saja. Tempat dimana bisa menyembunyikan sesuatu, dan bisa menunjukkan sesuatu.

Bukannya aku bilang aku tak percaya dia.

Aku merasa, bagaimana pun sosoknya di dunia nyata, aku akan tetap menyukainya seperti sekarang.

Kenapa?

Karena aku tak punya alasan yang pasti kenapa rasa ini ada, dan aku pun tak akan punya alasan kenapa kelak rasa itu akan menghilang. Kecuali aku yang akan punya NIAT untuk menghilangkannya.

Aku mengenal diriku dengan baik, dan aku sangat tahu persis perasaanku, jadi aku bisa menerka bahwa rasa ini akan bertahan dalam jangka waktu lama...

Sampai kapan?

Sampai dia menyakitiku untuk ke seratus juta kalinya? Tidak.

Aku bukan orang yang mudah menghilangkan rasa sayang hanya karena alasan-alasan yang digunakan oleh banyak orang itu.

Rasa sayang itu tentu tidak mungkin datang dengan segampang itu, dan tentu mengenyahkannya juga tidak segampang itu.

Sampai dia menegaskan bahwa aku tak akan pernah jadi siapa-siapa baginya?

Tidak juga. Kalau hal ini menjadi penyebab aku bisa mengenyahkan perasaan ini, tentu sekarang aku sudah mengenyahkannya. Karena sejak awal hingga sekarang pun aku tahu dengan pasti, sampai kapanpun aku tak akan pernah jadi apa-apa dan siapa-siapa untuknya :')

Aneh ya...

Aku sudah mengetahui hal itu dengan sangat yakin, tapi kenapa aku masih ngotot memberi hati padanya. Padahal sudah sangat jelas dia tak akan menyambut hatiku

Well...aku memang maha tolol ..

Aku pun tak pernah menyalahkan lelaki ini, karena dia tak pernah meminta, tak pernah memaksa. Di sini...akulah yg dengan sukarela menaruh hati padanya.

Dan aku pun sudah mempersiapkan diri kalau hati itu hanya akan tersangkut di ujung ranting yang rapuh, tanpa ada tangan meraihnya..

Aku sudah mempersiapkan diri kalau kelak hati itu sudah tak mampu lagi bergantung di sana, dan pada akhirnya jatuh tertiup angin... Jatuh ke tanah, dan tentunya akan menjadi serpihan yang berserakan..

Aku sudah mempersiapkan semua kemungkinan yang akan terjadi itu,... ..karena itu aku sendiri tak pernah mengharapkan tangannya meraih hati itu.

Kelak,saat hati itu sudah hancur menjadi serpihan di atas tanah basah karena air mata... aku akan menunggu tanah itu kering dan akan memungut serpihan-serpihannya, merakitnya kembali menjadi satu... Walau tentunya tak akan menjadi hati yang sempurna seperti saat sebelum aku mengenal lelaki ini..

Sakit itu sudah pasti akan kurasa. 'Barang' apapun yang pecah dan hancur, sebenarnya selalu merasa sakit. Hanya saja mereka tak bisa bicara untuk menyuarakan betapa mereka merasakan kesakitan yang begitu hebat. Dan itu hanya karena mereka tak diberikan kemukjizatan berupa 'jiwa' . Namun...justru itu lah aku kagum dengan mereka. Mereka terlihat kuat, karena mereka terlihat tak pernah mengeluh.

Mereka lah yang selalu aku jadikan panutan. Aku bisa mengartikan hatiku sebagai 'barang'..

Saat ia terluka dan hancur, aku tak akan mengeluh atau pun menyuarakan rasa sakit dan pedihnya...

Aku hanya akan diam, menikmatinya dalam hening dan senyuman palsu..

Itulah yang disebut kemunafikan sendiri.

Tetapi,terkadang kemunafikan itu perlu. Dan itu caraku untuk mengatasi luka.

Bukan kah mencintai dan menyayangi itu berarti sudah siap untuk tersakiti dan terluka..?

Saat aku mulai menyayangi lelaki ini, itu artinya aku sudah mempersiapkan diri..







:)






Dia itu aneh.

Tapi dia itu membuat penasaran.

Aku sudah berpikir setiap saat, memikirkan.....apa sih yang dilakukan lelaki ini hingga bisa membuat hatiku menaruh perhatian lebih padanya?

Setiap malam saat akan menutup mata, aku selalu teringat padanya.

Dan hingga malam ini...aku pun masih memikirkan tentangnya. Dan jawaban apa yg kuperoleh untuk semua pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dirinya?

Nothing..

Dia tak melakukan apa-apa padaku.

Hanya aku lah seorang yang bersedia membuka hati untuknya, walau kalau ditanya alasan dibalik itu, sungguh aku tidak tahu.

Aku sendiri bingung, kenapa kita menyukai seseorang selalu tanpa kita ketahu alasannya? Lalu, kenapa kita HARUS tidak menyukai seseorang dengan alasan?

Padahal, aku selalu meyakini bahwa setiap rasa yang ada di dunia ini,selalu memiliki alasan tersendiri

Karena kita tidak mungkin melakukan atau merasakan sesuatu tanpa alasan.

Tapi...yah...begitu lah...

Aku tetap tak menemukan alasan, kenapa hatiku saat ini memilih dia?

Dia hanya lah lelaki biasa, dan aku pun tak mengenalnya dengan baik. Karena aku hanya bisa bersua dengannya lewat Twitter, bukan dunia nyata.

Twitter itu tempat dimana orang bisa menjadi siapa saja. Tempat dimana bisa menyembunyikan sesuatu, dan bisa menunjukkan sesuatu.

Bukannya aku bilang aku tak percaya dia.

Aku merasa, bagaimana pun sosoknya di dunia nyata, aku akan tetap menyukainya seperti sekarang.

Kenapa?

Karena aku tak punya alasan yang pasti kenapa rasa ini ada, dan aku pun tak akan punya alasan kenapa kelak rasa itu akan menghilang. Kecuali aku yang akan punya NIAT untuk menghilangkannya.

Aku mengenal diriku dengan baik, dan aku sangat tahu persis perasaanku, jadi aku bisa menerka bahwa rasa ini akan bertahan dalam jangka waktu lama...

Sampai kapan?

Sampai dia menyakitiku untuk ke seratus juta kalinya? Tidak.

Aku bukan orang yang mudah menghilangkan rasa sayang hanya karena alasan-alasan yang digunakan oleh banyak orang itu.

Rasa sayang itu tentu tidak mungkin datang dengan segampang itu, dan tentu mengenyahkannya juga tidak segampang itu.

Sampai dia menegaskan bahwa aku tak akan pernah jadi siapa-siapa baginya?

Tidak juga. Kalau hal ini menjadi penyebab aku bisa mengenyahkan perasaan ini, tentu sekarang aku sudah mengenyahkannya. Karena sejak awal hingga sekarang pun aku tahu dengan pasti, sampai kapanpun aku tak akan pernah jadi apa-apa dan siapa-siapa untuknya :')

Aneh ya...

Aku sudah mengetahui hal itu dengan sangat yakin, tapi kenapa aku masih ngotot memberi hati padanya. Padahal sudah sangat jelas dia tak akan menyambut hatiku

Well...aku memang maha tolol ..

Aku pun tak pernah menyalahkan lelaki ini, karena dia tak pernah meminta, tak pernah memaksa. Di sini...akulah yg dengan sukarela menaruh hati padanya.

Dan aku pun sudah mempersiapkan diri kalau hati itu hanya akan tersangkut di ujung ranting yang rapuh, tanpa ada tangan meraihnya..

Aku sudah mempersiapkan diri kalau kelak hati itu sudah tak mampu lagi bergantung di sana, dan pada akhirnya jatuh tertiup angin... Jatuh ke tanah, dan tentunya akan menjadi serpihan yang berserakan..

Aku sudah mempersiapkan semua kemungkinan yang akan terjadi itu,... ..karena itu aku sendiri tak pernah mengharapkan tangannya meraih hati itu.

Kelak,saat hati itu sudah hancur menjadi serpihan di atas tanah basah karena air mata... aku akan menunggu tanah itu kering dan akan memungut serpihan-serpihannya, merakitnya kembali menjadi satu... Walau tentunya tak akan menjadi hati yang sempurna seperti saat sebelum aku mengenal lelaki ini..

Sakit itu sudah pasti akan kurasa. 'Barang' apapun yang pecah dan hancur, sebenarnya selalu merasa sakit. Hanya saja mereka tak bisa bicara untuk menyuarakan betapa mereka merasakan kesakitan yang begitu hebat. Dan itu hanya karena mereka tak diberikan kemukjizatan berupa 'jiwa' . Namun...justru itu lah aku kagum dengan mereka. Mereka terlihat kuat, karena mereka terlihat tak pernah mengeluh.

Mereka lah yang selalu aku jadikan panutan. Aku bisa mengartikan hatiku sebagai 'barang'..

Saat ia terluka dan hancur, aku tak akan mengeluh atau pun menyuarakan rasa sakit dan pedihnya...

Aku hanya akan diam, menikmatinya dalam hening dan senyuman palsu..

Itulah yang disebut kemunafikan sendiri.

Tetapi,terkadang kemunafikan itu perlu. Dan itu caraku untuk mengatasi luka.

Bukan kah mencintai dan menyayangi itu berarti sudah siap untuk tersakiti dan terluka..?

Saat aku mulai menyayangi lelaki ini, itu artinya aku sudah mempersiapkan diri..







:)






Senin, 13 Agustus 2012

Usir jerawat dan komedo!! Yiihaaaa... :D


 Dari dulu memang aku punya wajah kronis, akibat jerawat hahahaha. Kata orang-orang sih jerawatku biasa aja, nggak parah. Tapi aku tetap terganggu. Memang sejak pakai sabun muka PONDS, jerawatku berkurang dan bahkan cenderung jarang. Tapi rasanya kok masih ada ya bekas jerawat hehehehe

Gemesss..gemess... Akhirnya aku cari tahu, Oriflame punya nggak sih obat atau apapun itu yang bisa menghilangkan jerawat??

Kenapa Oriflame? Nggak ada alasan khusus sih.. cuma nggak tahu lagi harus percaya pada 'merk' apa selain Oriflame yang memang produk make upnya sudah sangat ku percaya, hehe. Jadi ya sekalian aja kan aku beli perawatan untuk jerawat juga.

Dan setelah browsing sana-sini, nemu deh ini..


produk perawatan wajah/kulit Oriflame


 Sebenarnya produk Oriflame untuk wajah atau pun jerawat itu banyaaakk yaaa... Tapi entah kenapa aku tertarik sama serangkaian produk di atas.Apalagi cocok untuk mukaku yang berminyak. Iya, katanya ini produk dikhususkan untuk yang kulit wajahnya berminyak. Dan ini bisa menghilangkan jerawat dan noda bekas jerawat.  Eh, bukan semuanya sih.... cuma INI SAJA. Pureskin Hide&treat.


Kalau yang lainnya itu hanya serangkaian produknya saja kalau ingin pakai semuanya (satu jenis merk). Dan memang sih sebaiknya kalau mau, dipakai semua ya. Itu ada sabun muka, ada scrub, ada masker, dll. Jadi urutannya, pakai sabun muka dulu. Lalu pembersih mukanya. Lalu scrub nya, lalu maskernya, setelah itu baru deh pakai pureskin Hide&treat ini :D


Sebaiknya sih pakai semuanya, tapi berhubung aku sudah punya sabun muka ponds dan pembersih muka ponds, jadi aku nggak pakai. Aku cuma beli pureskin hide&treat itu, dan pureskin 1 Calrifying Scrub 2 Purifying Mask yang katanya ampuh untuk menghilangkan komedo dan jerawat (khusus untuk kulit berminyak) hihihi. Iya, selain jerawatan, aku juga panen komedo di hidung -_-. Nggak parah sih.. tapi tetap ya kudu dibasmi!! Selama ini aku cuma ngandalin biore. Tapi kayaknya nggak ampuh-ampuh amat.

Pureskin hide&treat ini warnanya kayak concealer, hehe





Jujur aja, awalnya aku sempat kecewa... lha soalnya..ternyata bentuknya keciiillll, 15ml.  Kalau mengingat harganya yang 39.000 itu kok ya bikin jadi lemes ya hihihihi

Eh... tapi..tapi.. begitu pakai, aku langsung sukaaaa. Soalnya baru aja semalam kupakai (baru dapat produknya kemarin sore), tadi pagi pas bangun itu jerawatku yang kemarin ada satu di pipi, besar dan merah (ada matanya dua pula), HILANG! Bukan hilang sihh... masih ada hehe. Cuma, udah kempes gitu. Warnanya juga nggak merah lagi, dan mata jerawatnya udah hilang BLAS! tinggal jerawat kempes warna cokelat yang udah mengecil bangettt!!!


Nah, sekilas malah udah kayak tinggal noda kan?? Tapi pas aku pegang, masih ada gembung sedikit, tapi...tetap aja...kerennnn!! Ya ampunnnn... baru dipakai semalam jerawat udah kempes!!! Langsung aku nggak jadi kecewa deh sama bentuknya yang kecil itu hahaha. Karena kecil-kecil khasiatnya GEDE! Dan lagi setelah kupikir-pikir, ya wajar sih bentuknya kecil. Wong dipakenya juga sedikit. Karena cuma cukup dioleskan di tempat yang ada noda hitam dan jerawat aja. Di totol-totol gitu, kemudian dioles. Jadi, kuperkirakan ini bakal baru habis dipakai 2-3 bulan kayaknya. Hahahaha.

Dan memang ternyataaaaa... tertulis di produk ini..

Written on package: Quickly covers up and reduces the size of pimples. Hides blemishes on the spot, while helping to reduce them. Super-active for reducing the size of spots and preventing polluted skin. 15 ml.

Yang artinya: Dengan cepat menutup dan mengurangi ukuran jerawat. Menyembunyikan ketidaksempurnaan, dan dengan cepat membantu menguranginya. Super-aktif dalam mengurangi ukuran noda di wajah dan mencegah polusi pada kulit wajah.

Tapi aku juga nggak tahu sih, apakah ini jerawat bisa hilang berkat pureskin hide&treat?? Karena aku juga semalam pakai  pureskin 1 Calrifying Scrub 2 Purifying Mask. Kan ini untuk menghilangkan jerawat dan komedo, hhehe.


Yang kiri adalah scrub nya, yang kanan adalah masker nya :D

Cara pakainya:

1. Setelah cuci muka dengan sabun muka (kalau aku pakai sabun muka Ponds yang hijau). Tapi rasanya akan lebih afdol kalau pakai sabun mukanya pureskin ini juga yaaa... hehehehe *nyengir*

2. Setelah cuci muka, bersihkan muka dengan pembersih muka (lagi-lagi aku pakai ponds yang hijau)

3. Setelah itu baru deh pakai Scrub nya, oleskan ke seluruh bagian muka (kecuali mata dan bibir yaaaa hehe). Gosok pelan, pijat pelan, terutama di sekitar hidung yang biasanya paling banyak komedonya hihi. Kemudian setelah puas pijat-pijat lembut muka sendiri, basuh deh muka pakai air. Kemudian keringkan pakai handuk bersih. Pas aku raba-raba, komede ku di pinggir hidung yang sebelah kanan hilang BLAS (bahkan sampai pagi ini kuraba lagi, memang benar-benar nggak ada), sedangkan yang sebelah kiri masih ada sedikit, nggak tahu kenapa kok yang kanan hilang sama sekali, yang kiri masih tersisa sedikit hihihi.


Scrub nya warna biru dan ada butiran-butiran kasarnya. Kayak sabun muka ponds, tapi ini lebih kasar lagi. Awalnya aku agak ragu ya, bagaimana ini rasanya kalau dipakai?

Pas kuoleskan ke wajah, terasa sih kasarnya, tapi biasa aja, sama kayak sabun muka ponds rasanya. 

4. Setelah muka kering, pakai masker deh. Oleskan ke seluruh muka kecuali bibir dan lingkaran mata ya. Jangan sampai kena mata juga. Setelah dioleskan, tinggal tunggu kering. Kalau kata Oriflamenya, tunggu 5 menit, baru dibasuh dengan air hangat. Tapi aku pas 5 menit, masih agak basah. Jadi aku tunggu sampai 20 menit, baru aku bilas pakai air hangat hehe. handuk kecil kucelupkan ke air hangat, kuusap ke wajah, bersihkan maskernya.



Warnanya biru muda, dan pas dipakai ke muka tuh sempat kulit muka agak panas, tapi kemudian dingiiinnnn hihihihi.

Pakai selama 20 menit, sebisa mungkin jangan gerakan otot wajah seperti tersenyum, tertawa, mengernyit, mengkerut, atau banyak bicara yaaa hehehe.

Pas dibasuh pakai air hangat, lalu cuci muka, rasanya licin. Sampai-sampai aku merasanya mukaku nggak bersih hehe. Soalnya seakan-akan ada sabun di mukaku. Kucuci berulang-ulang, tetap saja licin. Memang strukturnya begitu sih, licin. Jadi, ku lap pakai handuk.. dan yeahhh... setelah itu lanjut deh pakai pureskin hide&treat :D. Oleskan di noda bekas jerawat dan jerawat.

Paginya pas aku bangun, itu jerawat besarku yang merah dan bermata dua, sudah kempes, dan matanya pun hilang hihihihhi. Alhamdulillah... memang keren dah ini Oriflame :D

Mungkin nanti kalau sabun muka dan pembersih muka pondsku udah habis, baru deh aku pakai sabun muka dan pembersih muka pureskin yaaa... biar sejenis semua merk-nya hehehe.

Dan tentunya, untuk hasil maksimal, pureskin Hide&Treat kudu dipakai setiap hari yaaa.. Nggak ada yang instan. Justru kalau bisa menghilangkan noda dan jerawat secara instan itu patut dipertanyakan yaaa hihih, dan biasanya itu ada kandungan kimia nya. Sedangkan Oriflame terbuat dari bahan-bahan alami, tanpa kimia, jadi wajar sih prosesnya bisa lama. yang penting kitanya telaten dan rutin makainya. Nah, kalau yang pureskin 1 Calrifying Scrub 2 Purifying Mask pakainya cukup 2-3 kali seminggu. Kalau aku 3 kali seminggu, dan memang 1 sachet itu cukup untuk dipakai 3 kali :D.



 Dari dulu memang aku punya wajah kronis, akibat jerawat hahahaha. Kata orang-orang sih jerawatku biasa aja, nggak parah. Tapi aku tetap terganggu. Memang sejak pakai sabun muka PONDS, jerawatku berkurang dan bahkan cenderung jarang. Tapi rasanya kok masih ada ya bekas jerawat hehehehe

Gemesss..gemess... Akhirnya aku cari tahu, Oriflame punya nggak sih obat atau apapun itu yang bisa menghilangkan jerawat??

Kenapa Oriflame? Nggak ada alasan khusus sih.. cuma nggak tahu lagi harus percaya pada 'merk' apa selain Oriflame yang memang produk make upnya sudah sangat ku percaya, hehe. Jadi ya sekalian aja kan aku beli perawatan untuk jerawat juga.

Dan setelah browsing sana-sini, nemu deh ini..


produk perawatan wajah/kulit Oriflame


 Sebenarnya produk Oriflame untuk wajah atau pun jerawat itu banyaaakk yaaa... Tapi entah kenapa aku tertarik sama serangkaian produk di atas.Apalagi cocok untuk mukaku yang berminyak. Iya, katanya ini produk dikhususkan untuk yang kulit wajahnya berminyak. Dan ini bisa menghilangkan jerawat dan noda bekas jerawat.  Eh, bukan semuanya sih.... cuma INI SAJA. Pureskin Hide&treat.


Kalau yang lainnya itu hanya serangkaian produknya saja kalau ingin pakai semuanya (satu jenis merk). Dan memang sih sebaiknya kalau mau, dipakai semua ya. Itu ada sabun muka, ada scrub, ada masker, dll. Jadi urutannya, pakai sabun muka dulu. Lalu pembersih mukanya. Lalu scrub nya, lalu maskernya, setelah itu baru deh pakai pureskin Hide&treat ini :D


Sebaiknya sih pakai semuanya, tapi berhubung aku sudah punya sabun muka ponds dan pembersih muka ponds, jadi aku nggak pakai. Aku cuma beli pureskin hide&treat itu, dan pureskin 1 Calrifying Scrub 2 Purifying Mask yang katanya ampuh untuk menghilangkan komedo dan jerawat (khusus untuk kulit berminyak) hihihi. Iya, selain jerawatan, aku juga panen komedo di hidung -_-. Nggak parah sih.. tapi tetap ya kudu dibasmi!! Selama ini aku cuma ngandalin biore. Tapi kayaknya nggak ampuh-ampuh amat.

Pureskin hide&treat ini warnanya kayak concealer, hehe





Jujur aja, awalnya aku sempat kecewa... lha soalnya..ternyata bentuknya keciiillll, 15ml.  Kalau mengingat harganya yang 39.000 itu kok ya bikin jadi lemes ya hihihihi

Eh... tapi..tapi.. begitu pakai, aku langsung sukaaaa. Soalnya baru aja semalam kupakai (baru dapat produknya kemarin sore), tadi pagi pas bangun itu jerawatku yang kemarin ada satu di pipi, besar dan merah (ada matanya dua pula), HILANG! Bukan hilang sihh... masih ada hehe. Cuma, udah kempes gitu. Warnanya juga nggak merah lagi, dan mata jerawatnya udah hilang BLAS! tinggal jerawat kempes warna cokelat yang udah mengecil bangettt!!!


Nah, sekilas malah udah kayak tinggal noda kan?? Tapi pas aku pegang, masih ada gembung sedikit, tapi...tetap aja...kerennnn!! Ya ampunnnn... baru dipakai semalam jerawat udah kempes!!! Langsung aku nggak jadi kecewa deh sama bentuknya yang kecil itu hahaha. Karena kecil-kecil khasiatnya GEDE! Dan lagi setelah kupikir-pikir, ya wajar sih bentuknya kecil. Wong dipakenya juga sedikit. Karena cuma cukup dioleskan di tempat yang ada noda hitam dan jerawat aja. Di totol-totol gitu, kemudian dioles. Jadi, kuperkirakan ini bakal baru habis dipakai 2-3 bulan kayaknya. Hahahaha.

Dan memang ternyataaaaa... tertulis di produk ini..

Written on package: Quickly covers up and reduces the size of pimples. Hides blemishes on the spot, while helping to reduce them. Super-active for reducing the size of spots and preventing polluted skin. 15 ml.

Yang artinya: Dengan cepat menutup dan mengurangi ukuran jerawat. Menyembunyikan ketidaksempurnaan, dan dengan cepat membantu menguranginya. Super-aktif dalam mengurangi ukuran noda di wajah dan mencegah polusi pada kulit wajah.

Tapi aku juga nggak tahu sih, apakah ini jerawat bisa hilang berkat pureskin hide&treat?? Karena aku juga semalam pakai  pureskin 1 Calrifying Scrub 2 Purifying Mask. Kan ini untuk menghilangkan jerawat dan komedo, hhehe.


Yang kiri adalah scrub nya, yang kanan adalah masker nya :D

Cara pakainya:

1. Setelah cuci muka dengan sabun muka (kalau aku pakai sabun muka Ponds yang hijau). Tapi rasanya akan lebih afdol kalau pakai sabun mukanya pureskin ini juga yaaa... hehehehe *nyengir*

2. Setelah cuci muka, bersihkan muka dengan pembersih muka (lagi-lagi aku pakai ponds yang hijau)

3. Setelah itu baru deh pakai Scrub nya, oleskan ke seluruh bagian muka (kecuali mata dan bibir yaaaa hehe). Gosok pelan, pijat pelan, terutama di sekitar hidung yang biasanya paling banyak komedonya hihi. Kemudian setelah puas pijat-pijat lembut muka sendiri, basuh deh muka pakai air. Kemudian keringkan pakai handuk bersih. Pas aku raba-raba, komede ku di pinggir hidung yang sebelah kanan hilang BLAS (bahkan sampai pagi ini kuraba lagi, memang benar-benar nggak ada), sedangkan yang sebelah kiri masih ada sedikit, nggak tahu kenapa kok yang kanan hilang sama sekali, yang kiri masih tersisa sedikit hihihi.


Scrub nya warna biru dan ada butiran-butiran kasarnya. Kayak sabun muka ponds, tapi ini lebih kasar lagi. Awalnya aku agak ragu ya, bagaimana ini rasanya kalau dipakai?

Pas kuoleskan ke wajah, terasa sih kasarnya, tapi biasa aja, sama kayak sabun muka ponds rasanya. 

4. Setelah muka kering, pakai masker deh. Oleskan ke seluruh muka kecuali bibir dan lingkaran mata ya. Jangan sampai kena mata juga. Setelah dioleskan, tinggal tunggu kering. Kalau kata Oriflamenya, tunggu 5 menit, baru dibasuh dengan air hangat. Tapi aku pas 5 menit, masih agak basah. Jadi aku tunggu sampai 20 menit, baru aku bilas pakai air hangat hehe. handuk kecil kucelupkan ke air hangat, kuusap ke wajah, bersihkan maskernya.



Warnanya biru muda, dan pas dipakai ke muka tuh sempat kulit muka agak panas, tapi kemudian dingiiinnnn hihihihi.

Pakai selama 20 menit, sebisa mungkin jangan gerakan otot wajah seperti tersenyum, tertawa, mengernyit, mengkerut, atau banyak bicara yaaa hehehe.

Pas dibasuh pakai air hangat, lalu cuci muka, rasanya licin. Sampai-sampai aku merasanya mukaku nggak bersih hehe. Soalnya seakan-akan ada sabun di mukaku. Kucuci berulang-ulang, tetap saja licin. Memang strukturnya begitu sih, licin. Jadi, ku lap pakai handuk.. dan yeahhh... setelah itu lanjut deh pakai pureskin hide&treat :D. Oleskan di noda bekas jerawat dan jerawat.

Paginya pas aku bangun, itu jerawat besarku yang merah dan bermata dua, sudah kempes, dan matanya pun hilang hihihihhi. Alhamdulillah... memang keren dah ini Oriflame :D

Mungkin nanti kalau sabun muka dan pembersih muka pondsku udah habis, baru deh aku pakai sabun muka dan pembersih muka pureskin yaaa... biar sejenis semua merk-nya hehehe.

Dan tentunya, untuk hasil maksimal, pureskin Hide&Treat kudu dipakai setiap hari yaaa.. Nggak ada yang instan. Justru kalau bisa menghilangkan noda dan jerawat secara instan itu patut dipertanyakan yaaa hihih, dan biasanya itu ada kandungan kimia nya. Sedangkan Oriflame terbuat dari bahan-bahan alami, tanpa kimia, jadi wajar sih prosesnya bisa lama. yang penting kitanya telaten dan rutin makainya. Nah, kalau yang pureskin 1 Calrifying Scrub 2 Purifying Mask pakainya cukup 2-3 kali seminggu. Kalau aku 3 kali seminggu, dan memang 1 sachet itu cukup untuk dipakai 3 kali :D.


Si lelaki di twitter ..

1. Jadian yuk? RT @miss_luph: Terlalu agresif memang tidak baik. Tapi aku tidak bisa mengontrol diriku kalau itu bersangkutan denganmu :|
2. Klo km cantik km gebetanku klo jelek km pembantuku *kabur* RT @miss_luph: Sebenarnya aku ini siapa bagimu? :|
3. Aku relaaaa jadi selir hatimuuuu eaak RT @miss_luph: -.- sudah pasti yg ke 2
4. -_-" RT @S: Biarkan @AirMata_ ini mengalir hanya untukmu RT @X: Aku relaaaa jadi selir hatimuuuu eaak RT @miss_luph
5. *paksa* RT @miss_luph: Nggak mau -.- RT @X: Aku relaaaa jadi selir hatimuuuu


Oke, itu adalah sebaris mention yang memenuhi interaction twitterku, dari seseorang yang nggak aku kenal sama sekali, pada tanggal 12 Agustus kemarin. Dia membalas twitku dengan kata-kata yang menurutku aneh..hehe

Jujur saja, saat itu aku tidak memperhatikan siapakah orang itu, dan apapun yang dia katakan.

Karena, aku berpikir dia hanyalah seorang follower twitterku yang lagi iseng saja pengen mention aku, atau mungkin sedang kurang kerjaan. Sama seperti follower cowok lain yang selalu saja mention aku dengan kata-kata ‘lagi ngapain’, ‘punya pacar?’, atau ‘mau dong minta fotomu’.

Dan aku tidak pernah menanggapi serius, karena aku anggap itu hanya sapaan bercanda.
Aku hanya menanggapi twitnya dengan balasan ala kadarnya, dan juga tidak berniat mencari tahu siapa dibalik sosok akun itu.

Hari berlalu seperti biasa, tidak ada yang special.

Sampai akhirnya saat seperti biasa aku sedang twitteran di sore hari yang cerah, tahu-tahu ada akun yang membalas apa yang aku twit.

Oke, itu bukan hal yang aneh. Setiap hari pasti ada followerku yang balas twit aku, entah itu cowok atau pun cewek.

Lalu, ada apa?

Yang bikin aku langsung menyorotkan perhatianku pada lelaki ini adalah kalimat-kalimat anehnya yang tiba-tiba saja menodongku. “Gebet @Miss_Luph ah.”

Aku langsung mengenyitkan kening saat membaca twitnya itu. Sempat bengong beberapa detik, dan aku pikir, ah, ini orang sepertinya tipe yang senang gombalin cewek sepertinya. jadi aku cuma balas dengan emoticon “O.o”

Lalu ada sebuah akun yang mention aku dengan kalimat, “@Miss_Luph itu siapa sih?”

Belum sempat aku jawab, si lelaki aneh ini sudah menjawabnya, “Cewek cakep, tapi gw ga tau siapa.”

Aku semakin mengernyitkan kening, dan bengong sekali lagi dalam jangka waktu yang lebih lama. Aku berpikir kerasa menyusun jawaban, karena jujur saja aku benar-benar tidak tahu mau ngomong apa. Karena sebenarnya aku bukan orang yang senang menanggapin gombalan orang. Sempat kepikiran untuk mengabaikan twit si lelaki aneh ini. Tapi, entah kenapa..jempolku menyeretku untuk mengetikkan beberapa kata. “Ceweknya benar, tapi cakepnya nggak :)”

Ya…hanya kalimat itu yang kuketik sebagai jawaban.

Dan di luar dugaanku, si lelaki aneh langsung membalasnya dengan “cakep itu kan relative”

Yah…aku sempat terdiam membacanya. Entahlah…aku tidak tahu apa yang aku pikirkan saat itu. Yang jelas, jawaban itu membuatku terdiam cukup lama, sama sekali tidak tahu harus menjawab apa. Aku menatap twit itu begitu lama, dan akhirnya memutuskan untuk tidak menjawab.

Sejujurnya aku sadar, ada perasaan ingin mengenal si lelaki aneh itu saat aku membaca mentionnya. Kenapa? Tidak tahu.

Yang jelas, awalnya saat itu berpikir dia itu si lelaki aneh tukang gombal, tahu-tahu saja berubah…menjadi…dia si lelaki aneh (memang), namun bukan penggombal? Ah tidak…dia itu memang tukang gombal -__-“. Tapi aku tidak tahu kenapa aku merasa ia berbeda. Ada sesuatu yang berbeda.

Namun ada titik pada sudut hatiku yang menekanku agar menghilang rasa-rasa penasaran pada si lelaki aneh itu. Entah ‘titik’ apa itu. Titik yang menahanku untuk tidak membangkitkan suatu rasa, yang mungkin diramalkan akan menyakiti hatiku.

Akhirnya kuabaikan twit si lelaki aneh itu.

Namun si lelaki aneh ini ternyata tidak berhenti mention akunku. Aku melihat dia ada mention temannya dan membicarakan sesuatu yang tak aku mengerti. Yang aku paham hanya kalimat ‘..buat @miss_luph”

Oh ya, FYI, teman yang dia mention itu kebetulan aku kenal, walau hanya kenal lewat twitter.

Aku hanya diam membaca twitnya tidak tahu harus berkomentar apa.

Jujur saja… aku menyadari rasa penasaranku padanya. Dan aku pun sudah bisa meramalkan apa yang akan terjadi kalau aku menjabani rasa itu..

Kuputuskan untuk tetap mengabaikannya.

Namun, dia kembali mention akunku dengan kalimat yang…bisa dibilang membuatku tertegun.

“Gw capek galauin mantan mulu. Kali aja nih cewek beda..” dan temannya sempat meledeknya, “cieee…yang lagi PDKT sama @miss_luph”

Aku sempat memasang tampang -__-. Karena menurutku ini cowok menggombal banget, main gebet orang sembarangan. Aku tidak yakin kalau ia serius, maka itu aku jadi kesal. Karena aku tidak suka sama cowok yang mendekatiku cuma untuk gombalan-gombalan doang. Aku tipe orang yang senang serius menanggapi sesuatu.

Aku tetap mengabaikan twit orang aneh ini. Walau jujur saja, aku semakin penasaran, siapa sih orang dibalik akun ini.

Dia kembali mention aku, minta fb, WA, YM, atau sejenisnya.

Aku kembali mengernyit saat membaca tulisannya itu. Sempat aku menimbang-nimbang apakah sebaiknya aku memberikan apa yang ia minta?

Tidakkah ini terlalu cepat? Terlebih ia bukanlah orang yang pernah mentionan sama aku, yang bisa dibilang ‘kenal’. Ia hanya lelaki aneh yang tahu-tahu menodong aku dengan kalimat-kalimat yang seolah-olah ingin kenal lebih jauh denganku. Ia hanya lelaki yang membuatku jadi penasaran dengan sikapnya.

Apa yang membuatku menimbang-nimbang?

Bukan karena aku tidak mau berkenalan dengannya, dan bukannya aku tidak mau membiarkan ia mengenal diriku. Aku hanya sedang memikirkan, apakah ia akan merubah pikirannya begitu ia nanti sudah tahu FB-ku dan chatting denganku?

Sungguh. Yang aku takutkan bukanlah sosoknya. Tapi, yang aku takutkan adalah ia akan menepis semua pikiran awalnya tentangku saat ia sudah kenal aku lebih jauh. ITU yang aku takut.

Walau ia bukan siapa-siapa,…tapi aku akan sedih kalau ia ternyata suatu saat akan merubah pandangannya tentangku saat sudah mengenalku lebih jauh.

Terkadang aku membenci twitter saat aku sedang merasakan perasaan kalut seperti ini :(

Karena…bukan satu kali-dua kali aku berkenalan dengan orang-orang tidak tahu diri di sini.

Mereka yang mengenalku di twitter selalu berpikiran terlalu jauh tentangku. Entah kenapa. Mungkin karena bunyi twitku? Mungkin mereka punya khayalan-khayalan indah saat membayangkan siapa sih sosok dari pemilik twitter ini (karena mungkin tidak pernah memasang AVA asli). Lalu, beramai-ramai minta YM dan FB….dan setelahnya bisa dilihat, mereka akan mundur teratur setelah rasa penasaran mereka terjawab. Setelah mereka lihat sosok asli di balik AVA HoaX.

Aku benci orang-orang seperti itu.

Itulah kenapa aku tidak senang kalau orang-orang yang mengenalku di twitter terlalu meninggikanku. Misalnya mengatakan ‘cewek cakep’ ‘pasti cantik deh kamu’ atau ‘aku ingin melihat wajahmu yang imut-imut..’

Aku benci kalau orang-orang di twitter menjudgeku..entah itu yang buruk atau yang baik. Karena menurutku mereka tidak berhak menjudge orang yang mereka hanya kenal via twitter, tanpa tahu sosoknya dan tidak mengenalnya langsung.

Itu kenapa…pada si lelaki aneh ini pun aku merasa takut untuk membuka diri.  Rasa takut ini bukan tertuju untuknya, Tapi untuk perasaanku sendiri, perasaan sakit saat orang itu akan merubah pandangannya tentangku saat telah tahu siapa aku. Yup, yang aku takutkan bukan lah dirinya, tapi perasaanku sendiri yang aku yakini akan sakit atau mungkin hancur.

Namun…aku akhirnya tetap memutuskan untuk berbagi info tentang diriku pada lelaki ini. Aku pikir, lebih cepat ia tahu siapa aku, lebih cepat rasa penasarannya terjawab, lebih cepat ia akan menjauh (karena yang lain biasanya begitu. Cewek atau cowok, yang mengenalku di twitter dan penasaran denganku, setelah tahu siapa aku rata-rata akan berubah sikap..).

Tanpa bermaksud menyakitinya, aku iseng menjawab ‘Nggak ah, takuuttt..hehehe’.

Bukannya tidak mau berbagi info, aku hanya iseng saja bercanda menjawab seperti itu. Tahu kan bercanda? Bercanda hanya untuk agar kenal lebih akrab. Itu saja. Tidak ada maksud lain.

Rencananya aku akan memberi tahunya kalau ia bertanya sekali lagi.

Tapi…nyatanya jawabannya membuatku terpaku. Yang tadinya aku tertawa senang karena ingin bercanda dengannya… langsung berubah menjadi wajah datar. Aku agak bingung saat ia menjawab,

“Hah? Takut…”

Padahal sumpah…aku tidak bermaksud buruk atau pun menyakitinya :’(

Aku tidak menyangka kalau ia akan menanggapi kata ‘takut’ yang aku tulis.

Aku langsung bergegas menjelaskan padanya kalau aku tadi hanya bercanda. Tapi jawabannya kembali membuatku miris…dan tahu-tahu saja aku merasa sedih.

Ia berkata, ".. gpp, aku ga mau nyiptain rasa ga aman dari awal klo dari awal km dah was2 mending ga usah karna itu cuma buang waktu..”

Sedih banget rasanya baca itu..

Aku mencoba menjelaskan padanya, tapi sepertinya dimatanya aku sudah…bisa dibilang ‘takut padanya’. Ia terlihat serius menganggap kalau aku benar-benar takut untuk mengenalnya.

Sedih banget rasanya.

Aku sendiri tidak tahu kenapa aku begitu sedih hanya karena sikap dari seseorang yang bahkan aku tak tahu siapa dia sebenarnya. Yang jelas aku jadi merasa bersalah…

Dan detik itu juga aku merasa pandanganku pada lelaki aneh ini seperti berubah, entah kenapa.

Rasa penasaranku padanya semakin menguat dan menguat, membuatku memutuskan untuk membuka akunnya dan memperhatikan twit demi twit yang dia tulis di sana.

Ada statusnya yang cukup membuatku agak miris. Aku tidak tahu apakah status-status itu untukku atau bukan.. tapi aku merasa bunyi dari status itu begitu menusuukkk.

Ada satu statusnya yang bahasa inggris yang cukup bikin aku semakin merasa sedih.
First impression is everything instead of giving worry u shud make ur friend comfy #FYI aja sih
Walau aku bego bahasa Inggris, tapi aku tahu arti dari kalimat itu.

Rasa bersalah itu semakin menguat di hatiku.

Sejujurnya ada bagian dari hatiku yang menyerukan, “Heeii.. AKU! Tenanggg... dirimu tidak bersalaaahh. Kamu kan tidak bermaksud menyakiti hatinya. Kamu kan cuma bercanda, salahnya dia yang menanggapi bercandamu dengan serius..!”

Memang iya sih… aku sempat merasa kesal sedikit padanya. Kenapa dia begitu sensitif? Nanggapi candaanku sampai serius seperti itu :(

Apa dia tidak bisa membedakan yang mana bercanda yang mana serius? Padahal sudah sangat jelas dalam kalimatku ada ‘hehehehe’nya :/

Lalu ia tidak pernah lagi mention aku. Semua seperti selesai begitu saja dengan posisi ‘mungkin’ dia yang tersakiti dan aku yang bersalah.

Sepanjang waktu aku selalu merasa gelisah memikirkannya. Tidak bisa tenang perasaan ini. Aku tidak akan pernah bisa tenang sebelum aku tahu aku dan dia baik-baik saja. Aku tidak ingin dia membenciku atau merasa aku membencinya. Aku ingin semua ini jelas.
 

 Hi, mysteriuos guy....
Kekuatan misteri apa yang ada pada dirimu,...hingga bisa membuatku kepikiran tentang sosokmu...



Nb: @X bukanlah nama akun sebenarnya :)
1. Jadian yuk? RT @miss_luph: Terlalu agresif memang tidak baik. Tapi aku tidak bisa mengontrol diriku kalau itu bersangkutan denganmu :|
2. Klo km cantik km gebetanku klo jelek km pembantuku *kabur* RT @miss_luph: Sebenarnya aku ini siapa bagimu? :|
3. Aku relaaaa jadi selir hatimuuuu eaak RT @miss_luph: -.- sudah pasti yg ke 2
4. -_-" RT @S: Biarkan @AirMata_ ini mengalir hanya untukmu RT @X: Aku relaaaa jadi selir hatimuuuu eaak RT @miss_luph
5. *paksa* RT @miss_luph: Nggak mau -.- RT @X: Aku relaaaa jadi selir hatimuuuu


Oke, itu adalah sebaris mention yang memenuhi interaction twitterku, dari seseorang yang nggak aku kenal sama sekali, pada tanggal 12 Agustus kemarin. Dia membalas twitku dengan kata-kata yang menurutku aneh..hehe

Jujur saja, saat itu aku tidak memperhatikan siapakah orang itu, dan apapun yang dia katakan.

Karena, aku berpikir dia hanyalah seorang follower twitterku yang lagi iseng saja pengen mention aku, atau mungkin sedang kurang kerjaan. Sama seperti follower cowok lain yang selalu saja mention aku dengan kata-kata ‘lagi ngapain’, ‘punya pacar?’, atau ‘mau dong minta fotomu’.

Dan aku tidak pernah menanggapi serius, karena aku anggap itu hanya sapaan bercanda.
Aku hanya menanggapi twitnya dengan balasan ala kadarnya, dan juga tidak berniat mencari tahu siapa dibalik sosok akun itu.

Hari berlalu seperti biasa, tidak ada yang special.

Sampai akhirnya saat seperti biasa aku sedang twitteran di sore hari yang cerah, tahu-tahu ada akun yang membalas apa yang aku twit.

Oke, itu bukan hal yang aneh. Setiap hari pasti ada followerku yang balas twit aku, entah itu cowok atau pun cewek.

Lalu, ada apa?

Yang bikin aku langsung menyorotkan perhatianku pada lelaki ini adalah kalimat-kalimat anehnya yang tiba-tiba saja menodongku. “Gebet @Miss_Luph ah.”

Aku langsung mengenyitkan kening saat membaca twitnya itu. Sempat bengong beberapa detik, dan aku pikir, ah, ini orang sepertinya tipe yang senang gombalin cewek sepertinya. jadi aku cuma balas dengan emoticon “O.o”

Lalu ada sebuah akun yang mention aku dengan kalimat, “@Miss_Luph itu siapa sih?”

Belum sempat aku jawab, si lelaki aneh ini sudah menjawabnya, “Cewek cakep, tapi gw ga tau siapa.”

Aku semakin mengernyitkan kening, dan bengong sekali lagi dalam jangka waktu yang lebih lama. Aku berpikir kerasa menyusun jawaban, karena jujur saja aku benar-benar tidak tahu mau ngomong apa. Karena sebenarnya aku bukan orang yang senang menanggapin gombalan orang. Sempat kepikiran untuk mengabaikan twit si lelaki aneh ini. Tapi, entah kenapa..jempolku menyeretku untuk mengetikkan beberapa kata. “Ceweknya benar, tapi cakepnya nggak :)”

Ya…hanya kalimat itu yang kuketik sebagai jawaban.

Dan di luar dugaanku, si lelaki aneh langsung membalasnya dengan “cakep itu kan relative”

Yah…aku sempat terdiam membacanya. Entahlah…aku tidak tahu apa yang aku pikirkan saat itu. Yang jelas, jawaban itu membuatku terdiam cukup lama, sama sekali tidak tahu harus menjawab apa. Aku menatap twit itu begitu lama, dan akhirnya memutuskan untuk tidak menjawab.

Sejujurnya aku sadar, ada perasaan ingin mengenal si lelaki aneh itu saat aku membaca mentionnya. Kenapa? Tidak tahu.

Yang jelas, awalnya saat itu berpikir dia itu si lelaki aneh tukang gombal, tahu-tahu saja berubah…menjadi…dia si lelaki aneh (memang), namun bukan penggombal? Ah tidak…dia itu memang tukang gombal -__-“. Tapi aku tidak tahu kenapa aku merasa ia berbeda. Ada sesuatu yang berbeda.

Namun ada titik pada sudut hatiku yang menekanku agar menghilang rasa-rasa penasaran pada si lelaki aneh itu. Entah ‘titik’ apa itu. Titik yang menahanku untuk tidak membangkitkan suatu rasa, yang mungkin diramalkan akan menyakiti hatiku.

Akhirnya kuabaikan twit si lelaki aneh itu.

Namun si lelaki aneh ini ternyata tidak berhenti mention akunku. Aku melihat dia ada mention temannya dan membicarakan sesuatu yang tak aku mengerti. Yang aku paham hanya kalimat ‘..buat @miss_luph”

Oh ya, FYI, teman yang dia mention itu kebetulan aku kenal, walau hanya kenal lewat twitter.

Aku hanya diam membaca twitnya tidak tahu harus berkomentar apa.

Jujur saja… aku menyadari rasa penasaranku padanya. Dan aku pun sudah bisa meramalkan apa yang akan terjadi kalau aku menjabani rasa itu..

Kuputuskan untuk tetap mengabaikannya.

Namun, dia kembali mention akunku dengan kalimat yang…bisa dibilang membuatku tertegun.

“Gw capek galauin mantan mulu. Kali aja nih cewek beda..” dan temannya sempat meledeknya, “cieee…yang lagi PDKT sama @miss_luph”

Aku sempat memasang tampang -__-. Karena menurutku ini cowok menggombal banget, main gebet orang sembarangan. Aku tidak yakin kalau ia serius, maka itu aku jadi kesal. Karena aku tidak suka sama cowok yang mendekatiku cuma untuk gombalan-gombalan doang. Aku tipe orang yang senang serius menanggapi sesuatu.

Aku tetap mengabaikan twit orang aneh ini. Walau jujur saja, aku semakin penasaran, siapa sih orang dibalik akun ini.

Dia kembali mention aku, minta fb, WA, YM, atau sejenisnya.

Aku kembali mengernyit saat membaca tulisannya itu. Sempat aku menimbang-nimbang apakah sebaiknya aku memberikan apa yang ia minta?

Tidakkah ini terlalu cepat? Terlebih ia bukanlah orang yang pernah mentionan sama aku, yang bisa dibilang ‘kenal’. Ia hanya lelaki aneh yang tahu-tahu menodong aku dengan kalimat-kalimat yang seolah-olah ingin kenal lebih jauh denganku. Ia hanya lelaki yang membuatku jadi penasaran dengan sikapnya.

Apa yang membuatku menimbang-nimbang?

Bukan karena aku tidak mau berkenalan dengannya, dan bukannya aku tidak mau membiarkan ia mengenal diriku. Aku hanya sedang memikirkan, apakah ia akan merubah pikirannya begitu ia nanti sudah tahu FB-ku dan chatting denganku?

Sungguh. Yang aku takutkan bukanlah sosoknya. Tapi, yang aku takutkan adalah ia akan menepis semua pikiran awalnya tentangku saat ia sudah kenal aku lebih jauh. ITU yang aku takut.

Walau ia bukan siapa-siapa,…tapi aku akan sedih kalau ia ternyata suatu saat akan merubah pandangannya tentangku saat sudah mengenalku lebih jauh.

Terkadang aku membenci twitter saat aku sedang merasakan perasaan kalut seperti ini :(

Karena…bukan satu kali-dua kali aku berkenalan dengan orang-orang tidak tahu diri di sini.

Mereka yang mengenalku di twitter selalu berpikiran terlalu jauh tentangku. Entah kenapa. Mungkin karena bunyi twitku? Mungkin mereka punya khayalan-khayalan indah saat membayangkan siapa sih sosok dari pemilik twitter ini (karena mungkin tidak pernah memasang AVA asli). Lalu, beramai-ramai minta YM dan FB….dan setelahnya bisa dilihat, mereka akan mundur teratur setelah rasa penasaran mereka terjawab. Setelah mereka lihat sosok asli di balik AVA HoaX.

Aku benci orang-orang seperti itu.

Itulah kenapa aku tidak senang kalau orang-orang yang mengenalku di twitter terlalu meninggikanku. Misalnya mengatakan ‘cewek cakep’ ‘pasti cantik deh kamu’ atau ‘aku ingin melihat wajahmu yang imut-imut..’

Aku benci kalau orang-orang di twitter menjudgeku..entah itu yang buruk atau yang baik. Karena menurutku mereka tidak berhak menjudge orang yang mereka hanya kenal via twitter, tanpa tahu sosoknya dan tidak mengenalnya langsung.

Itu kenapa…pada si lelaki aneh ini pun aku merasa takut untuk membuka diri.  Rasa takut ini bukan tertuju untuknya, Tapi untuk perasaanku sendiri, perasaan sakit saat orang itu akan merubah pandangannya tentangku saat telah tahu siapa aku. Yup, yang aku takutkan bukan lah dirinya, tapi perasaanku sendiri yang aku yakini akan sakit atau mungkin hancur.

Namun…aku akhirnya tetap memutuskan untuk berbagi info tentang diriku pada lelaki ini. Aku pikir, lebih cepat ia tahu siapa aku, lebih cepat rasa penasarannya terjawab, lebih cepat ia akan menjauh (karena yang lain biasanya begitu. Cewek atau cowok, yang mengenalku di twitter dan penasaran denganku, setelah tahu siapa aku rata-rata akan berubah sikap..).

Tanpa bermaksud menyakitinya, aku iseng menjawab ‘Nggak ah, takuuttt..hehehe’.

Bukannya tidak mau berbagi info, aku hanya iseng saja bercanda menjawab seperti itu. Tahu kan bercanda? Bercanda hanya untuk agar kenal lebih akrab. Itu saja. Tidak ada maksud lain.

Rencananya aku akan memberi tahunya kalau ia bertanya sekali lagi.

Tapi…nyatanya jawabannya membuatku terpaku. Yang tadinya aku tertawa senang karena ingin bercanda dengannya… langsung berubah menjadi wajah datar. Aku agak bingung saat ia menjawab,

“Hah? Takut…”

Padahal sumpah…aku tidak bermaksud buruk atau pun menyakitinya :’(

Aku tidak menyangka kalau ia akan menanggapi kata ‘takut’ yang aku tulis.

Aku langsung bergegas menjelaskan padanya kalau aku tadi hanya bercanda. Tapi jawabannya kembali membuatku miris…dan tahu-tahu saja aku merasa sedih.

Ia berkata, ".. gpp, aku ga mau nyiptain rasa ga aman dari awal klo dari awal km dah was2 mending ga usah karna itu cuma buang waktu..”

Sedih banget rasanya baca itu..

Aku mencoba menjelaskan padanya, tapi sepertinya dimatanya aku sudah…bisa dibilang ‘takut padanya’. Ia terlihat serius menganggap kalau aku benar-benar takut untuk mengenalnya.

Sedih banget rasanya.

Aku sendiri tidak tahu kenapa aku begitu sedih hanya karena sikap dari seseorang yang bahkan aku tak tahu siapa dia sebenarnya. Yang jelas aku jadi merasa bersalah…

Dan detik itu juga aku merasa pandanganku pada lelaki aneh ini seperti berubah, entah kenapa.

Rasa penasaranku padanya semakin menguat dan menguat, membuatku memutuskan untuk membuka akunnya dan memperhatikan twit demi twit yang dia tulis di sana.

Ada statusnya yang cukup membuatku agak miris. Aku tidak tahu apakah status-status itu untukku atau bukan.. tapi aku merasa bunyi dari status itu begitu menusuukkk.

Ada satu statusnya yang bahasa inggris yang cukup bikin aku semakin merasa sedih.
First impression is everything instead of giving worry u shud make ur friend comfy #FYI aja sih
Walau aku bego bahasa Inggris, tapi aku tahu arti dari kalimat itu.

Rasa bersalah itu semakin menguat di hatiku.

Sejujurnya ada bagian dari hatiku yang menyerukan, “Heeii.. AKU! Tenanggg... dirimu tidak bersalaaahh. Kamu kan tidak bermaksud menyakiti hatinya. Kamu kan cuma bercanda, salahnya dia yang menanggapi bercandamu dengan serius..!”

Memang iya sih… aku sempat merasa kesal sedikit padanya. Kenapa dia begitu sensitif? Nanggapi candaanku sampai serius seperti itu :(

Apa dia tidak bisa membedakan yang mana bercanda yang mana serius? Padahal sudah sangat jelas dalam kalimatku ada ‘hehehehe’nya :/

Lalu ia tidak pernah lagi mention aku. Semua seperti selesai begitu saja dengan posisi ‘mungkin’ dia yang tersakiti dan aku yang bersalah.

Sepanjang waktu aku selalu merasa gelisah memikirkannya. Tidak bisa tenang perasaan ini. Aku tidak akan pernah bisa tenang sebelum aku tahu aku dan dia baik-baik saja. Aku tidak ingin dia membenciku atau merasa aku membencinya. Aku ingin semua ini jelas.
 

 Hi, mysteriuos guy....
Kekuatan misteri apa yang ada pada dirimu,...hingga bisa membuatku kepikiran tentang sosokmu...



Nb: @X bukanlah nama akun sebenarnya :)

Rabu, 18 April 2012

M-Pop = Boyband Malaysia = Taemin O.o

Nggak ada kerjaan, aku asyik-asyik gugling.. sempat nyasar ke beritanya ayu ting-ting …trus tau-tau nyasar ke sebuah artikel yang bikin aku KESELEK!

Artikelnya sudah lama sih dari pertengahan taun lalu. Tapi aku baru taunya sekarang… hehe..maklum…

Yaitu…tentang boyband Malaysia.

Boyband Pertama Malaysia yg katanya Bikin Ngakak . Katanyaaa lohh.. bukan kataku, soalnya aku juga belum nonton sih bagaimana MV dan performance mereka..

Tapi, bukan ini yang bikin aku keselek. Aku sih biasa aja pas tau ada boyband Malaysia. Aku malah dari dulu penasaran banget. Karena kan seperti yang kita tahu, demam K-Pop atau boyband menyebar di Indonesia (yang akhirnya memunculkan beberapa boyband seperti SM*SH dan lain-lain).

Nah, lantas aku kepikiran…kira-kira Malaysia bakalan bikin boyband juga nggak ya? Dan jujur yang bikin aku penasaran itu yaaa…lagunya mereka. Aku penasaran kira-kira bagaimana bentuknya kalau Malaysia punya boyband, hehehe. Membayangkan lagu serta lirik lagunya udah bikin aku ngikik-ngikik sendiri =DD

Dan ternyataaa… benaran ada! Mereka punya boyband juga! Yang baru aku tahu sih ini doang..aku belum nyari tahu boyband-boyband lainnya. Yang aku temukan ini BB-nya bernama 24:7. Terdiri dari 10 orang. Aku denger-denger sih mereka juga bernasib sama seperti SM*SH dan BB lainnya yang banyak menerima kritikan dan hujatan karena dianggap meniru.
Mereka menegaskan bahwa mereka sebagai boyband pertama di Malaysia dan juga bukanlah K-Pop, melainkan M-Pop atau Malaysia Pop, dengan mengganti nama baru menjadi MAX 247.

Kalau kata teman-temanku sih mereka kayak kuli bangunan, mending SM*SH kemana-mana, hahaha.

Lumayan buat bahan celaan kalau ngobrol sama teman-teman... Ups. *astaga…tobat Miss, tobat deh mulai sekarang..*

Iyaa…tenang…aku nggak mencela, kok. Hanya saja aku agak syok dengan kemunculan mereka dan masih keselek sampai sekarang. -__-

Mereka bersepuluh itu bernama Alloi, Virgo, A ar, Fifie, Jaq, Kim, Ob, Iym, daaannn…. ini dia nih yang bikin aku keselek -__-.. T-a-e-m-in .

Iyaa…Taemin!

OMG --__--

Sampai detik ini aku masih penasaran dan masih mencari tahuuu… itu nama asli apa bukan? -__-

Katanya sih asli.

Tapi, aku kurang percaya sih kalau nama asli, soalnya liat aja…nama mereka ber 10 agak-agak aneh gitu..
Dan kalau seandainya memang benar bukan nama asli…wah benar-benar dah…. aku mau tanya sama dia kenapa bisa-bisanya pakai nama Taemin??? O.o

Tapi, kalau seandainya memang itu nama asli…ya sudah lah..aku pasrah. Memang ortunya mungkin yang mau kasih nama dia begitu…mau bagaimana lagi? O.o

Nggak ada kerjaan, aku asyik-asyik gugling.. sempat nyasar ke beritanya ayu ting-ting …trus tau-tau nyasar ke sebuah artikel yang bikin aku KESELEK!

Artikelnya sudah lama sih dari pertengahan taun lalu. Tapi aku baru taunya sekarang… hehe..maklum…

Yaitu…tentang boyband Malaysia.

Boyband Pertama Malaysia yg katanya Bikin Ngakak . Katanyaaa lohh.. bukan kataku, soalnya aku juga belum nonton sih bagaimana MV dan performance mereka..

Tapi, bukan ini yang bikin aku keselek. Aku sih biasa aja pas tau ada boyband Malaysia. Aku malah dari dulu penasaran banget. Karena kan seperti yang kita tahu, demam K-Pop atau boyband menyebar di Indonesia (yang akhirnya memunculkan beberapa boyband seperti SM*SH dan lain-lain).

Nah, lantas aku kepikiran…kira-kira Malaysia bakalan bikin boyband juga nggak ya? Dan jujur yang bikin aku penasaran itu yaaa…lagunya mereka. Aku penasaran kira-kira bagaimana bentuknya kalau Malaysia punya boyband, hehehe. Membayangkan lagu serta lirik lagunya udah bikin aku ngikik-ngikik sendiri =DD

Dan ternyataaa… benaran ada! Mereka punya boyband juga! Yang baru aku tahu sih ini doang..aku belum nyari tahu boyband-boyband lainnya. Yang aku temukan ini BB-nya bernama 24:7. Terdiri dari 10 orang. Aku denger-denger sih mereka juga bernasib sama seperti SM*SH dan BB lainnya yang banyak menerima kritikan dan hujatan karena dianggap meniru.
Mereka menegaskan bahwa mereka sebagai boyband pertama di Malaysia dan juga bukanlah K-Pop, melainkan M-Pop atau Malaysia Pop, dengan mengganti nama baru menjadi MAX 247.

Kalau kata teman-temanku sih mereka kayak kuli bangunan, mending SM*SH kemana-mana, hahaha.

Lumayan buat bahan celaan kalau ngobrol sama teman-teman... Ups. *astaga…tobat Miss, tobat deh mulai sekarang..*

Iyaa…tenang…aku nggak mencela, kok. Hanya saja aku agak syok dengan kemunculan mereka dan masih keselek sampai sekarang. -__-

Mereka bersepuluh itu bernama Alloi, Virgo, A ar, Fifie, Jaq, Kim, Ob, Iym, daaannn…. ini dia nih yang bikin aku keselek -__-.. T-a-e-m-in .

Iyaa…Taemin!

OMG --__--

Sampai detik ini aku masih penasaran dan masih mencari tahuuu… itu nama asli apa bukan? -__-

Katanya sih asli.

Tapi, aku kurang percaya sih kalau nama asli, soalnya liat aja…nama mereka ber 10 agak-agak aneh gitu..
Dan kalau seandainya memang benar bukan nama asli…wah benar-benar dah…. aku mau tanya sama dia kenapa bisa-bisanya pakai nama Taemin??? O.o

Tapi, kalau seandainya memang itu nama asli…ya sudah lah..aku pasrah. Memang ortunya mungkin yang mau kasih nama dia begitu…mau bagaimana lagi? O.o

Belajar ber make up :p

Selama ini aku sama sekali nggak tahu menahu dengan yang namanya DANDAN..huahahaha

Cuek abis. Nggak pernah tertarik dengan yang namanya segala make up entah-apa-saja-namanya-itu. Tapi jujur aja kalau liat model-model, artis, atau pun pramugari, suka kagum dengan kemolekan wajah mereka yang penuh dengan riasan.. Cuma untuk mengaplikasikannya ke wajah sendiri tuh gak pernah terpikir sama sekali. Tertarik juga nggak, heheh.

Aku orangnya biasanya selalu simpel. Pakai pelembab dan bedak doang, plus lipstick atau lebih seringnya pakai lipbalm doang. Sebenarnya itu juga aku pakainya karena terpaksa ya...mwihhihi.

Jadi dulu, tahun 2010 aku pernah mengalami wajah 'kronis' alias penuh jerawat hihihihi. Kalau kata teman dan saudara sih jerawatku masih masuk kategori biasa. Tapi, aku nya gemes liatnya, dan pengen mengenyahkan semua jerawat itu. Memang dulu pas SMA aku nggak pernah pakai perawatan apa-apa sih..hehehe. Selain nggak ngerti, juga karena malas. Eh, bukan nggak ngerti sh.. Ngerti, cuma males aja beli-beli 'begituan'.

Tapi pas kuliah, berhubung tinggal sendiri, keluar deh hormon 'shopping'nya hahaha. Yang waktu SMA aku nggak pernah shopping kalau bukan untuk keperluan yang benar-benar penting banget, sejak kuliah aku jadi demen liat-liat setiap produk. Segala baju, sampai perawatan perempuan juga aku jabanin. Akhirnya aku beli deh sabun muka ponds, lengkap juga dengan pelembab dan susu pembersih mukanya.

Alhamdulilaaahhh... sejak rutin pake Ponds, itu jerawat pun pada hilang. Hehe. Memang sih nggak sekinclong orang-orang yang perawatan di Natasha, tapi menurutku itu udah bagus bangetttt... karena ada perubahan besar dengan saat wajahku masih 'kronis' dan setelah rutin membersihkan muka dengan Ponds.

Nah...ketertarikan ku pada perawatan baru sampai sebatas itu. Kalau ber make up, sumpah sama sekali nggak tertarik. Cukup pakai pelembab, dan kemudian bedak. Itu pun pakai bedak jarang, lebih seringnya pelembab doang. Lalu lipstick, itu pun jaranggggg banget. Itu pun aku bisa punya lipstick juga terpaksa, karena ada kakak sepupuku yang jualan cosmetic, bujuk-bujuk beli dengan segala jenis rayuan, dan aku yang tidak bisa bilang 'tidak' akhirnya beli deh satu lipstic (nyengir). Untungnya warnanya warna kesukaanku. Merah jambu. Dan saat dipakai ke bibir nggak mencolok, warnanya seperti bibirku.

Sampai di situ, aku sudah cukup puas dengan diriku. Sampai akhirnya aku benar-benar muak dengan lingkaran mata hitam yang terlihat jelas di bawah mataku huhuhu. Serasa penuaan dini!! T_T

Wajar sih aku punya lingkaran mata, aku sering bergadang karena jurusan ku memang mengharuskanku untuk bergadang -_-, akibat laporan setumpuk yang harus dikerjakan dan selalu dikejar deadline!

Awalnya aku masih cuek, toh semua temanku juga punya 'masalah' yang sama. Tapi, komentar salah satu seniorku yang selalu saja mengomentari mataku, itu sangat mengganggu!! Iya, mengganggu pikiranku. Aku yang awalnya cuek, jadi sering kepikiran juga kan sama si lingkaran mata ini. Huh. Dan akhirnya semakin lama aku semakin menyadari kalau aku memang punya lingkaran mata hitam yang membuatku seperti hantu -_-

Saat aku coba bandingkan dengan teman-temanku, karena bingung... kok ya mereka nggak kayak hantu, padahal sama-sama sering bergadang. Dan ternyata... setelah kami bandingkan, rata-rata lingkaran mata mereka lebih parah. Lebih hitam pekat. (Cara membandingkannya, berdiri di depan cermin sambil membandingkan lingkaran mata masing-masing hahaha).

Lah..ternyata mereka lebih parah. Mereka sendiri mengakui itu. Tapi.. kenapa mereka tidak terlihat seperti hantu, sementara aku seperti hantu?

Dan.... setelah mikir keras, beberapa orang menentukan sebuah asumsi, bahwa itu karena difaktori oleh kulitku yang cenderung putih/pucat. Aku kulitnya putih (katanya). Dan kalau kurang tidur, jadi pucat. Ditambah lingkaran mata, ya jadi kayak hantu. Sedangkan mereka kulitnya cokelat. Jadi limgkaran mata hitam sepekat apa juga, tertutup dengan kulit cokelat mereka, hingga nggak terkesan kayak hantu. -_-

well, aku sih nggak merasa putih ya. Tapi emang fakta berkata seperti itu, aku terlihat seperti hantu dengan lingkaran mata ini hiks...

Akhirnya mulai mikir keras, ini harus diapakan nih mata???

Dan aku teringat dengan Nikita willy.

Loh?? Kok tau-tau ingat Nikita Willy?? Hahahaha

Iyaaa... waktu itu kebenaran Nikita Willy lagi ribet-ribetnya sama pemberitaan tentang dirinya yang DO. Setiapppp hariii, berita itu terus berseliweran di TV, membuat aku jadi sering memperhatikannya. Nah, nggak sengaja aku nangkap sebuah gambar dimana Nikita sedang syuting Putri yang DiTukar, tapi belum take. Dia masih berkeliaran di lokasi dengan wajah tanpa make up. Dan... ya ampuuunnn. Itu mukanya, sumpah kayak hantu!!!! Dia kan putih.. terus ada lingkaran mata besar yang terlihat jelas di bawah matanya. Jadi udah deh, kayak hantu beneran.. Mana mukanya pucat gitu. Kayaknya jauh lebih parah dari aku, hehe.

Aku bingung. Perasaan di TV dia selalu cantik, nggak pernah terlihat kayak hantu. Selalu segar dan berseri mukanya. Nah ini yang kulihat? Kayak hantu, lesu, pucat...

Temanku bilang, "kan dia pake make up biasanya, jadi nggak kelihatan..."

Wahhh.... bearrti make up itu hebat yaakkk... bisa merubah wajah yang awalnya kayak hantu, lesu, pucat, menjadi berwarna, segar, plus berseri..hihihihi

Dan saat nonton Putri yang diTukar mataku terus fokus memperhatikan wajah Nikita Willy dengan mulut ternganga takjub..hihihi. Masalahnya wajahnya beda banget dengan pas nggak pake make up. :p Eh tapi ketika aku perhatikan lekat-lekat nih..ternyata sebenarnya lingkaran mata si Nikita willy (dan artis lain) itu sebenarnya masih terlihat loh. Cuma warnanya agak biru gitu, bukan hitam. Mungkin karena udah tercover make up nya kali ya? Gileee... Nikita pake make up apa sih?? Pastiseperangkat make up mahalan deh.. soalnya sukses menyamarkan lingkaran hitam matanya. Atau ia pakenya mungkin tebal-tebal sampai kayak dempul kali yak?

Ah, entahlah... Pokoknyaaaa..
Di situ, aku akhirnya bertekad untuk belajar pake make up! Hahaha

Yah.. make up yang biasa aja sih. Aku nggak mau yang menor. Aku sukanya yang minimalis aja, karena sejujurnya aku nggak suka ber make up.

Tapi dipikir-pikir, seperangkat alat make up itu kan pasti ada bahan kimianya, dan setiap merk beda-beda. Berhubung aku nggak pernah pake make up aku jadi agak bingung harus pakai yang mana. Aku takut kalau pake sembarang merk bisa-bisa malah bikin aku kembali pelihara jerawat.

Kemudian, aku langsung teringat dengan Oriflame!

Hm...bukan karena Oriflame itu terkenal ya, aku malah nggak tahu Oriflame itu terkenal apa nggak hihi *meringis*

Aku tahu Oriflame karena tahu seseorang yang join di Oriflame. Kalau nggak salah Oriflame itu juga sejenis MLM, sih..tapi juga jualan segala produk kecantikan dan perawatan tubuh. kalau saja aku nggak tahu orang itu, mungkin sampai sekarang aku nggak bakal pernah tahu Oriflame. *nyengir lagi*. Aku sekarang bisa tahu Oriflame karena selalu dihantui oleh blog kenalanku itu yang isinya nyaris selaluuuuu tentang Oriflame. Nah, bagaimana aku nggak hapal coba?? Hihihihi.

Btw, Oriflame itu terkenal nggak sih??

Hm... cuma ada dua opsi ya.

Pertama, tidak terkenal. Karena jujur saja aku nggak pernah dengar namanya. Kalau bukan karena kenal orang yang join di Oriflame, pasti sampai sekarang aku nggak bakal tahu hehehe

Kedua, terkenal. Tapi.... mungkin karena akunya yang selama ini nggak punya ketertarikan pada segala make up jadinya cenderung menutup mata, hingga nggak pernah dengar, padahal mungkin saja sebenarnya sering disebut-sebut di depanku tapi akunya tutup telinga. :p hehehe

 Yang jelas, aku tahu kalau Oriflame itu dari bahan alami. Dan karena aku merasa kenal dengan orang yang sudah lama berkecimpung di produk Oriflame, entah kenapa ada persaan 'aman' di hatiku walau aku tak pernah sekali pun memakai produknya.

Akhirnya, aku memantapkan diri memesan segala produk Oriflame di kenalanku itu. Mulai dari concealer, foundation, bedak, dan bahkan kuas make upnya juga (yang aku tak tahu apa saja namanya).

Untuk foundation... akhirnya aku memutuskan coba yang ini dulu. Mineral GG Foundation!



Nggak ada alasan sih... asal aja milih hahahaha. Eh, bukan asal ding.. itu juga saran dari temanku hehe. Katanya recommended banget! Akhirnya, aku beli. Asli aku sama sekali nggak ngerti apa-apa tentang make up. Baru pemula :p

Dan setelah kupakai, enak. Nggak ada masalah. Nggak bikin efek yang aneh-aneh di wajah hahaha. Malah kata teman-temanku aku makin seger hihihi. Entah itu karena foundationnya atau karena mereka baru liat aku mulai ber make up? :p

Aku sih bingung ya menilai produk ini. Masalahnya aku nggak pernah pake foundation jadi nggak ada perbandingan. Aku sih pakainya enak-enak aja. Memang kalau aku lihat, aku lebih terlihat segar. Tapi ada kadang kalanya aku pikir kurang cocok dipakai di tempat yang suhunya terlalu panas, hehe. Soalnya mukaku kan berminyak. Jadi, entah perasaanku atau tidak, foundationnya luntur alias habis dimakan oleh minyak di mukaku hehe. Aku mau coba-coba foundation yang lain juga ah, ntar :D. Tapi, so far sih foundation yang ini oke-oke aja hasilnya, sangat mengcover dengan baik. :D Tapi itu untuk mukaku ya, hehe. Kan setiap muka itu beda-beda :D

Kalau untuk concelaer, lagi-lagi atas saran temanku, aku pun beli yang ini.



Dan itu nggak mempan untuk menutupi lingkaran hitam di bawah matakuuu!!! T__T

Mungkin bukan salah produknya sih.. soalnya pas aku coba pakai di kulit tangan, kuoleskan di lenganku yang ada bintik-bintik noda hitam bekas alergi kemarin... Iya, jadi kemarin aku pernah kena alergi, entah alergi apa...lalu meninggalkan bekas noda hitam yang bikin lenganku jadi lumayan tidak enak dipandang T__T. Nodanya sih kecil yaaa... tapi masalahnya kulitku termasuk putih, jadi ada noda hitam sekecil apapun juga itu menggangu pemandangan bangettt! Huhuhu. Eh, pas aku oleskan pakai concealer ini, langsung nggak keihatannn lohh! Hihihi.

Jadi berarti, kalau concealer ini nggak bisa menutupi lingkaran hitam mataku, berarti bukan salahnya, karena terbukti ia memang bisa menutupi noda hitam. Dasarnya aja memang lingkaran hitam di mataku ini yang keterlaluan hitamnyaaa T__T . Mungkin butuh concealer yang lebih pekat lagi kali ya??

Karena sudah terlanjur beli, ya sudah, aku pakai buat nutup-nutupin noda hitam di bagian kulit tubuhku yang lain...walau itu salah, karena noda hitam itu harusnya diobati pake salep *nyengir*. Kalau cuma diolesi concealer sih kayaknya itu cuma menutupi ya.. bukannya mengobati apalagi menghilang kan..hehe

Jadi, buat yang mau pakai concealer ini untuk dark circle, silahkaannnn :D Karena ini ampuh kok buat warna hitam yang biasa. Memang mungkin kalau yang lingkaran hitamnya udah kayak hantu *kayak aku :p* mungkin baru deh nggak mempan... Tapi kalau yang masih lingkaran hitam biasa sih, rasanya mempan yaa :)

Kalau bedak.... ini nih...



Jangan tanya alasannyaaaaa! hahahahaha. Karena memang nggak beralasan. Ini sumpah asal pilih aja. Soalnya aku udah capek mantengin segala bedak-bedak di oriflame, buanyaaakkkk...hihihi. Dan kayaknya bagus-bagus hihi. Bentuknya juga menarik semua. Akhirnya asal pilih aja dah, yang ini. Lagipula aku sama sekali nggak ada ketentuan mau bedak yang kayak apa. Yang penting bedak, itu sih... :D

Dan memang nggak pernah bermasalah sama bedak ini :))

Kesimpulannya??

Yah.. insyaAllah untuk keperluan make up mulai sekarang aku akan mempercayakannya pada Oriflame, mwihihi.. :)

Selama ini aku sama sekali nggak tahu menahu dengan yang namanya DANDAN..huahahaha

Cuek abis. Nggak pernah tertarik dengan yang namanya segala make up entah-apa-saja-namanya-itu. Tapi jujur aja kalau liat model-model, artis, atau pun pramugari, suka kagum dengan kemolekan wajah mereka yang penuh dengan riasan.. Cuma untuk mengaplikasikannya ke wajah sendiri tuh gak pernah terpikir sama sekali. Tertarik juga nggak, heheh.

Aku orangnya biasanya selalu simpel. Pakai pelembab dan bedak doang, plus lipstick atau lebih seringnya pakai lipbalm doang. Sebenarnya itu juga aku pakainya karena terpaksa ya...mwihhihi.

Jadi dulu, tahun 2010 aku pernah mengalami wajah 'kronis' alias penuh jerawat hihihihi. Kalau kata teman dan saudara sih jerawatku masih masuk kategori biasa. Tapi, aku nya gemes liatnya, dan pengen mengenyahkan semua jerawat itu. Memang dulu pas SMA aku nggak pernah pakai perawatan apa-apa sih..hehehe. Selain nggak ngerti, juga karena malas. Eh, bukan nggak ngerti sh.. Ngerti, cuma males aja beli-beli 'begituan'.

Tapi pas kuliah, berhubung tinggal sendiri, keluar deh hormon 'shopping'nya hahaha. Yang waktu SMA aku nggak pernah shopping kalau bukan untuk keperluan yang benar-benar penting banget, sejak kuliah aku jadi demen liat-liat setiap produk. Segala baju, sampai perawatan perempuan juga aku jabanin. Akhirnya aku beli deh sabun muka ponds, lengkap juga dengan pelembab dan susu pembersih mukanya.

Alhamdulilaaahhh... sejak rutin pake Ponds, itu jerawat pun pada hilang. Hehe. Memang sih nggak sekinclong orang-orang yang perawatan di Natasha, tapi menurutku itu udah bagus bangetttt... karena ada perubahan besar dengan saat wajahku masih 'kronis' dan setelah rutin membersihkan muka dengan Ponds.

Nah...ketertarikan ku pada perawatan baru sampai sebatas itu. Kalau ber make up, sumpah sama sekali nggak tertarik. Cukup pakai pelembab, dan kemudian bedak. Itu pun pakai bedak jarang, lebih seringnya pelembab doang. Lalu lipstick, itu pun jaranggggg banget. Itu pun aku bisa punya lipstick juga terpaksa, karena ada kakak sepupuku yang jualan cosmetic, bujuk-bujuk beli dengan segala jenis rayuan, dan aku yang tidak bisa bilang 'tidak' akhirnya beli deh satu lipstic (nyengir). Untungnya warnanya warna kesukaanku. Merah jambu. Dan saat dipakai ke bibir nggak mencolok, warnanya seperti bibirku.

Sampai di situ, aku sudah cukup puas dengan diriku. Sampai akhirnya aku benar-benar muak dengan lingkaran mata hitam yang terlihat jelas di bawah mataku huhuhu. Serasa penuaan dini!! T_T

Wajar sih aku punya lingkaran mata, aku sering bergadang karena jurusan ku memang mengharuskanku untuk bergadang -_-, akibat laporan setumpuk yang harus dikerjakan dan selalu dikejar deadline!

Awalnya aku masih cuek, toh semua temanku juga punya 'masalah' yang sama. Tapi, komentar salah satu seniorku yang selalu saja mengomentari mataku, itu sangat mengganggu!! Iya, mengganggu pikiranku. Aku yang awalnya cuek, jadi sering kepikiran juga kan sama si lingkaran mata ini. Huh. Dan akhirnya semakin lama aku semakin menyadari kalau aku memang punya lingkaran mata hitam yang membuatku seperti hantu -_-

Saat aku coba bandingkan dengan teman-temanku, karena bingung... kok ya mereka nggak kayak hantu, padahal sama-sama sering bergadang. Dan ternyata... setelah kami bandingkan, rata-rata lingkaran mata mereka lebih parah. Lebih hitam pekat. (Cara membandingkannya, berdiri di depan cermin sambil membandingkan lingkaran mata masing-masing hahaha).

Lah..ternyata mereka lebih parah. Mereka sendiri mengakui itu. Tapi.. kenapa mereka tidak terlihat seperti hantu, sementara aku seperti hantu?

Dan.... setelah mikir keras, beberapa orang menentukan sebuah asumsi, bahwa itu karena difaktori oleh kulitku yang cenderung putih/pucat. Aku kulitnya putih (katanya). Dan kalau kurang tidur, jadi pucat. Ditambah lingkaran mata, ya jadi kayak hantu. Sedangkan mereka kulitnya cokelat. Jadi limgkaran mata hitam sepekat apa juga, tertutup dengan kulit cokelat mereka, hingga nggak terkesan kayak hantu. -_-

well, aku sih nggak merasa putih ya. Tapi emang fakta berkata seperti itu, aku terlihat seperti hantu dengan lingkaran mata ini hiks...

Akhirnya mulai mikir keras, ini harus diapakan nih mata???

Dan aku teringat dengan Nikita willy.

Loh?? Kok tau-tau ingat Nikita Willy?? Hahahaha

Iyaaa... waktu itu kebenaran Nikita Willy lagi ribet-ribetnya sama pemberitaan tentang dirinya yang DO. Setiapppp hariii, berita itu terus berseliweran di TV, membuat aku jadi sering memperhatikannya. Nah, nggak sengaja aku nangkap sebuah gambar dimana Nikita sedang syuting Putri yang DiTukar, tapi belum take. Dia masih berkeliaran di lokasi dengan wajah tanpa make up. Dan... ya ampuuunnn. Itu mukanya, sumpah kayak hantu!!!! Dia kan putih.. terus ada lingkaran mata besar yang terlihat jelas di bawah matanya. Jadi udah deh, kayak hantu beneran.. Mana mukanya pucat gitu. Kayaknya jauh lebih parah dari aku, hehe.

Aku bingung. Perasaan di TV dia selalu cantik, nggak pernah terlihat kayak hantu. Selalu segar dan berseri mukanya. Nah ini yang kulihat? Kayak hantu, lesu, pucat...

Temanku bilang, "kan dia pake make up biasanya, jadi nggak kelihatan..."

Wahhh.... bearrti make up itu hebat yaakkk... bisa merubah wajah yang awalnya kayak hantu, lesu, pucat, menjadi berwarna, segar, plus berseri..hihihihi

Dan saat nonton Putri yang diTukar mataku terus fokus memperhatikan wajah Nikita Willy dengan mulut ternganga takjub..hihihi. Masalahnya wajahnya beda banget dengan pas nggak pake make up. :p Eh tapi ketika aku perhatikan lekat-lekat nih..ternyata sebenarnya lingkaran mata si Nikita willy (dan artis lain) itu sebenarnya masih terlihat loh. Cuma warnanya agak biru gitu, bukan hitam. Mungkin karena udah tercover make up nya kali ya? Gileee... Nikita pake make up apa sih?? Pastiseperangkat make up mahalan deh.. soalnya sukses menyamarkan lingkaran hitam matanya. Atau ia pakenya mungkin tebal-tebal sampai kayak dempul kali yak?

Ah, entahlah... Pokoknyaaaa..
Di situ, aku akhirnya bertekad untuk belajar pake make up! Hahaha

Yah.. make up yang biasa aja sih. Aku nggak mau yang menor. Aku sukanya yang minimalis aja, karena sejujurnya aku nggak suka ber make up.

Tapi dipikir-pikir, seperangkat alat make up itu kan pasti ada bahan kimianya, dan setiap merk beda-beda. Berhubung aku nggak pernah pake make up aku jadi agak bingung harus pakai yang mana. Aku takut kalau pake sembarang merk bisa-bisa malah bikin aku kembali pelihara jerawat.

Kemudian, aku langsung teringat dengan Oriflame!

Hm...bukan karena Oriflame itu terkenal ya, aku malah nggak tahu Oriflame itu terkenal apa nggak hihi *meringis*

Aku tahu Oriflame karena tahu seseorang yang join di Oriflame. Kalau nggak salah Oriflame itu juga sejenis MLM, sih..tapi juga jualan segala produk kecantikan dan perawatan tubuh. kalau saja aku nggak tahu orang itu, mungkin sampai sekarang aku nggak bakal pernah tahu Oriflame. *nyengir lagi*. Aku sekarang bisa tahu Oriflame karena selalu dihantui oleh blog kenalanku itu yang isinya nyaris selaluuuuu tentang Oriflame. Nah, bagaimana aku nggak hapal coba?? Hihihihi.

Btw, Oriflame itu terkenal nggak sih??

Hm... cuma ada dua opsi ya.

Pertama, tidak terkenal. Karena jujur saja aku nggak pernah dengar namanya. Kalau bukan karena kenal orang yang join di Oriflame, pasti sampai sekarang aku nggak bakal tahu hehehe

Kedua, terkenal. Tapi.... mungkin karena akunya yang selama ini nggak punya ketertarikan pada segala make up jadinya cenderung menutup mata, hingga nggak pernah dengar, padahal mungkin saja sebenarnya sering disebut-sebut di depanku tapi akunya tutup telinga. :p hehehe

 Yang jelas, aku tahu kalau Oriflame itu dari bahan alami. Dan karena aku merasa kenal dengan orang yang sudah lama berkecimpung di produk Oriflame, entah kenapa ada persaan 'aman' di hatiku walau aku tak pernah sekali pun memakai produknya.

Akhirnya, aku memantapkan diri memesan segala produk Oriflame di kenalanku itu. Mulai dari concealer, foundation, bedak, dan bahkan kuas make upnya juga (yang aku tak tahu apa saja namanya).

Untuk foundation... akhirnya aku memutuskan coba yang ini dulu. Mineral GG Foundation!



Nggak ada alasan sih... asal aja milih hahahaha. Eh, bukan asal ding.. itu juga saran dari temanku hehe. Katanya recommended banget! Akhirnya, aku beli. Asli aku sama sekali nggak ngerti apa-apa tentang make up. Baru pemula :p

Dan setelah kupakai, enak. Nggak ada masalah. Nggak bikin efek yang aneh-aneh di wajah hahaha. Malah kata teman-temanku aku makin seger hihihi. Entah itu karena foundationnya atau karena mereka baru liat aku mulai ber make up? :p

Aku sih bingung ya menilai produk ini. Masalahnya aku nggak pernah pake foundation jadi nggak ada perbandingan. Aku sih pakainya enak-enak aja. Memang kalau aku lihat, aku lebih terlihat segar. Tapi ada kadang kalanya aku pikir kurang cocok dipakai di tempat yang suhunya terlalu panas, hehe. Soalnya mukaku kan berminyak. Jadi, entah perasaanku atau tidak, foundationnya luntur alias habis dimakan oleh minyak di mukaku hehe. Aku mau coba-coba foundation yang lain juga ah, ntar :D. Tapi, so far sih foundation yang ini oke-oke aja hasilnya, sangat mengcover dengan baik. :D Tapi itu untuk mukaku ya, hehe. Kan setiap muka itu beda-beda :D

Kalau untuk concelaer, lagi-lagi atas saran temanku, aku pun beli yang ini.



Dan itu nggak mempan untuk menutupi lingkaran hitam di bawah matakuuu!!! T__T

Mungkin bukan salah produknya sih.. soalnya pas aku coba pakai di kulit tangan, kuoleskan di lenganku yang ada bintik-bintik noda hitam bekas alergi kemarin... Iya, jadi kemarin aku pernah kena alergi, entah alergi apa...lalu meninggalkan bekas noda hitam yang bikin lenganku jadi lumayan tidak enak dipandang T__T. Nodanya sih kecil yaaa... tapi masalahnya kulitku termasuk putih, jadi ada noda hitam sekecil apapun juga itu menggangu pemandangan bangettt! Huhuhu. Eh, pas aku oleskan pakai concealer ini, langsung nggak keihatannn lohh! Hihihi.

Jadi berarti, kalau concealer ini nggak bisa menutupi lingkaran hitam mataku, berarti bukan salahnya, karena terbukti ia memang bisa menutupi noda hitam. Dasarnya aja memang lingkaran hitam di mataku ini yang keterlaluan hitamnyaaa T__T . Mungkin butuh concealer yang lebih pekat lagi kali ya??

Karena sudah terlanjur beli, ya sudah, aku pakai buat nutup-nutupin noda hitam di bagian kulit tubuhku yang lain...walau itu salah, karena noda hitam itu harusnya diobati pake salep *nyengir*. Kalau cuma diolesi concealer sih kayaknya itu cuma menutupi ya.. bukannya mengobati apalagi menghilang kan..hehe

Jadi, buat yang mau pakai concealer ini untuk dark circle, silahkaannnn :D Karena ini ampuh kok buat warna hitam yang biasa. Memang mungkin kalau yang lingkaran hitamnya udah kayak hantu *kayak aku :p* mungkin baru deh nggak mempan... Tapi kalau yang masih lingkaran hitam biasa sih, rasanya mempan yaa :)

Kalau bedak.... ini nih...



Jangan tanya alasannyaaaaa! hahahahaha. Karena memang nggak beralasan. Ini sumpah asal pilih aja. Soalnya aku udah capek mantengin segala bedak-bedak di oriflame, buanyaaakkkk...hihihi. Dan kayaknya bagus-bagus hihi. Bentuknya juga menarik semua. Akhirnya asal pilih aja dah, yang ini. Lagipula aku sama sekali nggak ada ketentuan mau bedak yang kayak apa. Yang penting bedak, itu sih... :D

Dan memang nggak pernah bermasalah sama bedak ini :))

Kesimpulannya??

Yah.. insyaAllah untuk keperluan make up mulai sekarang aku akan mempercayakannya pada Oriflame, mwihihi.. :)

Senin, 02 April 2012

Nonton nggak ya, SS4 INA???

Galau.. T__T

 

serius.

 

Dan ini semua gara2 SS4!

 

Begini, aku adalah fans SuJu, tapi aku juga ga mengakui diriku seorang ELF *nah loh? bingung? hehe*

 

Dan aku tipe orang yg walau pun tergila2 pada seorang artis, tapi ga sampai  royal banget2. Aneh kan?

 

Ya, aku sadar aku fans yg aneh.

 

BB Korea yg paling aku suka SHINee dan SuJu.

 

Tapi walau aku adalah fans, aku nggak seperti orang yg langsung ngoleksi Album2 idola mereka, majalah tentang mereka, poster2 mereka, atau bahkan mengejar konser mereka kemana pun.

 

Waktu SHINee datang ke Jakarta kemarin pun aku biasa2 saja –awalnya, walau pada akhirnya semakin mendekati kedatangannya SHINee, tepatnya H-1, aku langsung menggalau karena nggak bisa nonton.

 

Kakakku sampai nangis2 waktu itu..membuat aku yg awalnya biasa2 aja jadi ikutan cengeng, bahkan kami nyaris nekat berangkat malam2 hehe.

 

 Dan untuk SS4 ini.. jujur waktu pertama kali tau berita ini, aku berusaha ga mau caritau atau pun membaca info2 ttg SS4, karena aku takut nanti begitu mendekati hari H-nya aku bakal galau hehe.

 

Tapi aku juga nggak niat datang sih…karena..aku sayang uang hehe. Karena walau aku fans berat, tapi aku masih memperhitungkan uang..menimbang2 apakah sebanding harga tiket yg aku beli dengan kepuasan yg aku peroleh? ditambah lagi aku harus beli tiket PP karena aku tinggal di Makassar, bukan di Jakarta atau pun daerah sekitarnya.

 

Hari2  dibulan Februari dan maret berlalu dengan damaiii..dan tentram…

 

sampai akhirnya kak dewi nanyain masalah tiket suju ke aku, membuatku jadi teringat lagi dengan SS4!! T__T

 

Di titik ini aku agak galau, tergoda ingin nonton..tapi aku juga sayang uang ..hiks..

 

Apalagi aku kan berencana..kalau seandainya aku nonton, itu bakal pakai uang jajan ku atau mungkin bisa dibilang uang tabunganku.. Jadi aku rasanya sayanggg banget. Karena kalau aku perhitungkan, tiket PP mungkin 1.5 jeti-an, dan tiket VIP aja 2 jeti. Total 3,5 jeti. Sayanggg bangettt huhuhuh

 

Aku mulai bimbang dari hari ke hari. Belum lagi temanku ngebujuk2 aku supaya nonton T^T

 

Dan tadi pagi, mamaku nelpon aku.

 

Asyik2 ngobrol, aku teringat dengan soal SS4, dan aku langsung nanya ke Mama.. “Ma, aku mau dong bulan april nanti ke Jakarta.”

 

“Sama siapa?”

 

“Sama teman. Mungkin sekitar semingguan lah di sana.”

 

“Mau ngapain?”

 

“Mau main-main aja. Jalan2, nonton konser..”

 

“Oh.ya udah. pergi aja.”

 

“Tapi boleh minta uang tiket konser, jajan dan uang PP?”

 

“Kabarin aja nanti kalau udah pasti waktu mau perginya. Ntar di transfer uangnya.”

 

“…”

 

Aku speechless sumpah! -__-

 

Nggak nyangka jawaban mamaku bakal kayak gitu. Aku pikir mama bakal tanya2 lebih lanjut, “konser apa? ngapain nonton? Emang ada untungnya?” dsb..dsb..layaknya ibu2 temanku yg pada ngga ngizinin anaknya pergi nonton SS4.

 

Nahhh…menggalau lah lagi aku!! >__<

 

Izin, plus uang udah ditangan.

 

Tapiii…aku kok masih ada rasa sayang sama uang itu…kok rasanya sayang banget buang2 uang sekitar 3,5 juta..belum lagi uang lain2nya..mungkin 4 juta habis. Dan itu habis cuma demi nonton SS4 yg konsernya mungkin hanya 4 jam??

 

Sampai detik ini aku masih mikir..apakah aku bakal nonton apa nggak?

 

huhuhuhu…

 

ada yang bisa bantu kasih aku solusi atau pencerahan ga? sebaiknya aku pergi nonton apa nggak?

 

50% hatiku sangat ingin nonton.

50% lagi itu adalah hati nurani seorang anak yg merasa sayang membuang2 duit ortunya hanya untuk nonton konser :(. Duit segitu kan nggak banyak. Mending ditabung…begitu kata suara hatiku ini.

 

Teman2…bisa bantu kasih pencerahan?

 

Kalau kalian jadi aku kalian bakal bagaimana?

 

Bisa nggak kalian kasih tau aku apa untung-ruginya, nonton atau nggak pun nonton SS4? kalau kalian bisa kasih tau untung-ruginya, mungkin aku bakal bisa menentukan pilihan yg tepatttt >_< hehehe

 

Galau.. T__T

 

serius.

 

Dan ini semua gara2 SS4!

 

Begini, aku adalah fans SuJu, tapi aku juga ga mengakui diriku seorang ELF *nah loh? bingung? hehe*

 

Dan aku tipe orang yg walau pun tergila2 pada seorang artis, tapi ga sampai  royal banget2. Aneh kan?

 

Ya, aku sadar aku fans yg aneh.

 

BB Korea yg paling aku suka SHINee dan SuJu.

 

Tapi walau aku adalah fans, aku nggak seperti orang yg langsung ngoleksi Album2 idola mereka, majalah tentang mereka, poster2 mereka, atau bahkan mengejar konser mereka kemana pun.

 

Waktu SHINee datang ke Jakarta kemarin pun aku biasa2 saja –awalnya, walau pada akhirnya semakin mendekati kedatangannya SHINee, tepatnya H-1, aku langsung menggalau karena nggak bisa nonton.

 

Kakakku sampai nangis2 waktu itu..membuat aku yg awalnya biasa2 aja jadi ikutan cengeng, bahkan kami nyaris nekat berangkat malam2 hehe.

 

 Dan untuk SS4 ini.. jujur waktu pertama kali tau berita ini, aku berusaha ga mau caritau atau pun membaca info2 ttg SS4, karena aku takut nanti begitu mendekati hari H-nya aku bakal galau hehe.

 

Tapi aku juga nggak niat datang sih…karena..aku sayang uang hehe. Karena walau aku fans berat, tapi aku masih memperhitungkan uang..menimbang2 apakah sebanding harga tiket yg aku beli dengan kepuasan yg aku peroleh? ditambah lagi aku harus beli tiket PP karena aku tinggal di Makassar, bukan di Jakarta atau pun daerah sekitarnya.

 

Hari2  dibulan Februari dan maret berlalu dengan damaiii..dan tentram…

 

sampai akhirnya kak dewi nanyain masalah tiket suju ke aku, membuatku jadi teringat lagi dengan SS4!! T__T

 

Di titik ini aku agak galau, tergoda ingin nonton..tapi aku juga sayang uang ..hiks..

 

Apalagi aku kan berencana..kalau seandainya aku nonton, itu bakal pakai uang jajan ku atau mungkin bisa dibilang uang tabunganku.. Jadi aku rasanya sayanggg banget. Karena kalau aku perhitungkan, tiket PP mungkin 1.5 jeti-an, dan tiket VIP aja 2 jeti. Total 3,5 jeti. Sayanggg bangettt huhuhuh

 

Aku mulai bimbang dari hari ke hari. Belum lagi temanku ngebujuk2 aku supaya nonton T^T

 

Dan tadi pagi, mamaku nelpon aku.

 

Asyik2 ngobrol, aku teringat dengan soal SS4, dan aku langsung nanya ke Mama.. “Ma, aku mau dong bulan april nanti ke Jakarta.”

 

“Sama siapa?”

 

“Sama teman. Mungkin sekitar semingguan lah di sana.”

 

“Mau ngapain?”

 

“Mau main-main aja. Jalan2, nonton konser..”

 

“Oh.ya udah. pergi aja.”

 

“Tapi boleh minta uang tiket konser, jajan dan uang PP?”

 

“Kabarin aja nanti kalau udah pasti waktu mau perginya. Ntar di transfer uangnya.”

 

“…”

 

Aku speechless sumpah! -__-

 

Nggak nyangka jawaban mamaku bakal kayak gitu. Aku pikir mama bakal tanya2 lebih lanjut, “konser apa? ngapain nonton? Emang ada untungnya?” dsb..dsb..layaknya ibu2 temanku yg pada ngga ngizinin anaknya pergi nonton SS4.

 

Nahhh…menggalau lah lagi aku!! >__<

 

Izin, plus uang udah ditangan.

 

Tapiii…aku kok masih ada rasa sayang sama uang itu…kok rasanya sayang banget buang2 uang sekitar 3,5 juta..belum lagi uang lain2nya..mungkin 4 juta habis. Dan itu habis cuma demi nonton SS4 yg konsernya mungkin hanya 4 jam??

 

Sampai detik ini aku masih mikir..apakah aku bakal nonton apa nggak?

 

huhuhuhu…

 

ada yang bisa bantu kasih aku solusi atau pencerahan ga? sebaiknya aku pergi nonton apa nggak?

 

50% hatiku sangat ingin nonton.

50% lagi itu adalah hati nurani seorang anak yg merasa sayang membuang2 duit ortunya hanya untuk nonton konser :(. Duit segitu kan nggak banyak. Mending ditabung…begitu kata suara hatiku ini.

 

Teman2…bisa bantu kasih pencerahan?

 

Kalau kalian jadi aku kalian bakal bagaimana?

 

Bisa nggak kalian kasih tau aku apa untung-ruginya, nonton atau nggak pun nonton SS4? kalau kalian bisa kasih tau untung-ruginya, mungkin aku bakal bisa menentukan pilihan yg tepatttt >_< hehehe

 

 
Miss's WORLD! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template